Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Don't Have To Hate It


__ADS_3

Melihat bahwa Solachen diam, Nola semakin tidak senang. Namun Solachen memiliki alasan untuk semua itu dan dia terbatuk beberapa kali. Hatinya tidak nyaman.


"Nak, Ayah tak bisa datang padamu karena kondisiku sendiri tidak baik. Aku memiliki kemampuan memanipulasi pikiran orang lain. Semenjak aku memanipulasi pikiran Corvin Neilson untuk meyakinkan jika kamu adalah anak kandungnya, tubuhku terkena serangan balik ...."


Memanipulasi pikiran bukan perkara yang mudah baginya. Setiap orang supernatural memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tak terkecuali Solachen. Karena memanipulasi pikiran dan melanggar hukum aura, dia langsung sakit sejak saat itu juga dan pergi ke negara lain untuk pemulihan.


Ditambah Organisasi Supernatural Dunia yang ingin dia bergabung, Solachen semakin enggan untuk datang lagi menemui Noria dan putri kecilnya. Dia khawatir orang-orang di Organisasi Supernatural Dunia tahu jika ibu dan anak itu berhubungan dengannya. Lebih baik membiarkannya berada di keluarga Neilson.


Namun siapa tahu bahwa keluarga Neilson tidak baik. Noria meninggal karena sakit keras dan putrinya tak lebih baik dari pelayan.


Nola mungkin mengerti apa artinya terkena serangan balik. Tapi dia masih ingat tentang ibunya yang meninggal di depan matanya sendiri.


"Setidaknya kamu bisa menyelamatkan ibuku sebelumnya. Kenapa kamu tidak melakukannya?!"


Solachen bahkan lebih bersalah dan ketidaknyamanan di hatinya semakin jelas. "Maaf," gumamnya.


Nola benci dirinya sendiri karena pengecut waktu itu. Dia bahkan gak bisa membuat ibunya kembali sehat dan harus menyaksikan Tuan Neilson selingkuh. Akhirnya Nola meninggalkan ruang tamu dengan langkah lebar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Putriku!" Solachen bangkit dan berniat untuk mengejarnya. Tapi tiba-tiba saja dia batuk darah.


"Tuan!" Asistennya—Mark, khawatir tentang kondisinya yang memburuk kembali. "Tuan, tenangkan dirimu dulu," bujuknya.


Solachen berwajah pucat dan dia duduk setelah mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya.

__ADS_1


Kakek Jefford khawatir dengan kondisinya. "Apakah perlu memanggil dokter keluarga?" usulnya.


"Tidak perlu. Kondisi ku selama sama selama dua puluh tahu terakhir ini. Jika bukan karena Noria waktu itu, mungkin aku tak akan hidup sampai sekarang."


Itu benar. Setelah Solachen menggunakan kemampuannya untuk memanipulasi pikiran beberapa orang yang terkait dengan kelahiran Nola, kekuatannya melemah dan mendapatkan serangan balik yang fatal.


Saat itu Noria memberikan keberuntungannya untuk membuat dia tetap hidup dengan baik. Meski tidak bisa sembuh sebelumnya, Solachen bersyukur masih bisa hidup hingga bertahun-tahun.


Dia pikir tidak akan bisa melihat anaknya kembali. Mungkin anaknya hidup bahagia dengan keluarga Neilson sehingga kehadirannya tidak diperlukan. Tapi sekarang dia tahu betapa bodohnya keputusan yang diambil di masa lalu. Wanita yang dicintai serta putri kesayangannya tidak bahagia sama sekali.


Solachen merasa sesak di dadanya semakin kuat. Dia menahan diri untuk tidak batuk darah kembali.


Mark merasa khawatir dengan kondisinya. "Tuan, haruskah kita periksa dulu?"


Halbert mengerutkan kening. Dia telah kehilangan sosok ayah sejak masih kecil dsn tentu saja tidak tahu cara menghibur orang. Melihat Kakek Jefford yang lebih berwibawa, Halbert akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Nola lebih dulu.


"Aku akan bicara dengannya." Halbert bangkit dan pergi ke lantai atas.


......................


Pintu kamar tidak dikunci. Saat Halbert masuk, dia melihat Nola duduk di dekat jendela besar yang setelah terbuka. Embusan angin di lagi hari sangat sejuk hingga gorden sedikit berkibar. Gadis itu tidak berada dalam suasana hati yang baik saat ini.


"Apakah kamu menyalahkan nya?" tanya Halbert tanpa basa-basi. Dia duduk di sampingnya. Mata dan hidung gadis itu sudah memerah karena menahan tangis.

__ADS_1


Nola tidak menjawab.


Halbert mengelus rambutnya. "Kamu bisa menyalahkan nya tapi tidak bisa membencinya. Dia mungkin pesimis dan takut membuat ibumu tidak bahagia. Kamu bisa merasakan bahwa dia mencintai ibumu bukan?"


Gadis itu masih tidak mau menanggapi dan menggigit bibir bawahnya. Pada akhirnya, Nola hanya bisa melihat pemandangan di luar jendela dengan mata abu-abunya.


"Apakah dia membenciku karena buta?" tanyanya pelan.


"Tidak!" Halbert langsung menggelengkan kepala dan sangat yakin. "Dia sama sekali tidak membencimu. Sekarang dia datang, tentu saja siap untuk memberikan identitas nya padamu," jelasnya.


"Tapi aku masih dalam kejaran Organisasi Supernatural Dunia ...."


"Dia juga sama." Halbert memberi tahunya.


"Sama?" Nola terkejut.


"Ya. Dia telah lama diburu organisasi itu karena kemampuannya. Ayah kandungmu bukan orang yang lemah tapi dia tidak mau menyalahgunakan kemampuan nya untuk menyakiti orang."


"Bukankah dia orang yang memanipulasi pikiran?"


Halbert terkekeh. "Ini sama seperti mu, tidak hanya memberikan keberuntungan dan kerugian pada orang lain tapi juga mampu menutup penglihatan orang lain pada suatu objek," jelasnya.


"Bagaimana kamu tahu begitu banyak?" Nola menatapnya. Mungkinkah Solachen tidak menjaga privasinya dengan baik hingga Halbert mampu mengetahui nya?

__ADS_1


__ADS_2