Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Menjauh dari Kevin


__ADS_3

Sore hari setelah jam pulang kantor berbunyi, semua karyawan sudah bergegas pulang. Tinggal Natalie, Kevin dan Elisa yang masih membereskan beberapa berkas.


"Nat, tumben belum pulang?" Tegur Elisa mengejutkan Natalie.


"Hmpp, nanti Lis," jawab Natalie singkat lalu melirik jam di tangannya. Sudah jam 17.30 tapi Nicholas belum juga menunjukkan dirinya. Biasanya dia pulang setiap jam 17.00 dan Nicholas akan menghampiri dirinya untuk mengajaknya pulang bersama.


"Yaudah, aku balik duluan ya, Nat." Ucap Elisa, "Vin, balik bareng aku yuk! aku bawa mobil sendiri. Daripada kamu naik bus." Elisa berharap sekali bisa pulang dengan Kevin.


"Yah, sorry, Lis. Aku hari ini bawa motor."


"Oh, yaudah. Kalo gitu aku balik duluan." Ucap Lisa dengan nada sedikit kecewa. Padahal dia sudah bersusah payah meminjam mobil sport milik abangnya, untuk pulang bersama Kevin. Tapi ternyata keberuntungan tak berpihak kepadanya.


"Vin, kamu bawa motor, tumben amat?" Natalie tak percaya jika sahabatnya itu membawa motor, pasalnya Kevin pernah bilang jika dia paling malas membawa kendaraan pribadi. Karena pemerintah sudah menyediakan fasilitas untuk masyarakat. Jadi kita harus memanfaatkannya dengan baik.


"Lagi pengen aja." Jawab Kevin seperlunya, tak lama Kevin melihat Nicholas keluar ruangan dengan menggandeng mesra sekretaris Kim.


"Nat, temenin makan ice cream yu! aku lagi pengen banget." Kevin menarik tangan Natalie secara tiba-tiba, rupanya Kevin tak ingin Natalie melihat kelakuan bejad suaminya.


"Eh .. eh, aku gak bisa, Vin. Aku lagi nunggu Nicholas," Pekik Natalie, namun Kevin tidak mendengarkan teriakan Natalie, dia terus menyeret Natalie sampai keluar pintu. Kevin baru melepas tangan Natalie, setelah Kevin melihat Nicholas lenyap dari pandangannya dan masuk ke dalam mobil bersama wanita itu.


"Kamu apa-apaan sih, Vin? nggak banget deh. Sakit tau," Natalie menggerutu dan memajukan bibirnya karena kesal dengan Kevin yang tiba-tiba saja memaksanya pergi, padahal dia sedang menunggu suaminya.


"Aku gak suka yah kamu kaya gitu, Vin."


Kevin menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa berhenti?" Tanya Natalie, "katanya mau makan ice cream? ... aku udah bela-belain ninggalin Nicholas demi kamu loh,"


Bukannya menjawab, Kevin malah kembali menarik tangan Natalie menuju parkiran dimana dia menaruh motor sport berwarna merah miliknya.


"Vin, kamu mau ngapain?"


"Nih, pake helm nya!" Kevin menyodorkan helm pada Natalie.


"Apaan ini?"


Karena Natalie tak kunjung memakainya, akhirnya Kevin sendiri yang memasangkan helm berwarna hitam itu di kepala Natalie.


"Cepet naik!"


"Kita mau kemana?"

__ADS_1


"Beli ice cream, Nat."


"Loh, kan ice cream di sini banyak, kenapa harus pake motor sih nyarinya?" Natalie mulai naik ke motor Kevin dan Kevin mulai menarik gas nya.


"Emang kamu tahu, aku mau beli ice cream nya dimana?"


Natalie menggelengkan kepalanya.


"Di bulan, hahaha," pekik Kevin kemudian mengencangkan tarikan gas nya, membuat Natalie mengeratkan pelukannya pada Kevin sambil memekik hebat.


"Keviiiiin, pelan-pelan. Aku takut,"


Kevin terkekeh lucu melihat ekspresi Natalie dibalik kaca spion miliknya, namun tawanya luntur seketika ketika mengingat kejadian barusan di kantor, saat dirinya melihat Nicholas bergandengan mesra dengan wanita lain. Kevin rasanya tidak ikhlas melihat wanita yang disayanginya ini disakiti begitu saja oleh laki-laki bejd seperti Nicholas. Natalie terlalu baik untuk laki-laki ******* seperti bos-nya itu.


Setelah menikmati ice cream bersama Kevin, keduanya menyempatkan membeli buku-buku terlebih dulu, karena Kevin sangat tau jika Natalie sangat menyukai novel-novel bergenre romantis.


Natalie terlihat sangat bahagia saat memilah dan memilih buku-buku bergenre romantis itu. Entah mengapa bibir Kevin dengan sendirinya tak mau berhenti tersenyum menatap kemanapun gadis itu pergi.


Setelah selesai, Kevin mengantarkan Natalie pulang tepat sampai depan gerbang rumah mewah kediaman Nicholas.


"Thanks ya, Vin." Ucap Natalie pada Kevin setelah melepas helm-nya.


"Yaudah, aku balik ya, Nat."


Natalie membalas senyuman Kevin sampai laki-laki itu benar-benar hilang dari pandangan. Sambil menyunggingkan senyum bahagianya karena Kevin membelikannya beberapa Novel ditangannya, Natalie berjalan sampai tak sadar jika ada laki-laki yang menghadangnya di pintu.


"Dari mana saja kamu?" Tanya Nicholas yang terdengar sangat datar.


"Nicholas," cicit Natalie. Dia harus bilang apa pada Nicholas jika dirinya sudah pergi bersama Kevin tanpa memberitahukannya. "Tadi aku abis ... "


"Begitu cara kamu memperlakukan aku sebagai suami. Kamu pergi dengan laki-laki lain, iya?"


"Ngga, Nic. Tadi kita cuma beli buku aja Kok." Natalie merasa tidak enak pada Nicholas, "maaf, tadi aku pulang duluan. Soalnya mendadak Kevin eh maksudnya aku pengen banget makan ice cream, makanya aku minta Kevin nganterin aku."


Natalie terpaksa bohong, dia tak mau Nicholas tau jika Kevin yang memaksanya pergi terlebih dulu. Dia tak mau jika nanti Nicholas malah membenci Kevin. "Kamu pasti nyariin aku pas pulang. Maaf ya! besok-besok aku janji gak bakal gini lagi," Natalie menatap nanar wajah Nicholas.


Nicholas mendecak geli saat Natalie beranggapan jika dirinya mencari Natalie untuk mengajak pulang bersama. "Siapa yang mencari mu bodoh?" pikirnya. Dia hanya tak ingin jika Natalie terlalu dekat dengan laki-laki bernama Kevin itu, karena Nicholas yakin jika Kevin mencurigai dirinya waktu di club malam itu.


Flashback On


"Kenapa kalian terdengar ribut sekali di luar?" tanya Nicholas saat mendengar keributan di depan kamar VIV room nya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Tapi laki-laki ini berusaha memaksa masuk ke ruangan Tuan."


Nicholas menyipitkan matanya, malam itu suasana di club sangat gelap, dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki yang sedang tergeletak di lantai itu, "siapa dia?".


"Entah, Tuan. Kami tidak begitu tahu namanya, tapi yang jelas dia adalah salah satu karyawan Tuan. Kami pernah sekilas melihatnya waktu itu." Jawab seorang bodyguardnya.


"Coba periksa kartu namanya!" Nicholas meminta bodyguardnya untuk menggeledah laki-laki yang sudah tak sadarkan diri itu.


"Ini,Tuan."


Nicholas mulai membaca informasi yang tertera dalam kartu nama pemiliknya.


"Kevin Andreas," Sepertinya dia tak asing dengan nama itu. Ya, meskipun Nicholas tidak pernah bertatap muka langsung dengan karyawannya itu karena jumlah staf di kantornya tidak berjumlah sedikit. Tapi Nicholas sering melihat nama Kevin terpampang dalam laporan administrasi yang diterimanya. Dan juga, waktu itu Nicholas pernah beberapa kali melihat Natalie begitu akrab dengan laki-laki dihadapannya, sepertinya dia teman dekat Natalie.


"Urus anak ini. Dan kembalikan dia ke tempat semula!"


"Baik, Tuan."


Flashback Off


"Nic, kenapa kamu diam? aku minta maaf."


Ucapan Natalie membuyarkan lamunan Nicholas.


"Iya, aku mencari mu untuk mengajak pulang. Tapi ternyata kamu pergi dengan laki-laki lain." Jawab Nicholas bohong. Dia hanya ingin membuat Natalie merasa bersalah padanya.


"Maafin aku!" cicit Natalie sekali lagi, dia menundukkan kepalanya.


Sepertinya Nicholas punya kesempatan untuk meminta Natalie menjauhi laki-laki itu. Dengan begitu Kevin tidak akan menceritakan kejadian malam itu.


"Jauhi laki-laki itu. Aku tidak suka kamu dekat dengannya." Ucap Nicholas seraya meninggalkan Natalie yang masih berdiri di ambang pintu.


"Tapi, Nic. Dia itu hanya sekedar temanku."


Nicholas menghentikan langkah kakinya, Natalie mengernyitkan keningnya, apakah ucapannya salah.


"Kalau kamu tidak mau menjauhinya, aku yang akan membuat kalian untuk jauh selama-lamanya," ucap Nicholas lalu kembali berjalan meninggalkan Natalie dengan mulut terbuka.


"Apa yang dikatakan Nicholas?" cicit Natalie. "Apa dia akan mengeluarkan Kevin dari tempat kerjanya?" Natalie menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau jika Kevin sampai harus dikeluarkan hanya karena mengajak jalan dirinya. Kevin adalah tulang punggung keluarganya, meskipun ia hanya tinggal dengan adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMA. Tapi justru itu yang memberatkan Natalie jika sampai Kevin dikeluarkan. Siapa yang akan membiayai adik Kevin sekolah?.


Sepertinya kali ini Natalie harus mengikuti kemauan Nicholas. Dia harus menjauhi Kevin sementara waktu sampai suasana kembali dingin seperti sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2