Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Saling Berhadapan


__ADS_3

Nola tidak memiliki aktivitas lain selain bermain dengan ponselnya. Dia juga berkirim pesan dengan pamannya yang jauh di negara lain. Tapi dia juga penasaran dengan pria yang mengetahui tentang ibunya.


Akhirnya Nola menelpon Wickson untuk menanyakannya secara langsung.


"Keponakan ku, apakah ada sesuatu yang terjadi?" Wickson terdengar santai saat berkata.


Nola menghela napas dan tidak langsung bertanya. Dia duduk di sofa sambil menyalakan televisi.


"Apakah paman mengenal siapa saja yang dekat dengan ibuku?" tanyanya.


"Hah? Apa maksudnya? Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang ini?" Wickson tampaknya kurang tahu apa yang terjadi.


"Aku baru saja pulang dari Negara S hari ini—"


Wickson segera menyela. "Apakah kamu bepergian ke luar negeri?"


"Ya."


Terdengar Wickson menghela napas tidak berdaya. "Terlalu berbahaya bagimu untuk bepergian. Apakah kamu baik-baik saja selama ini?"


"Tidak apa-apa." Nola ragu untuk menceritakan apa yang terjadi. Akhirnya dia memberitahunya. "Paman, aku baru saja menyatukan sisi gelapmu beberapa hari yang lalu."


Wickson tidak bersuara untuk waktu yang lama. Dan tidak tahu kenapa, Nola sedikit curiga dengan keturunan keluarga misterius ibunya.


"Kamu bilang ... menyatukan jiwa? Nola, apakah kamu serius?" Suara Wickson lebih serius dan sedikit marah.


"Ya, aku melakukannya. Seorang ahli fengsui membantuku," jawabnya.


"Lalu bagaimana tubuhmu sekarang?"


"Baik."


"Syukurlah. Mungkin kamu menjadi orang pertama yang berhasil melakukannya."


Nola terkejut dan bingung. "Apa maksud paman?"


"Tidak apa-apa, jangan terlalu memikirkannya. Sudah beruntung kamu baik-baik saja. Paman akan datang dalam beberapa hari. Paman akan menceritakannya lain waktu. Naga dirimu dengan baik, apakah kamu tahu?"


"Ya."


"Terlebih lagi ... Jangan biarkan pihak ketiga tahu tentang ini. Terutama jika sampai bocor ke Organisasi Supernatural Dunia, semuanya sudah selesai ..." Ada nada khawatir di seberang telepon.

__ADS_1


Nola merasa jika penyatuan jiwa dan hatinya merupakan sesuatu yang sangat serius. "Hanya Halbert dan ahli fengsui yang direkomendasikan paman dan ibu sebelumnya ... tahu tentang ini."


"Jangan khawatir, mereka bisa dipercayai untuk saat ini."


Nola ingin mengatakan sesuatu lagi namun tiba-tiba saja aura di tubuhnya merasakan bahaya sedang mendekat. Tidak ingin membuat pamannya khawatir, dia segera mengakhiri percakapan telepon dengan alasan yang tidak terlalu dipercaya.


Ekspresi santainya segera tergantikan dengan tatapan dingin dan waspada. Dia membuka pintu kamar hotel. Lalu dua pengawal kepercayaan Halbert pingsan. Salah satu dari keduanya memegang telepon dan hendak memanggil Halbert tapi tidak sempat.


Gadis itu mengerutkan kening.


Kedua pengawal itu pingsan dan saat Nola menyentuhnya, aura supernatural sedikit menguat dari tubuh pengawal.


"Ini ... Kemampuan bunga tidur?" gumamnya.


Kemampuan sejenis ini mampu membuat siapapun yang terkena mantranya akan jatuh pingsan seperti orang tidur dan bermimpi panjang. Namun saat bangun nanti, orang yang sebelumnya terpengaruh akan melupakannya dan kebingungan. Lalu tak akan mencurigai apapun lagi.


Nola merasa jika serangan ini ditujukan untuk dirinya. Mungkinkah ....


"Organisasi Supernatural Dunia," gumamnya.


Tidak ada yang lain selain pihak mereka yang akan membuat ulah untuk menangkap dirinya. Na memiliki sentuhan permusuhan di matanya. Dia ingin menghancurkan organisasi ini jika bisa. Tapi kekuatannya tidak cukup.


"Menemukannya!" Suara itu membuat Nola menoleh.


Tapi kali ini setelah menyatu dengan sisi gelapnya, Nola yang pengecut sudah tidak ada lagi. Dia memiliki kecenderungan untuk membunuh mereka saat ini.


"Akhirnya kami menemukanmu. Nola Neilson, menyerahkan dan ikut kami. Jika tidak, jangan salahkan kami untuk membunuhmu." Bos kelompok itu mengancamnya. Dia juga memegang pistol di tangannya dan mengarahkannya pada Nola.


Gadis itu masih berjongkok di antara dua pengawal kepercayaan Halbert yang pingsan, lalu tersenyum dingin. Tidak ada rasa takut sama sekali. Mata abu abu nya membaca situasi dan menangkap semua aura mereka.


Di mata Nola, sekelompok orang itu hanya terlihat bentuk bayangannya saja. Sesekali dia akan mencoba untuk membentuk warna dan beberapa bayangan lainnya. Selain pistol, mereka juga membawa belati dan bahan peledak.


"Ini benar-benar sangat berniat untuk menangkap atau menghancurkan ku. Bahkan bom saja dibawa," ungkap Nola datar.


Mereka waspada. Bagaimana gadis itu tahu?


Bukankah hanya gadis dengan kemampuan untuk memberikan keberuntungan pada orang lain?


Lalu bagaimana bisa melihat apa yang ada di tubuh mereka?


"Bagaimana dia tahu?" bisik salah satu dari mereka ada rekannya yang lain.

__ADS_1


Yang lain menggelengkan kepala. Mereka sendiri bingung. Tapi bagaimana pun juga mereka masih bagus menangkap Nola.


Mereka melihat Nola mengambil pistol yang disembunyikan dua pengawal di balik jas mahalnya. Dia pernah menyentuh pistol saat Halbert mengajarinya untuk menembak. Namun waktu itu dia terlalu takut sehingga tidak pernah menyentuhnya lagi.


Tenyata pistol yang asli dan berkelas lebih berat daripada yang dia bayangkan.


"Ingin membawaku bukan? Kalau begitu, tunjukkan, apakah kalian mampu melakukannya atau tidak." Nola memprovokasi mereka.


Lagi pula kali ini dia tidak akan terkena serangan balik jika menggunakan kemampuannya. Jadi, mari bersenang-senang.


Bos kelompok itu langsung mencibir. "Gadis, nyalimu sangat besar!" Dia menggertakkan gigi dan memberikan perintah. "Tembak dia!"


Segera, suara tembakan beruntun terdengar di lorong hotel yang sunyi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halbert ada di cabang perusahaan saat ini dan meninjau pekerjaan para eksekutif. Dia sangat serius, memasang ekspresi dingin yang tak mungkin berani diajak bicara. Para eksekutif berkeringat dingin. Di hadapan Halbert, semua keberanian langsung hilang.


Hanya terdengar suara lembar dokumen yang dibolak-balik. Bahkan suara detikan jarum jam bisa terdengar jelas. Sesekali Halbert akan menyesap kopinya. Di antara mereka semua, hanya Sekretaris Eli yang santai seolah-olah sedang bersama orang tak dikenal.


Kemudian ponsel Halbert yang ada di atas meja bergetar. Saat bekerja, Halbert akan mengaktifkan mode getar pada ponselnya agar tidak mengganggu pekerjaan.


Mengalihkan pandangan sejenak, nama Wickson tertera di layar. Halbert mengerutkan kening dan meletakkan dokumen sejenak. Dia menerim panggilan telepon tanpa ragu.


"Paman, apakah ada sesuatu?" tanyanya.


Para eksekutif saling melirik. Siapa paman yang dimaksud? Bukankah keluarga Jefford sudah lama tidak memiliki kerabat.


Halbert mengabaikan ekspresi semua orang.


Terdengar suara agak khawatir di seberang telepon. "Apakah Nola bersamamu sekarang?" tanyanya.


"Tidak. Dia ada di hotel saat ini—"


"Kembalilah segera." Wickson menyela tanpa memedulikan apa yang dilakukan Halbert saat ini.


"Ada apa?" Halbert merasa ada sesuatu terjadi saat ini?


"Gadis itu tiba-tiba saja menutup pangkal telepon setelah berbicara cukup lama dengan ku. Tapi alasannya terdengar kurang meyakinkan dan tampak terburu-buru. Kembalilah ke hotel dan periksa apa yang terjadi." Suara Wickson sedikit kesal. "Aku tidak bisa menghubunginya kembali."


Kali ini Halbert segera meyakinkannya. "Jangan khawatir, Paman. Aku akan segera kembali dan memastikan Nola baik-baik saja."

__ADS_1


Setelah Wickson yakin, dia menutup panggilan.


__ADS_2