Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Masih mencintai


__ADS_3

"Nat, ayo!" ajak Eliza dengan antusiasnya. Keduanya sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan besar yang ada di pusat kota. Mereka mengunjungi salah satu toko pakaian wanita dengan niat membeli hadiah untuk Keisha.


"Ini bagus gak?" tanya Eliza pada Natalie yang masih seperti orang kebingungan.


"Hmpp, lumayan." Natalie tak banyak berkomentar sejak tadi pikirannya terus bergelut pada seorang laki-laki yang bernama Nicholas. Entah kenapa tempat sebesar dan seramai ini Natalie merasa sendiri, dia masih merasa kesepian saat mengingat semua masalah yang terjadi dalam kehidupannya.


"Kamu masih sedih ya?" Eliza merasa bahwa sahabatnya itu tidak bisa membohongi perasaannya.


"Gpp. Liz, aku duduk di sana ya!" Natalie menunjuk sebuah kursi yang tersandar di tembok. "Kamu pilih-pilih aja dulu."


"Loh, kamu gak beli juga?"


"Aku nanti aja deh!"


"Yaudah." Eliza pun melanjutkan kembali kegiatan memilih bajunya, sementara Natalie duduk di kursi sambil memejamkan matanya. Hari ini terasa sangat melelahkan sekali, padahal pekerjaan di kantor tidak terlalu banyak tapi entah kenapa kepala Natalie terasa berat sekali.


"Hay, boleh duduk di sampingmu?"


Natalie tiba-tiba terkejut dengan kedatangan seorang lelaki berperawakan sekitar tinggi 180 cm. Badannya yang tegap dan berisi membuat Natalie yakin bahwa laki-laki itu bukan kan orang biasa.


"Hay! aku di sini." Laki-laki itu melambaikan tangan ada Natalie yang masih menatapnya dengan bingung.


"Bo_boleh, silahkan!" Natalie memberikan sedikit space agar laki-laki itu bisa duduk disampingnya namun tetap dengan jarak Yang semestinya.


Beberapa detik hening. Laki-laki itu tak bicara, Natalie juga sama.


"Nat, aku ada kabar baik nih buat kamu." Eliza tiba-tiba datang dan mengejutkan. "Temen aku bilang, dia bisa masukin kamu kerja di salah satu cafe nya."


"Oiya?" Natalie langsung terbangun dari duduknya. "Kapan? dimana?" Natalie tak sabaran.


"Lumayan jauh sih, jadi terserah kamu mau ambil atau nggak."


Natalie terlihat menimang-nimang pilihan itu.


"Kalian lagi cari kerja?"


Tiba-tiba laki-laki yang tadi duduk di samping Natalie itu berdiri dan memberikan pertanyaan diluar dugaan.


"Anda siapa?" tanya Eliza.


Laki-laki itu lantas mengulurkan tangannya. "Kenalkan, saya Erick." Eliza dan Natalie pun bergantian menyalaminya. "Saya dengar kalian sedang mencari pekerjaan?"


Eliza dan Natalie saling menatap, lalu mengangguk berbarengan.

__ADS_1


"Kalau begitu, kalian bisa datang ke kantor saya." Erick lantas mengeluarkan kartu namanya.


"Tapi kita hanya butuh pekerjaan part time, bukan full time. Karena kebetulan kami juga sudah bekerja," jelas Eliza.


"Oh, tidak masalah. Saya punya beberapa jenis dan cabang perusahaan di kota ini. Jadi, mungkin salah satu diantara usahaku bisa cocok dengan kalian?"


Natalie merasa beruntung sekali bisa mengenal Erick. sepertinya Erik memang malaikat yang diturunkan Tuhan di saat keadaan matahari yang seperti ini.


"Berikan padaku!" Natalie meraih kartu nama dari tangan Erik begitu saja.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Saya tunggu kabarnya ya!" Erick menunjukkan sedikit badannya lalu pamit pergi dari tempat itu.


"Kamu serius mau, Nat? kan kita baru ketemu dia?"


"Aku serius, Liz. Kan sudah ku bilang. Apapun akan kulakukan asal aku bisa segera membebaskan ibuku dan terbebas dari Nicholas."


Nathalie tampaknya begitu sangat antusias sekali dengan laki-laki bernama Erik tadi, Eliza yang melihatnya hanya bisa pasrah dan berkata ya sudah. Lagipula Eliza yakin kalau Natalie adalah tipe wanita yang bisa menjaga dirinya, dia yakin kalau Natalie akan baik-baik saja.


Setelah berhasil mendapatkan kado keduanya pun kembali pulang ke rumahnya masing-masing.


***


"Darimana saja kamu?"


"Bukan urusanmu." Natalie terus berjalan tanpa memperdulikan Nicholas namun langkahnya terhenti kala Nicolas menarik lengan tangannya paksa hingga barang-barang belanjaan ditangannya jatuh begitu saja.


Brugh


Natalie menatap tajam kearah mata Nicholas "Lepaskan aku!!!"


"Ckk," Nicholas mendecak. "Kau lupa? kau masih istriku, dan aku berhak melakukan ini terhadapmu."


Natalie tak punya pilihan. Hidupnya saat ini memang sedang dalam masa paling memilukan dia harus membuang jauh-jauh harga dirinya di depan laki-laki yang sedang mempermainkannya. "Katakan, apa maumu?"


"Aku hanya bertanya, darimana saja kamu sampai pulang selarut ini?"


"Kau tidak lihat, aku membawa banyak belanjaan. Seharusnya orang pintar seperti kamu tahu, tempat mana yang barusan aku kunjungi," cibir Natalie lalu melepaskan tangannya, dan memunguti belanjaan miliknya. Sedetik kemudian dia sempat menatap mata Nicholas dengan kesal, lalu berjalan meninggalkannya.


***


Setelah menyirami tubuhnya dengan air hangat, Natalie membersihkan rambutnya dengan handuk sambil berjalan dan meraih ponselnya yang tergeletak di atas kasur. Sekilas dia teringat laki-laki bernama Erick di Mall tadi. Dengan cepat dia mengambil kartu nama di dalam jaketnya lalu menyimpan nomor telepon Erick di ponselnya.


"Apa aku chat dia sekarang aja ya?" gumam Natalie dengan dirinya. "Ya udah deh, sekarang aja. Kan cuma nanya, gpp kali ya?"

__ADS_1


Natalie pun mulai mengetikkan sebuah pesan lalu dikirimkan kepada nomor telepon tersebut.


Natalie to Erick : Malam, maaf mengganggu. Ini saya, Natalie. Yang kau berikan kartu nama di Mall tadi. SEND


Tak lama, sebuah balasan berhasil masuk.


Erick : Oh, iya. Bagaimana? apa sudah dipikirkan?


"Yes, fast respond." Natalie senang, lalu kembali membalasnya.


Natalie to Erick : Jadi, tempat mana yang bisa ku datangi. Aku sungguh-sungguh ingin bekerja denganmu. SEND


Erick : Datanglah besok pagi ke XXXX


Erick pun menyebutkan tempat dimana Natalie bisa bertemu dengannya.


Erick : Kita akan membahasnya lebih jauh besok.


Natalie to Erick : Oke. Saya akan datang besok pagi. SEND


Setelah mengirim pesan tersebut. Natalie lalu menutup ponselnya dan beralih mengambil hadiah yang baru dibeli bersama Eliza. "Kuharap Keisha akan suka pemberian dariku," gumamnya seraya memasukkan kembali hadiah itu ke dalam goodie bag. Ulang tahun Keisha masih tiga hari lagi. Tapi hadiah sudah dibeli, karena Keisha yang terkesan tak sabaran ingin bertemu dengan adik dari Kevin, laki-laki yang sangat dicintainya itu.


Prankkk


Suara benturan benda keras terdengar nyaring sampai ke dalam kamar. Natalie langsung terperanjat dan segera keluar dari kamarnya.


"Ada apa, Bi?" Helena yang juga mendengar suara yang sama ikut datang berbarengan dengan Natalie.


"Nicho," Natalie langsung membantu Nicholas berdiri. Rupanya penyakit Nicholas kambuh mendadak dan membuatnya kehilangan keseimbangan sehingga menabrak sebuah pajangan antik di depannya.


"Arghhh," Nicholas terus memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah.


"Bi, tolonh segera hubungi Reynald!" pinta Natalie pada Helena. Natalie tahu, hanya Reynald yang mengetahui seluk beluk penyakit Nicholas. Sehingga, hanya dia saat ini yang sangat diperlukan Nicholas.


"Baik, Nona." Helena segera berlari untuk menghubungi Reynald.


Sementara Helena menghubungi Reynald, Natalie membantu memapah Nicholas masuk ke dalam kamarnya.


"Kenapa kau menolongku?" ucapan Nicholas sontak saja membuat langkah Natalie terhenti. Nicholas benar kenapa Natalie mau menolong Nicholas, padahal sudah jelas kalau laki-laki sangat jahat sekali kepadanya dan juga keluarganya.


Tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Natalie pun memilih bungkam dan tak menjawab pertanyaan Nicholas. Dia takut jawabannya akan terkesan membuat Nicholas salah arti.


"Entah, aku juga tidak tahu." batin Natalie sambil kembali membawa Nicholas berjalan masuk. "Mungkin karena aku memang masih sangat mencintaimu. Dan aku tidak mau melihatmu merasakan sakit seperti ini."

__ADS_1


To be continued


__ADS_2