Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Merayakan Hari Jadi Pernikahan Pertama


__ADS_3

Yujin dan Lin Yehua semakin panas di tempat tidur hingga selimut dan seprai berantakan. Sean tidak menyangka jika kekuatan tempur keduanya begitu luar biasa.


Sayangnya Yujin belum sadar jika wanita yang tidur dengannya adalah Lin Yehua. Bahkan jika matanya tidak ditutup, ia sudah dibutakan oleh gairah tubuhnya sendiri. Karena Sakie adalah pacarnya, ia pasti melihat Lin Yehua sebagai Sakie.


"Shhh, sungguh percintaan yang manis. Jika wanita bernama Sakie ini tahu pacarnya sedang bersenang-senang dengan wanita lain, pasti akan datang untuk melabraknya. Aku tidak tahu apakah wanita bernama Sakie itu ada di negara ini atau tidak. Tapi coba saja."


Sean melepaskan ikatan kain yang menghalangi mata Yujin. Benar saja, Yujin tidak peduli dengan apapun di sekitarnya menganggap Lin Yehua sebagai Sakie.


Mencium, menyentuh sana-sini dan maju mundur dengan penuh kekuatan, keringat keduanya hampir bercampur menjadi satu.


Kemudian Sean memutar nomor Sakie. Saat panggilan terhubung, dia melemparkannya ke tempat tidur.


Memastikan tidak ada jejak mencurigakan yang ditinggalkan, Sean segera kabur dari sana. Tinggalkan apartemen Lin Yehua secepatnya. Ia pura-pura mengejar waktu dengan melihat jam tangannya. Dengan begitu, dia tak akan dicurigai oleh orang yang lewat.


Ketika keluar gedung itu, Sean melihat jika mobilnya tidak ada.


"Brengs*k! Apakah bos pergi dengan nyonya bos dan meninggalkan ku sendiri?"


Masalahnya, mobil yang dibawa Halbert adalah miliknya. Dan Rolls-Royce milik Halbert masih terparkir rapi.


Bosnya pasti tidak mau memakai mobil itu lagi.


Dengan begitu, apakah mobil itu akan menjadi miliknya sekarang? Hei, bosnya sangat baik hati.


Sean sempat mengambil kunci yang dipegang Lin Yehua sebelumnya. Ia masuk mobil Rolls-Royce itu dengan penuh semangat. Lalu melihat ponselnya sendiri tergeletak di kursi penumpang.


Sebelum pergi, Halbert memang memasukkan ponsel Sean ke mobilnya.


"Bos masih perhatian."


Sean mengambil ponselnya dan membuka layar kunci. Tanpa diduga, dia membaca sebuah pesan yang ditinggalkan Halbert sebelumnya.


Halbert: Bersihkan mobilnya dan ganti kursi dengan yang baru. Lalu bawa kembali ke rumah.


"..." Sean menarik kembali kata-kata yang diucapkannya tadi. Hei, bosnya pelit!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Setelah Sean pergi meninggalkan apartemen, Sakie datang dengan ekspresi kemarahan yang jelas. Ia muncul di depan apartment secara diam-diam dan masuk tanpa menghiraukan penjaga di sana.


"Maaf, apakah ada penghuni bernama Lin Yehua di sini?" tanyanya pada penjaga meja depan yang memang sengaja bertugas demi keamanan.


Penjaga itu mengangguk tapi tidak langsung memberi tahu lantai apartemen nya. "Maaf, kalau boleh tahu, apakah Anda kerabat atau temannya?"


"Bukan keduanya! Aku datang karena pria itu menggoda pacarku! Katakan di lantai berapa dia tinggal!" Sakie kehilangan kesabaran.


Jika orang di depannya ini bukan manusia biasa, dia pasti sudah lama mencekiknya. Terlalu bertele-tele.


Akhirnya penjaga itu menerima tahu lantai apartemen Lin Yehua. Sakie naik setelah mendapat informasinya. Sial! Wanita itu sangat berani merayu Yujin hingga naik ke tempat tidur!


Dan Yujin ... Bagaimana mungkin melakukan hal itu? Yujin tidak akan bodoh, bukan?


Ketika Sakie membobol pintu dengan mudah, ia mendengar suara-suara ambigu dari tempat tidur. Matanya memerah ketika melihat pemandangan yang begitu panas itu.


Baik Yujin dan Lin Yehua saling terjerat dengan penuh gairah. Sakie menyadari ada yang salah dengan keduanya. Terutama Lin Yehua.


Aroma parfum pemikat pria masih tercium di udara. Mungkinkah Yujin juga terpengaruh?


"Yujin!! Yujin!" Sakie menghampiri tempat tidur dan menarik pria itu dari tubuh Lin Yehua.


Dan Yujin yang masih belum sadar akan perbuatannya, ditampar oleh Sakie. Tamparan itu cukup membuat Yujin kembali memulihkan akal sehatnya.


"Sakie?" Yujin sedikit linglung di tempat dan menyadari dirinya tanpa pakaian. "Ada apa? Bukankah kita harus saja melakukannya?"


Sakie menatap tajam Yujin. "Itu bukan aku! Lihat siapa yang kamu tiduri? Kamu meniduri wanita itu! Apakah otakmu kebanjiran air?!"


Yujin tertegun dan menyadari ada sesuatu yang salah. Dia melihat Lin Yehua tergeletak di lantai, tak sadarkan diri. Kemudian tahu apa yang terjadi.


Sial! Kenapa bisa seperti ini? Bukankah Lin Yehua harusnya tidur dengan Halbert? Kenapa menjadi dirinya?


Dia buru-buru memakai pakaiannya dan mengecek keadaan Lin Yehua yang tak sadarkan diri. Sakie menyerangnya dengan aura cukup keras tadi. Bagaimana jika sesuatu terjadi?


Setelah memastikan, Yujin menunjukkan ekspresi jelek. "Sudah mati."


"Mati?" Sakie juga terkejut.

__ADS_1


Jika Lin Yehua mati, rencana mereka berubah lagi. Sakie menyesal karena terlalu terbawa emosi sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nola dan Halbert tidak tahu apa yang terjadi sana. Mereka sedang merayakan hari jadi pernikahan yang pertama di sebuah restoran ternama.


Halbert menyewa satu gedung restoran tersebut untuk dipakai oleh mereka. Semua teman-teman dan keluarga datang.


"Terima kasih sudah datang dan merayakannya bersama. Aku harap tahun ini menjadi yang terbaik bagi semuanya." Halbert mengangkat gelas berusia anggur kental, posisi duduknya sangat mendominasi.


Nola duduk di sampingnya, juga memegang segelas anggur. Tapi dia tidak minum terlalu banyak karena mudah mabuk.


Jaley Scott tertawa senang. "Nak, cepatlah punya bayi bersama. Biarkan aku menggendong cucu juga."


"Omong kosong. Itu cucuku!" Kakek Jefford meralatnya.


"Kenapa tidak? Aku juga bisa menjadi kakeknya. Jangan pelit."


Kedua lelaki tua itu bertengkar masalah cucu yang bahkan belum ada di dalam perut Nola.


Sekretaris Eli menggelengkan kepala, menenangkan suasana yang mulai memanas. "Baiklah kalian berdua, berhenti. Mari kita bicara itu setelah bayinya lahir. Jangan membuat Nyonya Muda kita tertekan."


Akhirnya kedua lelaki tua itu berhenti berdebat. Nola tersenyum malu. Sepertinya keputusan dia untuk memiliki anak tahun ini sudah tepat.


Halbert juga tersenyum. Ya, punya anak saja. Bukankah dengan kehadiran anak, kakeknya tidak akan kesepian lagi?


Suyue dan keduanya mengucapkan kata-kata selamat pada pasangan itu. Takahiro Ren dan Hiiro juga sama. Hiiro masih kecil sehingga tak bisa minum anggur. Dia hanya bisa minum susu atau jus buah saja.


Pesta perayaan itu berlangsung hingga hampir tengah malam. Mereka semua menginap di hotel yang disiapkan. Adapun pasangan itu, jelas memiliki aktivitas nya tersendiri.


Kali ini Halbert tidak memakai pengaman saat berhubungan intim dengannya. Setelah waktu berlalu cukup lama, Halbert berbaring di sampingnya, menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


“Mari bekerja keras untuk memiliki anak perempuan,” ujarnya.


“Anak perempuan? Apakah kamu yakin?” Nola ragu.


Bukankah Halbert harusnya memiliki anak laki-laki untuk mewarisi bisnis? Kenapa menginginkan anak perempuan?

__ADS_1


“Ya, anak perempuan lebih menyenangkan mata. Ketika lahir, dia pasti akan sangat mirip denganmu,” jawabnya.


Memiliki anak laki-laki itu merepotkan. Ia memiliki beberapa teman yang sudah menikah dan memiliki anak laki-laki. Mereka berkata jika anak laki-laki sangat nakal dan membuat sakit kepala.


__ADS_2