Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Cemburu Pada Kucing


__ADS_3

Nola melontarkan banyak pertanyaan sekaligus. Meski dia tidak bisa melihat Halbert dengan warna, setidaknya warna hitam dan putih sangat menawan. Nola tidak bisa selalu menggunakan penglihatan warna hitam dan putih terlalu sering. Atau matanya akan sakit.


Tapi kali ini dia mencoba menggunakan kemampuan itu beberapa kali hanya untuk melihat sosok sempurna Halbert yang sangat menggoda.


Omong-omong, wajahnya sedikit memerah setelah melihatnya.


Halbert tersenyum, menggosok.rambut basahnya dengan handuk beberapa kali. "Apa yang dilihat oleh istriku?"


"Bukan apa-apa."


"Sepertinya pikiran istriku tidak jujur. Apakah kamu merindukanku?" Halbert mendekatinya perlahan dan memeluk pinggangnya. "Kamu makan banyak, kenapa masih kurus?" candanya.


“Aku tidak kurus tapi ramping.” Nola membenarkan.


Halbert tertawa ringan dan memikirkan tindak lanjut untuk peliharaan baru itu. kucing jingga itu tampaknya akan banyak melawannya di masa depan. sebagai hewan berbulu yang sering dipelihara banyak orang, kucing termasuk jenis yang sombong hingga ke tulang.


Dia harus membuat pengaturan sebelum Nola semakin memanjakan kucing itu.


“Apakah kamu ingin makan sesuatu?” tanya Nola.


“Aku ingin makan nasi goreng. Jangan khawatir, koki di sini akan membuatkannya untukku, kamu istirahat dan cepatlah tidur lebih awal. Kita akan pulang besok,” jawabnya.


“Begitu cepat?” Nola sedikit enggan.


“Tidakkah rindu dengan rumah? Bukankah masih ingin mengembangkan organisasi? Tinggal di sini tidak terlalu menyenangkan.”


Nola yang dibujuk akhirnya setuju untuk pulang besok. Kondisi Solachen juga membaik di bawah perawatan Jaley Scott. Meski demikian, Solachen hampir menghabiskan setengah dari tabungannya. Ini benar-benar berdarah di hatinya.


Jaley Scott tidak kekurangan uang. Namun demi membalas kematian Noria sebelumnya, ia sengaja menguras setengah dari harta Solachen. Ini dianggap untuk membayar utang atas kegagalan Solachen melindungi Noria dan Nola di masa lalu.


Solachen sendiri tidak terlalu peduli dengan sebagian uang tersebut. Dia juga tidak marah pada Jaley Scott. Tapi asistennya berbeda. Asistennya sangat kesal dengan Jaley Scott yang sengaja memeras bosnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Halbert terbangun karena merasakan sentuhan berbulu ketika memeluk Nola. Karena tidak nyaman dengan sesuatu yang asing tersebut, dia akhirnya bangun untuk memeriksa.

__ADS_1


Ternyata kucing jingga yang semalam dibawa pergi Raja Kalajengking Hitam supernatural link meringkuk di samping istrinya.


Orange merasa disentuh oleh pria itu, diam-diam menyingkir dengan jijik. Tapi tidak berniat untuk pindah dari ranjang.


Ekspresi Halbert tak perlu dikatakan lagi. Dia kesal dan marah. Namun apa gunanya marah pada seekor kucing yang tidak punya kecerdasan layaknya manusia?


"Turun!!" Halbert memelankan suaranya sebisa mungkin agar tidak membangunkan Nola yang masih tidur.


Meow! Orange mengeong kesal padanya, menolak untuk turun. Majikanku tidur di kasur, kenapa aku harus berbaring di lantai? Pikir si kucing penuh kemenangan. Dia juga suka kebersihan. Lantai cukup kotor baginya.


Halbert dan kucing itu akhirnya saling bertatapan cukup lama. Sepertinya percikan api perang akan segera dimulai.


Namun hal itu membuat Nola yang awalnya merasa nyaman tidur terganggu oleh suara geraman kucing. Ketika membuka mata, ia melihat Orange di sampingnya.


Sayangnya Nola tidak menyadari jika Halbert juga sudah bangun saat ini.


"Orange, kenapa kamu bangun jam segini? Ini masih pagi. Tidurlah lagi." Gadis itu meraih Orange dan memeluknya.


Meow! Orange lagi-lagi merasa bangga, menatap Halbert dengan penuh kemenangan.


Benar saja, ketika dilempar ke lantai oleh pria itu, Orange tidak membentur lantai atau merasa dianiaya. Justru dia langsung mendarat dengan posisi sempurna dan mengeong tidak puas padanya.


Sialan! Manusia ini tak kenal takut! Berani melempar kucing ini. Hati-hati keberuntungan mu hilang! Orange lagi-lagi bicara dalam hatinya.


"Ah!" Nola terkejut ketika Orange dalam pelukannya langsung diambil begitu saja dan dibuang ke lantai.


Setelah terkejut sesaat, dia akhirnya menatap Halbert yang penuh amarah saat ini.


"Halbert, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melempar Orange. Bagaimana jika dia terluka?" Nola sangat tidak puas dengannya.


"Dia tidur di ranjang yang sama dengan kita. Bagaimana mungkin ini terjadi? Dia kucing jantan, bukan anak kita!" Halbert membela diri.


Nola tidak langsung membalas kata-katanya dsn merenungkan sesuatu. Dia sepertinya sedang menebak-nebak.


"Sayang, apakah kamu cemburu pada seekor kucing?"

__ADS_1


"Tidak mungkin! Itu hanya hewan berbulu yang merasa selalu menjadi raja dan ratu. Padahal hanya seekor kucing yang suka makan ikan!" Halbert mengerutkan kening, menahan emosinya. Kemudian memeluk Nola. "Kita akan membeli kandang dan rumah kecil untuknya. Dengan begitu tak perlu repot satu ranjang dengan kita."


Ini bukan permintaan, tapi penegasan Halbert. Nola ingin mengatakan sesuatu. Namun apa yang dikatakan Halbert tampaknya juga benar. Kucing itu juga harus punya rumah atau tempat tidur sendiri. Tempat makan dan minum. Bahkan beberapa mainan kesukaan kucing.


"Baiklah kalau begitu. Mari lakukan seperti yang kamu katakan," ucapnya.


Halbert akhirnya tersenyum dan kemarahan di hatinya untuk seekor kucing itu pun hilang.


"..." Orange yang menyaksikan pria itu membujuk tuannya dengan susah payah, mau tidak mau memutar bola mata.


Jangan mengira aku tidak tahu, kamu sebenarnya cemburu padaku, batin kucing itu ketika menatap Halbert.


Kali ini, Halbert yang tersenyum penuh kemenangan pada kucing itu.


"Tidurlah lagi, ini masih terlalu pagi. Kita bisa pulang saat menjelang siang." Halbert membereskan anak rambut di dekat telinga Nola. Lalu memeluknya untuk tidur lagi.


Nola menguap. Merasa dia masih sedikit mengantuk jadi tidur lagi. Orange tidak lagi berani naik ke atas ranjang. Dia pergi ke sofa empuk dan meringkuk dengan malas.


...----------------...


Nola dan Halbert akhirnya terbangun pukul sembilan. Sudah terlambat untuk sarapan sehingga pelayan membawakan makanan ke kamar keduanya.


Karena hari ini tidak ada kesibukan, keduanya melakukan aktivitas lebih lambat dari biasanya. Kemudian Nola keluar kamar dan menyapa Takahiro Ren serta Hiiro yang sudah bangun sejak awal.


"Nona Nola, kami berniat untuk melihat pembangunan organisasi dan membantu di sana." Takahiro Ren mengambil percakapan lebih dulu.


"Apa yang akan kalian lakukan di dan Hiiro juga masih kecil. Semuanya akan diatur oleh anak buah suamiku," kata Nola Mai mengkhawatirkan mereka.


"Tidak apa-apa. Aku telah pergi ke kuil untuk meminta berkah sebelumnya. Jimat yang kudapat dari kuil sebelumnya mungkin bisa berguna."


Takahiro Ren bermaksud untuk memasang jimat di tempat bangunan organisasi dibuat. Setidaknya untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan.


Masalah ini, Nola tidak khawatir sama sekali dan hanya mengangguk.


Pada siang harinya, Nola serta yang lain meninggalkan rumah keluarga Scott dan langsung pulang.

__ADS_1


Setibanya di rumah, mereka juga tidak bersantai, tapi memeriksa terowongan saluran air bawah tanah. Elvada memastikan jika Butler Flir belum keluar hingga saat ini.


__ADS_2