Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Para pasukan supernatural merah tidak menyangka jika Elvada akan mengatakan sesuatu yang begitu sombong. Mereka tidak terlalu menganggap serius perkataannya. Tapi semakin lama, mereka mulai merasa tubuhnya menjadi lebih berat. Seperti ada sesuatu yang sengaja menekannya.


Tanpa diduga, hal itu dilakukan oleh Elvada.


"Kamu juga seorang ahli supernatural?" Orang yang awalnya memegang pisau tadi sangat terkejut dengan kekuatan Elvada.


"Apakah itu hal yang aneh? Tampaknya tidak." Elvada terkekeh.


“Kamu … siapa kamu sebenarnya?” Pihak lain tidak lagi menganggap enteng masalah tersebut.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Katakan, apakah aku harus mengirim kalian ke negara C dengan caraku sendiri atau pergi sendiri?" Elvada menawarkan dua cara pada mereka.


"Hah! Sombong!"


Tampaknya penyergapan kali ini diketahui oleh mereka. Dan tampaknya tidak mudah jika ingin membawa Nola dengan lancar. Mereka masih ragu untuk menyerang. Meski demikian, pasukan merah dibentuk untuk tujuan yang berat dibandingkan kelompok biasa.


Jika kali ini mereka tidak bisa kembali sambil membawa Nola, maka hukuman menunggu mereka. Paling buruk, mereka akan menjalani latihan yang lebih ekstrem lagi.


Salah satu anggota pasukan merah meniup peluit. Setelah peluit dibunyikan, beberapa anggota yang telah menunggu di kegelapan juga bermunculan. Mereka langsung menyerang Elvada dan Halbert. Setidaknya, tak ada satu pun dari mereka yang meremehkan kelompok Nola.


Sementara yang lain sibuk bertarung dengan Halbert dan anak buahnya, bos pasukan merah juga menyerang Nola. Lumpuhkan dia dan bawa secepatnya.


Sayangnya, Nola yang tampaknya tidak waspada dan terlihat lebih santai, ternyata sulit untuk ditangkap. Bos pasukan merah yang berulang kali mendekati Nola untuk menangkapnya, selalu gagal dan tergelincir hingga tersandung kakinya sendiri.


Dan akhirnya jatuh tanpa peringatan.


"Oh, apakah kamu baik-baik saja?" Nola tersenyum padanya. Mata abu-abunya tampak tidak berbahaya sama sekali.


Wajah pihak lain tak bisa dikatakan baik. Ini pertama kali bagi bos pasukan merah terjatuh karena kakinya sendiri. Sangat aneh! Bagaimana bisa dia terjatuh begitu saja? Bahkan dia jarang sekali tersandung oleh kakinya sendiri.


Bos pasukan merah mencoba untuk bangkit. Namun kakinya ternyata terkilir. Nah, sekarang bagaimana bisa terkilir?


Sedangkan anggota pasukan merak melihat bos mereka dalam keadaan aneh, beberapa anggota seketika mendekati Nola. Namun Halbert menyerang mereka dengan tangan kosong, melindungi istrinya.


Elvada tidak menggunakan banyak usaha untuk melawan mereka. Baginya, aura supernatural di zaman ini lebih keruh daripada di masa lalu. Oleh karena itu, aura supernatural miliknya lebih murni dibandingkan mereka. Hanya jika dibandingkan dengan Nola, aura gadis itu lebih misterius lagi.


Dalam waktu singkat, mereka dikalahkan. Tak ada satu pun dari mereka yang hidup. Kini hanya meninggalkan bos pasukan merah yang masih hidup.


"Haruskah aku melepaskan mu atau membunuhmu juga?" Elvada memberikan pilihan padanya.


Bos pasukan merah yang sudah pucat akhirnya tak bisa menahan diri untuk tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Jika memiliki keberanian, bunuh saja aku."


Paling tidak jika dia terbunuh, alarm di tubuhnya akan terpicu. Dan pemimpin akan tahu dirinya sudah meninggal. Dengan begitu, tak ada kerugian baginya jika tak bisa menyampaikan informasi apapun.


"Kenapa tidak memiliki keberanian? Ini hanya menginjak semut!" Elvada seketika menggerakkan tangannya dan bos pasukan merah itu akhirnya merenggang nyawa.


Halbert segera meminta anak buahnya untuk membereskan mayat mereka. Lalu hancurkan dengan menggunakan racun mayat. Dari awal sampai akhir, Nola tidak banyak bertindak. Semuanya dilakukan oleh Halbert dan Elvada.


Raja kalajengking hitam supernatural muncul di pundak Halbert. "Alarm di tubuhnya pecah dan secara otomatis pasti langsung menyampaikan berita pada pimpinan mereka. Berhati-hatilah di masa depan."


"Aku tahu itu." Halbert segera membawa Nola kembali ke dalam mobil.


Mereka melanjutkan perjalanan.


Elvada berpisah dengan rombongan mereka dan tidak berniat kembali ke rumah tua Jefford. Musuh lama masih ada di sana. Halbert memberi tahu Nola jika Butler Flir sudah kembali bekerja.


"Apakah dia mencurigai kita?" tanya gadis itu.


"Tidak, jangan khawatir." Halbert meyakinkannya.


Kakek Jefford kembali lebih dulu karena Nola dan Halbert memiliki urusan yang harus dilakukan.


"Ya, mungkin kami akan kembali besok." Halbert mengangguk.


"Tidak masalah. Berhati-hatilah." Kakek Jefford tidak banyak bicara.


Akhirnya, Kakek Jefford memasuki mobil lain yang dikendarai oleh salah seorang kepercayaan Halbert.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di rumah tua keluarga Jefford. Karena beberapa kendala di perjalanan, mereka pulang pada hari berikutnya.


Kakek Jefford sudah menunggu kedatangan mereka dengan senang hati. Lalu meminta Butler Flir untuk menyiapkan makan malam.


"Kenapa kalian begitu lama? Apakah terjadi sesuatu di perjalanan?" tanya pria tua itu saat melihat Nola tampak baik-baik saja.


"Tidak apa-apa. Hanya saja Nola mengalami sedikit mabuk perjalanan dan kami menginap di hotel." Halbert mencari alasan yang bagus.


"Nak, apakah kamu baik-baik saja?" Kakek Jefford menepuk pundak Nola.


"Aku baik-baik saja, Kakek." Nola tersenyum manis padanya dan sikapnya sangat baik, seperti istri kecil yang patuh.

__ADS_1


"Makan malam akan segera tiba. Kalian bisa istirahat setelah makan malam. Ayo mengobrol dulu." Kakek Jefford membawa mereka ke rumah keluarga.


Butler Flir yang sudah memberi instruksi pada pelayan untuk menyiapkan makan mal pun datang dan menyambut tuan mudanya.


"Selamat malam, Tuan Muda, Nyonya Muda," sambutnya.


"Apakah itu Butler Flir? Apakah kamu kembali?" Nola tampak senang ketika mendengar suara yang dikenalnya.


Butler Flir tersenyum sopan pada Nola. "Ya, Nyonya Muda."


Nola tampak menyesal. "Kamu pergi begitu tiba-tiba sebelumnya."


"Maaf, urusan keluarga cukup merepotkan. Namun kali ini sudah selesai. Nyonya Muda tidak perlu khawatir lagi." Ada kegelapan di mata Butler Flir ketika mengingat peristiwa sebelumnya. Tapi dengan cepat disembunyikan.


"Tidak apa-apa jika semuanya baik-baik saja."


Butler Flir tidak banyak bicara dan menyajikan teh untuk mereka. "Makan malam mungkin akan siap cukup lama, silakan minum teh lebih dulu."


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Aku dan Halbert makan sesuatu sebelum kembali. Tidak perlu tergesa-gesa. Tapi mungkin Kakek belum makan." Nola meyakinkan Butler Flir untuk tidak terlalu terburu-buru.


Kakek Jefford sebenarnya tidak terlalu lapar. "Santai saja," katanya pada Butler Flir.


"Ya, Tuan." Butler Flir kembali mengerjakan tugasnya.


Tidak banyak pembicaraan serius di ruang keluarga karena khawatir dinding memiliki telinga. Nola hanya menceritakan pengalamannya pertama kali datang ke negara J dan bertemu sebuah keluarga yang aneh.


Bahkan keluarga itu mengenal ayah kandungnya.


"Kakek, dalam waktu dekat, seseorang mungkin akan datang untuk tinggal di sini selama beberapa waktu." Nola ingat jika Hiiro dan Takahiro Ren akan datang untuk bergabung dengan organisasi yang akan dibuatnya.


"Apakah kamu punya teman di sana?" Kakek Jefford terkejut.


"Yah, tidak apa-apa. Hanya seorang kenalan." Nola agak malu. Terlebih lagi Halbert sedikit tidak senang dengan Takahiro Ren sebelumnya.


Kakek Jefford menghela napas lega. "Bagus untuk memiliki banyak teman di masa depan. Kamu tidak akan kesepian saat Halbert bekerja."


Nola kembali ke kamar untuk membereskan barang-barangnya lebih dulu. Dan dia juga diam-diam membaca berita tentang keluarga Kei yang berantakan.


Warisan Wanita Tua Kei dan putranya diwariskan pada Hiiro dan Nyonya Rin, ternyata memicu sedikit perselisihan. Untungnya Takahiro Ren membantu beberapa masalah sehingga pertikaian diselesaikan dengan cepat.


Tidak tahu apa yang dilakukan Takahiro Ren, namun orang-orang itu berhenti mengganggu Nyonya Rin dan Hiiro.

__ADS_1


__ADS_2