Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Dendam tersembunyi


__ADS_3

"Kau tahu kan? kalau aku bukan anak kandung dari Tuan Jhonson? ... dan kau juga pasti tahu kalau wanita yang sering ku temui di ruangan rahasia itu adalah ibu kandungku."


Reynald hanya mengangguk, memilih diam dan mendengarkan secara rinci setiap perkataan yang keluar dari bibir Nicholas.


"Awalnya aku tidak berniat masuk dalam kehidupan keluarga Tuan Jhonson. Aku sama sekali tidak berminat hidup dengan masalah rumit yang hanya mempermasalahkan uang dan uang ini. Tapi ... "


"Tapi kenapa, Tuan?"


"Keadaan Ibuku memaksaku untuk menerima tawaran Tuan dan Nyonya Jhonson. Kala itu .... "


Nicholas memutar matanya. Menatap awang-awang. Membayangkan kejadian kelam masalalu nya itu.


"Saat kepergian Lucia, adikku yang Malang. Aku tidak henti-hentinya menyalahkan diriku sendiri, karena memang semuanya kesalahan ku. Aku gagal menjadi kakak yang baik untuknya."


"Aku pergi dari rumah selama beberapa hari karena kesal pada diriku sendiri. Aku bersembunyi di sebuah gedung tua, dan sesekali keluar hanya untuk mencari makanan dari sisa-sisa orang yang membuangnya ke tempat sampah."


"Bodoh memang, seharusnya saat itu aku menemani Ibuku yang sedang berduka, bukan malah melarikan diri."


"Tapi aku tak kuasa melihat air mata ibuku yang terus berderai memandangi foto adikku. Aku sakit melihatnya."


Mata Nicholas mulai berair. Reynald bisa dengan jelas melihat betapa terlukanya hati Nicholas saat itu.


Reynald mematung tak percaya. Masalalu Tuan Mudanya itu begitu kelam. Reynald menang tahu jika dia bukan anak kandung keluarga kaya itu, tapi dia tidak tahu awal mula Nicholas bisa menjadi bagian keluarga Jhonson.


"Hingga pada suatu hari, karena aku tak kunjung menemukan makanan untuk dimakan. Aku mencuri sepotong roti di sebuah warung. Dan ... "


"Dan apa, Tuan?" Tanya Reynald penasaran.


"Seorang wanita memergoki ku. Dia berteriak dan mengatakan aku pencuri, sampai akhirnya orang-orang yang berada di sekitar sana mengejar ku. Mereka bahkan memukuli ku."


Tangis Nicholas mulai hadir.


"Mereka tega memukuli anak kecil yang kelaparan, yang hanya mencuri sepotong roti."


Reynald dengan susah payah menelan salivanya.


"Seharusnya mereka bertanya, kenapa aku bisa mencuri. Seharusnya Ibu itu tidak meneriaki ku. Seharusnya mereka sebagai manusia bisa memanusiakan aku waktu itu. Tapi apa ... ?" Suara Nicholas meninggi, membuat Reynald gemetar.


"Mereka bahkan dengan teganya menghakimiku. Sampai aku hampir mati waktu itu?"


"Sung_sungguh, Tuan?" Reynald benar-benar tak percaya. Masih ada orang-orang keji seperti itu.


Nicholas mengangguk.


"Kalau saja seorang suami istri tidak menyelamatkan ku waktu itu, mungkin aku sudah tidak ada lagi di dunia ini."


Nicholas mengusap air matanya.


"Apakah suami istri yang anda maksud itu adalah Tuan dan Nyonya Jhonson?" Reynald kini mengerti alur ceritanya.

__ADS_1


Nicholas kembali mengangguk.


"Mereka menyelamatkan ku dan membayar 100x lipat harga roti yang ku curi waktu itu ... Ckk, gila memang. Tapi bagi mereka, uang sebesar itu tidak ada apa-apanya. Itu yang ku dengar." Lanjut Nicholas.


"Lalu, bagaimana Tuan bisa diangkat menjadi anak mereka?" Reynald makin penasaran.


Nicholas memejamkan matanya.


"Singkat cerita, mereka membawaku ke rumah mewah mereka. Aku tinggal beberapa hari disana, karena aku merasa nyaman dengan suasana rumah mewah, makanan melimpah, apapun yang aku mau semuanya tersedia disana."


"Mereka mulai nyaman berbagai cerita mereka denganku, hingga akhirnya aku pun mulai nyaman berbagi cerita pribadiku dengan mereka."


"Hingga pada suatu hari ... "


"Maukah kau menjadi anak kami?"


"Nyonya Kelly, memintaku menjadi putranya ... jujur, awalnya aku benar-benar tak percaya. Aku tidak langsung menjawab pertanyaan mereka, karena bagaimanapun aku masih punya ibu kandung yang sangat aku cintai melebihi apapun yang keluarga kaya itu miliki."


"Berhari-hari aku menimang permintaan mereka, tetap saja hati kecilku berkata aku tidak bisa meninggalkan ibuku sendiri. Sampai akhirnya aku kabur dari rumah mewah itu, dan memilih kembali pada ibu kandungku."


"Sesampainya di rumah, ibuku menyambut hangat kedatangan ku. Dia menangis bahagia karena akhirnya aku kembali padanya. Kehidupan ku kembali normal, menjadi anak seorang buruh cuci, dan aku berjualan kue lagi di pasar. Sampai suatu hari ... "


Wanita itu : Kau harus pergi dari rumah ini, Merry. Kau sudah menunggak kontrakan ini selama 3 bulan.


Ibuku : Saya mohon, Bu. Berikan kami waktu beberapa hari lagi. Saya janji, saya akan membayarnya.


Wanita itu : Tidak, pokoknya saya tidak mau tahu, kau dan anakmu itu harus angkat kaki malam ini juga!


"Sakit, hatiku sangat sakit. Aku tidak bisa melakukan apa-apa saat itu untuk menolong ibuku. Kami pergi dari rumah itu dengan membawa baju-baju dan peralatan yang bisa kami bawa."


"Aku berusaha tegar dan mengikhlaskan semua rencana Tuhan kala itu. Aku yakin dan percaya jika aku bisa melewati semuanya bersama ibuku."


"Tapi ... "


Nicholas tak kuasa menahan sesak di dadanya. Dia memegangi dadanya.


"Minum dulu, Tuan!" Reynald menyerahkan sebotol air putih. Nicholas menenggaknya hingga tandas.


Setelah mengumpulkan tenaganya kembali, Nicholas mulai melanjutkannya kembali.


"Tuhan lagi-lagi menguji kami. Ibuku terserempet mobil saat tengah mencari barang bekas di pinggir jalan."


"Tangan dan kakinya terluka." Nicholas kembali menumpahkan air matanya, "dan kembali dengan bodohnya, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Selain menangis, memeluk ibuku yang menggigil karena suhu tubuhnya naik drastis malam itu."


"Nicholas, anakku. Ibu tidak apa-apa sayang. Kamu jangan bersedih ya!"


"Dia berusaha menenangkan ku meskipun aku tahu, dia sedang merasakan kesakitan."


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Reynald mengganti air putih yang tandas tadi dengan yang baru. Dia mengambilnya dari kulkas yang khusus di ruangan itu.

__ADS_1


"Malam itu juga aku pergi ke rumah mewah yang dulu aku tinggali. Aku menerima tawaran mereka untuk menjadi putra mereka. Asalkan ... "


"Mereka mau merawat Ibuku."


Reynald mengangguk paham. Kini dia mengerti asal muasal Nicholas bisa menjadi bagian keluarga kaya itu.


Dugaannya tidak salah. Nicholas memang bukan mengincar kekayaan semata dari keluarga Jhonson itu. Ada alasan yang kuat, yang membuat anak ini akhirnya menduduki tingkat tertinggi di perusahaan ini.


"Kau sungguh hebat, Tuan." Puji Reynald seraya mengelus tangan Nicholas. "Saya bangga padamu."


"Tidak, Reynald ... kau jangan bangga dulu padaku, sebelum aku menyelesaikan cerita ku sampai akhir."


"Ma_maksud, Tuan?"


"Kau ingat, apa tujuan awal ku menceritakan ini padamu?"


Ah, iya. Reynald baru ingat. Tujuan awal mula Nicholas menceritakan ini adalah masalah kedua wanitanya, Natalie dan Jennifer.


Lantas apa hubungan kedua wanita itu dengan cerita asal mula Nicholas dengan keluarga Jhonson itu?


Reynald mengangguk paham. "Iya, Tuan. Saya ingat."


Nicholas berdiri dari duduknya.


"Kau ingat, wanita yang meneriaki ku saat aku mencuri sepotong roti?" Tanya Nicholas lagi.


"Iya, Tuan. Saya ingat."


"Kau juga ingat, wanita yang mengusir ku dan ibuku dari kontrakan malam itu?"


"Iya, Tuan."


"Dia adalah orang yang sama." Reynald menganga tak percaya.


"Dan dia juga adalah orang yang pernah menumpahkan dagangan ku tanpa meminta maaf apalagi mengganti rugi waktu itu." Tangan Nicholas mengepal. Reynald melihat amarahnya memuncak.


"Dia juga adalah orang yang memaki ibuku, saat ibuku meminjam uang untuk membawa adikku ke rumah sakit."


"Dan karena dia, aku sampai saat ini membenci diriku sendiri karena terlambat membawa adikku ke rumah sakit. Karena dia, aku dan ibuku kehilangan Lucia. Karena dia juga, aku hampir kehilangan ibuku." Mata Nicholas memerah. Amarahnya memuncak.


"Tuan, tenangkan diri anda." Reynald berusaha menahan emosi Nicholas, namun Nicholas segera menepis tangan Reynald.


Dan kini Nicholas malah menarik kerah baju Reynald karena saking tak bisa menahan emosinya.


Reynald pasrah dan tak melawan. Dia yakin, Nicholas saat ini membutuhkan tempat untuk meluapkan emosinya.


"Dan apa kau tahu, siapa wanita yang tak punya hati itu?"


Reynald menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dia adalah ibu mertuaku, ibu dari Natalie."


__ADS_2