Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Wanita Iblis


__ADS_3

Nicholas sudah sampai di lokasi yang Reynald kirimkan. Dia melihat Reynlad sudah menunggunya.


"Rey, kemana dia membawa Natalie?" ucap Nicholas dengan nafas yang terengah-engah.


Reynald menunjuk bangunan tinggi. Dia juga memberitahukan Nicholas kalau mereka tidak bisa masuk begitu saja karena banyak orang yang menjaganya. Mereka bisa mati konyol jika memaksa masuk.


"Lalu kau pikir aku akan membiarkan dia menyakiti wanitaku begitu saja?" pekik Nicholas. Dia marah sampai menarik kerah baju Reynald, hingga membuat Reynald kesulitan bernafas.


"Tidak, Tuan. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan masuk. Jumlah mereka sangat banyak."


Nicholas melihat ke arah lorong gelap. Disana memang terdapat lebih dari sepuluh orang dengan pakaian serba hitam sedang berjaga-jaga. Benar apa yang dikatakan Reynald, dia bisa babak belur jika memaksa masuk begitu saja.


"Sial." Nicholas melepaskan cengkraman kerah baju Reynald. Mendadak kepalanya pusing.


"Tuan!"


"Jangan menyentuhku!" Nicholas menghadang tangan Reynald. "Arghhh." Dia semakin merasakan kesakitan sampai hampir tersungkur ke tanah.


Drtt ... drttt ...


Ponselnya berdering. Nama 'Mama' tertera di layar ponsel Nicholas. Itu artinya Kelly yang menghubunginya. Tanpa pikir panjang lagi Nicholas langsung mengangkatnya.


Sepertinya Kelly sedang mengancam Nicholas. Terlihat raut wajah kekesalan pada Nicholas.


"Jangan pernah berani menyentuh wanitaku," tegas Nicholas sambil mengeratkan giginya saat dia mendengar suara Kelly dan orang-orang suruhannya dibalik teleponnya sedang tertawa.


Nicholas terdiam saat Kelly berbicara lagi.


"Baik. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan. Tapi jangan pernah sekalipun kau melukai Natalie. Karena kau akan menyesal jika melakukan itu."


Sambungan telepon langsung diputus, Nicholas langsung berlari mengejar mobilnya kembali.


"Tuan, tunggu!" seru Reynald.


"Jangan mengikutiku! kau tetap tunggu di sini! awasi dia!" Nicholas kembali memegangi kepalanya yang sakit. "Aku akan segera kembali."


"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian dengan kondisi seperti ini."


"Kau meragukanku?"


Reynald diam.


Nihcolas langsung menutup pintu mobilnya, kemudian ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, meninggalkan Reynald dengan segudang kekhawatirannya.


Reynald menatap kepergian Nicholas. "Nicholas pasti akan melakukan apapun demi menyelamatkan Natalie termasuk memberikan seluruh saham perusahaan pada wanita licik itu." Reynald lagi-lagi berpikir dan terdiam. "Kalau sampai wanita itu mendapatkan seluruh harta kekayaan yang diincarnya, dia pasti akan dengan mudahnya melepaskan dirinya dari jeratan hukum atas kasus kepergian ayahku."


Reynlad tidak bisa tinggal diam. Dia harus segera mencari jalan keluar sebelum semuanya terlambat.


***


Nicholas kembali menghubungi Anjeli. Dia meminta sahabatnya itu mengubah seluruh nama pemilik saham yang semula akan diberikan pada Natalie dan Reynald itu menjadi nama Kelly seutuhnya.


"Kau yakin?" tanya Anjeli saat memberikan dokumen-dokumennya. Nicholas segera meraih dokumen itu.


"Aku tidak punya pilihan lain."


"Tapi kau bisa kehilangan semua yang kau miliki saat ini?"


"Aku tidak peduli." Nicholas sudah memasukan semua dokumen-dokumen penting itu ke dalam kopernya. "Lebih baik aku kehilangan semua hartaku daripada aku kehilangan Natalie."


Anjeli akhirnya tak bisa berkata-kata lagi. Cinta Nicholas pada wanita itu sepertinya sudah tidak bisa diragukan lagi.


"Ya sudah, aku pergi. Terimakasih atas bantuanmu selama ini."


Anjeli hanya menjawabnya dengan anggukan, melihat dengan sedih saat sahabatnya itu berjuang sendirian. Sebenarnya ia ingin membantu, tapi dia bisa apa? yang ada dia hanya memperparah keadaan.


"Semoga Tuhan melindungimu sahabatku."

__ADS_1


***


Sudah lima jam, dan Nicholas belum juga datang menyelamatkan istri dan mertuanya itu. Hari sudah mulai larut malam, Kelly bahkan mempercepat pertemuannya dengan pengacaranya hanya untuk bertemu Nicholas, tapi malah anak angkatnya itu belum datang juga.


"Sial!!! apa dia ingin melihat aku benar-benar menghabisi dua wanita ini," pekik Kelly sambil menyilangkan satu kakinya dan duduk di atas kursi di depan dua wanita yang sedang ia sandera.


"Sabar! kita tunggu dia satu jam lagi." Bram bersuara.


"Tapi aku ...." Kelly menarik nafasnya gusar. Baiklah, hanya satu jam lagi pikirnya. Jika lebih dari itu, Kelly benar-benar tidak akan segan-segan melukai dua wanita di hadapannya.


"Sayang, kantor milik saudara iparmu itu untukku semua kan?" tanya Bram. Kelly melihat ke arahnya, sempat-sempatnya Bram menanyakan perihal hal itu ditengah kepanikannya menghadapi ini semua.


"Aku cuma memastikan saja," timpal Bram kembali. Dia melihat raut wajah Kelly sepertinya tidak menyukai jika hal tersebut ia bahas. Tapi itu ternyata hanyalah kekhawatiran Bram. Nyatanya Kelly tersenyum sambil mengangguk.


"Kalau begitu, bisa kau suruh orang suruhanmu untuk mengganti nama pemiliknya menjadi namaku!"


"Tentu," sahut Kelly. Dia lantas merogoh ponselnya dan menyuruh orang untuk menjalankan perintah sesuai keinginan kekasihnya.


"Baiklah, terimakasih," ucap Kelly pada orang dibalik teleponnya, lalu ia menutup kembali ponselnya, ia menatap ke arah Bram seolah memberitahukan bahwa apa yang dia inginkan sudah Kelly lakukan.


"Terimakasih sayang," ucap Bram. Lalu laki-laki itu mengecup kening Kelly begitu saja.


Bram senang, setidaknya meskipun dia tidak bisa mendapatkan harta kekayaan dari perusahaan Jhonson Company, tapi setidaknya dia sudah memiliki dua aset perusahaan yang bisa ia andalkan.


"Kalau begitu, aku tunggu di luar ya sayang dengan yang lainnya."


Kelly mengangguk-angguk saja, setelah Bram pergi dia kembali menatap dua wanita yang sedang terlelap karena pingsan. "Aku tidak menyangka kalau hari ini akan datang secepat ini."


***


Nicholas mengatur nafasnya yang tersengal-sengal begitu ia menghentikan mobilnya tepat di depan gedung tempat dimana Kelly menyandera Natalie dan juga Nadia.


Buru-buru dia turun dengan membawa koper di tangannya.


dia.mencari Reynald, tapi sialnya laki-laki itu malah menghilang disaat genting seperti ini.


"Kemana dia?"


Hari sudah larut, dia tidak punya waktu banyak lagi.


Sesegera mungkin ia menghubungi Kelly, memberitahukan bahwa apa yang dia inginkan sudah Nicholas bawakan.


Kelly pun meminta anak buahnya menjemput Nicholas dan membawanya ke gedung itu.


Nicholas ikut, dia berjalan di belakang dua orang suruhannya.


***


Karena suara yang mulai bising, Natalie mengerjapkan matanya. Ia tersadar, kepalanya pusing, dan seluruh badannya sudah ngilu karena terlalu lama dalam posisi terikat.


"Ibu."


Natalie berusaha melepaskan dirinya untuk menolong Ibunya, yang keadaannya lebih memperhatikan darinya. Tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya juga terikat.


Kelly tertawa melihat pemandangan di depan matanya, membuat Natalie benar-benar geram dibuatnya.


"Sebenarnya siapa kau? ... dan apa yang kau inginkan dari kami?" pekik Natalie tepat menatap wajah Kelly saking kesalnya.


Kelly berjalan mendekat ke arahnya. Dia menarik dagu wanita di hadapannya. "Kau mau tahu siapa aku?"


Natalie membuang wajahnya saat Kelly menatap matanya.


"Sombong sekali kau bocah sial_"


"JANGAN SENTUH DIA!!!"


Pekikan keras itu menggelegar, membuat Kelly dan Natalie tersentak bersamaan.

__ADS_1


"Nicholas," cicit Kelly dan Natalie bersamaan.


Laki-laki itu berjalan dengan gagahnya, membawa koper di tangannya, mendekat ke arah Kelly dan Natalie berada.


Kelly melepaskan tangannya dari dagu Natalie. "Akhirnya kau datang juga," ucapnya seraya berdiri saat Nicholas sudah sampai di depan matanya. "Kukira kau tidak perduli dengan nyawa wanita ini."


Nicholas melirik ke arah Natalie. Betapa sakit ulu hatinya saat melihat wanita yang sangat dicintainya itu terikat tak berdaya dengan luka lebam di sekitar tubuhnya.


"Aku sudah bilang padamu! jangan menyentuhnya, kenapa kau malah menyakitinya?" sentak Nicholas tak terima. Kelly sudah ingkar janji padanya.


Melihat Nicholas begitu mengkhawatirkannya, entah kenapa Natalie jadi merasa sedih. Dia selama ini sudah salah paham pada laki-laki itu. Ternyata Nicholas begitu menyayanginya.


"Oh, tenanglah anakku! dia tidak apa-apa. hanya sedikit lecet saja."


Anak?


Natalie tercengang heran ke arah pembicaraan Nicholas dengan wanita itu.


Kenapa wanita itu menyebut Nicholas dengan sebutan anak?


"Apa mungkin wanita itu adalah Ibu Nicholas yang selama ini tidak pernah ku kenal," batin Natalie.


Tapi kenapa? kenapa Ibu Nicholas tega melakukan ini semua pada anaknya sendiri?


Sebenarnya apa yang terjadi?


Batin Natalie terus bertanya-tanya.


"Bagaimana? apa kau sudah membawakan apa yang ku minta?"


Kelly menatap koper di tangan Nicholas.


Nicholas yang memahami maksud arah pembicaraan Kelly langsung ikut melirik koper di tangannya.


"Kau mau ini?' tanya Nicholas.


Kelly mengangguk-angguk. "Cepat serahkan!"


Nicholas menatap mata Kelly dengan penuh amarah.


"Lepaskan dulu Natalie dan Ibunya. Barulah aku akan menyerahkan ini semua."


Kelly tertawa, terbahak-bahak, membuat Nicholas bingung. Kenapa dia bukannya segera melepas Natalie dan Nadia, dia malah sibuk tertawa. Apanya yang lucu, batin Nicholas.


"Kau mau aku melepaskan mereka semua?"


Kelly melirik ke arah orang-orang suruhannya yang sedari tadi bersiap-siap di sebuah sudut dinding. Lalu sedetik kemudian dia kembali menatap Nicholas.


Sepertinya ada yang tidak beres. Kelly sepertinya mempermainkan Nicholas. Dan dugaan Nicholas terjawab saat sebuah benda tumpul menghajar kepalanya.


Bugh


"Nicho!!!" pekik Natalie saat melihat Nicholas tersungkur ke lantai. Koper di tangan laki-laki itu terjatuh dan langsung ditarik orang suruhan Kelly, lalu menyerahkannya pada Kelly.


Kelly kembali tertawa. Sepertinya hati Kelly sudah diracuni iblis hingga ia tega melukai anak angkatnya sendiri.


"Tidak semudah itu sayang," ucap Kelly seraya menerima koper dari orang suruhannya, sementara Nicholas terkapar sambil memegangi pundaknya yang kesakitan.


"Nicho!!!" lagi-lagi Natalie merintih saat melihat darah mengalir di pipi Nicholas. Natalie menangis tersedu-sedu. "Bangun Nicholas! bangun!!!" Ingin rasanya ia berlari dan menolongnya, tapi apa daya, ikatan di tubuhnya membuat Natalie tak bisa berbuat apa-apa.


Kelly menatap koper di tangannya. Bram yang semula menghindar itu pun kembali.mendekat.


"Kau hebat sayang," puji Bram.


Kelly tersenyum bangga. Lalu sedetik kemudian tatapannya berubah sadis lagi. "Habisi mereka semua!" ucap Kelly seraya melenggang pergi meninggalkan tempat gelap itu begitu saja.


Orang-orang suruhan Kelly itu mulai menghajar habis-habisan Nicholas.

__ADS_1


"Nichoooooooo!!!" pekik Natalie.


To be continued


__ADS_2