Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Aku Hamil!


__ADS_3

Halbert dan Nola pulang ke rumah. Gadis itu tidak memakai tongkat putih lagi saat berjalan. Dia terlihat seperti orang biasa pada umumnya yang melangkah tanpa ragu saat memasuki rumah.


Kepala Pelayan serta pelayan lainnya menyambut kepulangan keduanya dengan baik.


"Apakah kamu membutuhkan tongkat lagi?" tanya Halbert seraya memegang tongkat putih yang biasa dipakai Nola.


Gadis itu menggelengkan kepala. "Tidak. Aku memutuskan untuk belajar percaya diri dan tidak menganggap kebutaanku sebagai kelemahan. Aku bisa berjalan tanpa tongkat, lalu kenapa aku harus rendah diri hanya karena menjadi orang buta?"


Nola tersenyum tapi masih mengambil tongkat putihnya. "Jika ibu ku bisa berjalan tanpa bantuan tongkat ini, lalu kenapa aku harus berpura-pura?"


Setelah itu, dia pergi ke lantai dua dengan tenang tanpa menunggu Halbert bicara lagi. Di bawah, Halbert hanya melihat kepergiannya. Entah kenapa ada sesuatu yang kosong di hatinya.


Bukankah dengan begini, gadis itu tidak akan meminta bantuannya lagi?


Tiba-tiba saja Halbert merasa tidak senang.


Tapi saya ini dia kembali disibukkan dengan pekerjaan yang tak ada habisnya. Masalah perusahaan hingga komplotan Geng Kalajengking Hitam, dia harus menyelesaikan mereka semua.


Halbert kembali ke perusahaan lebih dulu untuk mengurus sisanya. Asisten Jae seperti biasanya melaporkan semua yang terjadi akhir-akhir ini.


Perusahaan Mingzhu Group akan dipindahkan ke Negara C bulan depan," lapornya.


"Mingzhu Group pindah? Apa yang terjadi?"


"Keluarga Neilson menggugatnya. Bos mungkin masih ingat jika suntikan dana untuk investasi resort yang sedang kita bangun saat ini berasal dari Clive Neilson. Lalu tuan Neilson mengetahui hal ini dan kemudian sangat marah pada putranya. Jadi ... Tuan Neilson mulai menggugat Mingzhu Group dan melaporkan semua tunggakan pajak yang selama ini disembunyikan oleh keluarga Lin," tutur Asisten Jae seraya menggeser layar tablet nya.


Halbert menaikkan sebelah alisnya. "Tidak semudah itu untuk memindahkan perusahaan. Lalu apa yang dilakukan keluarga Lin saat ini?"


"Tuan Lin dikabarkan akan menceraikan istrinya sebelum pindah ke Negara C. Sementara putrinya saat ini—Lin Yehua, dikabarkan memiliki beberapa sugar daddy untuk menjalin bisnis kerja sama dan menutupi hutang."


Halbert mencibir. "Kemungkinan besar dia akan dendam padaku bukan?"


"Ini ... Mungkin pada nyonya?"


"Apa hubungannya ini dengan istriku?"


"Bos, tidakkah kamu tahu jika kebencian wanita akan ditembakkan pada wanita lagi? Tentunya Lin Yehua ini akan mengincar nyonya. Terlebih lagi ... Nyonya ... dia juga buta ...."

__ADS_1


Asisten Jae tidak bermaksud untuk mengejek Nola. Tapi karena gadis itu buta, Lin Yehua pasti akan menargetkannya.


"Aku tahu. Jangan khawatir, kali ini istriku akan mampu untuk melawannya," kata Halbert memiliki kepercayaan diri semenjak Nola bertekad untuk menghilangkan kepengecutan dalam dirinya.


"...?!" Asisten Jae masih bingung. Apakah ada sesuatu yang dilewatkannya saat berada di rumah sakit?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Negara S


Chelsea yang kini berada di toilet umum sebuah pusat perbelanjaan, terlihat sangat gelisah. Dia membuang testpack dan mulai menghubungi Sean. Tapi pria itu tidak mengangkat teleponnya saat ini.


Mau tidak mau, Chelsea pergi ke tempat di mana biasanya Sean berkumpul. Namun untungnya Sean menelponnya sehingga Chelsea merasa lega.


Keduanya memilih janjian untuk bertemu. Chelsea tidak bisa mengatakan semuanya di telepon. Dia ingin tahu secara langsung bagaimana reaksi Sean saat tahu dirinya hamil.


Sean sudah menunggu di sebuah restoran khas Negara J, memesan salah satu kotak VIP. Saat Chelsea datang dengan perasaan gelisah, Sean mengerutkan kening.


"Ada apa? Kenapa kamu tampak panik saat menelpon ku?" tanyanya.


"Apa?! Hamil??! Bagaimana mungkin—" Sean tampak terkejut dan segera menutup mulutnya. Dia menatap Chelsea yang sepertinya sedang mengamati ekspresinya.


Mau tidak mau, Sean memejamkan matanya sebentar dan memeluk gadis itu. "Maaf, aku terkejut. Ini benar-benar tidak terduga. Bagaimana bisa hamil? Bukankah aku selalu memakai pengaman?"


Chelsea tampak menggelengkan kepala, agak kaku tapi masih panik. "Aku juga tidak tahu. Tapi kita juga pernah melakukannya tanpa pengaman. Aku suka kamu tidak pakai pengaman."


"Sudah berapa bulan?"


"Ini satu bulan."


"Lalu harus bagaimana?" Sean menatapnya.


Kehamilan Chelsea tidak terduga baginya. Dia sama sekali tidak merasa bahagia. Chelsea belum tahu jika Sean mandul selama ini. Jadi bagaimana bisa anak itu hadir di perutnya?


Tentu saja Sean juga tahu bahwa Chelsea sering bersenang-senang dengan banyak pria seperti gadis nymph* di tempat tidur. Dan dia sendiri yang meminta teman-teman pria itu untuk meniduri Chelsea seraya diam-diam merekam video.


Ini jelas bukan anaknya.

__ADS_1


Sean diam-diam mencibir dalam hati tapi masih menunjukkan ekspresi kelembutan di wajahnya.


"Tidakkah kamu ingin bertanggung jawab atau gugurkan saja?"


Chelsea juga tahu bahwa Negara S ini bukan negara yang terlalu ketat tentang aturan hubungan pria dan wanita. Dia dan Sean melakukannya secara sukarela. Tentu saja tidak mungkin meminta pertanggungjawaban seolah-olah dia baru saja diperkosa.


"Chelsea, aku tidak mungkin menikahimu sekarang. Kamu tahu aturan negara ini, kita tidak lebih dari teman ranjang," bisik Sean.


Chelsea tersipu. "Aku tahu. Aku akan menggugurkan kandungan ini," katanya.


Dia juga takut Sean akan tahu kelakuannya dengan pria lain di luar sana saat Sean tidak ada. Pria-pria Negara S sangat kuat. Dia suka bermain dengan pria-pria itu saat berada di tempat tidur. Tidak tahu apakah ini anak Sean atau bukan. Lebih baik gugurkan saja.


"Maaf," kata pria itu seolah-olah menyesal.


"Tidak apa-apa. Aku tahu aturan mainnya. Kalau begitu, maukah kamu mengantarku ke rumah sakit untuk menggugurkannya?"


Sean tersenyum sedikit lebih lebar. "Tentu saja aku tahu rumah sakit yang cocok. Aku akan mengantarmu ke sana."


Tentu saja Sean harus merekam video tentang Chelsea yang menggugurkan kandungan di klinik ilegal.


Chelsea diminta untuk pulang dulu. Keduanya akan pergi ke klinik malam nanti. Ini masih siang hari. Sean memiliki alasan untuk kembali ke tempat kerja. Sebagai pria yang membesarkannya dengan banyak uang, Chelsea tidak akan mengganggunya.


Melihat jika Chelsea pergi dengan mobil mewah yang pernah diberikan olehnya, Sean segera menghubungi Halbert yang jauh di Negara A.


"Bos, wanita itu hamil saat ini. Tidak tahu anak siapa. Aku berencana untuk ..." Sean menceritakan semuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halbert yang mendapatkan panggilan telepon dari Sean saat ini sedang memeriksa sisa pekerjaannya di ruang belajar. Mendengarkan semua yang dikatakan Sean, Halbert menyipitkan mata dan tersenyum dingin.


"Lakukan saja apa yang kamu katakan. Setelah itu, kamu tidak perlu berpura-pura, biarkan satu persatu video itu menyebar," katanya.


"..." Sean tampak lega mendengarnya.


"Karena dia berani mencoba membunuh istriku, maka biarkan dia membunuh dirinya sendiri." Halbert terkekeh dan akhirnya menutup panggilan telepon.


Tanpa diduga, Nola sudah ada di ambang pintu ruang kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2