Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Tak pernah terduga


__ADS_3

Sebagai informasi


Part ini akan menjadi part terakhir sebelum kita memasuki ending.


Iya, part selanjutnya yang akan aku publish adalah part ending dari kisah perjalanan cinta Nicholas dan juga Natalie.


Tentang, kenapa hanya sedikit sekali adegan romantisnya


Itu semua berbalik lagi ke judul dari novel ini. Husband From Hell, suami dari Neraka.


Tentunya tidak banyak yang Natalie harapkan dari Laki-laki kejam seperti Nicholas, Karana hanya luka yang nyatanya selalu ia dapatkan.


Apapun yang terjadi sebagai endingnya nanti, semoga kita selalu sama-sama menghargai karya dan pemikiran seseorang dalam berusaha menciptakan karya yang tak mudah dilakukan.


Banyak hal yang sudah aku lakukan untuk bisa memberikan hasil akhir yang maksimal. Adapun pada kenyataannya tidak sesuai dengan keinginan, mohon dimaafkan.


Selamat bertemu di lain Novel.


Semoga saya masih betah di aplikasi ini ya 🤗


Salam cinta Nicholas dan Natalie.


Semoga di dunia nyata ini tidak pernah ada yang mengalami rumitnya cinta mereka berdua.


Happy reading


***


Pagi hari, saat Natalie terbangun dari tidurnya, ia menatap ke sampingnya.


Biasanya, saat ia terbangun selalu ada sosok laki-laki tampan yang masih tertidur lelap, tapi kini sosok itu sudah dia sudah tidak ada, dan takkan mungkin lagi ada saat Natalie membuka matanya.


"Apa tidurmu nyenyak malam tadi?" batin Natale meringis pilu saat kembali mengingatnya.


Tak mau terlalu lama memikirkan Laki-laki yang sudah tega meninggalkannya, Natalie pun bergegas turun dari kasur dan masuk ke dalam kamar mandi, membasuh badannya di bawah guyuran shower. Mencoba membuka mata, hati dan pikirannya untuk menerima kenyataan bahwa mereka sudah tak mungkin bersama.


***


Setelah rapi dengan setelan kemeja dan rok sebatas lutut, tak lupa dia memberikan sedikit riasan pada wajahnya di depan cermin. Tak ada senyum yang biasa dia tampilkan di depan cermin saat membubuhkan lipstik di bibirnya. Kali ini gerakan di wajahnya hanya dihiasi tatapan kosong yang tak jelas arah dan tujuannya.


Separuh hidupku terasa hilang dan mati saat tak bersamamu.


Setelah dirasa semua sudah cukup, Natalie pun mulai menuruni anak tangga. Dia menuju dapur untuk menemui Helena. Menenggak segelas air hangat, lalu menikmati sarapan yang dibuat Helena. Tak ada selera sebenarnya, hanya saja enath kenapa Natalie teringat pesan Nicholas padanya.


Jaga kesehatanmu dan jangan telat makan lagi.


"Nona, seseorang sudah menunggu anda di luar," ucap Helena yang membuyarkan lamunan Natalie pagi itu.

__ADS_1


Natalie mengangguk lalu keluar, menemui Erick yang sudah melambai-lambaikan tangan ke arahnya.


"Sudah sarapan? kalau belum, kita sarapan bareng yuk!" ajak Erick saat Natalie baru saja masuk ke dalam mobilnya.


Tak ada jawaban, Natalie hanya sibuk memakai sabuk pengamannya lalu duduk begitu saja menatap ke depan, tanpa memperdulikan pertanyaan Erick.


"Nat!" panggil Erick lagi.


"Hah, kenapa?"


Sepertinya Natalie sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Erick pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pertanyaannya.


"Ah, tidak apa-apa. Ya sudah, ayo kita berangkat."


***


Di hari kedua Reynald menjadi seorang direktur, dia menunjukkan kemampuannya yang sangat luar biasa.


Dia berhasil membongkar dan meringkus beberapa pegawai nakal yang kedapatan tersangkut masalah kasus penggelapan uang yang dilakukan oleh Kelly.


Ada sekitar tiga orang yang ternyata positif terkait kasus itu, dan salah satunya adalah direktur utama di salah satu cabang perusahaan Jhonson Company, yang tak lain dan tak bukan adalah Jennifer.


"Lihat nanti, kau akan menyesal karena telah melakukan ini padaku!" pekik Jennifer tak terima saat Reynald menjebloskannya ke penjara. Sementara Reynald hanya menatapnya dengan tatapan santai.


"Bawa dia, Pak!" titah Nicholas pada kedua polisi yang sengaja ia minta untuk menangkap wanita yang selama ini mengganggu pandangan Reynald.


Reynald senang, akhirnya dia bisa menyingkirkan wanita licik itu. Karena dengan begitu, dia bisa memastikan bahwa Jennifer tidak akan lagi berulah. Baik mengganggu perusahaan maupun mengganggu hidup Nicholas.


"Rey, apa kau akan baik-baik saja? ..


sepertinya dia sangat dendam padamu," tanya wanita yang kini berlindung di belakang Reynald karena takut saat melihat Jenny memakinya habis-habisan. Dia memang diajak Reynald untuk ikut setiap kali Reynald bertugas. Semua itu Reynald lakukan agar suatu saat nanti Selly terbiasa dengan lingkungan ramai.


"Tenanglah! dia tidak akan bisa melakukan apapun saat polisi sudah memasukannya ke jeruji besi," kata Reynald sambil mengelus tangan Selly dengan lembutnya. Saat ini mereka sedang berada di salah satu kantor cabang milik Jhonson Company yang semula di pimpin oleh Jennifer.


Dan mulai saat ini, perusahaan itu diserahkan kepada kedua saudara ipar Selly, Rega dan Jela untuk mengelolanya. Mereka berdua diberikan kepercayaan menjadi direktur di bagiannya masing-masing. Reynald mempercayakan sepenuhnya saudara Selly itu untuk memajukan perusahaan calon istrinya tersebut. Karena Reynald melihat dua anak itu tidak memiliki sifat serakah.


"Terimakasih, Rey! terimakasih, Sell! kami janji, kami akan sungguh-sungguh memegang amanah ini," ucap Rega yang diikuti anggukan Jela.


Reynald tersenyum, diikuti anggukan Selly.


"Sama-sama," ucap Reynald. "Kalau begitu kami permisi dulu."


Rega dan Jela pun mengantar Reynald dan Selly keluar dari kantor itu.


***


Hari ini, pada jam dua siang nanti, Natalie akan memenuhi panggilan untuk menghadiri acara sidang perceraian perdananya dengan Nicholas.

__ADS_1


Tinggal tiga jam lagi waktunya, tapi sampai detik ini juga rasanya Natalie masih belum mempercayai bahwa dia akan segera resmi berpisah dengan laki-laki yang dulu selalu menjadi alasannya tersenyum.


"Nat, bagaimana kalau kita makan siang dulu!" ajak Erick. Wanita itu mengangguk, karena memang perutnya mulai keroncongan.


Natalie pun menggandeng tasnya, lalu bergegas keluar dari ruangannya, menuju tempat mobil Erick terparkir, tanpa menunggu orang yang mengajaknya.


"Sepertinya Natalie sangat sedih sekali," gumam Erick dalam hatinya. Tapi setelah Natalie tak terlihat punggungnya, Erick tersenyum miring penuh kemenangan.


"Akhirnya laki-laki itu akan secepatnya meregang nyawa," cicit Erick. Lantas dia meraih ponsel dari saku celananya.


"Halo."


Erick menghubungi seseorang.


"Bagus! terus ikuti Nicholas kemanapun dia pergi, dan pastikan dia mati mengenaskan tanpa seorang pun tahu!."


"Pastikan penyakit kankernya itu menggerogoti otak menjijikkannya itu."


"Dia harus mati dan membalas semua perbuatannya pada Sea!"


Rupanya selama ini, Erick adalah dalang dibalik penyakit kanker yang menggerogoti otak Nicholas. Dia sengaja melakukan ini dengan segala caranya agar bisa menghancurkan Laki-laki iris secara perlahan.


Ia ingin menghancurkan Nicholas sampai benar-benar ke akarnya. Merebut apapun yang dimilikinya, sampai membuat laki-laki itu mati mengenaskan karena tersiksa. Tersiksa hati dan juga pikirannya.


"Iya. Tenang saja! semua sisa bayaranmu akan segera ku transfer setelah kau mengabari kematiannya."


"Iya. Sidang perceraian mereka akan dilaksanakan jam dua siang nanti. Dan setelah itu Natalie akan kumiliki sepenuhnya, hahaha."


"Ya sudah, aku akan pergi makan siang dulu bersama wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya."


Erick lantas menutup teleponnya. Dia kembali tersenyum. Tapi kali ini dilanjutkan dengan tawanya yang menggelegar.


"Akhirnya kau mati juga, Nicholas. Kau akan segera mati Nicholas. Kau akan mati, hahahaha."


Erick memutar kursinya sambil mengangkat wajahnya menengadah ke atas langit-langit.


"Kau akan segera menemui ajalmu, Nicholas. Tapi sebelum itu, aku akan merebut terlebih dulu wanita yang paling kau cintai. Dengan begitu kau akan mati dalam keadaan mengenaskan karena melihat orang yang kau cintai bahagia bersama Laki-laki lain. Hahaha."


Ternyata teka-teki kehidupan terlalu sulit untuk ditaklukkan hanya dengan membacanya dengan akal dan pikiran. Ketika kita berpikir bahwa si A adalah sosok manusia paling sempurna di muka bumi ini karena mampu memberikan sisi ketulusannya yang tinggi, nyatanya adalah manusia paling kejam dan tak punya hati.


Kita sebagai manusia hanya bisa berhati-hati dan waspada, untuk tidak terlalu percaya pada kebaikan seseorang yang tiba-tiba saja hadir tanpa sebab dan alasannya.


Karena bisa saja, dibalik kebaikan seseorang yang tak terduga itu menyimpan misteri kekejaman yang tak pernah kita duga.


To be continued


Sampai bertemu di part Ending

__ADS_1


__ADS_2