
Solachen mendapatkan hasil penyelidikan setelah Nola dan Halbert kembali. Tapi dia tidak memberi tahu mereka dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa.
Nola tidak suka dengan Solachen saat ini dan masih memiliki kemarahan akibat kejadian masa lalu. Setiap kali melihat Solachen, gadis itu akan teringat dengan mendiang ibunya yang berjuang di keluarga Neilson.
Namun Nola tahu jika dendam ini tidak bisa berlarut-larut. Cepat atau lambat orang-orang yang menyakiti ibunya pasti akan mati.
"Kalian akhir pulang. Apakah liburannya menyenangkan?" Tanya Solachen tampak alami. Dia tahu keduanya pergi ke suatu tempat dan menghilang selama beberapa hari.
Solachen sempat meminta orang-orangnya untuk mencari jejak mereka tapi tidak ditemukan. Seseorang benar-benar membersihkan jejaknya.
Awalnya Solachen mengira jika keduanya dalam bahaya. Lalu dia teringat dengan putrinya sendiri yang tidak mudah diprovokasi saat ini. Lalu dia meyakinkan diri jika putrinya baik-baik saja.
Halbert memiliki ekspresi seperti biasanya. "Tidak apa-apa. Liburannya cukup menyenangkan. Ayah mertua seharusnya merasa nyaman untuk memulihkan diri di sini," jawabnya.
"Tentu saja. Terima kasih menantuku karena telah berbakti."
Solachen masih memiliki pegangan tradisi Negara C. Menjadi ayah mertua berarti menantunya harus berbakti padanya. Di negara C, kebaktian menjadi sesuatu yang penting. Yang tua menghormati yang muda, begitu pula sebaliknya.
Tapi di Negara A yang bebas ini, baik tua atau muda, tampaknya acuh tak acuh. Begitu pula dengan memanggil sesama kerabat atau anggota keluarga, mereka bebas. Ini berbeda dengan tautan negara C. Negara S sendiri bahkan lebih kacau.
Nola tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya pergi lebih dulu untuk mandi dan istirahat. Biarkan Halbert yang menemaninya.
__ADS_1
Melihat kepergian gadis itu, Solachen merasa pahit di hatinya. "Dia masih membenciku," ujarnya.
"Tidak, dia hanya belum bisa menerimanya."
Solachen menurunkan kelopak matanya dan mengembuskan napas panjang. "Tidak apa-apa. Setidaknya aku masih bisa hidup sampai melihat cucuku di masa depan."
"Tuan, kamu tidak bisa mengatakan hal buruk di masa depan! Tuan pasti akan berumur panjang seratus tahun lamanya." Mark memberinya tatapan tidak setuju.
"Oke, oke, bosmu ini tahu." Solachen menimpali dengan acuh tak acuh.
Halbert tidak mau membuang-buang waktu dengan mereka di sini, lalu mengambil topik pembicaraan. Selama satu jam, keduanya berbincang dengan tenang. Butler Flir membawakan mereka makanan ringan dan teh hangat yang manis, lalu kembali sibuk dengan tugasnya yang lain.
"Tahukah kamu bahwa semua pelayan di rumah ini menjadi tersangka yang mencurigakan?" tanyanya.
"Apakah ayah mengetahui sesuatu?" Halbert bertanya balik, masih tidak ada rasa penasaran apapun di wajahnya.
"Rumahmu telah diawasi oleh sekelompok orang selama bertahun-tahun lamanya. Kenapa ...." Lalu Solachen ingat jika Halbert tidak memiliki kemampuan apapun. Tapi ....
Dia tidak bisa berkata banyak. Keluarga Jefford ini sungguh misterius. Dia sudah tinggal di sini selama beberapa hari tapi masih tidak bisa mengetahui apa yang terjadi. Rumah tua keluarga Jefford ini sepertinya telah dilindungi oleh sebuah kekuatan tak terlihat.
"Aku tahu." Halbert menebak jika pihak lain yang memperhatikan rumahnya pasti berada di bawah kendali Geng Kalajengking Hitam. "Ini belum waktunya untuk membersihkan mereka."
__ADS_1
"Kalau begitu terserah. Selama kamu tidak menyinggung putriku."
"Ayah bisa yakin, semua ini akan segera diselesaikan." Halbert menyusun rencana diam-diam di hatinya.
"Kalau begitu aku bisa tenang. Apakah kamu tahu siapa yang ingin membunuh kamu?"
"Ya, aku juga tahu ini." Nola menjawab pelan.
"Kalau begitu kamu harus berhati-hati."
Nola tidak berkata banyak fans hanya tersenyum pada saat keluarga Chen datang untuk membuat masalah. Nola tidak yakin sama sekali dengan orang-orangnya.
Solachen telah datang ke Negara A tentu saja bukan untuk omong kosong atau karena rindu putrinya. Sebagian lagi karena dia ingin mencari tahu lebih banyak tentang Noria dan me.bslas dendam atas kematiannya.
Solachen membenci keluarga Neilson saat ini. Itu wajar. Karana keluarga Neilson menjadi penyebab utama ibunya Nola meninggal sebelumnya.
Jadi setelah beberapa hari kemudian, Solachen sengaja membuat beberapa lelucon untuk keluarga Neilson. Terutama saat Nyonya Neilson muncul dan membawa putranya ke suatu tempat, mereka diam-diam difoto untuk meninggalkan beberapa bukti.
Nyonya Neilson yang terkena cambuk di wajahnya mau tidak mau hanya bisa tersenyum canggung pada kamera seorang wartawan. Lalu tidak meninggalkan rumah selama seminggu terakhir. Opini publik di internet semakin buruk tentang keluar Neilson.
"Brengs*k! Siapa yang Berani melawan keluarga Neilson? Ini sungguh keterlaluan!" Tuan Neilson mau tidak mau menatap Nyonya Neilson yang sedang makan malam dan mencibir. Pasti ada hubungannya dengan wanita sial ini lagi.
__ADS_1