Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Anting Salib Perak


__ADS_3

Halbert tidak terkejut saat melihat Nola tapi mungkin dia harus menjelaskan apa yang sedang direncanakannya untuk membuat Chelsea mati. Dia meminta Nola untuk datang padanya.


Saat ini, Nola memikirkan sesuatu saat berjalan ke arah Halbert.


"Apakah Chelsea ada di Negara S?" tanyanya.


"Tidak lagi memanggilnya saudarimu?" Halbert sedikit mengejek. Lalu dia membiarkan Nola untuk duduk di pangkuannya. "Ya, dia di negara itu untuk menghindari pembalasanku. Bagaimana menurut mu?"


Halbert suka menyentuh rambutnya. Tapi akhir-akhir ini rambut gadis itu sedikit rontok. Dia merasa tidak tega melihatnya.


Karena Halbert seorang pria yang tak percaya Tuhan, dia tidak pernah datang ke tempat ibadah lagi semenjak orangtuanya meninggal.


"Bisakah aku pergi ke sana?" tanya gadis itu.


"Untuk apa?"


Halbert mau tidak mau menatapnya. Sepertinya dia sedikit tertarik dengan apa yang akan dilakukan istri kecilnya.


"Aku ... Aku ingin balas dendam sendiri," jawab Nola sedikit keyakinan di wajahnya.


Kali ini Halbert menaikkan sebelah alisnya. Membalas dendam sendiri, tentu saja mungkin tidak semudah kelihatannya. Tapi Nola bukan gadis biasa. Hanya saja Halbert tidak mau gadis itu menggunakan kemampuan supernatural nya lagi untuk melakukan sesuatu.


Sepertinya Nola bisa menebak apa yang diragukan Halbert saat ini. "Aku ingin memukulnya kembali, sama seperti yang dia lakukan padaku," imbuhnya langsung tersenyum datar.


Akhirnya Halbert menyeringai. "Apakah kamu mampu menanggung bau darah?"


"Tidak masalah."

__ADS_1


"Tapi dia hamil sekarang," kata Halbert.


"Hamil?" Nola mendengar sayup-sayup sebelumnya saat Halbert berbicara di telepon. Tapi tidak menyangka jika itu benar.


Halbert menghela napas. "Jangan khawatir, dia akan menggugurkan kandungan itu dalam waktu dekat. Setelah itu, kamu bisa balas dendam."


"Menggugurkan kandungan?" Nola menurunkan bola matanya, sedikit tidak tega. "Anak itu tidak bersalah bukan?"


Halbert tidak langsung menjawab. Dia menyentuh perut rata gadis itu dan memeluknya. "Jika kamu hamil, apakah kamu akan mempertahankannya?"


"Mungkin," gumam gadis itu.


Sebenarnya dia takut untuk hamil dan melahirkan. Jika anak yang lahir sama seperti dirinya, bukankah Halbert akan membenci anak itu juga?


Halbert melihat wajahnya pucat, mau tidak mau menelan kembali apa yang ingin dikatakannya. Lupakan saja. Dia tidak membutuhkan anak saat ini. Anak-anak sangat merepotkan untuk diurus.


"Siapa yang mengirimnya?" tanya Nola pada Halbert.


"Ini dokter yang memeriksamu sebelumnya. Dokter Visco," jawabnya.


"Benda apa yang dia kirim padaku?"


"Aku akan membukanya."


Halbert segera mengambil pisau cutter dari laci meja kerjanya untuk melepaskan plastik yang membungkus paket. Setelah itu, kardus biasa yang tidak terlalu besar dibuka.


Dari awal, paket tersebut tampak ringan meski ukuran kotak agak besar. Ternyata di dalam kotak kardus tebal itu ada kotak kecil lainnya yang dilapisi beludru hitam. Serta ada sebuah catatan berisi goresan tangan Dokter Visco.

__ADS_1


"Ini seperti kotak perhiasan, anting atau cincin," kata Halbert seraya menyerahkannya pada Nola. Lagi pula barang itu ditunjukkan padannya.


Nola menyentuh kotak kecil berlapis beludru hitam yang lembut. Lalu dia membuka kotak tersebut. Dia menyentuh sebuah benda berbentuk salib perak yang terlihat cukup berat dan dingin. Tampaknya barang mahal berkualitas baik.


"Apakah ini anting?" tebaknya.


"Ya. Anting salib perak. Tapi hanya sebelah saja."


Halbert melihat anting yang ditunjukkan Nola, mau tidak mau terkejut. Sepertinya dia pernah melihat seseorang memakai anting yang sama di suatu tempat. Tapi kapan kira-kiranya ... sudah lama sekali. Sepertinya saat dia belajar di Negara S?


"Anting salib perak? Kenapa dokter Visco mengirim ini padaku?"


"Yah ..." Halbert mengambil sepucuk surat yang dikirim dalam satu kotak. Dia membaca isi suratnya.


“Nona Nola, anting salib perak yang saya kirim akan mengantarkan Anda pada satu kebenaran di masa depan. Apapun kebenaran itu, percayalah, itu bukan hal yang buruk. Tolong pakai anting ini mulai sekarang dan kebenaran yang terkubur akan segera terungkap. Saya harap dengan anting ini, Anda tidak akan terus berharap pada keluarga Neilson ....”


Dari teman lama Nona Noria, —Visco


Saat Halbert membaca isi surat, Nola terkejut. Tak terkecuali Halbert. Sepertinya dia menangkap beberapa rahasia yang telah lama disembunyikan oleh Dokter Visco selama ini. Mungkin juga ibunya Nola.


Nola tertegun untuk sementara waktu sebelum akhirnya dia menghela napas. "Noria adalah nama ibuku. Ternyata dokter Visco dan ibuku adalah teman lama di masa lalu. Tak heran aku bisa mencium sisa aura ibuku di tubuhnya waktu di rumah sakit ...."


Ini hanya mengonfirmasi tebakan Nola hanya dengan sumber aura milik ibunya seraya mengandalkan kemampuannya. Ibunya pernah menyelamatkan istri dan anak Dokter Visco. Kemungkinan karena keduanya berteman di masa lalu.


"Tapi kebenaran apa yang tersembunyi dalam anting ini sebenarnya? Kenapa juga harus memakainya?" Nola masih bingung saat ini.


Apakah anting ini akan mengantarkannya pada sebuah rahasia besar tentang ibunya?

__ADS_1


__ADS_2