Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Keluar Pulau


__ADS_3

Apa yang membuat Takahiro Ren kaget tak lain adalah sosok Nola yang terkena cahaya senter untuk pertama kalinya. Jadi dia terkejut bukan main. Suaranya menggema di gua air hingga Jaley Scott dan Elvada hampir menutupi kedua telinga.


"Berteriak seperti wanita ketakutan," gumam Jaley Scott.


"..." Takahiro Ren yang malu, maaf, aku tak bisa menahannya, batin pria itu langsung gemetar.


Nola berdiri tak jauh di depan mereka saat ini. Ekspresinya masih terlihat kejam dan haus darah. Membuat Takahiro Ren terkejut karena tubuh gadis itu penuh darah.


Halbert dan Nola saling bertatap muka tanpa mengeluarkan suara. Setiap kali pria itu mengambil langkah mendekatinya, Nola menggerakkan jari-jari tangannya yang berkuku panjang.


Gadis itu sepertinya sedang menahan diri agar hilang kendali lagi ketika melihat sosok yang dikenalnya.


"Nola, ini aku. Tenanglah. Semuanya sudah berakhir. Lihat, aku baik-baik saja sekarang dan kita akan segera pulang." Halbert berusaha membujuknya.


Nola masih tidak mengubah ekspresinya. Sepertinya masih akan segera menyerang ketika Halbert berjalan mendekat lagi.


Semua orang was-was saat melihatnya. Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, mereka mungkin hanya bisa menahan gadis itu. Jika tidak ... buat pingsan agar lebih mudah. Jaley Scott sudah memiliki berbagai macam rencana dalam pikirannya.


Bau darah mulai tercium di hidung Halbert. Tapi dia tidak peduli sama sekali. Ketika jarak keduanya kurang dari satu meter, Nola langsung menyerang Halbert, mengincar ke arah jantung pria itu.


Tapi pada saat yang sama, Halbert langsung menangkap tangannya dan menarik gadis itu ke dalam pelukan.


Wajah Nola menabrak dada kokoh pria itu. Ketika hendak melepaskan diri, Halbert menahan kepalanya sehingga Nola bisa mencium aroma mint dan maskulinitas darinya.


Perlahan, Nola yang dalam keadaan seperti itu seketika menjadi tenang. Iris mata hitam pekatnya kembali menjadi abu-abu, kuku-kuku panjangnya menyusut dan kembali ke bentuk semula. Dan yang terpenting, eritema hitam di wajahnya juga lenyap.


"Halbert ...," gumamnya setengah sadar sebelum akhirnya jatuh pingsan.


Halbert menghela napas lega setelah gadis itu kembali ke keadaan semula. Lalu menggendongnya.


Yang lain melihat semuanya diatasi dengan mudah, akhirnya juga menghela napas lega. Ternyata Halbert memiliki caranya tersendiri untuk menghentikan kemarahan gadis itu. Jaley Scott merasa luar biasa di hatinya.


Dulu, Solachen dan Noria juga sama. Apakah ini yang namanya saling membutuhkan? Aku adalah racun dan kamu adalah penawarnya? Jaley Scott membuat analoginya sendiri.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo pergi. Karena orang-orang dari organisasi itu sudah mati, kita tidak terlalu terburu-buru. Walaupun begitu, bantuan dari pihak mereka akan datang cepat atau lambat. Lebih baik kita keluar sebelum mereka datang," jelas Jaley Scott.


"Tornado sebelumnya merusak seisi pulau. Bagaimana dengan para binatang itu? Haruskah kita menyelamatkannya?" Takahiro Ren tak lupa mengingat para bintang penghuni pulau ini.


Elvada tampak berpikir. "Mungkin tidak perlu. Lihatlah di sana," katanya setelah mereka keluar dari gua air terjun.


Karena banyak pepohonan rusak, tentu saja jarak pandang mereka menjadi lebih luas saat melihat sekeliling. Belum lagi keberadaan air terjun tak jauh dari lokasi sekitar pantai.


Elvada menunjuk ke arah lautan luas. Mereka menyipitkan mata.


Di atas lautan yang luas, sekelompok monyet supernatural bekerja sama dengan para ular kecil, mendayung perahu sederhana, terbuat dari kumpulan bambu dan kayu yang dirakit bersama.


Meski sangat sederhana, mereka mengapung dengan baik. Bahkan sebagian dari ikan supernatural yang besar membantu mereka mendayung dengan aman menuju pulau lain.


Semua binatang itu mengungsi dengan caranya sendiri.


"..." Halbert serta yang lainnya melihat adegan itu, merasa melihat pemandangan baru.


Meow! Orange mengeong bangga. Tentu saja kami sangat pintar, meow! Pikirnya.


Setibanya di sebuah danau yang dikatakan oleh Elvada, memang perairan nya terlihat berbeda. Bukan hanya terlihat seperti air laut yang dalam, tapi juga tampaknya sabgat misterius.


Rasanya seperti ada daya tarik tersendiri untuk berenang di dalamnya.


"Kamu yakin ... ini tempatnya?" Halbert menatap Elvada dengan curiga. Dia masih menggendong Nola di punggungnya.


"Ya, ini dia. Tak salah lagi. Jangan khawatir, jika ini adalah jebakan dan kita dimakan hiu setelah memasuki air, aku akan pergi membayar nyawa kalian di kehidupan selanjutnya," jelas Elvada sedikit bercanda.


Tentu saja dia sangat yakin dengan tempat ini. Tak ada yang salah dengan danau tersebut. Memang ada jalan keluar pulau supernatural dari danau tersebut.


"Kalau begitu orang Asia yang akan pergi lebih dulu. Ayo." Elvada menatap Takahiro Ren denga senyuman.


"..." Takahiro Ren yang siap dijadikan kelinci percobaan, merasa dingin di hatinya.

__ADS_1


Apakah kamu begitu kejam? Kenapa harus aku lebih dulu? Batin Takahiro Ren enggan.


Namun sebelum Takahiro Ren menolak, Elvada sudah mendorong sekuat tenaga ke arah danau di bawahnya.


Danau tersebut sebenarnya memiliki dinding setinggi kurang lebih lima meter. Dindingnya terbuat dari bebatuan yang kokoh. Dan air danau sangat jernih.


Ketiak Takahiro Ren jatuh, dia berteriak ketakutan. Teriakannya lebih kuat daripada saat melihat penampilan Nola di dalam gua.


Barang bawaan yang ada di punggungnya tak khawatir untuk berjatuhan karena ransel sudah lebih ringan saat ini.


Ketika Takahiro Ren menyentuh air danau, tubuhnya seketika tersedot ke bawah. Dia sebenarnya pernah belajar berenang saat sekolah dulu. Tapi di danau ini, kemampuan berenangnya seketika hilang.


Melihat Takahiro Ren yang tenggelam sedikit demi sedikit dan tak terlihat lagi, Jaley Scott sedikit kasihan.


"Bukankah kamu mengintimidasi orang Asia?" tanyanya.


"Tidak, aku sengaja melakukannya karena dia yang paling cerewet. Sikapnya saja yang tenang, tapi ketakutannya seperti wanita. Bukankah kamu mendengar teriakannya tadi?" Elvada membela diri.


Ini bukan intimidasi tapi meminimalkan rasa takut sebelum mencoba. Dengan begitu, Takahiro Ren tak akan memiliki bayangan psikologi apapun saat tiba di jalan keluar.


"..." Jaley Scott yang menggendong dua maka macan tutul tidak bisa membantahnya lagi.


Mereka pun turun satu persatu. Halbert yang awalnya menggendong Nola di punggungnya, mengganti posisi menjadi dipeluk. Sehingga dia mudah menahannya saat berada di dalam air. Elvada adalah yang terakhir turun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di danau halaman belakang keluarga Jefford, permukaan air yang tenang tiba-tiba saja membentuk pusaran. Lalu Takahiro Ren terpental dari dalam pusaran secara misterius.


Menyadari jika sudah berada di tempat yang dikenalnya, ia langsung lega. Tapi tiba-tiba saja dia merasa ada sesuatu yang menggelitik betisnya.


"Ahh!! Apa ini? Apa yang menarik kakiku?!" teriaknya buru-buru menuju tepi danau.


Tak lama kemudian, Jaley Scott serta yang lain juga kelaue dari pusaran tersebut. Sebelum akhirnya pusaran menghilang.

__ADS_1


Di dalam rumah, Kakek Jefford yang mengetahui mereka kembali akhirnya segera pergi ke arah danau.


__ADS_2