Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Karma Cause and Effect


__ADS_3

Mark sangat kasihan dengan nasib tuannya yang dibenci oleh Nola. Solachen telah melemah selama bertahun-tahun lamanya. Memang tidak pernah membicarakan tentang masalah asmara atau pernikahan. Atau bahkan berbicara tentang anak.


Tiba-tiba saja mengetahui jika Solachen punya anak, Mark jelas terkejut. Anak itu masih tinggal di Negara A yang luas dan bebas, tapi masa kecilnya tidak pernah bahagia.


Kemunculan Solachen sebagai ayah kandung tentu mengejutkan Nola. Ini lebih dari sekadar mengejutkan, tapi bertanya-tanya.


Solachen tidak datang untuk melindungi ibu dan putrinya. Benar-benar gagal menjadi seorang ayah. Solachen tidak percaya diri pada kemampuannya sendiri. Khawatir membuat wanita yang dicintainya menderita, bahkan rela memutuskan hubungan.


Siapa yang tahu setelah menikah, tuannya membuka kamar dengan Noria dan hamil. Noria melahirkan anak perempuan yang tak lain adalah Nola.


Agar Tuan Neilson tidak curiga, tes paternitas palsu dilakukan. Tuan Neilson dicuci otaknya oleh Solachen untuk memastikan jika Nola adalah anak keluarga Neilson. Semua peraturan nya rapi, tidak ada celah kecurigaan sama sekali.


"Hal yang kusesali selama hidup ini adalah meninggalkan wanita yang kucintai beserta putri kecilku. Seandainya aku tak membiarkan Noria memutuskan hubungan, kami mungkin bisa hidup bahagia sekarang bukan?" Solachen batuk lagi. Tenggorokannya sedikit sakit.


"Tuan ..." Mark tidak tahu harus berkata apa.


Solachen tersenyum. "Jangan mengasihani ku. Jika Nola membenciku, maka tidak masalah. Aku memang berutang banyak hal padanya."


Tidak ada kasih sayang seorang ayah sejak kecil. Tuan Neilson memperlakukan Nola seperti objek untuk memberikan keberuntungan. Sekarang setelah Chelsea diketahui bukan anak kandungnya, Tuan Neilson berharap pada Nola.


Sayangnya jika pria itu tahu bahwa Nola juga bukan putri kandungnya, pasti sangat luar biasa. Solachen tidak sabar untuk memberitahu Tuan Neilson tentang ini, tapi tidak sekarang.


......................


Saat ini, Nola kembali ke kamarnya dengan hati campur aduk. Dia jelas kesal dengan apa yang dilakukan Solachen. Dia juga merasa senang karena keluarga Neilson mulai bangkrut perlahan.


Halbert baru saja kembali dari ruang belajar. Dia sibuk sebelumnya. Banyak hal yang harus diurus setelah pekerjaannya ditunda lagi dan lagi. Melihat jika Nola linglung di tempat tidur, dia mengerutkan kening.


"Apa yang mengganggu pikiranmu?" tanyanya.


"Tidak ada." Nola menggelengkan kepala. Dia menghela napas dan memilih untuk rebahan. Pikirannya terganggu saat ini, jangan bicara apapun dengannya.

__ADS_1


Halbert sepertinya menyadari jika suasana hati gadis itu tidak baik. Dia meletakkan laptopnya di meja dan mulai duduk di tepi ranjang untuk membujuknya.


"Apakah kamu ingin makan sesuatu?"


"Tidak."


"Mari makan hot pot malam nanti."


Nola mau tidak mau menoleh dan menatapnya. "Apakah kamu tidak sibuk?"


"Sibuk, tentu saja. Tapi lebih sibuk untuk menyenangkan istri sendiri." Halbert mengelus kepalanya. "Apakah kamu diganggu seseorang?"


"Tidak. Ini hanya pembicaraan yang tidak menyenangkan dengan Solachen," jawanya jujur.


Halbert menaikkan sebelah alisnya. Ternyata semua ini karena Solachen?


"Lalu apa yang membuatmu tidak bahagia? Pria itu tidak layak membuat suasana hatimu berubah tidak menyenangkan bukan?" Halbert meremehkannya.


"Oh ..." Halbert sepertinya tahu jika Nola kesal dengan kepedulian Solachen. Dia naik ke tempat tidur dan berbaring di sampingnya.


Halbert tidak berkata banyak. Dia tidak ingin membuat suasana hati gadis itu semakin rendah. Mungkin selama hati terdalam, Nola senang bisa mendapatkan kepedulian seorang ayah pada ibunya sendiri. Tapi di sisi lain, Nola jelas membencinya karena terlambat memberikan cinta keluarga.


Noria jelas sudah meninggal tapi bahkan jika Solachen balas dendam, wanita itu tidak akan hidup kembali. Halbert menghela napas dan mencium dahinya. Sepertinya masih membutuhkan banyak waktu bagi Solachen untuk mendapatkan kepercayaan Nola di masa depan.


"Apakah di dunia ini ada sebab dan akibat? Jika ada, maka keluarga Neilson pasti akan berakhir buruk bukan?" gumam Nola.


"Tentu saja. Tuhan tidak tidur 'kan?" Halbert sedikit bercanda.


"Kamu adalah orang yang tidak percaya dengan Tuhan." Nola mendengkus.


Halbert terkekeh. "Tapi aku percaya padamu."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada malam hatinya, Halbert benar-benar mengajak Nola untuk makan hot pot. Tapi tidak berdua saja, melainkan Mark dan Solachen juga ikut. Nola kembali tidak mood untuk makan. Namun Halbert mengajaknya, tidak ada ruang untuk menolak.


Mereka pergi ke salah satu restoran hot pot yang cukup terkenal. Banyak orang yang datang ke restoran tersebut. Namun kebanyakan dari mereka merupakan warga asing dari Negara C. Lagi pula, orang-orang negara C suka sekali dengan hot pot.


"Tidak akan ada mata-mata Organisasi Supernatural Dunia kan?" bisik Nola.


"Jangan khawatir. Semua penjaga sudah diperiksa. Mereka semua hanyalah warga sipil." Halbert tentu saja sudah bersiap sebelumnya.


Mereka makan hot pot dengan tenang. Walaupun Nola dan Solachen sedikit canggung di meja makan, tapi keduanya masih bicara sopan satu sama lain. Halbert tidak terlalu suka pedas. Sebenarnya dia menyarankan makan hot pot hanya untuk menenangkan pikiran gadis itu.


Ketika marah atau dalam suasana hati yang buruk, wanita selalu memikirkan makan atau menghabiskan uang untuk membeli ini dan itu. Sayangnya Nola tidak suka belanja jadi Halbert mengajaknya makan.


Tanpa diduga, saat menikmati makanan, keributan terjadi di meja lain. Walaupun cukup jauh dari keberadaan mereka, namun suara pertengkaran itu tidak kecil.


Ternyata seorang istri baru saja melabrak suaminya makan bersama dengan wanita lain. Bahkan wanita itu sudah memiliki anak. Ketika dilabrak oleh istrinya, pria yang makan hot pot bersama wanita lain itu sedikit panik.


Dari isi pertengkaran itu akhirnya diketahui jika pria yang berselingkuh memiliki anak haram di luar. Dia mengajak ibu dan anak haramnya makan bersama kemudian diketahui oleh istri sah.


Solachen melihat semuanya dengan tenang lu menggeleng kepala. "Sebab dan akibat berlaku, ini karma di masa depan," jelasnya.


"Tuan, apakah kamu menebak sesuatu?" Mark sedikit bingung.


"Tidak. Tapi aku yakin jika pernikahan keduanya tidak akan berjalan baik, mungkin juga perceraian. Bagaimana pun juga, istri mana yang tahan saat suaminya selingkuh?"


Nola tidak memedulikan tentang hal itu. Dia justru fokus pada punggung tangan pria itu. Sepertinya dia mengenali tanda di punggung tangannya. Mata abu-abu Nola berkedip. Dia menyentuh lengan Halbert.


"Pria itu memiliki tato kalajengking hitam di punggung tangannya. Mungkinkah salah satu anggota Geng Kalajengking Hitam juga?" bisiknya.


Halbert menyipitkan mata. Dia juga melihat apa yang diperhatikan oleh Nola. "Sepertinya begitu. Biarkan anak buahku mencari tahu siapa pria itu. Jika benar salah satu anggota mereka, maka bisa dijadikan umpan," balasnya.

__ADS_1


__ADS_2