
Siang ini Natalie berangkat diantar Reynald, itu karena Jennifer pagi-pagi sekali memaksa Nicholas datang ke rumahnya.
"Memangnya kemana Nicholas pergi?" tanya Natalie saat dalam mobil.
"Ah, itu." Reynald bingung dia harus menjawab apa? tidak mungkin dia bilang kalau Nicholas pergi ke rumah Jennifer. "Katanya ada urusan. Tapi saya kurang tahu pergi kemana."
"Oh." Natalie mengangguk-anggukkan kepalanya.
Saat diperjalanan tiba-tiba Natalie melihat ada penjual makanan kesukaannya.
"Rey, bisa berhenti sebentar? ... aku mau beli itu dulu."
"Baik, Nona."
Reynald pun segera menghentikan mobilnya.
Natalie turun, diikuti Reynald di belakangnya. Nicholas sudah memesan pada Reynald untuk menjaga wanitanya itu.
"Saya mau satu ya," kata Natalie pada pedagang itu.
"Rey, kau mau?"
Reynald menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak usah. Terimakasih, Nona."
Natalie merogoh selembar uang kertas dari dalam tas-nya, namun siapa sangka seseorang tiba-tiba menabraknya hingga ia terjatuh.
"Hati-hati, Nona!" Reynald langsung dengan spontannya menahan tubuh Natalie.
"Aku tidak apa-apa!" kata Natalie sambil meraih tasnya yang terjatuh.
Natalie memang tidak apa-apa, tapi wanita yang menabraknya itu jatuh tersungkur.
"Hey, kau tidak apa-apa?" Natalie mencoba membangunkan wanita yang usianya ditaksir seumuran dengan Reynald.
Tak ada jawaban, wanita itu hanya melirik Natalie dan Reynald bergantian. Wajahnya dipenuhi dengan rasa takut.
"Hay!" Natalie melambai-lambaikan tangannya, mencoba mengalihkan perhatian wanita itu. Namun tak ada respon, wanita itu tetap saja diam.
Lambat laun ada yang aneh. Natalie melihat Sepertinya wanita itu terus memperhatikan wajah Reynald yang berdiri di sampingnya.
Lihatlah wajah wanita itu nampaknya sangat terpukau dengan ketampanan wajah Reynald.
"Kau kenal dia?" tanya Natalie, Reynald kemudian secepat mungkin menggelengkan kepalanya.
"Tidak."
Natalie kembali melihat wanita itu. "Hay! siapa namamu?"
Saat Natalie menyapanya, wanita itu langsung tersadar dari lamunannya. Dan seketika juga ia langsung membalikkan badannya berlari begitu saja meninggalkan mereka berdua. Namun dari kejauhan Natalie melihat wanita itu membalikkan badannya dan kembali melihat Reynald dari kejauhan dengan senyum yang sangat mengembang.
"Sepertinya dia menyukaimu?" goda Natalie sambil menyiku lengan Reynald.
__ADS_1
"Ah, Nona bisa saja."
Entah kenapa Reynald juga merasa wanita itu sepertinya memiliki daya tarik tersendiri baginya. Bukan karena senyumannya, tapi seperti ada yang membuat Reynald tertarik ingin mengetahui lebih dalam tentang wanita itu, tapi apa? Reynald pun tidak mengerti.
"Nona, ini makanannya!" pedagang di belakang Natalie menyadarkan lamunan keduanya.
"Ah, iya. Saya sampai lupa."
Natalie segera membayarnya dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya.
***
"Jennifer, apa yang sedang kau lakukan dengan anakku?" tanya wanita topi fedora dibalik telepon Jennifer, yang tak lain dan tak bukan adalah ibu angkat Nicholas, yaitu Kelly.
"Aku hanya mengajaknya sarapan pagi saja di rumahku. Kenapa memangnya?" sahut Jennifer malas.
"Ckkk, jangan terlalu lama mengulur waktu. Kalau Nicholas benar-benar jatuh cinta pada Natalie, kau mau apa?"
Jennifer mendecak kesal, apa maksud Kelly bicara seperti itu padanya.
"Apa maksudmu?"
Kelly terdengar tertawa dibalik teleponnya. "Kau yakin tidak mau berbuat sesuatu pada wanita itu?"
Seperti mendapat Ilham baru, Kelly sepertinya ada benarnya juga, kenapa dia tidak langsung menyerang wanita itu kembali. Lebih cepat lebih baik bukan.
"Memangnya apa rencanamu?" tanya Jennifer.
Setelah sepuluh menit berlalu.
"Oke. Sepertinya bukan hal yang sulit." Jennifer tertawa miring penuh kemenangan.
"Kau sedang bicara dengan siapa sih?"
Tiba-tiba Nicholas datang mengejutkan Jennifer. Buru-buru Jennifer memutuskan panggilan teleponnya dengan Kelly.
"Bukan siapa-siapa, hanya karyawan di kantor saja. Ada sedikit problem."
Wajah Nicholas terlihat tidak suka. "Ayo cepat sarapan! aku tidak bisa lama-lama di sini. Aku harus segera ke kantor," ucapnya seraya pergi kembali ke ruang makan.
"Iya sayang. Sebentar lagi aku nyusul!" teriak Jennifer sambil memperhatikan punggung Nicholas di belakangnya.
"Tenang Jennifer, sebentar lagi kau tidak perlu repot-repot meminta Nicholas datang hanya untuk menemanimu sarapan. Kau dan dia akan segera bersama, selamanya."
***
Reynald sudah terlebih dahulu sampai ke kantor Nicholas setelah mengantarkan Natalie ke kantor Erick.
Dia menyandarkan tubuhnya di kursi sambil memijit-mijit pelipisnya yang sedikit pusing.
Mungkin terlalu banyak memikirkan Kelly dan masalalunya, membuat Reynald jadi kurang tidur, karena setiap malam dia selalu mengorek-ngorek informasi mengenai wanita itu.
Pusing memikirkan Kelly, tiba-tiba terlintas di pikiran Reynald untuk memikirkan sesuatu yang menyenangkan. Misalnya liburan ke pulau, snorkeling, olahraga paralayang sampai menikmati indahnya pegunungan bersama kawan-kawan travelingnya.
__ADS_1
"Ah, sudah lama aku tidak pergi dengan teman-temanku," batinnya seraya tersenyum menatap langit-langit ruangannya.
Selesai memikirkan tentang keindahan, tiba-tiba saja wajah wanita yang tadi menabrak Natalie terlintas di pikirannya.
Tak bisa Reynald pungkiri, wanita itu memang terlihat cantik. Dia menarik, pikir Reynald.
Apalagi saat dia menatap Reynald dengan begitu lekatnya, rasanya jantung Reynald bergejolak hebat saat itu juga.
"Siapa dia?"
"Kenapa dia begitu membuatku penasaran?"
Reynald terus tersenyum sambil membayangkan gadis itu di atap langit-langit ruangannya. Sepertinya Reynald baru kali ini tertarik pada wanita.
"Tunggu! aku tidak mungkin menyukainya kan?"
Reynald bergidik ngeri saat mengingat kenapa dia terlalu banyak memikirkan wanita itu.
"Bodoh-bodoh. Kau harus fokus memikirkan tentang Nyonya Kelly, agar kau segera menemukan siapa sebenarnya yang sudah mensabotase kecelakaan keluargamu, Reynald!" kesalnya pada diri sendiri.
Tapi lagi-lagi senyum wanita itu berhasil mengalihkan pikiran Reynald.
"Aish," decaknya kesal. Sampai akhirnya ...
"Tunggu!!!"
Reynald teringat akan sesuatu yang menempel di tubuh wanita itu.
"Kalung yang dia pakai ...."
Reynald segera membuka laman Facebook milik Kelly. Dia menyamakan sesuatu di sana.
Reynald menganga tak percaya. Kalung yang gadis itu pakai rupanya sama persis dengan kalung yang dipakai anak kecil yang ada di dalam foto sampul Facebook Kelly.
Terlebih lagi saat dia mengingat ucapan pelayan rumah Tuan Jhonson, Bi Jessy tentang kelainan yang diderita Selly.
Flashback On
Ya, tapi sayangnya Nona Selly menghilang seusai bermain di taman bersama Nyonya," kata Jesy menjelaskan. "Padahal, kelahiran Selly adalah anugerah terbesar bagi Tuan dan Nyonya, meskipun keadaan Nona Selly tak se sempurna anak pada umumnya."
"Maksud Bibi, Selly punya kelainan?"
"Iya ... Nona Selly memiliki kelainan pada mentalnya. Dia cenderung takut dan malu berlebihan saat berkumpul dengan teman-temannya, makanya dia sangat jarang sekali mau bergaul dengan teman seusianya. Sepulang sekolah saja, dia terus mengurung dirinya di kamar," kata Jessy menjelaskan, "padahal, lahirnya Nona Selly adalah anugerah terindah untuk Tuan , mengingat Tuan tidak memiliki anak dari istri pertamanya."
Flashback off
"Apa mungkin gadis itu adalah Selly, anak dari Nyonya Kelly?"
To be continued
__ADS_1