Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Disukai Binatang Apapun


__ADS_3

Nola serta yang lainnya tidak tahu apa yang terjadi dengan kelompok Butler Flir saat ini. Mereka sudah menjelajahi hutan cukup lama hingga matahari sudah berada di atas kepala.


Bebagai jenis suara burung atau serangga menemani langkah mereka sepanjang waktu. Bahkan beberapa kali terdapat kelinci liar yang muncul dan melihat ke arah Nola.


Awalnya Nola mengagumi semua itu, tapi lama-lama dia sedikit bingung. Bahkan beberapa kelinci dipanah sampai mati oleh Jaley Scott. Nola sedikit kasihan dengan kelinci yang mati itu.


"Untuk apa kasihan? Mereka semua adalah daging yang bisa dimakan. Jika tidak menangkapnya, kita akan makan apa siang ini?" Jaley Scott menjelaskannya pada Nola.


Mereka memilih beristirahat sementara waktu untuk makan siang. Nola mengeluarkan kotak makanan dari dalam tas yang dibawa Takahiro Ren.


"Aku punya ini untuk makan siang. Ada juga beberapa mi instan dan panci kecil untuk merebus air," ucapnya.


"..."


Jaley Scott yang tahu cara berburu dan suka hidup di alam liar ketika muda dulu, tertegun oleh barang di tangan gadis itu. Lupakan saja, orang-orang dunia sekuler ini tidak tahan menderita sedikit.


Belum lagi gadis itu juga memiliki hidup yang menyedihkan sebelum dibawa Kakek Jefford. Apa lagi kehidupan setelah menikah Halbert sebelumnya tidak berjalan baik. Walaupun hanya sementara saja.


Sekarang lihatlah Halbert yang hampir memperlakukan istrinya seperti permata. Dulu membenci dan sekarang penuh cinta. Apakah begitu luar biasa?


Tidak heran ransel yang dibawa Takahiro Ren begitu kembung. Sebagai ahli supernatural, ransel penuh barang milik Nola sama sekali tidak berat.


Selain panci, Nola juga mengeluarkan sebotol air. Dia sengaja membawanya agar botol air plastik bisa dipakai kembali. Di perjalanan, tidak mudah menemukan air bersih atau sungai terdekat.


Isi kotak makanan Nola tidak terlalu banyak. Tapi cukup bagi mereka berlima mengisi perut. Sebagai pria, Takahiro Ren, Jaley Scott, Elvada dan Halbert tidak suka makan banyak. Namun Nola berbeda. Dia suka makan. Itu saja.

__ADS_1


Saat menyantap makanan, Nola menemukan beberapa hewan seperti rusa dan domba di kejauhan. Semua hewan itu tampaknya menatap ke arahnya tanpa alasan yang jelas.


Orange mengeong dan mendapat paha ayam goreng dari tuannya. Dia tidak peduli dengan hewan lain.


"Kenapa mereka semua menatap ke arah kita?" tanya Nola penasaran. Dia kembali menutup penglihatan mata batinnya.


Jaley Scott dan Elvada melihat beberapa ekor rusa dan domba di kejauhan. Alih-alih menatap mereka, mereka sepertinya menatap ke arah Nola.


Nola memang memiliki kemampuan untuk menarik hewan-hewan di sekitarnya. Bahkan jika dia ingin menangkap ikan, tentu saja ikan akan datang padanya. Bagaimana mungkin dia bisa sial ketika keberuntungannya digunakan?


Tapi sekarang Nola tidak menggunakan kemampuan tersebut. Secara alami, dia tidak membutuhkannya. Belum lagi, bukankah aura supernatural diblokir di tempat ini. Elvada yang bisa membawa ransel berat pun sebenarnya karena telah berlatih sejak kecil.


"Mungkin mereka menyukaimu," jawab Halbert.


Nola sepertinya tidak menolak alasan tersebut.


Pada saat Jaley Scott berhenti dan melihat potongan pakaian asing, ia bisa menebak jika Butler Flir mungkin melewati tempat ini.


"Ini ... Mayat." Takahiro Ren masih terkejut melihat potongan tubuh di sana.


Untungnya dia tidak bereaksi banyak. Potongan tubuh itu anehnya tidak menimbulkam bau busuk sama sekali.


"Anak buah Flir Hudson harusnya juga meninggal di sini." Jaley Scott menebak.


"Ya, dilihat dari pakaian, seharusnya digigit oleh sejenis binatang buas." Elvada juga mengangguk setuju.

__ADS_1


"Berhati-hatilah, mungkin ada sesuatu di sekitar yang siap untuk menyerang kita." Elvada tak bisa menahan diri untuk memperingati mereka lagi.


"Apakah macan tutul itu juga bisa menyerang kita?" Nola awalnya ragu untuk bicara tapi merasskam Elvada serta yang lainnya menjadi waspada, dia memberi tahu dengan tenang.


"Macam tutul? Di mana itu?" Takahiro Ren melihat sekeliling. Dia tidak merasakan adanya bahaya apapun.


"Dia di atas," jawab gadis itu.


Yang lain segera menengadah dan melihat seekor macan tutul telah rebahan di dalam pohon besar.


"..." Mereka yang melihat macam tutul tepat di atas kepala rasanya tubuh menjadi sedikit mati rasa.


"Sayang, kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?" tamya Halbert.


"Itu ... aku pikir dia tidak menyerang kita jadi ku abaikan saja. Dia sudah ada di sana sejak kita istirahat makan siang," jelas Nola langsung membela dirinya.


"..." Lalu kenapa kami tidak merasakan kehadirannya saat itu?


"Kamu tahu ada macan tutul di sana? Bagaimana kamu merasakannya?" Kali ini Elvada yang bertanya.


Nola menggelengkan kepala. "Mana aku tahu. Aku hanya merasakan kehadiran mereka dalam sekilas."


Yang lainnya kini saling memandang. Lalu menatap macan tutul supernatural yang kini menatap mereka dengan malas. Dia tidak berniat turun sama sekali. Karena merasa kehadiran Nola di sekitar mereka, macan tutul itu tidak merasakan bahaya di wilayahnya sendiri.


Mungkinkah ini wilayah macan tutul?

__ADS_1


Sepertinya Nola bukan hanya diselimuti keberuntungan, tapi juga disukai banyak binatang. Ini tidak terduga.


__ADS_2