Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Spend the Night Together


__ADS_3

Sebelum waktu makan malam tiba, Nola dan Halbert kembali. Kakek Jefford jarang ada di rumah semenjak Halbert memanjakan Nola sepanjang waktu. Sehingga pria tua itu lega ketika melihat Halbert merangkul Nola saat ini.


"Kakek!" Nola memanggilnya dengan antusias.


Kakek Jefford tersenyum dan mengangguk. Gadis ini jauh lebih hidup daripada saat pertama kali datang ke rumahnya.


"Ayo makan malam. Kakek sudah lama tidak makan malam bersama kalian," kata pria tua itu.


Ketiganya pergi ke ruang makan dan mulai menikmati makan malam yang cukup mewah. Sangat tenang, tidak ada ketegangan ataupun percakapan yang terlalu serius. Kakek Jefford sesekali akan bertanya kapan keduanya akan memiliki anak. Namun Nola sedikit enggan untuk membahas ini sehingga Halbert mengambil topik lain untuk dibicarakan.


“Kenapa Kakek tiba-tiba meminta kami untuk makan malam bersama? Meski ini bukan hal yang aneh, jarang Kakek memintaku kembali begitu tergesa-gesa,” ujarnya.


“Bukankah para karyawan di perusahaan keracunan hari ini?”


“Ya. Mereka terkena racun kalajengking yang kemungkinan berasal dari makanan di restoran.”


“Apakah kamu sudah mencurigai sesuatu?”


“Ini Geng Kalajengking Hitam.”


Nola akhirnya penasaran. “Kakek, apakah tahu pria yang bernama Sin?” tanyanya.


“Sin?” Kakek Jefford terkejut dan mulai berpikir sebentar, lalu mengangguk. “Kakek tahu. Sin ini adalah salah satu kepercayaan bos geng tersebut. Dia tampak muda tapi sangat terampil. Apakah kalian bertemu dengannya?”


“Kami melihatnya mengunjungi Juliana di rumah sakit, salah satu karyawan di perusahaan Halbert tadi.”


“Juliana adalah mata-mata?”


Kakek Jefford tidak tahu banyak tentang urusan perusahaan setelah diserahkan pada Halbert. Namun jika ada mata-mata yang dimasukan ke sana, dia tak akan tinggal diam. Geng Kalajengking Hitam sudah cukup membuat putra dan menantunya terbunuh, dia tidak ingin lagi kehilangan cucu dan cucu menantunya lagi.


Wajah Kakek Jefford seketika menggelap. Dan ekspresi serius membuat Nola yakin jika hubungan antara Geng Kalajengking Hitam dengan keluarga Jefford tidak sederhana.


Kakek Jefford memandangi wajah cucu laki-lakinya yang tidak enak dilihat lalu menghela napas tidak berdaya.


“Geng Kalajengking Hitam adalah pelaku yang membunuh ayah dan ibu Halbert di masa lalu,” ungkapnya.


Nola terkejut dan merasa tidak nyaman di hatinya. “Lalu … jika mereka pelakunya, kenapa tidak dituntaskan?”

__ADS_1


Sebelum Kakek Jefford bicara, Halbert menjawab lebih dulu. “Itu karena mereka tidak sederhana. Ada seseorang di belakangnya.”


Jika mampu, Halbert sudah membantai anggota Geng Kalajengking Hitam di masa lalu dan menghapus nama geng itu dari dunia bawah tanah. Tapi ada bos besar yang mendukung mereka. Setiap kali Halbert bergerak, mereka mampu bertahan dan bahkan lebih kuat.


Nola sepertinya menyadari jika bos besar ini tahu banyak tentang kemampuan supernatural. Halbert hanyalah manusia biasa yang memiliki aura kepemimpinan yang kuat tapi tidak memiliki kemampuan supernatural. Di mata mereka, kelompok mafia keluarga Jefford bukan lawan sama sekali.


Namun semuanya akan berbeda jika ada hubungannya dengan Nola. Diam-diam, Nola merencanakan sesuatu di hatinya.


“Jangan khawatir, mereka pasti akan hancur di masa depan.”


Halbert meliriknya dan tersenyum. “Ya. ini keberuntungan istriku,” katanya.


Setelah makan malam, Kakek Jefford tidak mengganggu keduanya dan membiarkan mereka kembali ke kamar untuk istirahat. Nola teringat dengan danau yang ada tak jauh di halaman belakang rumah.


"Aku ingin memancing di danau besok," katanya.


"Ya. Kita juga bisa membuat tenda dan bermalam di sana. Pemandangan nya bagus."


Pertama kali Halbert melihat Nola di dekat danau, sepertinya gadis itu sedang mengambil ikan besar dan memeluknya. Dia sangat polos dan ketakutan saat ketahuan bahan dimarahi olehnya. Halbert juga masih ingat jika sepatu Kakek Jefford melayang ke kepalanya.


Kali ini saat gadis itu ingin menangkap ikan di danau halaman belakang rumah, Halbert langsung menyetujuinya.


"Mari mandi bersama," kata pria itu.


"Tidak!" Nola menolak dan buru-buru bangun dari tempat tidur tapi dia lupa jika Halbert telah merindukannya selama beberapa hari.


"Bukankah datang bulanmu sudah selesai?" tanyanya.


"... Ya."


Seketika, Halbert membopongnya ke kamar mandi dan suara pancuran ketiak terdengar bersamaan dengan teriakan Nola yang sedikit merengek.


Satu jam kemudian, pria itu keluar dengan wajah segar dan membawa Nola keluar. Gadis itu memiliki rambut basah. Halbert mengeringkan rambutnya Meski Nola sudah lelah dan mengantuk. Tapi Halbert tidak mengganggunya lagi.


"Hey, tidurlah." Pria itu berbaring di sampingnya. Meski ada banyak ketidaknyamanan malam ini karena terkait dengan Geng Kalajengking Hitam, dia sepenuhnya tenang sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Keesokan paginya, Nola bangun sedikit terlambat dan Halbert sudah tidak ada di tempat tidur. Nola memakai baju tidur yang dipakaikan Halbert semalam dan tubuhnya masih sedikit tidak nyaman. Tirai kamar belum dibuka sama sekali.


Saat melihat jam, sudah hampir pukul delapan pagi. Aroma makanan dari luar tercium hingga ke kamar.


Nola mengerutkan kening. Dia melihat sekitar yang tampak hitam dan putih di matanya. Dia turun dari tempat tidur dan mencuci muka lalu pergi ke lantai bawah.


"Selamat pagi, Nyonya Muda." Kepala Pelayan menyambutnya dengan hangat.


"Pagi, Butler. Apakah Halbert ada di rumah?" tanyanya.


"Tuan muda sedang memasak di dapur."


"Memasak?"


Tumben pria itu memasak?


Nola pergi ke dapur dan merasakan aura Halbert di sana. Saat ini, Halbert sedang membuat tumis sayur-sayuran untuk gadis itu serta memasak menu lainnya yang sederhana tapi enak. Melihat kedatangan gadis itu, dia tersenyum.


"Karena kamu sudah bangun, maka tunggulah sebentar lagi," katanya.


Nola mengangguk. "Lalu di mana Kakek?"


"Dia ada di halaman depan dan sepertinya seseorang datang."


"Ada tamu?"


Jarang ada tamu datang ke rumah dan Nola tidak terbiasa. Halbert tidak menerima tamu yang berkaitan dengan pekerjaannya datang ke rumah dan selalu pergi ke perusahaan untuk mengurusnya. Tapi Kakek Jefford juga memiliki banyak kenalan sebagai mantan bos mafia di masa lalu.


Dia pergi ke ruang depan untuk melihat siapa yang datang dan tampaknya suara seorang pria yang cukup familiar tertangkap di telinganya. Nakal mengerutkan kening. Di mana kira-kiranya dia mendengar suara pria ini?


Saat sedang berpikir, dia sudah mencapai ruang depan dan Kakek Jefford membawa seorang pria berkemeja hitam masuk rumah.


"Nak, kita bertemu lagi," kata Solachen lembut tapi wajahnya sedikit pucat. Di belakang pria itu ada asistennya yang selalu menemani.


Ketika Nola melihatnya, ada sedikit kejutan di matanya. Bukankah pria yang tak sengaja bertemu di Negara S dan mengenali ibunya?


"Kenapa kamu ada di sini?"

__ADS_1


Nola selalu merasa bahwa hari ini akan ada banyak kejutan menantinya. Solachen datang ke Negara A pasti telah menemukan beberapa hal tentang ibunya—Noria?


__ADS_2