Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Ending Part 7


__ADS_3

**Cuap-cuap Author.


Halo semua pembaca setia Husband From Hell, apa kabar? semoga baik-baik semua ya di masa pandemi yang semoga cepat berakhir, aamin.


Seiring harapan berakhirnya pandemi, Author juga mau ngasih info kalau novel ini rencananya akan berkahir di Ending Part 10.


Berarti sisa tiga part lagi ya hutang aku.


Itu aja, semoga kalian suka.


Kali ini masih tentang flashback sepuluh tahun yang lalu. Dan sampai akhir pun akan membahas flashback, karena faktanya Nicholas memang sudah tiada**.


***


Keesokan harinya, saat malam tiba, Natalie dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang lengkap dengan membawa beberapa koper yang tidak diketahui apa isinya.


"Loh, siapa mereka?" tanya Natali dalam hatinya, lantas ia segera menuruni anak tangga. Rupanya kedatangan orang itu bukan tanpa sebab, Nicholas adalah orang yang mengundangnya.


"Nic, mereka ngapain ke sini?" tanya Natalie bingung saat melihat tiga orang pria berpakaian ala wanita datang begitu saja.


Tak ada jawaban, Nicholas hanya tersenyum sambil menggandeng pinggang Natalie.


"Tuan, apakah ini istri anda?" tanya salah seorang dari orang-orang yang datang tersebut.


"Iya ini istri saya."


Natalie semakin bingung. Ada apa ini sebenarnya? dan untuk apa dia menanyakan hal tersebut.


"Sempurna," puji Laki-laki setengah jadi itu saat melihat tubuh dan wajah Natalie yang menurutnya sudah cantik alamiah tanpa harus dipermak lagi. Mungkin hanya butuh sedikit saja sentuhan untuk semakin membuatnya sempurna. "Sepertinya tidak perlu waktu lama untuk menyulapnya seperti bidadari."


Sulap?


Bidadari?


Apa ini maksudnya?


Natalie menatap Nicholas seolah memberikan pertanyaan, apa sebenarnya nya yang sedang mereka rencanakan?


"Kau benar. Karena sebenarnya tidak perlu kau berikan sentuhan make-up apapun juga dia sudah seperti bidadari," puji Nicholas. "Hanya saja ...." Lantas ia merangkul pinggang wanita itu semakin erat. "Aku ingin malam ini dia terlihat lebih indah dari seorang bidadari. Aku ingin membuat semua bidadari di kayangan iri karena melihat kecantikannya."


"Nicho," protes Natalie. "Kau terlalu berlebihan."


"Hmpppp, jangan protes. Semua orang sudah tahu bahwa kau adalah bidadari dari kayangan yang dikutuk turun ke bumi."


"Apaan sih? ... makin gak jelas deh kamu."


Nicholas terkekeh lucu saat melihat wajah Natalie yang menurutnya sangat menggemaskan, begitu juga dengan laki-laki di hadapannya. Ia ikut tertawa merasakan kebahagiaan keduanya.


"Sudah, Ayo ikut denganku!" ajak laki-laki itu, "aku sudah tidak sabar ingin melihat betapa cantiknya kau setelah aku makeover nanti."


Awalnya Natalie ragu, tapi setelah Nicholas meyakinkan bahwa Ini semua adalah bagian dari rencananya untuk mewujudkan mimpinya akhirnya Natalie mau.


***


Satu jam kemudian



Nicholas sudah siap dengan pakaiannya. Dibantu seorang hairstylist, dia juga sedikit merapikan rambutnya yang mulai terlihat botak di beberapa sudutnya. Untung saja hairstylist itu sangat piawai, sehingga tak nampak sedikitpun kekurangan pada rambut Nicholas saat ini.


"Terimakasih, ini sangat sempurna," ucap Nicholas sambil menatap wajahnya di depan cermin besar.


Sesak rasanya saat Nicholas melihat penampilannya saat ini di depan cermin. Entah kenapa Nicholas harus terlihat begitu bahagia hanya karena melihat rambutnya yang kembali normal seperti sedia kala. Padahal dulu sewaktu sehat tidak pernah sedikitpun dia memikirkan hal sepele seperti ini. Bahkan rasanya tidak penting sekali.


Memang, kebanyakan manusia tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan.


Semua baru terasa berarti ketika sesuatu itu hilang dan takkan kembali. Seperti halnya kesehatan.


Tak banyak orang yang mensyukuri atas salah satu nikmat yang diberikan tuhan itu. Justru setelah Tuhan mencabut nikmat itu barulah kita menyadari betapa besarnya kasih sayang Tuhan untuk hambanya.


"Tuan," panggil seseorang.


Nicholas menoleh,

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang datang.



🎶 Beautiful in White (Westlife)


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found its missing piece


So as long as I live I love you


Will heaven hold you


You look so beautiful in white


And from now to my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


What we have is timeless


My love is endless


And with this scream I


You're my every reason you're all that I believe in


With all my heart I mean every world


So as long as I live I love you


Will heaven hold you


You look so beautiful in white


And from now to my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


***


Bidadarinya, Natalie Jhonson.


Wanita berhati malaikat dan berparas bidadari itu rupanya benar-benar membuat siapapun terpukau melihatnya.


Nyaris tak ada yang kurang.


Lebih dekat lagi ...



Sempurna


"Bagaimana, apa Tuan puas?" tanya Laki-laki itu membuyarkan lamunan Nicholas.


Tapi tak ada jawaban, Nicholas malah merasa sedang terhipnotis oleh kecantikan Natalie saat ini.

__ADS_1


Dulu, saat menikah dengannya Natalie tak secantik ini. Kenapa? karena dulu Nicholas hanya menyewakan MUA biasa saja, itupun pilihan mantan kekasihnya, Jennifer yang sengaja memilih MUA biasa agar Natalie tidak begitu cantik terlihat. Untung saja dari lahir Natalie memang sudah cantik. Oke lupakan!


"Nic, kok lihatnya begitu banget? ... jelek ya?"


Buru-buru Nicholas menggelengkan kepalanya.


"Nggak sayang. Kamu cantik. Cantik sekali." Nicholas mendekatinya dan mengusap lembut wajah istrinya. "Aku yakin, saat ini kau tengah viral di kayangan. Jutaan bahkan miliaran bidadari di sana sedang ramai memperbincangkan betapa cantiknya makhluk di bumi bernama Natalie Jhonson, istri dari Nicholas Jhonson."


Natalie terpukau mendengar pujian dari laki-lakinya. Pipinya yang sudah merah karena sentuhan blush-on, semakin bersemu-semu jadinya.


"Udah ah, jangan berlebihan begitu. Malu." Natalie menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Nicholas saat suaminya itu memuji berlebihan dirinya di depan orang lain.


Sebenarnya memang tidak berlebihan. Nicholas bicara apa adanya, Natalie memang terlihat sangat cantik sekali malam ini.


"Kau ini, selalu saja bersembunyi jika aku memujimu," protes Nicholas namun tak ada jawaban dari Natalie.


"Ya sudah, dikarenakan tugas kami sudah selesai, kami izin pulang dulu ya!" pamit orang itu, mewakili dua teman lainnya yang tengah menyeret koper ke arahnya.


"Iya. Baiklah. Orang-orangku akan mengantarkan kalian menyebrang. Sekali lagi terimakasih banyak atas bantuannya." Tak lama datanglah dua orang pengawal yang ditugaskan untuk mengantarkan kembali tiga orang itu.


"Bukan hal yang besar. Kami dibayar memang untuk melakukan tugas ini." Dua orang datang membawakan koper milik ketiganya. "Kalau begitu kami permisi. Semoga kalian berbahagia."


Nicholas dan Natalie menundukkan kepalanya, menghargai tamu yang akan pulang itu.


Setelah ketiga orang itu pergi, kini hanya Nicholas yang tak henti menatap wajah cantik istrinya itu.


"Nic, sudah. Berhenti menatapku seperti itu! aku malu."


"Kenapa harus malu sih sayang? ... aku kan suamimu."


"Iya, cuma kan?"


"Cuma apa?" Nicholas mendekatkan wajahnya. "Mau cium boleh?"


Natalie menggigit bibir bawahnya malu. Tapi beberapa detik kemudian dia mengangguk.


Hingga satu kecupan hangat mendarat di bibir basah Natalie yang masih pekat akan lipstiknya itu.


Nicholas menarik wajahnya, dia menatap wajah merah merona istrinya yang bak bidadari malam itu, sementara Natalie yang merasakan indahnya malam itu hanya memejamkan matanya, merasakan dengan hangatnya kecupan mesra yang mungkin esok atau lusa takkan ia dapatkan lagi. Suasana mendadak haru lagi.


"Nat, buka matamu sayang!"


Natalie perlahan membuka matanya. Rupanya ia tengah menahan linangan air matanya agar tidak jatuh.


"Kumohon, mulai malam ini berhentilah bersedih karena aku lagi. Aku mohon! setelah ini hanya kebahagiaan yang boleh menjatuhkan air matamu."


Natalie tak menjawab. Ia juga sebenarnya ingin seperti itu. Tapi kenyataannya tak semudah yang dibayangkan, hatinya terlalu rapuh.


Sampai akhirnya


Tuuuuuuuuuuuuttt


Suara dentuman kapal pesiar nyaring terdengar, membuyarkan lamunan keduanya dengan angan-angan esok hari yang menyeramkan.


"Suara apa itu?" tanya Natalie.


Nicholas tersenyum. "Mereka sudah datang."


"Datang? siapa yang datang?"


Nicholas menggandeng tangan wanitanya.


"Ayo! ... kita akan mewujudkan mimpimu."



Kapal pesiar besar nan mewah itu rupanya datang untuk menjemput keduanya. Nicholas telah menyewa kapal pesiar itu selama dua hari dua malam. Rencananya dia akan memberikan kejutan untuk wanitanya.


Kejutan yang tak mungkin bisa dilupakan seumur hidup Natalie.


Kira-kira kejutan apa ya?


To be continued

__ADS_1


__ADS_2