Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Asal usul keluarga Jhonson


__ADS_3

Semua fakta telah terbongkar.


Semua kenyataan telah diketahui.


Semua rahasia yang selama ini dipendam keluarga Nicholas sudah tersampaikan.


Sekarang, tiba saatnya Nicholas melancarkan serangan untuk membalaskan semua dendamnya pada Nadia. Sudah tidak perlu lagi dia menahan nahan segala hasratnya untuk bisa memperlakukan Nadia sama seperti dulu dia memperlakukan Merry, ibunya dan keluarganya.


"Lihat dia!!!" Nicholas menunjuk Merry yang masih menunduk di atas tempat tidurnya. Sementara tubuh Nadia sudah bergetar tak karuan rasanya. Kini Nadia sudah kembali berada di ruangan di mana tempat dia tinggal dan merawat Merry, dan Nicholas lah yang menyeretnya paksa masuk ke ruangan itu.


"Lihat dia, Nyonya Nadia! kenapa kau terus menunduk?" Suara Nicholas terdengar sangat tinggi, hingga membuat Nadia tersentak dari Isak tangisnya. Ya, semenjak Nadia mengetahui bahwa Nicholas menikahi Natalie hanya untuk membalaskan dendam keluarganya di masa lalu, Nadia memang tidak bisa berhenti menangis. Dia takut, dia benar-benar sangat ketakutan. Dia takut jika Nicholas akan melakukan sesuatu yang lebih lebih dari yang selama ini dialami.


"Apa kau tahu? apa yang membuat Ibuku seperti ini?"


Nadia menggelengkan kepalanya lemah.


"Ckk, kau tau ... " ucapannya terjeda, mata Nicholas berubah merah, emosinya sudah hampir di ubun-ubun. "ITU SEMUA KARENA KAMU!!! Karena perbuatan mu yang tidak pernah memperlakukan keluargaku seperti manusia. Terlebih ibuku. Kau selalu saja membuatnya terluka. Kau selalu membuatnya hampir putus asa."


"Sayang, tenangkan dirimu!" Kelly berusaha menenangkan, namun Nicholas menangkis lengan Kelly, "jangan larang aku lagi, Ma! ... aku sudah muak dengannya selama ini." Kini Nicholas menatap Nadia kembali. "Kau tahu, puluhan tahun sudah aku menunggu saat ini terjadi. Saat dimana aku bisa menumpahkan segala emosi yang selama ini ku pendam pada wanita yang sudah membuat nyawa adikku melayang, dan membuat Ibuku hilang kesadarannya."


Nadia terus menggelengkan kepalanya, dia tak terima jika semua kejadian yang menimpa keluarga Nicholas itu disebabkan olehnya. Karena meskipun bagaimana juga, Nadia tidak pernah berniat demikian.


"Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga." Bibir Nicholas tersenyum miring, "sekarang kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu."


Tiba-tiba Nadia berjongkok sambil memegangi kaki Nicholas. "Saya benar-benar minta maaf atas perbuatan saya di masa lalu, tapi ini semua bukan murni kesalahan saya, karena saya tidak pernah menginginkan ini semua terjadi."


"DIAM!!!" bentak Nicholas lalu melepaskan tangan Nadia dari kakinya. Membuat wanita itu duduk di lantai akhirnya. "Aku tidak pernah memintamu untuk memberikan pembelaan atas apa yang sudah kau lakukan."

__ADS_1


Nadia menundukkan kepalanya. "Maafkan saya!" Isak tangisnya kembali hadir. "Ap_apa yang harus saya lakukan untuk membayar semua kesalahan saya di masa lalu?" Suara Nadia berubah getir. Dia benar-benar takut. Apalagi saat melihat sorot mata Nicholas yang seperti ingin menelannya hidup-hidup.


"Karena kau tidak mungkin mengembalikan adikku yang sudah meninggal, maka hanya satu lagi yang bisa kau lakukan." Nicholas menatap tajam Nadia. "Rawat Ibuku! Dan buat dia kembali sembuh seperti sedia kala."


"Tapi itu tidak mungkin, Nicholas."


"DIAM!!! Sudah kubilang aku tidak minta pembelaan ataupun sangkalan." Nadia kembali tersentak, "lakukan sesuai perintahku, atau kau mau keluargamu aku hancurkan semuanya."


"Tidak, jangan lakukan itu!!! Ba_baik, akan aku coba!" Nadia sudah tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan selain mengiyakan permintaan Nicholas. Meskipun ia sendiri tidak yakin apakah dia akan mampu mengobati seseorang yang mengidap kelainan jiwa seperti Merry.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memberikanmu waktu sesuai kesepakatan kita di awal perjanjian."


"Maksudnya 6 bulan?" Nadia memastikan.


"Ya, aku berikan kau waktu selama enam bulan." Nicholas berjalan lalu memegang tangan Merry dengan lembut. "Jika kau bisa membuat ibuku kembali sembuh. Maka, hutang-hutangmu semuanya ku anggap lunas. Tapi ...." lalu matanya kembali menatap Nadia lagi. "Tapi jika kau gagal, maka aku akan menarik kembali jaminan pada pemilik kalung berlian itu, dan kau ... kau akan masuk ke dalam penjara dan membusuk selamanya di sana."


Nadia langsung terkejut kala mendengar Nicholas mengancamnya akan memasukannya ke dalam jeruji besi itu. "Jangan!!! kumohon jangan lakukan itu. Aku akan mencobanya semampuku, sungguh!!! percayalah." Nadia terus memohon.


"Tentu ... saya tidak akan melukai Ibumu."


"Baiklah," Nicholas berjalan ke arah Kelly, "Ma, urus dia! aku harus pergi."


"Iya, sayang! Mama akan urus semuanya," sahut Kelly.


"Reynald, ayo kita jalan!" Nicholas keluar didampingi Kelly yang menemaninya.


"Baik, Tuan." Reynald pun mengekor di belakang, keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"Jadi, Natalie hanyalah umpan agar dia bisa membalas semua sakit hatinya padaku," Nadia bermonolog dengan dirinya sendiri sambil menatap wajah Merry. Membayangkan apa yang sudah ia lakukan di masa lalu pada wanita itu. Dia tidak pernah menyangka jika kelakukan yang dia anggap sepele itu akan berdampak sebesar ini.


Tiba-tiba bayangan Natalie hadir dalam pikirannya. "Lalu bagaimana nasib anakku?" Nadia baru sadar, sejak tadi dia terlalu memikirkan dirinya sendiri, tanpa dia sadari bahwa ada orang lain yang harus menjadi korban lebih parah karena kejahatan yang ia lakukan di masa lalu, yaitu Natalie, anak kandungnya sendiri.


"Aku harus segera memberitahukan ayahnya. Dia harus menolong Natalie!!" Baru saja Nadia berniat membuka tas miliknya, dia sadar bahwa ponselnya hilang sejak pertama kali ia datang ke tempat ini. "Sial, ponselku kan hilang." Nafasnya terengah-engah. "Bagaimana aku akan memberitahukan Thomas?"


"Cari apa?"


Tiba-tiba Kelly kembali datang dan mengejutkan.


"Nyo_nyonya." Nadia terperanjat lalu sesegera mungkin mendekat. Dia tak mau berbuat kesalahan sekecil apapun pada keluarga ini. Dia benar-benar ketakutan.


"Ckkk," wajah Kelly terlihat begitu kesal. "Kau sudah dengar semua kan apa yang dikatakan Nicholas."


"Su_sudah, Nyonya." Sejak tadi Nadia terus gugup saat diajak bicara. Mungkin karena rasa takutnya yang terlalu dalam.


"Bagus!!! lakukan apa yang diperintahkan! dan jangan sampai kau melakukan kesalahan sekecil apapun di sini, karena kau bisa menyesal nanti."


"Ba_baik, Nyonya. Saya akan melakukan semapu saya."


"Bagus!" Setelah memastikan itu, Kelly sempat menatap tubuh Nadia dari bawah kakinya hingga atas kepalanya dengan seksama.


"Kenapa dia melihatku seperti itu?" batin Nadia.


Tak la Kelly pun akhirnya keluar dari tempat itu. Meninggalkan Nadia dengan segudang tanda tanya di kepalanya.


"Jadi, Nicholas bukan anak kandung pemilik perusahaan itu ... Tapi, kenapa dia bisa tinggal dan menjadi anak wanita tadi?" Nadia terus memikirkan itu. Memikirkan bagaimana anak seorang penjual kue keliling bisa menjadi anak seorang pasangan yang hidupnya bergelimang harta dimana-mana.

__ADS_1


"Pasti ada rahasia dibalik semua ini ... Aku harus mencari tahu asal usul keluarga ini."


To be continued


__ADS_2