
Ketika Nola dan Halbert kembali ke rumah, Kakek Jefford menanyakan hasilnya. Dan saat tahu alasannya, ia tertawa tapi juga kesal pada cucunya.
"Nak, kamu bahkan lebih antusias daripada aku saat menikah dengan nenekmu di masa lalu." Kakek Jefford tertawa sambil meninggalkan pasangan yang malu-malu itu.
Nola melirik Halbert. "Ingat apa kata kakek Scott katakan. Seminggu dua kali," ucapnya.
"Tiga kali." Halbert menambahkan.
"Tidak, ini dua kali."
Keduanya berdebat antara dua dan tiga kali. Para pelayan diam-diam tersipu saat mendengar itu. Orange dan Raja Kalajengking Hitam supernatural diabaikan.
"Kucing gendut, mari pergi ke halaman belakang dan gali lubang."
"Aku bukan anjing!" Kucing jingga itu kesal. "Dan jangan panggil aku gendut!"
"Kalau begitu, mari olahraga agar kamu menjadi kurus."
"..." Apakah kamu minta disate? Batin kucing itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika hari pesta pernikahan Asisten Jae dan Sekretaris Eli diadakan, tamu undangan hadir dengan setelan formal. Terutama karyawan perusahaan Halbert.
Asisten Jae dan Sekretaris Eli menjadi protagonis hari ini. Keduanya mendapatkan banyak dukungan dari semua rekan. Belum lagi saat kehamilan Sekretaris Eli diumumkan, mereka tambah senang.
Sekretaris Eli dikenal cuek dan tak memandang pria tampan mana pun. Ternyata akan tergoda oleh asisten setia di samping Halbert.
Mobil Rolls-Royce Halbert datang dan menjadi pusat perhatian lagi.
Pesta pernikahan diadakan di taman terbesar yang ada di ibu kota. Halbert menyewa tempat itu untuk sehari penuh. Jadi pengelola taman memprioritaskan keamanan dan kenyamanan di sana.
Nola melingkari lengan Halbert. Di memakai gaun lapis kasa berwarna biru langit. Kecantikannya membius mata semua orang.
Sejak mereka menghadiri pernikahan Halbert tahun itu, Nola memang sangat cantik. Tapi itu merupakan kecantikan lembut yang mudah patah saat disentuh.
Tapi sekarang sosoknya sedikit berubah. Lebih percaya diri dan semakin mempesona.
Para pria lajang di sana merasa iri. Kenapa mereka tak bisa mendapatkan wanita secantik itu. Bahkan jika buta atau bisu, mereka senang.
Pandangan para pria tak lepas dari mata Halbert. Dia sedikit tidak senang jadi melepaskan jasnya.
"Sayang, cuacanya agak panas. Hati-hati agar kulitmu tidak terbakar sinar matahari," ucapnya lembut dan memakaikan jas itu padanya.
__ADS_1
Nola merasa heran dengan tindakannya tapi tidak menolak. Ia memakai gaun yang tidak berlengan sehingga kulit putihnya terekspos.
Sekretaris Eli memakai gaun pernikahan putih. Dia melihat kedatangan bos dan nyonya bos nya. Terutama saat melihat Nola, dia tak sabar untuk berteriak.
"Nyonya Bos, aku mencintaimu!"
Seketika para tamu tertawa saat mendengarnya. Asisten Jae ada di sampingnya tapi sang istri berani menunjukkan cinta pada istri bos.
"..." Asisten Jae yang tak dicintai, maaf istriku sedang mengidam wanita cantik.
Nola tersipu. Kenapa dia tidak tahu jika Sekretaris Eli memiliki sisi seperti itu sebelumnya.
Sekretaris Eli tak bisa menahan diri jadi ketika sadar mengucapkan kalimat itu, dia khawatir bosnya akan marah. Tapi untungnya tidak. Tampaknya suasana hati Halbert tengah baik hari.
Pesta berlangsung hingga sore penuh. Makanan datang silih berganti. Perut para tamu dimanjakan dengan hidangan mahal restoran kelas atas.
Nola dan Halbert duduk di barisan paling depan. Terkadang mengobrol dengan tamu lain. Namun beberapa saat kemudian, Nola merasa ada seseorang yang memperhatikannya.
Gadis itu memperhatikan sekitar. Bukan tertuju pada para tamu yang hadir. Melainkan ke arah kejauhan.
"Sayang, ada apa?" tanya Halbert juga melihat ke arah yang diperhatikan Nola.
Nola menggelengkan kepala. "Rasanya seperti ada mata jahat yang memperhatikanku."
Tapi Nola berbeda. Jika ada sesuatu yang mengancam, ia akan mengetahuinya.
"Kita akan tahu apakah itu benar atau tidak. Harusnya pasti mengikuti kita," ucap Halbert.
Saat pesta pernikahan berakhir, Nola dan Halbert juga meninggalkan tempat tersebut. Orange yang di dalam mobil merasa gelisah sepanjang waktu.
"Tuan, kamu akhirnya kembali. Aku takut sendirian." Orange bukan manja, tapi benar-benar ketakutan nyata.
Nola mengelus bulu-bulu nya yang berdiri semua. "Ada apa?"
"Aku tidak tahu. Tapi aku merasa ada sesuatu yang sangat jahat di sekitar tempat ini. Jadi aku tidak berani bergerak sama sekali. Perasaan itu masih ada sampai sekarang."
Kucing itu mengeong gelisah lagi dan mau tidak mau bersarang di pangkuan Nola. Halbert tidak mengusirnya kali ini. Prioritas utamanya adalah memastikan keamanan di perjalanan.
Namun anak buahnya sama sekali tidak menemukan ada sesuatu di kegelapan. Ini juga aneh.
"Kita kembali dulu. Sean dan Frangky mengikuti kita di belakang," katanya.
Mobil segera meninggalkan parkiran, diikuti oleh mobil yang dikendarai Sean serta anak buahnya.
__ADS_1
Selepas kepergian mobil itu, sosok pria kekar bertato muncul dari tempat persembunyiannya. Seekor serigala hitam supernatural tampak duduk di sampingnya dengan tatapan serius.
Siapa lagi jika bukan Helliu yang mengikuti mereka sejak awal. Dia mengelus kepala binatang peliharaan.
"Sepertinya kita hampir saja ditemukan. Mata gadis itu sangat tajam meski buta. Ini sangat menarik. Tidak heran ketua organisasi menginginkannya."
Serigala hitam itu bersin lagi. "Aku alergi bulu kucing!"
Helliu memperhatikan sekitar. "Tidak ada kucing di sekitar sini."
Sejak awal bersembunyi di tempat ini, serigala itu bersin berulang kali. Helliu juga merasa aneh.
"Ada kucing dalam mobil manusia tadi."
"Oh?" Helliu menaikkan sebelah alisnya. "Ayo ikuti mereka."
Mo Shige memintanya untuk tidak membunuh orang. Jadi saat ada orang lain melihat ke arahnya dengan aneh, ia hanya diam saja. Mereka mengira serigala hitam supernatural itu adalah seekor anjing hitam campuran.
Helliu dan serigala hitam supernatural langsung menghilang dari tempatnya secara misterius. Tak ada seorang pun yang menyadari keberadaan keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil yang dikendarai Halbert mulai memasuki jalanan yang sepi. Di kiri dan kanan adalah pepohonan rimbun. Orange yang awalnya tenang kini gelisah lagi.
"Meow!! Aku merasakan aura jahat itu lagi, meow!!" Orange bangun dan melihat ke jendela mobil.
"Perasaanku juga tidak nyaman." Nola menghela napas tidak berdaya.
Tampaknya perjalanan pulang kali ini tidak akan berjalan mulus.
Halbert mempercepat laju mobil. Jika sudah mencapai tempat yang ramai, orang-orang di kegelapan pasti tidak akan melakukan apapun.
Tapi tiba-tiba saja, seekor serigala hitam muncul dari dalam hutan dan melompat ke arah mobil mereka.
Halbert langsung mengerem mendadak saat serigala hitam itu menabrakkan diri ke kaca depan hingga retak. Nola berteriak kaget.
Kemunculan serigala hitam membuat Orange menggeram waspada hingga bulu dan ekornya berdiri semua.
"Bau anjing, meow!!" Orange tidak suka anjing hutan itu.
Serigala hitam supernatural juga menggeram ke arah Orange. Mata keemasannya menunjukkan permusuhan yang kuat. Tapi kemudian, dia bersin berkali-kali.
"Kucing sialan!" Serigala hitam supernatural langsung menghilang karena tidak kuat dengan alergi bulu kucing.
__ADS_1