
Clive berwajah pucat dan untuk sementara waktu dia tidak tahu harus berkata apa. Dalam video tersebut, ibunya sama sekali tidak mengalami pemaksaan apapun. Semuanya tampak normal saja. Tapi rasanya ada yang aneh. meskipun Nyonya Neilson sama sekali tidak mengalami pemaksaan tapi ada hal yang janggal.
Dalam video, Nyonya Neilson menunjukkan tanda-tanda telah dibius oleh obat-obatan. Bagaimana bisa sampai ke halaman belakang dan menemukan seorang bodyguard yang berjaga, mungkin naluri alami untuk melampiaskan hasrat.
Nyonya Neilson yang menahan rasa sakit di bahunya mau tidak mau ingin melihatnya juga. “Biarkan aku melihatnya. Aku ingin tahu apa yang membuat ayahmu begitu marah!”
Mau tidak mau, Clive memperlihatkan isi video itu pada Nyonya Neilson. Wajah wanita itu akhirnya berubah lagi dan lagi. Kepalanya sakit saat mencoba mengingat apa yang terjadi. Lalu Nyonya Neilson berulang kali menggelengkan kepala.
Tidak, tidak! Tidak mungkin! Dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu dengan pria lain. Apa lagi itu adalah seorang bodyguard. Nyonya Neilson sama sekali tidak tertarik dengan seorang penjaga rendahan.
"Tidak! Aku tidak mungkin melakukan itu? Kapan aku melakukan itu? Jelas sejak awal aku nonton televisi di ruang keluarga. Sama sekali tidak keluar dari rumah," jelas Nyonya Neilson sangat yakin. Kenapa dia tidak ingat bahwa sebelumnya keluar rumah?
"Bu, apakah kamu yakin? Jelas semuanya ada dalam video—"
"Tidak!" Nyonya Neilson masih membantah, tidak mengakuinya sama sekali. Tapi meski begitu, dia merasa tubuhnya tidak nyaman saat ini. Mungkinkah ....
Memikirkannya saja, nyonya Neilson merasa ngeri. Bagaimana bisa dia melakukan hal-hal tak senonoh itu tapi ingat sama sekali?
Clive jugacuriga bahwa ibunya dibingkai untuk ini. Dia melirik ayahnya. "Ayah, bagaimana jika menanyai semua pelayan yang terlibat dalam hal ini. Mungkin bisa mendapatkan petunjuk."
Sayangnya tidak banyak kamera pengawas di rumah ini. Clive pergi ke ruang pengawasan untuk melihat rekaman CCTV. Tapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Dalam kamera pengawas, nyonya Neilson memang pergi sendiri. Hanya saja seorang pelayan datang dari dapur seraya menyerahkan segelas jus pada Nyonya Neilson.
Lalu semuanya berjalan seperti biasa. Tapi Nyonya Neilson mulai pergi ke halaman belakang tak lama setelah menonton televisi, kemudian melakukan perselingkuhan dengan bodyguard.
Clive mengerutkan kening. Tak lama, Nyonya Neilson dibawa ke rumah sakit untuk merawat luka tembaknya. Tuan Neilson juga ditanyai tentang masalah ini. Bahkan polisi datang entah dari mana.
Polisi menangkap Tuan Neilson atas kasus percobaan pembunuhan.
"Apakah kamu menghubungi polisi diam-diam dan melaporkan ayahmu sendiri?" Tuan Neilson terkejut, menatap Clive yang baru saja keluar dari ruang pengawasan.
Clive menggelengkan kepala, terlihat bingung. Ia juga tidak tahu kenapa polisi ads di rumahnya. "Tidak Ayah, aku tak sebodoh itu untuk melakukannya?"
"Apakah kamu yakin?"
__ADS_1
"Ayah, aku bersumpah! Aku tidak melakukannya sama sekali." Kemudian Clive menatap dua petugas kepolisian yang hendak membawa ayahnya ke kantor polisi. "Pak polisi, apakah seseorang baru saja menelpon untuk menangkap ayahku?"
Salah satu polisi dengan perut sedikit buncit mengangguk. "Ya, dia mengaku sebagai istrinya yang baru saja ditembak."
"Ibu? Tidak mungkin kan?" Clive tidak ingat jika ibunya membawa telepon sebelumnya. Mungkinkah ibunya meminjam telepon salah satu petugas rumah sakit yang membawanya di ambulans?
Benar saja, Tuan Neilson yang sejak awal sangat marah pada Nyonya Neilson langsung memancarkan aura membunuh.
"Wanita sialan itu? Beraninya melaporkanku!"
Tuan Neilson juga bisa melaporkan kembali Nyonya Neilson atas penipuan selama lebih dari dua puluh tahun, tuduhan perselingkuhan serta penghasut atas pelecehan putrinya—Nola. Dengan begitu, laporannya lebih kuat dibandingkan percobaan pembunuhan yang tidak berdasar ini.
Untuk sementara, Tuan Neilson dibawa ke kantor polisi untuk melaporkan masalahnya. Sedangkan Clive yang tinggal di ruang sendirian saat ini mau tidak mau juga mengikuti ayahnya. Dia harus membantu ayahnya bebas dari kantor polisi. Bagaimana pun juga, karir keluarga Neilson masih bergantung pada ayahnya.
......................
Pada keesokan harinya, rumah keluarga Neilson yang berantakan mulai mencuat ke permukaan. Berita Nyonya Neilson tiba di rumah sakit dengan luka tembak di bahunya menjadi perbincangan hangat netizen. Belum lagi, Tuan Neilson masuk kantor polisi bersama putranya. Beritanya semakin menjadi-jadi.
Berita yang muncul bukan hanya sekadar laporan berbentuk tulisan, tapi gambar dan video pendek di mana Nyonya Neilson bersenang-senang dengan bodyguard suaminya sendiri.
Sungguh tragis!
Tidak heran jika Tuan Neilson ingin menceraikannya. Wanita yang menjadi kupu-kupu malam seperti itu memang layak diceraikan bukan? Pria mana yang rela melihat istrinya bersama pria lain.
Belum lagi sebelumnya, Nyonya Neilson dan Lerdy menjadi pembicaraan yang cukup sengit di kalangan para bangsawan.
Nyonya Neilson yang mengetahui semua berita itu dari putranya pun langsung pingsan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah keluarga Jefford.
Nola sedang bersantai di kamarnya. Dia melihat berita itu di ponselnya dan mau tidak mau menyipitkan mata. Berita buruk tentang keluarga Neilson mencuat satu persatu. Tuan Neilson dan nyonya Neilson saling menuduh.
__ADS_1
Mau tidak mau, Nola memikirkan Solachen yang berkata akan balas dendam untuk dirinya dan juga demi ibunya. Tapi dia menganggap Solachen hanya sedang bermain-main.
Nola kelaut kamar dan pergi ke paviliun tempat Solachen berada. Semalam, pria itu menghilang. Tentu saja Nola hanya menebak ke mana ayah murahannya itu pergi.
Di paviliun, Solachen sedang duduk di sofa. Secangkir kopi menemani pagi hari yang cukup mendung. Seraya menatap tablet, Solachen juga menyadari keberadaan Nola.
"Putriku, apakah ada sesuatu?" tanyanya datar.
Nola tidak mau basa-basi dengannya. "Apakah kamu melakukan sesuatu semalam?" tanyanya.
"Bagaimana menurutmu?"
"Lebih baik jelaskan!"
"Apakah kamu mengasihani keluarga Neilson?"
"Ini tidak ada hubungannya denganmu" cibir Nola. Bahkan jika dia benci keluarga Neilson dan ingin membalas dendam, semuanya mudah.
Tapi Solachen ikut campur sebelum dia memulainya dengan keluarga Neilson, rencananya pasti sia-sia.
Solachen melihat putrinya marah, dia yakin bukan karena kasih sayang atau sejenisnya. Dia memberikan tabletnya pada Mark yang setia menemani.
"Aku hanya mencoba membalas dendam untukmu dan ibumu," jawabnya.
Nola mengepalkan kedua tangannya, sama sekali tidak menatap Solachen dengan ramah. "Balas dendam? Bahkan jika berhasil balas dendam, ibuku tidak akan hidup kembali!"
Rongga hidung gadis itu sedikit sakit. Dia menahan air matanya agar tidak jatuh. Pada akhirnya dia meninggalkan tempat itu dengan hati dingin.
Solachen ingin memanggil Nola untuk kembali. Dia masih memiliki sesuatu untuk dijelaskan. Tapi tiba-tiba saja dia batuk. Solachen mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya, lalu menutupi mulutnya sambil batuk-batuk.
Lagi-lagi dia batuk darah hingga wajahnya pucat. Mark khawatir dengan kondisinya kali ini.
"Tuan, terakhir kali kamu menggunakan kemampuan, tubuhmu sangat dingin. Semalam, tuan menggunakan aura lagi untuk mengacaukan pikiran nona muda keluarga Neilson itu, tubuhmu tidak bisa menahannya."
__ADS_1