Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Calon Ayah


__ADS_3

Saat Nola kembali ke kamar sambil membawa secangkir kopi untuk Dokter Keluarga, suasananya agak salah. Dia bingung. Mungkinkah ada yang salah dengan suaminya?


"Apakah ada yang salah dengan Halbert?" tanyanya.


Dokter Keluarga tertawa ringan, meminum kopi setelah mengucapkan terima kasih. "Tidak, tidak ada yang salah. Tuan Muda baik-baik saja. Tuan Muda hanya sedikit dirangsang."


"Dirangsang?"


"..." Halbert awalnya tenggelam dalam kegembiraan. Kemungkinan besar istrinya hamil.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Dokter Keluarga, kegembiraannya sedikit hilang. Harusnya dia tidak membiarkan Nola membuatkan kopi untuknya.


Dokter Keluarga tidak banyak bicara, penuh misteri. Setelah menghabiskan secangkir kopi, Dokter Keluarga pergi.


Nola menghampiri Halbert dan bertanya lebih jauh. "Halbert, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Dokter Keluarga tampak tersenyum aneh?"


"Dia juga manusia. Mungkin butuh ke rumah sakit untuk memeriksa otaknya." Halbert kesal.


"..." Ini tidak lucu.


Halbert memeluk gadis itu dan mencium keningnya. "Ayo pergi ke rumah sakit hari ini."


"Apakah kamu sakit?"


"Tidak, ini tentang kamu."


"Aku tidak sakit!" Nola mengerutkan kening.


"Aku tahu. Ini bukan masalah sakit atau tidak. Mungkin anak kita sudah datang di sini," katanya seraya menyentuh perut datar istrinya.


Nola terkejut. "Anak? Benarkah?"


"Ya. Jadi ayo periksa untuk meyakinkannya. Jika itu alarm palsu, maka tidak apa-apa." Halbert tidak mau gadis itu kecewa sehingga menenangkannya lebih dulu.


Nola mengangguk. Tentu saja dia juga tahu tentang ini. Namun memikirkan akan ada kehidupan lain di perutnya, ia masih cukup khawatir.


Keduanya pergi ke rumah sakit setelah membuat janji dengan dokter kandungan terkait.


Serangkaian pemeriksaan dilakukan. Tak lama kemudian, hasilnya terlihat. Nola memang tengah hamil. Usia kandungannya baru beberapa minggu. Untuk saat ini, kondisinya baik-baik saja.

__ADS_1


Halbert masih tidak percaya jika anak yang dia inginkan akhirnya akan segera lahir nanti. Dia tak bisa mengungkapkan rasa senangnya selain memegang tangan Nola dengan gugup.


Ia akan menjadi seorang ayah. Akan lebih baik jika itu anak perempuan.


Keduanya keluar rumah sakit. Nola melihatnya tampak senang, hanya bisa menggelengkan kepala.


"Dokter berkata aku mengalami morning sickness. Sayang, anak kita pasti perempuan," ujar pria itu.


"Morning sickness? Kenapa kamu tidak memberi tahu tentang ini sebelumnya?"


"Aku hanya berpikir itu jatuh sakit biasa."


Pasangan muda yang belum memiliki pengalaman sama sekali, tentu saja tak akan tahu tentang masalah ini. Masing-masing sudah meninggal dunia. Tak ada tetua yang mengajari atau memberi tahu mereka tentang gejala kehamilan dan tanda lainnya.


Oleh karena itu, mereka hanya bisa datang ke dokter dan menemukan Sekretaris Eli untuk mencari tahu lebih banyak.


Ketika pulang, Kakek Jefford ada di rumah. Halbert memberi tahu kakeknya tentang kehamilan Nola. Kemudian para pelayan yang suka gosip diam-diam tahu tentang ini, bersorak dalam hati mereka.


Dalam waktu dekat, rumah ini akhirnya akan ramai oleh anak-anak.


Karena kehamilan gadis itu, Halbert tidak mengizinkannya melakukan kegiatan berat apapun. Tetap santai dan besarkan anak di rumah.


"Bos, akhirnya kami menjadi calon ayah sekarang." Asisten Jae juga senang meski nada bicara Halbert sedikit pamer padanya.


"Ya. Apa yang harus dilakukan selama kehamilan? Di mana Eli?"


"Dia pergi periksa rutin ke rumah sakit. Dia akan kembali siang nanti. Masalah kehamilan ini, aku kurang tahu. Eli melakukan semuanya. Aku akan memberi tahu dia nanti."


"Ya. Aku akan kembali sebelum sore. Sisanya kamu yang urus."


"..." Asisten Jae menangis di hatinya. Apakah dia akan sibuk lagi ketika bos memanjakan istri di rumah?


Memang pada sore harinya, Halbert pulang lebih awal. Bukan karena dia akan menemani Nola di rumah, melainkan siap-siap pergi ke markas mafianya.


Malam ini, Geng Kalajengking Hitam mulai bergerak. Jika dia tidak turun tangan, musuh mengira dia penakut. Rencana lainnya, dia ingin membuat Geng Kalajengking Hitam sibuk sementara itu. Dengan begitu, dia memiliki waktu luang menemani Nola selama kehamilan.


Masalah keamanan Nola akan diserahkan pada kakeknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Halbert sibuk selama kehamilan Nola. Baik di perusahaan, Organisasi Fortuna atau di kelompok mafia. Namun dia tak pernah terlihat mengeluh sedikit pun. Lelah sudah pasti. Tapi setiap kali pulang dan melihat istrinya, kelelahan itu seperti tersapu.


Kali ini usia kandungan Nola sudah menginjak lima bulan. Perutnya lebih menonjol daripada bulan-bulan sebelumnya. Setiap kali pulang, Halbert selalu suka menyentuh perutnya.


Awalnya, mereka ingin mengatasi keberadaan Leon. Namun tidak tahu kenapa, Leon tampak menyesal saat mengetahui Nola hamil. Pria blasteran itu tidak lagi melakukan sesuatu padanya. Menjadi lebih tulus dan bersahabat.


Yang lebih mengejutkannya lagi, Leon mengaku memang dikirim Organisasi Supernatural Dunia untuk membawa Nola pergi. Hal itu diungkapkan saat Nola pergi ke toko bunganya.


“Kenapa tiba-tiba kamu mengakuinya? Apakah kamu punya rencana baru?” Nola curiga.


Leon menggelengkan kepala. Dia duduk di seberang Nola yang sedang mengelus perutnya.


“Ini tidak ada hubungannya dengan itu semua. Hanya saja aku tidak pernah lupa nasihat ibuku di masa lalu ….”


Apa yang dikatakan Leon memang tidak salah. Ibunya sudah meninggal beberapa tahun lalu tapi dia tidak pernah lupa semua perkataannya. Bagi Leon, ibunya adalah wanita yang luar biasa.


Leon lahir sebagai anak haram. Jika bukan karena ibunya yang tengah hamil tahun itu, ayahnya mungkin tak akan pernah menikahi ibunya sama sekali. Karena kehamilan dan kelahirannya itu lah, ibunya mengira semuanya merupakan berkah.


“Meski kamu mungkin menjadi penjahat di masa depan, jangan pernah menyakiti seorang wanita hamil. Anak dalam kandungan mereka adalah berkah orangtua,” ucap ibunya lembut sebelum mengembuskan napas terakhirnya.


Itulah kenapa Leon dikalahkan oleh perkataan ibunya di masa lalu. Ia juga menjadi terbiasa berpura-pura sebagai pemilik toko bunga dan bicara ramah dengan para pelanggan.


Sudah lima bulan sejak dia tinggal di negara ini, seharusnya Mo Shige sedikit tidak sabar.


"Aku bergerak lambat untuk membawamu ke Organsiasi Supernatural Dunia. Mungkin tuanku akan mengirim yang lain. Berhati-hatilah," ucap Leon memperingatinya.


"Kenapa kamu membantuku?" Nola merasa bingung. Sebenarnya dia tidak tahu apakah Leon itu baik atau buruk.


Pria itu tidak langsung menjawab. Tapi kemudian dia mengatakan yang sesungguhnya.


"Aku gagal melakukan misi sesuai yang ditentukan oleh tuanku. Mungkin cepat atau lambat, aku akan diminta kembali ke organisasi. Paling buruk ... aku akan dihukum mati."


"Hanya karena ini, kamu akan dihukum mati?" Nola terkejut.


"Sebenarnya itu salahku sendiri karena tidak memberikan kabar pada organisasi selama di sini."


Harusnya dia menerima tahu Mo Shige tentang perkembangannya mendekati Nola dan Halbert. Namun Leon tidak melakukannya. Jika Nola tidak hamil, tentu saja tak masalah. Tapi gadis itu hamil sekarang.


Ia tidak ingin Organisasi Supernatural Dunia menyentuh Nola yang tengah hamil.

__ADS_1


Oleh karena itulah paling buruk, dia mungkin akan dianggap sebagai pengkhianat Organisasi Supernatural Dunia. Jika beruntung, mungkin hanya hukum kurungan.


__ADS_2