
Mendengar suara Raja Kalajengking Hitam Supernatural di bahunya, Sin merasa jika nyawanya akan melayang kapan saja. Ia belum sempat bereaksi atau mengatakan sepatah kata pun, Raja Kalajengking Hitam Supernatural sudah menyengat lehernya.
"Ahh!!" Sin berteriak kesakitan. Wajahnya menjadi biru kehitaman secara perlahan.
Sin mengerang dan menahan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya. Racun kalajengking supernatural, tidak ada yang tahu lebih baik daripada dirinya. Sekali menyengat, setidaknya sudah cukup membuat orang sekarat.
Sin jatuh lemas lalu memuntahkan darah hitam. Wajahnya kini dipenuhi oleh urat-urat biru keunguan yang cukup mengerikan. Rasa sakit di tubuhnya terus menjalar hingga ke otak, rasanya dia ingin bunuh diri di tempat.
Sin memiliki penawar dari racun kalajengking hitam supernatural. Tapi ia tidak memiliki penawar racun Raja Kalajengking Hitam Supernatural. Semua kalajengking hitam supernatural yang ada di sekitarnya segera mati satu persatu.
"Tidak!! Bagaimana mungkin semuanya menjadi seperti ini?! Tidak mungkin!" Sin tidak menyangka jika dia akan menjadi orang yang terdengar racun Raja Kalajengking Hitam Supernatural.
Ia terus mengerang kesakitan. Tato kalajengking hitam di punggung tangan kirinya perlahan memudar. Membuat Sin semakin berwajah pucat, pikirannya kosong. Ia menggelengkan kepala dengan susah payah.
Tidak mungkin! Ia tidak mungkin kehilangan kontrak dengan kalajengking hitam supernatural. Ia tidak rela berakhir begitu saja. Pada akhirnya, ia mati dengan cara yang tidak wajar.
Kematian Sin terjadi begitu saja. Raja Kalajengking Hitam Supernatural yang kini berada di bahu Halbert mendengus ringan.
"Terlalu murah untuknya," ujarnya agak disesalkan.
__ADS_1
"Ini lebih baik." Nola menyeka darah di pipinya. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Sin sudah mati, tidak mungkin mayatnya dibiarkan begitu saja di sini," imbuhnya.
Halbert mengerutkan kening. "Orang-orang ku akan mengurusnya. Jangan khawatir." Ia melihat jika Nola sedikit pucat saat ini, mau tidak mau khawatir. "Bagaimana keadaanmu?"
"Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit lelah." Nola menggelengkan kepala. Ia tidak berbohong. Mengeluarkan aura yang besar untuk memanipulasi tempat ini cukup menguras tenaganya.
Halbert segera menelepon orang kepercayaannya —Frangky yang kini berada di markas mafia. Saat Frangky mendengar suara Halbert dan memintanya datang, ia langsung setuju.
Setengah jam kemudian, Frangky datang dengan dua orang berpakaian hitam. Ketiganya mengejutkan penjaga keamanan. Namun karena Frangky memiliki kartu akses masuk yang selalu dipakai Halbert. Penjaga keamanan tidak keberatan untuk membiarkannya masuk.
"Bos!" Frangky menyapa Halbert yang telah cukup lama menunggu.
Halbert tidak berkata banyak. Ia hanya meminta ketiganya untuk membersihkan area parkir.
"B-bos! Bos! Siapa ini? Dan kenapa ada begitu banyak kalajengking mati." Frangky sedikit jijik saat melihat kalajengking hitam supernatural. Dua pengawal yang mengikutinya juga terkejut.
Nola menjawab. "Dia adalah Sin, salah satu anak buah dari Geng Kalajengking Hitam." Ia berkedip ringan seolah-olah bertindak secara alami. "Dia menunggu di sini untuk membunuh Halbert, bahkan sengaja menangkap banyak kalajengking hitam untuk berpura-pura di masa depan."
"Mata-mata Geng Kalajengking Hitam?" Frangky menyipitkan mata. "Bos, bagaimana jika kamu mengambil dua pengawal untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
"Tidak, ini terlalu mencolok." Halbert tidak pernah memikirkan ini. Lagi pula, ia memiliki beberapa pengawal yang kadang melindunginya dari kejauhan.
"Tangkap wanita bernama Juliana nanti dan urus dengan baik. Aku tidak ingin ada berita apapun bocor dari mulutnya." Halbert memberikan perintah lagi.
"Juliana? Siapa lagi itu?" gumam Frangky rusak berdaya. Ia hanya bisa meminta anak buahnya untuk mencari tahu lebih dulu.
Akhirnya Halbert meninggalkan tempat itu bersama Nola. Keduanya memilih untuk pulang setelah kejadian tersebut. Nola benar-benar ingin istirahat.
Saat kembali ke rumah, tampaknya suasana agak sepi. Tidak ada Butler Flir yang menyapa mereka seperti biasanya. Pelayan biasa bahkan tidak layak untuk melakukannya.
"Istirahatlah sebentar sebelum makan malam." Halbert membujuk.
Nola mengangguk dan ia langsung menjatuhkan diri di kasur empuk, menutup matanya yang kelelahan. Halbert mengecup keningnya dan meninggalkan kamar untuk menyediakan urusannya yang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat rahasia Geng Kalajengking Hitam, suasananya menjadi agak kental setelah gelas kehidupan berisi aura milik Sin pecah begitu saja. Saat gelas itu pecah, mereka semua terkejut. Karena itu menandakan jika Sin sudah mati.
"Mati?!" Suara Ketua Geng Kalajengking Hitam seraya membuang gelas anggurnya ke lantai.
__ADS_1
Napas Ketua Geng Kalajengking Hitam sedikit tidak stabil. Siapa yang berani membunuh Sin? Dengan bakat pria itu, ia percaya akan berhasil untuk membunuh Halbert. Tampaknya sekarang agak merepotkan.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang? Mungkin Halbert memiliki anak buah yang hebat untuk membunuh senior Sin?" Salah satu anak buahnya sangat marah di hatinya.