
Jaley Scott mengetahui kondisi keluarga Whitemir di masa lalu. Mereka tidak marah atau dibuat marah. Sekali kehilangan pikiran atau terlalu marah, kondisinya akan berubah. Bukan hanya kejam tapi juga tidak mengingat apa yang terjadi.
Seperti halnya sekarang. Nola yang kehilangan kendali menarik sulur hijau yang mendekatinya dengan tangan kosong. Sulur itu langsung putus dan mati.
Seberapa tebal sulur hijau tersebut hingga bisa dipatahkan tanpa kesulitan?
Kali ini bunga karnivora merasa jika Nola lebih sulit dikendalikan dibandingkan sisanya. Jadi perhatiannya juga tertuju padanya.
"Kalian kumpulan bunga jelek yang lemah berani melukai kucingku!!"
Nola tidak ragu untuk maju ke salah satu bunga karnivora yang ada, lalu pukul beberapa kali hingga batangnya berlubang. Dia juga menginjak kelopak bunga, robek tanpa ampun lalu rontokan daunnya.
Semua itu dilakukan begitu cepat tanpa keraguan, membuat yang lain merasa merinding.
Apa yang dilakukan Nola sudah seperti algojo yang mengeksekusi penjahat. Biasanya dia tidak terlihat kuat namun saat ini, tangan kecilnya bisa menarik kelopak bunga dan merobeknya dengan santai.
“Bunga-bunga jelek seperti kalian lebih baik mati saja, ini tidak enak dipandang!” Nola teriak dan masih melakukan semuanya dengan santai.
Dua bunga karnivora supernatural sudah dibantai habis oleh gadis itu hingga tidak berbentuk. Kelopak bunga yang terkoyak bertebaran di mana-mana, daunnya layu dan sobek bahkan batangnya juga banyak yang patah dan rusak.
Sulur hijau yang terhubung dengan dua bunga karnivora itu juga ikut layu dan akhirnya mati.
Meski kekuatan Nola juga ditekan saat memasuki pulau, pada dasarnya dia memang kuat. Terlihat lemah di luar padahal kejam saat kehilangan kendali.
__ADS_1
Sudah berapa lama Halbert tidak melihat gadis itu kehilangan kendali?
Untungnya kali ini tidak terlalu serius. Gadis itu hanya marah karena kucingnya terluka. Gara-gara kucing itu, istrinya menjadi tak terkendali.
Halbert diam-diam menyalahkan Orange dalam hatinya. Tapi tidak berani berucap. Jika tidak, Nola mungkin akan memukulinya hingga tak dikenali.
Saat ini, Nola seperti pembunuh yang kehilangan akal sehat, menghancurkan bunga karnivora satu persatu hingga bunga-bunga yang tersisa secara alami memilih untuk melarikan diri.
Namun, apakah Nola membiarkan itu terjadi? Tentu saja tidak!
Dia harus membalaskan dendamnya atas Orange yang terluka. Sulur hijau yang berduri dan beracun itu sama sekali tidak dia hiraukan. Bahkan tubuhnya yang juga keracunan sebelumnya, sudah pulih sejak awal.
Nola menginjak-injak bunga karnivora supernatural yang berhasil ditangkap. Sebagian bunga karnivora supernatural sudah menghilang ke dalam tanah secepat mungkin agar tidak menjadi korban.
Bunga karnivora supernatural tidak bisa bicara namun masih bisa memahami mereka. Karena itu, setelah mereka pergi, sulur-sulur hijau yang melilit semua orang pun terlepas. Mereka semua telah terkena racun hingga tubuh menjadi kehilangan tenaga dan indera perasa.
Halbert sedikit lebih baik. Setidaknya dia menyentuh liontin kalung yang selalu dipakainya. Jika dia tidak menyentuhnya, mungkin lupa jika ini merupakan kalung yang bisa menjadi sangat panas jika Nola dalam bahaya.
Ia menyentuh kalung bukan karena merasakan Nola dalam bahaya. Tapi untuk menenangkan diri sendiri. Sekarang dia harus membujuk Nola untuk tenang.
Nola sebelumnya sibuk menginjak bunga karnivora supernatural yang tak bernyawa lagi, kini merasa sedikit kelelahan. Menghancurkan bunga-bunga itu ternyata membutuhkan banyak energi.
“Sayang,” panggil Halbert tak jauh darinya.
__ADS_1
Nola berbalik. Iris matanya masih hitam. Melihat jika sekelompok manusia di sana tidak benar, dia menghampiri Orange lebih dulu, menyembuhkan lukanya dengan aura keberuntungan.
Setelah kondisi Orange baik-baik saja, dia sedikit lega. Lalu pandangannya beralih ke Halbert serta yang lainnya. Kondisi mereka semua keracunan. Nola yang masih dalam keadaan sedikit bingung tanpa sadar membagikan aura keberuntungannya pada mereka.
Tidak apa-apa untuk menghapus racun dari tubuh mereka sendiri. Tapi sebagai gantinya, dia jatuh sakit dan pingsan.
“Nolaa!!” Halbert segera menghampirinya secepat mungkin.
Gadis itu pingsan di samping kucing jingga itu. wajahnya pucat dan tubuhnya kedinginan. Orange melihat tuannya jatuh pingsan, mau tidak mau khawatir hingga berputar di tempat sebagai dua kali.
Halbert terlihat murung saat ini dan memeluk Nola yang kedinginan. “Gadis bodoh!” gumamnya.
Setelah Nola jatuh pingsan, Elvada serta yang lain merasa tubuh mereka menjadi lebih ringan dan sesak dada itu hilang. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, jelas jika racun di tubuh sudah menghilang.
Ini ajaib!
Tapi hanya Halbert, Elvada dan Jaley Scott saja yang tahu alasan sebenarnya. Melihat Nola yang pingsan dengan kondisi kesehatan cukup serius, mau tidak mau tegang.
“Tidak ada dokter di antara kita. Apa yang harus kita lakukan?” tanya Takahiro Ren seraya menyentuh perutnya yang terluka sebelumnya.
Luka yang disebabkan oleh duri sulur hijau tadi ternyata sudah hilang. Gejala keracunan yang menyerangnya juga hilang. Bagaimana ini bisa terjadi?
Suyue dan kedua pamannya bahkan sedikit malu. Tampaknya mereka juga bingung. Bukankah mereka keracunan? Kenapa sekarang gejala racun itu menghilang begitu saja?
__ADS_1