
Pada hari berikutnya, Solachen datang ke toko bunga milik Leon. Dia datang dengan pakaian santai. Wajah tampannya yang awet muda membuat para wanita tanpa henti meliriknya.
Ini keindahan yang jarang terlihat. Rasanya seperti melihat pangeran abad pertengahan keluar dari lukisan.
Leon melihat Solachen masuk toko bunga. Perasaannya sedikit tidak nyaman ketika sedangan mental tiba-tiba saja mengantar kepalanya.
Leon menyentuh kepalanya yang berdenyut sakit. Tamu tak diundang itu hanya menyerang tanpa berniat mengendalikan pikirannya.
"Siapa kamu?" tanyanya tajam.
Solachen menatap Leon dari atas hingga bawah. Lumayan. Tidak heran Halbert selalu tidak senang melihat pria muda ini. Tampaknya memiliki aroma yang sama dengannya.
"Namaku Solachen Heiyu. Harusnya kamu tahu, bukan, Leon?" jawab Solachen datar. Dia duduk di kursi yang disediakan untuk para pelanggan.
Leon terkejut. Solachen Heiyu? Tampaknya nama ini tidak asing. Mo Shige sering menyebutnya.
"Apakah kamu orang yang diinginkan tuanku selama ini? Kudengar kamu sulit ditangkap." Leon masih sedikit pusing tapi tidak marah. Orang di depannya lebih kuat darinya perihal serangan mental.
Solachen terkekeh. "Hanya kemampuan tuanmu saja yang lemah. Kali ini dia sibuk mengurus bisnisnya sendiri, jadi aku tidak akan repot bersembunyi."
Leon menyipitkan mata lagi. "Kamu yang membuat kekacauan di organisasi?"
"Oh? Apakah kalian berkomunikasi dengan baik?"
"Tidak juga. Mereka memintaku untuk kembali dan orang baru akan dikirim untuk menyelesaikan misi."
"Kamu sangat jujur."
Leon menghela napas tidak berdaya. Dia pergi mengambil secangkir teh untuk Solachen lalu duduk di seberangnya.
"Omong-omong, apa hubunganmu dengan Nola adalah ayah dan putri?" tebak Leon.
Solachen mengangguk. "Dia adalah putri kandungku. Aku memiliki banyak utang padanya dan ibunya. Jika aku tidak menjadi pengecut di masa lalu, mungkin kami hidup bahagia."
Leon terkejut. Tidak heran dia merasa Solachen memiliki poin kemiripan dengan Nola. Tidak terlalu jelas tapi dia tahu itu.
Solachen tidak pelit untuk menceritakan apa yang menimpa Nola sejak kecil hingga dewasa saat berada di keluarga Neilson. Jika bukan karena keluarga Jefford dan Halbert, mungkin hidupnya masih akan menderita di sana.
Jika Nola tidak datang ke negara S, mungkin keduanya tak akan pernah dipertemukan. Solachen selalu bersyukur. Dia memiliki harapan kuat untuk hidup lebih lama.
__ADS_1
Leon mendengarkan dengan penuh perhatian. Cerita kehidupan Nola lebih miris darinya. Gadis itu tidak terlihat seperti orang yang pernah menderita. Di mana pun, gadis itu selalu penuh senyum.
Keputusannya untuk tidak menyerang Nola mungkin benar.
"Lalu, kenapa kamu datang ke sini? Harusnya bukan untuk curhat?" Leon langsung ke intinya.
"Apakah kamu memiliki keinginan untuk keluar dari Organisasi Supernatural Dunia?" tanya Solachen.
"Kamu menanyakan hal yang sama seperti gadis itu. Apa tujuanmu sebenarnya?" Leon waspada.
"Tidak ada maksud lain, jika kamu mau, aku bisa membantumu. Ini mudah bagiku. Tapi di sisi lain, ada syarat nya juga."
"Bukankah ini sama saja dengan menggali lubang tutup lubang?" Sudut mulut Leon berkedut.
Solachen tertawa ringan. "Ya, memang. Tapi aku jamin kamu tidak akan menyesal jika mengambil keputusan yang tepat."
"Apa syaratnya?" Leon sedikit tertarik di awal.
Jika persyaratan yang diajukan tidak sesuai dengan keinginannya, lebih baik tidak perlu membelot Organisasi Supernatural Dunia. Toh, sama saja.
"Bergabunglah dengan Organisasi Fortuna."
Organisasi Fortuna, Leon tahu tentang organisasi itu. Bukankah ini organisasi baru yang mengancam keberadaan Organisasi Supernatural Dunia?
"Apakah kamu anggota di sana?" tanyanya.
"Bukan hanya anggota, tapi aku juga kepercayaan di sana. Putriku dan Halbert adalah pemimpinnya."
Informasi ini agak besar bagi Leon hingga terdiam untuk waktu yang cukup lama. Kemudian dia terkejut. Ternyata begitu. Tidak heran organisasi baru itu mampu menyaingi Organisasi Supernatural Dunia. Solachen mengurus semuanya.
Leon terkekeh. Dia menghela napas panjang. "Akan kupikirkan. Jika aku bisa selamat dari kematian saat kembali ke Organisasi Supernatural Dunia, aku pasti akan bergabung. Tampaknya Organisasi Fortuna lebih bersih ketimbang di sana."
Solachen menaikkan sebelah alisnya. Pria ini tidak buruk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu bulan kemudian, Leon memang dijemput oleh urusan yang diam-diam menyelinap secara susah payah. Organisasi Supernatural Dunia masih dalam penjagaan ketat luar biasa. Mereka harus menggunakan teknik penyamaran yang tepat agar bisa keluar dengan aman.
Leon sudah menutup toko bunga untuk sementara waktu. Melihat utusan yang datang, dia tersenyum ramah.
__ADS_1
"Maaf, aku gagal memenuhi keinginan tuanku."
Utusan bertopeng kulit manusia itu sama sekali tidak menyambut keramahannya. "Kamu emang tidak berguna! Tuan sudah menentukan hukumna untukmu. Jadi ingatlah untuk berdoa kepada Tuhan!"
Leon tidak mengatakan apa-apa lagi, tapi cahaya kegelapan di matanya sedikit berfluktuasi. Apa yang dia perkirakan memang tidak salah.
Utusan datang ke sini tanpa mengirim orang baru untuk menggantinya. Itu artinya, Mo Shige meminta utusan untuk mengurus Leon di perjalanan.
Seperti yang dikatakan Solachen sebulan lalu, Mo Shige dijaga ketat. Jangankan mengirim orang baru, membawa orang masuk saja tidak bisa.
Jadi bagaimana utusan akan membawanya kembali dengan selamat?
"Kita akan pergi lewat jalur laut. Sudahkah kamu berkemas?" tanya utusan itu.
Leon mengangguk.
"Ayo pergi."
Mo Shige mengirim dua utusan untuk menjemputnya. Mereka pergi menggunakan kapal pesiar yang disewa khusus oleh mereka. Operasi ini seperti layanan super bagi Leon.
Di perjalanan, semuanya baik-baik saja. Tapi tiba-tiba saja Leon merasa tubuhnya tidak nyaman setelah meminum segelas anggur yang disediakan oleh pelayan kapal pesiar.
Salah satu utusan segera bertindak. Dia membuat Leon pingsan. Melihat pria itu tak sadarkan diri, dua utusan itu merasa tugasnya akan selesai.
"Hanya begini saja? Tidakkah kamu ingin membunuhnya sebelum membuang dia ke laut?"
"Tidak perlu. Di tengah laut hanya ada ikan hiu yang lapar. Lempar saja dan pastikan dia mati."
Keduanya melemparkan Leon ke laut tanpa pikir panjang, memastikan jika mayatnya tenggelam. Belum lagi, keduanya juga menggunakan obat khusus untuk menarik perhatian hiu. Ada luka di tubuh Leon yang sengaja ditinggalkan agar menarik hiu itu.
Setelah menunggu beberapa saat, lampu jiwa milik Leon yang mereka bawa telah hancur. Yakin akan kematian Leon, kapal pesiar yang mereka naiki terus belajar menuju tempat berikutnya.
Di lantai, Solachen berdiri diam. Air laut membasahi kakinya dan sesekali embusan angin menerpa tubuhnya.
Dengan kedua tangan di saku celana, dia menatap lautan luas. Tak lama, seseorang berenang menuju pantai. Solachen tidak panik atau berniat menolong, dia juga sedang menunggunya.
Pada akhirnya, sosok yang berenang itu sampai di pantai dengan selamat. Tapi napasnya terengah-engah, jelas lelah setelah berenang dari tengah laut menuju bibir pantai
Siapa lagi juga bukan Leon. Pria itu sedikit pucat dan langsung terkapar di samping Solachen.
__ADS_1
Solachen menatapnya dan tersenyum datar. Tahu hasilnya akan seperti ini. "Selamat bergabung di Organisasi Fortuna."