Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Memanggilnya Ayah


__ADS_3

Nola datang tanpa bersuara. Ia hanya tidak tahu harus memanggilnya apa. Jadi hanya bisa masuk dengan keheningan. Siapa yang tahu saat datang, Mark dan Solachen sedang membahas rencana kepulangannya kembali ke Negara S.


"Nona Muda, apakah ada sesuatu?" tanya Mark sedikit khawatir. Apakah dia datang untuk bertengkar dengan tuannya lagi?


Solachen dalam keadaan tubuh yang tidak baik saat ini. Jika dirangsang kembali, Mark khawatir Solachen akan pingsan.


Nola hanya berjalan perlahan dan menatap Solachen sedikit lebih lama. Tidak tahu emosi apa yang harus dia miliki saat ini. Kenapa Solachen tidak pernah cerita padanya jika ibunya tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Neilson.


Tanpa sadar, tubuh Nola sedikit gemetar hingga membuat Solachen juga khawatir. Putrinya sangat tidak ingin melihatnya, jadi mungkin akan mengusirnya malam ini.


"Aku akan pergi besok, kamu tidak perlu khawatir untuk melihatku lagi—"


"Kenapa?!" Nola menyelanya.


Solachen tertegun, tidak mengerti dengan pertanyaannya. "Apa?"


Nola mengatur napasnya agar lebih stabil. "Kenapa kamu menyembunyikan semua kebenarannya selama ini?"


Solachen masih tidak mengerti. "Kebenaran apa yang kamu maksud?"

__ADS_1


"Memangnya kebenaran apa lagi jika ibuku yang bukan menantu dari keluarga Neilson? Kamulah yang berpura-pura menjadi Corvin Neilson dan menikahi ibuku bukan? Lalu kamu sendiri yang bersama ibuku di malam itu dan berpura-pura bahwa Corvin Neilson yang melakukannya? Kamu merencanakannya begitu lama tapi tidak mengatakannya padaku?" Nola mengatakna segala yang dia ketahui dari mimpinya hingga membuat Solachen lebih pucat.


Kebenaran ini, Solachen tidak berniat untuk memberi tahu Nola sama sekali. Lagi pula, ini rencananya yang paling kejam dan egois. Dia menikahi Noria tapi masih melemparkannya ke keluarga Neilson lalu meninggalkannua begitu saja. Tak ada yang lebih kejam daripada dirinya.


"Nola, kamu ... kamu tahu dari mana tentang ini?" Solachen bertanya dengan ragu.


"Kamu tidak perlu tahu dari mana aku tahu, katakan, apakah semua itu benar?"


Solachen tersenyum pahit. "Ya, itu memang benar."


Bahkan Mark sendiri terkejut dengan pengakuan. "Tuan ... Kamu—" Jadi semua benar! Tidak heran nona muda kembali marah saat ini. Saat menyangkut ibunya, pasti tidak ada percakapan yang baik dengan tuannya.


"Apakah kamu juga menyalahkanku karena ini?" Solachen memberanikan diri bertanya padanya.


"Aku menyalahkanmu karena tidak memberi tahuku tentang ini. Apakah kamu tidak pernah berpikir jika selama ini aku selama mengira sebagia anak haram keluarga Neilson. Ibuku menikah dengan keluarga keluarga Neilson tapi mengandung anak orang lain. Bukankah kamu ingin aku berpikir jika ibumu begitu tak tahu malu?"


Solachen mengubah ekspresi wajahnya. "Aku tidak pernah berniat untuk mencoreng nama Noria—" Dia langsung terbatuk lagi hingga Mark memberinya segelas air.


"Tuan—" Mark ingin mengatakan sesuatunya namun Solachen menghentikannya.

__ADS_1


"Ini memang salahku karena tidak memberitahumu. Kamu memang putriku secara sah dan aku serta ibumu merupakan suami istri yang sah. Kamu bukan anak haram sama sekali. Jangan khawatir tentang ini." Solachen merasa lega setelah berkata demikian. "Maaf, karena aku tidak pernah menjadi ayah yang baik untukmu. Seandainya Noria masih hidup, aku pasti akan membawanya pergi dari keluarga Neilson."


Orang yang sudah meninggal tidak mungkin hidup kembali. Tapi Solachen selalu merasa bahwa Noria ada di sampingnya.


Nola menahan diri untuk tidak menangis saat ini. Ia juga merindukan ibunya. Tapi apa yang harus dia lakukan? Membunuh Solachen juga tidak akan membuat ibunya bangkit kembali. Dengan bibir gemetar, Nola mencoba untuk mengucapkan satu patah kata.


"Ayah ...," panggilnya pelan. Wajahnya sedikit memerah.


Mark hampir saja menjatuhkan gelas yang masih berusia air setengahnya. Sementara Solachen sendiri merasa mengalami masalah pendengaran. Ia menatap Nola dan ingin memastikan jika pendengarannya.


"Kamu— apa yang kamu panggil?" tanyanya ragu.


"Ayah! Aku memanggilmu ayah!" Nola setengah berteriak dan dia sudah mulai menerima Solachen sebagai ayahnya.


Ia ingat apa nasihat Nyonya Pearly sebelumnya. Apapun yang terjadi di masa lalu, ia tak bisa terus terjerat di dalamnya. Tidak ada dendam yang harus dibalas. Bagaimana pun juga, Solachen tidak salah.


Solachen masih menikahi Noria dan menjadikan wanita itu sebagai miliknya. Sejak awal, Tuan Neilson tidak pernah menyentuh Noria sama sekali. Tuan Neilson telah dimanipulasi oleh Noria. Wanita itu diberikan sedikit pengetahuan tentang cara memanipulasi pikiran orang lain oleh Solachen.


Hanya saja Nola masih tidak mengerti kenapa ibunya tidak pernah menceritakan semua kebenaran ini. Mungkinkah ibunya berpikir bahwa dirinya tidak akan pernah bertemu dengan Solachen dalam hidup ini?

__ADS_1


__ADS_2