Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Balas Dendam Solachen 3


__ADS_3

Nyonya Neilson mematikan televisi dan bangkit dari tempat duduknya. Entah kenapa, dia pergi keluar melalui pintu belakang. Tubuhnya menjadi lebih tidak nyaman, panas hingga ingin sekali buka pakaian.


Dia tidak menyadari jika pelayan yang ada di sekitarnya sebenarnya pingsan. Tak lama setelah mondar-mandir di teras halangan belakang, Nyonya Neilson menemukan bodyguard muda yang berpatroli.


Tiba-tiba saja Nyonya Neilson menghampirinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pikirannya sendiri. Dia sengaja menyentuh bodyguard muda itu dengan gerakan centil.


"Pria tampan, maukah kamu memuaskanku?" Hanya itu yang ada di pikiran Nyonya Neilson saat ini.


Bodyguard muda itu tertegun dan tubuhnya kaku untuk sementara waktu. Entah apa yang terjadi, dia merasa jika Nyonya Neilson sangat cantik dan membangun hasrat prianya untuk menyentuh istri tuannya sendiri.


"Nyonya, ini tidak cocok. Orang lain akan mengetahuinya," ujar bodyguard muda itu sedikit bingung.


"Ayo, ayo ikut ... Jangan khawatir. Tidak ada yang tahu."


Nyonya Neilson aktif membawanya ke suatu tempat yang remang-remang dan gelap di halaman belakang. Dia tidak menyadari jika Solachen telah mengamati semuanya. Dia mengatur bodyguard muda itu untuk ada di sana dan membingungkan pikirannya.


Solachen tidak malu untuk menonton.


Saat ini, Nyonya Neilson menarik bodyguard muda itu ke salah satu pohon rindang di halaman. Tidak banyak penerangan di sekitar sana. Dia mencium bodyguard muda itu dengan aktif dan bergairah lalu sengaja membuka resleting celananya.


"Nyonya ..."


Bodyguard muda itu benar-benar tegang. Lalu pikirannya berubah lagi dari bingung menjadi berinisiatif. Dia tidak menyadari apa yang baru saja dilakukannya akan membawa pada kehancuran karier sebagai bodyguard.


Keduanya terjerat di belakang batang pohon rindang. Nyonya Neilson m


Yang kepanasan dan pikirannya tidak jernih saat ini, hanya ingin menyelesaikan keinginan tubuhnya. Dia duduk di pangkuan pria itu setelah melakukan pemanasan, lalu adegan ambigu pun dimulai.


Nyonya Neilson menger*ng beberapa kali seraya menahan suaranya agar tidak berteriak. Tubuhnya bergerak naik turun di pangkuan pria itu dan sesekali akan memberikan gerakan menggoda kejant*nan bodyguard itu.

__ADS_1


Keduanya terjerat cukup lama, tidak ada henti-hentinya hingga keringat halus muncul di tubuh masing-masing.


"Nyonya, apakah ini enak?" Suara bodyguard muda itu membuat pikiran Nyonya Neilson semakin mabuk tidak karuan.


Dengan suara agak serak dan lembut, Nyonya Neilson berbisik. "Tentu saja. Kamu adalah yang terbaik."


Keduanya sama sekali tidak sadar jika Solachen yang ada di kegelapan telah diam-diam merekam nya. Dari awal datang ke bawah pohon, membuka celana hingga saling menggerakkan pinggul, semuanya jelas.


Setelah keduanya mendapatkan musim semi dua kali berturut-turut, Nyonya Neilson mengatakan berbagai kata vulgar. Kemudian merapikan pakaiannya sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut.


Adapun bodyguard muda yang telah dimanipulasi pikirannya, kembali ke tempat awal dia berjaga.


Nyonya Neilson masuk rumah seolah-olah tidak terjadi apa-apa walaupun cara jalannya sedikit salah. Kemudian dia kembali ke ruang keluarga untuk menonton televisi. Tapi tanpa diduga, dia langsung tertidur di sofa.


Tuan Neilson sibuk dengan rapat video di ruang belajar. Dia tidak tahu apa yang baru saja terjadi pada Nyonya Neilson dengan salah satu bodyguard-nya.


“Nyonya, tidak baik tidur sofa, kembalilah ke kamar,” kata pelayan itu sopan.


“Jam berapa sekarang?” Nyonya Neilson mematikan televisi dan duduk seraya menjernihkan kepalanya.


“Ini sudah jam sebelas malam.”


“Apakah suamiku masih di ruang belajar?”


“Ya, Nyonya. Tampaknya tuan masih sibuk dengan rapat video,” jawab pelayan itu tahu karena baru saja mengantarkan secangkir kopi ke sana.


Nyonya Neilson tidak tahu apa yang baru saja dilupakannya. Dia akhirnya pergi ke kamar untuk melanjutkan tidur. Tapi baru saja hendak menaiki anak tangga, mereka mendengar suara cangkir yang pecah di ruang kerja.


Nyonya Neilson bingung dan tidak tahu hal apa yang membuat suaminya marah lagi kali ini. Dia tidak berniat untuk pergi ke sana dan malas untuk mengurus masalahnya. Lagi pula, hubungan suami istri mereka sudah memudar sekarang. Hanya menyisakan kebencian saja.

__ADS_1


Baru saja hendak membuka pintu kamar, pintu ruang belajar terbuka keras dan kemarahan Tuan Neilson saat menggerakkan kursi rodanya jelas tidak kecil. Kemarahan ini jelas ditunjukkan untuk Nyonya Neilson yang kebetulan ada tak jauh dari sana.


“Apa lagi yang membuatmu marah kali ini?” Mau tidak mau, Nyonya Neilson hanya bisa bertanya.


Tuan Neilson menatap Nyonya Neilson seperti akan membunuhnya. Tanpa diduga, Tuan Neilson mengeluarkan pistol yang disembunyikan di pangkuannya lalu menembak bahu Nyonya Neilson. Suara jeritan langsung memecahkan ketenangan di rumah itu hingga Clive yang tertidur di kamarnya saja langsung keluar kamar.


“Bu, apa yang terjadi?” Clive melihat keributan di luar setelah mendengar suara tembakan.


Para pelayan terlihat ngeri setelah melihat apa yang terjadi hingga tidak berani untuk berbicara. Mereka khawatir Tuan Neilson akan menembak secara acak. Nyonya Neilson langsung berdarah di bahunya, mengerang kesakitan. Pupil matanya mengecil saat melihat betapa dinginnya tatapan Tuan Neilson saat ini.


Wajahnya pucat tapi masih berani untuk mengajukan pertanyaan. “Apa yang kamu lakukan? Mencoba membunuhku? Apakah kamu gila?!” teriaknya sedikit serak.


“Kamu lah yang gila! Apakah kamu masih menjadi wanita yang baik setelah tidur dengan pria lain? Sepertinya kamu suka sekali bermain dengan banyak pria. Baik, lebih baik kita bercerai untuk menghindari banyak masalah. Jangan sampai kamu membawa aib untuk keluarga Neilson!” Suara Tuan Neilson yang menggelegar langsung membuat Nyonya Neilson dan Clive terkejut.


Baru saat makan malam tadi semuanya baik-baik saja. Lalu sekarang tiba-tiba saja meledakkan kemarahan. Sungguh tidak dapat dimengerti. Nyonya Neilson tidak memedulikan rasa sakit di bahunya saat ini. Dia juga berteriak padanya.


“Apa maksudmu? Kapan aku bermain-main di luar? Bahkan jika aku sudah tidak bersama Lerdy lagi, aku tidak berminat dengan pria lain! Kapan dan kapan aku bermain dengan pria liar?”


“Kamu masih tidak mau mengakuinya!!” Tuan Neilson sama sekali tidak merasa bersalah setelah menembak bahu istrinya.


Clive merasa jika suasananya menjadi lebih menegangkan. Dia tidak tahu apa masalah awalnya. Namun penting untuk menelepon pihak rumah sakit lebih dulu untuk mengobati luka tembak ibunya. Jangan sampai semuanya terlambat.


Setelah menelepon pihak rumah sakit, Clive akhirnya mencoba untuk meluruskan apa yang terjadi. “Ayah, hal apa yang membuatmu marah pada ibu?” tanyanya.


Tuan Neilson mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Clive. “Kamu lihat sendiri apa yang telah ibumu lakukan malam ini!”


Clive melihat sebuah video dengan durasi yang cukup panjang. Dari awal video, Nyonya Neilson terlihat merayu salah satu bodyguard di halaman belakang lalu keduanya melakukan hubungan terlarang di belakang pohon.


Semuanya jelas tanpa adanya manipulasi. Bagaimana mungkin ibunya melakukan sesuatu yang memalukan seperti itu?

__ADS_1


__ADS_2