
Di sebuah hotel yang tidak terlalu mewah, Nyonya Neilson dan Lerdy kembali bertemu untuk menyalurkan hasrat. Keduanya berkeringat saat ini, seprai kusut dan pakaian bertebaran di lantai. Keduanya tidak terlalu peduli saat ini.
Karena Nyonya Neilson mematikan ponsel, dia tidak tahu bahwa Tuan Neilson sedang mencarinya.
Suara-suara ambigu terus terdengar bersamaan dengan antusiasme Lerdy saat ini.
Nyonya Neilson seperti wanita muda yang telah kembali menikmati masa indah pacaran. Menyambut antusiasme Lerdy terhadap tubuhnya, Nyonya Neilson secara alami puas.
Ketika keduanya sama-sama mencapai puncak musim semi yang luar biasa, pintu hotel dibuka dari luar. Keduanya tenggelam dalam kepuasan masing-masing, ditambah teriakan bahagia Nyonya Neilson, sama sekali tidak menyadari jika orang lain telah masuk.
"Sayang, kamu sangat luar biasa," puji Nyonya Neilson.
"Kamu juga."
Tuan Neilson melihat wanita yang telah tinggal satu atap bersamanya selama ini, mau tidak mau gemetar. Matanya memerah dan jantung nya berdegup kencang karena tidak percaya fakta di depan mata.
Jika bukan karena melihat sendiri Nyonya Neilson ditekan hebat oleh pria lain di atas ranjang dengan ekspresi bahagia, dia mengira mungkin sedang diperkosa. Tapi semuanya jelas bukan pemerkosaan, melainkan perselingkuhan yang disengaja.
Ketika keduanya berciuman dan bersiap untuk melakukan ronde ketiga, akhirnya Tuan Neilson tidak tahan lagi.
"Darla!!" bentaknya penuh amarah.
__ADS_1
Dia orang di tempat tidur terkejut dan melihat ke arah pintu. Di sana, Tuan Neilson duduk di kursi roda dengan beberapa pengawal. Terutama Nyonya Neilson yang awalnya tertegun ketika melihatnya, kini berwajah pucat.
"Su-suami? Kenapa ... Kenapa kamu di sini?" tanyanya sangat gugup. Dia segera mengambil selimut dan menutupi tubuh tanpa pakaiannya. "Ini tidak seperti yang kamu pikirkan."
Nyonya Neilson masih harus mempertahankan pernikahan ini. Dia juga khawatir Lerdy akan mendapat masalah di masa depan. Jadi dia pucat saat ini.
Lerdy sendiri bahkan tidak menduga jika pihak lain akan memergoki keduanya bercinnta. Istri selingkuh di depan mata pasti sangat menyakitkan bukan?
Namun Lerdy tidak berniat untuk marah pada Tuan Neilson. Dia secara alami bangkit dari tempat tidur, memakai pakaian dan tersenyum ramah pada Tuan Neilson.
"Halo Tuan Neilson. Maaf, seharusnya aku tidak menggoda istrimu. Jika bukan karena Tuan Neilson tidak memenuhi kebutuhan ranjang Nyonya Neilson, semua ini tidak akan terjadi. Tapi yakinlah, aku yang menggoda Nyonya Neilson lebih dulu," jelasnya.
Nyonya Neilson membelalakkan mata, menatap Lerdy tidak percaya. "Lerdy ... Kamu—"
Dua pengawal yang mengikuti Tuan Neilson menjawab rendah. "Tuan, apa yang harus kami lakukan?"
"Bawa pria itu dan beri pelajaran!" Tuan Neilson menggertakkan gigi.
Dua pengawal berbadan kekar segera berjalan ke arah Lerdy dan membawanya pergi dari hotel. Lerdy tidak melawan. Lebih baik bertahan saat ini demi putrinya yang masih ada di keluarga Neilson. Setidaknya, pihak lain telah membesarkan putrinya dengan baik.
Sementara Lerdy dibawa pergi, Nyonya Neilson yang sudah berkeringat dingin tidak lagi memedulikan kedua kakinya yang hilang tenaga. Dia turun dari tempat tidur hotel dan berlutut di depan Tuan Neilson.
__ADS_1
"Suamiku, semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku terpaksa melakukan ini karena dia mengancamku berulang kali. Dia mengancamku dengan Chelsea! Jika aku tidak menuruti semua kemauannya, dia akan memiliki Chelsea dan menjualnya ke tempat pelacu*an!"
Nyonya Neilson segera memikirkan beberapa alasan yang cocok agar Tuan Neilson percaya padanya. Lagi pula Chelsea tidak ada di negara ini sekarang dan pergi ke Negara S untuk belajar.
Dia bahkan meraih celana panjang yang dikenakan Tuan Neilson seraya terus memohon ampun. Ini bukan keinginannya, hanya sengaja membiarkan Lerdy bahagia agar putrinya tidak lagi dijadikan ancaman baginya.
Tapi pikiran Tuan Neilson kacau saat ini. Dia menampar wajah Nyonya Neilson dengan keras. Nyonya Neilson berteriak kesakitan dan terhuyung ke samping.
"Pelacuur! Aku akan membereskan mu di rumah nanti! Cepat pulang denganku!" raungnya.
Nyonya Neilson sedikit pusing dan mau tidak mau menggigil. Tidak peduli apakah Tuan Neilson percaya atau tidak dengannya, lebih baik kembali dulu dan jelaskan perlahan.
Di saat Nyonya Neilson berpakaian dengan tubuh lemas setelah bertempur di tempat tidur, Tuan Neilson menunggu di luar. Kemarahan di hatinya tidak padam sama sekali.
Ponselnya kembali berdering, menampilkan sebuah video pendek berdurasi lebih dari satu menit.
Dalam video tersebut, adegan Nyonya Neilson dan Lerdy yang bercinnta di dapur salon kecantikan terlihat jelas. Percakapan keduanya sangat jelas membahas tentang Chelsea. Yaitu, Chelsea bukan anak kandungnya tapi anak Lerdy?
Selama ini dia membesarkan anak hasil dari hubungan istrinya dengan pria lain?
Berapa lama? Hubungan dia dengan Darla lebih dari dua puluh tahun. Berapa umur Chelsea sekarang? Umurnya sembilan belas tahun! Dia membesarkan anak orang lain lebih dari sembilan belas tahun lamanya?
__ADS_1
Tak bisa menerima fakta ini, Tuan Neilson akhirnya memuntahkan seteguk darah segar dan jatuh pingsan.