
Reynald sudah mengumpulkan beberapa identitas tentang Kelly. Dari mulai asal usul keluarga wanita itu, sampai mengecek account sosial media milik wanita itu, baik milik pribadinya maupun teman-temannya.
Reynald bahkan membaca satu persatu postingan pribadi Kelly itu sampai ada yang semasa Kelly masih kuliah dulu.
"Tak ada yang mencurigakan," batin Reynald. "Dia terlihat seperti wanita biasanya yang suka memposting makanan, jalan-jalan, baju baru, dan ... ah, ini pasti mantan pacarnya."
Reynald sedikit ceroboh. Dia tidak menyadari siapa laki-laki yang sedang duduk manis dengan Kelly itu. Dia adalah ayah Natalie, Thomas. Mungkin karena penampilan Thomas di masalalu dengan saat ini sangat jauh berbeda, sampai akhirnya Reynald tak menyadarinya. Apalagi saat ini, wajah Thomas mulai keriput, tentunya sulit untuk melihat persamaan antara foto itu dengan yang aslinya.
"Siapa anak ini?"
Baru saja Reynald hendak berniat menutup laman Facebook milik Kelly itu, ia dibingungkan dengan foto sampul Facebook milik Kelly itu.
Ada wanita kecil yang mungkin berusia sekitar tujuh tahun. Dia terlihat sangat menggemaskan dengan pakaian ala Barbie yang lengkap dengan tongkat, sedang merayakan ulang tahunnya bersama wanita yang tak lain adalah Kelly.
"Apa mungkin dia adik Nyonya Kelly?"
Reynald kembali mengecek kartu keluarga Kelly. Tapi disana tertera bahwa Kelly adalah anak terakhir dari tiga bersaudara itu. Jadi, tidak mungkin kalau anak itu adalah adik Kelly.
"Apa mungkin ini keponakannya?"
Reynald kembali mengecek kartu keluarga milik dua saudara Kelly itu. Diperhatikan satu persatu setiap detailnya.
Jangan tanyakan darimana Reynald mendapatkannya?
Reynald adalah hacker pintar. Dia dulu pernah menjadi general manager di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang IT, tentunya tidak sulit baginya untuk mendapatkan informasi pribadi milik keluarga itu.
"Di sini, dituliskan bahwa kakak pertama Kelly, hanya memiliki satu anak, dan itupun laki-laki. Jadi, anak ini bukan keponakan dari kakak pertamanya."
Reynald lanjut membaca kartu keluarga kakak kedua Natalie.
"Nah, mungkin ini."
__ADS_1
Kakak kedua Kelly ternyata punya dua anak. Satu laki-laki dan satu perempuan. Secepat mungkin Reynald juga mengecek laman sosial media kakak keduanya itu. Namun ternyata, anak perempuan dari kakak kedua Kelly itu memiliki wajah yang berbeda dengan anak yang ada di foto Kelly.
"Lalu siapa anak ini?"
Reynald makin bertanya-tanya. Kenapa ada anak wanita yang terlihat seperti sangat dicintai Kelly jika dilihat dari fotonya.
"Mungkinkah ini putri Kelly dan Tuan Jhonson?"
Reynald memang tidak pernah mendengar cerita tentang anak gadis Tuan Jhonson bersama Kelly. Yang ia ketahui hanyalah, Tuan Jhonson memang pernah menikah dengan wanita lain sebelum bersama Kelly. Jadi, yang Reynald tahu, mungkin anak gadis yang dulu diceritakan ayahnya itu adalah anak Tuan Jhonson dengan istri pertamanya. Tapi sepertinya dugaan Reynald kali ini salah.
"Lalu, dimana anak ini sekarang? ... seharusnya ia sudah tumbuh dewasa."
Dalam masa kebingungannya, Reynald teringat akan seorang pelayan di rumah Tuan Jhonson. Pelayan yang berusia sekitar 55 tahun itu sepertinya sudah mengetahui seluk beluk keluarga Tuan Jhonson.
Tanpa pikir panjang, Reynald pun segera melesat kembali menuju rumah itu.
Kali ini, dia berpura-pura mengambil sepatu lama kesayangan Nicholas, dan seperti biasa dia kembali lolos juga.
Setelah berhasil lolos masuk ke rumah itu, Reynald pun langsung bergegas ke dapur, mencari pelayan wanita yang bernama Bi Jesy.
"Jadi, gadis kecil ini benar-benar anak Nyonya Kelly dan Tuan Jhonson?"
Jesy mengangguk.
"Ya, tapi sayangnya Nona Selly menghilang seusai bermain di taman bersama Nyonya," kata Jesy menjelaskan. "Padahal, kelahiran Selly adalah anugerah terbesar bagi Tuan dan Nyonya, meskipun keadaan Nona Selly tak se sempurna anak pada umumnya."
"Maksud Bibi, Selly punya kelainan?"
"Iya ... Nona Selly memiliki kelainan pada mentalnya. Dia cenderung takut dan malu berlebihan saat berkumpul dengan teman-temannya, makanya dia sangat jarang sekali mau bergaul dengan teman seusianya. Sepulang sekolah saja, dia terus mengurung dirinya di kamar," kata Jessy menjelaskan, "padahal, lahirnya Nona Selly adalah anugerah terindah untuk Tuan , mengingat Tuan tidak memiliki anak dari istri pertamanya."
"Oh, jadi Tuan Jhonson tidak punya anak dari istri pertamanya?"
__ADS_1
"Hmppp." Jesy bicara sambil terus membersihkan piring-piring di wastafelnya. "Makanya Tuan Jhonson sangat sayang sekali pada Nona Selly. Yah, meskipun keluarga besar Tuan Jhonson banyak yang tidak begitu menyukai Nona Selly. Beberapa dari mereka bahkan sering mem-bully Nona Selly, dan mengatakan bahwa dia bukan dari keturunan Jhonson."
"Bully?"
"Iya. Saya pernah memergoki Nona Selly diperlakukan tidak adil di keluarga besarnya."
Misteri tentang Kelly rupanya tidak semudah yang Reynald pikirkan. Ada banyak peristiwa di masalalu yang selama ini terpendam begitu saja. Rupanya sebelum mengangkat Nicholas sebagai putranya, Kelly pernah memiliki seorang anak wanita yang bernama Selly, dan anak itu menghilang di taman saat tengah asyik bermain dengan Kelly.
"Apa Tuan dan Nyonya sudah berusaha mencarinya?"
"Waduh, kalau itu mah jangan di tanya lagi. Nyonya bahkan sampai sebulan tak mau makan dengan benar. Dia sampai masuk rumah sakit karena polisi yang mencari Nona Selly tak kunjung juga menemukan titik terang," jelas Jesy.
"Kalau Tuan?"
"Tuan jelas sangat frustasi. Tapi dia selalu berusaha terlihat tegar untuk istrinya agar Nyonya Kelly bisa sabar dan menunggu Selly pulang, meskipun sampai saat ini Nona Selly kamu belum juga pulang."
Jesy terlihat menyeka air matanya. Rupanya dia sendiri sangat merindukan anak kecil itu. Jesy rindu saat-saat berlari-larian hanya untuk menyuapi Selly se-sendok bubur. Selly memang sangat over manjanya, tapi justru itulah yang membuat anak itu sangat disayangi oleh orang-orang yang tulus di sekitarnya.
"Ah, kalau begitu terimakasih banyak ya, Bi, atas informasinya. Nampaknya saya harus segera pulang karena Tuan Nicholas sudah mengingatkan saya."
"Ah, iya silahkan!" ucap Jesy pada Reynald.
Setelah membalasnya dengan senyuman, Reynald pun segera pergi keluar dari rumah itu.
Dia sudah masuk ke dalam mobil dan memasang set beltnya.
Dia harus segera pulang untuk kembali beraktifitas seperti biasanya, menjemput dan mengantarkan Nicholas kemanapun dia mau.
Namun, sepanjang perjalanan ada yang mengganjal dalam pikiran Reynald.
"Jika memang Selly hilang dan belum ditemukan sampai saat ini, lantas kenapa Nyonya Kelly dan Tuan Jhonson terlihat begitu santai saja? padahal Bi Jesy bilang mereka sangat terpukul. Dan jika dilihat dari segi kekuasaannya, tentunya bukan hal yang sulit bagi mereka untuk menemukan 1 orang anggota keluarga mereka yang hilang." Reynald terus bergerutu dalam pikirannya.
__ADS_1
"Ini pasti tidak beres," kata Reynald. "Aku rasa ada kejanggalan dalam misteri hilangnya Selly ... aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi!"
To be continued