Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Sepenggal jawaban


__ADS_3

Semalaman suntuk Reynald mencaritahu informasi tentang gadis yang ia temui bersama Natalie itu.


Bukan hanya karena senyumnya yang membuat Reynald terbayang-bayang, tapi kalung yang gadis itu pakai sepertinya akan menjadi petunjuk baru untuk kasus kematian ayahnya.


Hal yang pertama Reynald lakukan adalah dengan membuat sketsa wajah wanita itu melalui ahlinya. Bermodal dari ingatan sekilas, akhirnya


Reynald berhasil membuat sebuah sketsa, Reynald pun melanjutkan penelusurannya ke tempat sekitar dimana dia menemukan wanita itu.


Dengan semangatnya, Reynald menanyakan kepada siapapun yang datang melintas di tempat itu. Dia juga berkeliing ke sekitar kawasan itu. Berharap semoga dia bisa kembali bertemu.


"Apa Bapak pernah bertemu dengan wanita ini? ... kurang lebih wajahnya seperi ini. Dia orangnya sedikit pemalu dan tidak banyak bicara." Begitu sekiranya Reynald menjelaskan kepada orang-orang yang tak sengaja melintas.


"Maaf, Tuan. Tapi saya bukan asli orang sini, jadi saya tidak begitu mengenalinya,"


"Ah, kalau begitu terimakasih," ucap Reynald sopan sambil membungkukkan sedikit badannya.


Kali ini Reynald mencobanya pada seorang pedagang di sekitar area itu. Dia berharap, kalau pedagang yang sudah sering nongkrong di tempat itu mungkin akan lebih mengenal gadis itu.


"Kalau hanya dari sketsa seperti ini saya kurang bisa mengenalinya, Kalau ada foto jelasnya mungkin bisa."


"Ah, begitu ya." Rupanya wanita paruh baya itu rupanya juga tidak mengetahuinya.


Reynald merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang yang membentang di taman itu. Sudah semalaman full dia mencari informasi, namun nyatanya tak semudah yang dibayangkan. Modal dengan sketsa ditangannya rupanya tidak banyak membantunya.


"Tuan, apa kau haus?"


Seorang anak kecil datang membuyarkan lamunan Reynald. Rupanya anak kecil itu adalah pedagang asongan. Di tangan mungilnya, dia membawa sekantong minuman yang sudah mulai tak dingin lagi sepertinya.


"Mau minum?" tawarnya.


Melihat anak kecil itu sepertinya sangat tulus, Reynald pun menerimanya. "Terimakasih," ucapnya manis,


"Loh, kenapa Tuan membawa gambar Kak Stelli?"


Reynald tersedak minumannya saat anak kecil itu mengomentari sketsa di tangannya. "Kau kenal dia?" tanya Reynald antusias. Anak kecil itu mengangguk.


"Sungguh, kau kenal dia?" Reynald mengulang kalimat pertanyaan itu sambil memegang erat tangan anak itu.


"Iya. Aku kenal dia. Dia itu tetanggaku. Rumahnya tidak begitu jauh dari rumahku," jelas anak itu.


"Siapa tadi namanya?"


"Stelli ... Kak Stelli," ulang anak itu untuk memperjelas

__ADS_1


Seperti mendapat berlian diantara tumpukan jerami, akhirnya setelah lelahnya mencari identitas gadis itu, Reynald pun menemukan titik terangnya lewat seorang pedagang asongan.


"Bisa kau antar aku ke rumahnya?"


"Bisa," sahut anak itu semangat. "Tapi aku punya syarat."


"Syarat?"


Anak kecil itu mengangguk. "Kau harus membeli sepuluh botol minumanku. Karena seharian ini jualanku hanya terjual dua buah saja," ucapnya seraya menundukkan kepalanya.


"Aku beli semuanya. Ini bayarannya." Tanpa basa-basi Reynald langsung memborong sekantong penuh minuman anak itu, dan membayarnya dengan belasan lembar uang dengan pecahan paling tinggi.


"Hah? serius ini semuanya?"


"Iya," sahut Reynald menegaskan. "Tapi aku tidak mungkin bisa menghabiskan minuman ini sendiri, jadi kau bawa pulang saja minuman ini dan berikan pada keluarga-keluargamu."


Anak kecil itu tesenyum sumringah penuh kebahagiaan. "Terimakasih, Tuan. Terimakasih."


"Sama-sama, ya sudah ayo cepat antar aku ke rumah Kak Stelli mu itu!"


"Lets go!"


Anak kecil itupun dengan semangatnya mengantar Reynald menemui kediaman Stelli.


"Pokoknya, Papa tidak setuju kalau Selly menjadi generasi penerus perusahaan kita. Mau jadi apa nantinya kalau perusahaan kita dipimpin oleh seorang wanita," ucap Ayah dari Tuan Mark Jhonson, yang tak lain adalah kakek dari Selly.


Keluarga besar itu tengah mengadakan liburan di sebuah vila khusus keluarganya, dan sedikitnya membahas tentang penerus perusahaan Jhonson Company.


Saat itu, usia Selly memang baru menginjak umur 8 tahun. Jika dibandingkan sepupunya yang lain yang sudah menginjak masa remaja, Selly memang sedikit tertinggal. Tapi Mark juga ingin kalau anaknya mendapatkan kesempatan yang sama, dia ingin anaknya tidak dibeda-bedakan karena keadaan fisik dan mentalnya.


"Tapi, Pa. Selly juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Dia juga anakku," bela Mark Jhonson pada ayahnya.


"Tidak. Pokoknya Papa tidak akan memberikan kesempatan itu pada Selly. Kedua keponakanmu, Rega dan Jela adalah kandidat mutlak perusahaan papa."


Ayah Rega dan Jela yang saat itu juga ada di tempat perundingan, hanya tersenyum dan saling bertatapan penuh kemenangan. Mark memang terlahir dari tiga bersaudara, dan kedua saudaranya laki-laki semua.


Nampaknya perebutan harta warisan sudah lumrah terjadi di kalangan keluarga konglomerat seperti mereka saat ini. Buktinya kedua kakak Mark diam saja dan tak menolong sedikitpun saat Mark diperlukan kurang adil oleh ayahnya sendiri.


"Sudahlah, Mark! kau terima saja keputusan Papa! jangan jadi anak durhaka," ucap Kaka pertama Mark.


"Memang. Lagipula kenapa kau bersikeras sekali ingin menjadikan Selly sebagai penerus? anak itu kan bicara di depan orang banyak saja tidak berani, apalagi mau memimpin perusahaan ini?" sahut kakak kedua Mark.


"Jaga bicaramu, Kak! Selly hanya belum berani, bukan tidak berani." Mark mulai terpancing emosi. "Suatu saat dia akan normal seperti anak-anak seusianya. Aku yakin itu."

__ADS_1


"Hentikan Mark!" pekik ayah Mark. "Jangan membahas masalah yang tidak penting sama sekali di sini."


Kedua Kakak Mark saling bertatapan penuh kemenangan. Setidaknya saingan mereka berkurang satu. Dan kesempatan mendapatkan perusahaan besar itu semakin dekat dalam genggamannya.


Mark kesal, kenapa juga ayahnya tetap bersikeras menghilangkan nama Selly dari daftar penerus perusahaan itu. Dia juga kesal karena mereka selalu saja menghina kekurangan Selly


"Kau tahu Mark, Selly adalah aib bagi keluarga kita.


Dia itu tidak normal."


"Papa!!! hentikan ucapan Papa! Selly cucumu."


"Tidak, dia bukan cucuku. Aku tidak pernah memiliki


cucu yang cacat seperti Selly ... lagipula sejak awal pernikahan kalian, Papa tidak pernah setuju kau menikah dengan Kelly. Sudah Papa bilang kalau wanita itu hanya akan jadi benalu dalam keluarga kita."


Mark menggeram, wajahnya memerah, tangannya mengepal. Dia keluar dari ruangan itu meninggalkan ayahnya dan kedua saudaranya dengan amarah yang memuncak.


"Kalian benar-benar keterlaluan."


Brugh


Mark membanting pintu kasar hingga terdengar bunyi yang sangat lantang, sementara seorang wanita yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka hanya mampu terisak dalam tangisan hatinya.


Ia tidak pernah menyangka kalau sampai saat inipun keluarga besar suaminya tidak pernah menerima dia dan putrinya, Selly.


"Aku akan membuat kalian semua menyesal karena telah memperlakukanku seperti ini."


***


Rupanya sejak kejadian itulah Kelly yang semula baik berubah menjadi jahat.


Karena perlakuan Keluarga besar suaminya sendiri dia akhirnya berambisi untuk mengambil alih perusahaan Jhonson Company. Dan akhirnya sekarang dia berhasil meraihnya, berkat bantuan anak laki-laki yang dia adopsi, yang tak lain dan tak bukan adalah Nicholas.


Awalnya kehadiran Nicholas juga tak luput dari nyinyiran keluarga besarnya, namun siapa sangka kemampuan Nicholas akhirnya mampu merebut hati Ayah Mark, dan akhirnya Nicholas lah yang menjadi pewaris tahta perusahaan itu. Sedangkan kedua sepupunya hanya mendapatkan bagian di perusahaan kecil saja.


Suatu kejadian tak terduga juga rupanya datang tiba-tiba. Kelly tak pernah menduga bahwa anak yang dia adopsi itu rupanya punya riwayat tak baik dengan keluarga Thomas. Oleh sebab itu pula, Kelly menjadikan Nicholas sebagai bahan untuk menghancurkan keluarga saudara-saudara suaminya sekaligus menghancurkan keluarga Thomas, mantan kekasihnya.


Fakta ini hanya sepenggal jawaban dari semua kekacauan dan teka-teki yang terjadi dalam kisah novel ini.


Tentang kemana putrinya Selly bisa pergi? kita akan menemukan jawabannya di lain part.


**Terimakasih sudah setia

__ADS_1


Salam dari Author abal-abal**


__ADS_2