
Jika Mikeson dan Butler Flir tahu bahwa semua itu karena Halbert dan Nola, mungkin akan muntah darah karena amarah bukan. Sayangnya mereka meremehkan pasangan itu. Terutama meremehkan Nola yang jelas bahaya tersembunyi.
"Siapapun itu, jangan pikirkan dulu. Lebih baik fokus pada misi utama. Cepat atau lambat, orang yang membantu keluarga Jefford pasti akan muncul bukan? Kenapa begitu terburu-buru?" Butler Flir tidak mau repot memikirkan ini.
Ia masih sakit kepala saat memikirkan rumah lamanya terbakar. Belum lagi beberapa dokumen di ruang kerjanya hilang. Sungguh nasib sial! Jika sebelumnya ia tidak cuti untuk alasan istirahat, hal ini tidak akan terjadi. Pihak lain yang misterius itu juga tidak akan bertindak membakar rumahnya.
Setalah Butler Flir membuat rencananya sendiri, Mikeson tidak tinggal lebih lama lagi. Dia segera pergi agar tidak dicurigai. Namun gerak-gerik mereka sudah dilantai oleh anak buah Halbert sejak awal.
Hanya saja kali ini, Halbert hanya meminta anak buahnya untuk mengamati mereka dan memberikan sedikit pelajaran pada anak baju Mikeson.
Sementara Butler Flir sendiri sedang membuat beberapa tebakan kasar di hatinya. Dia ingin tahu siapa orang yang mencuri beberapa dokumen penting dengan rapi. Bahkan anak buahnya saja tak mampu untuk menahannya.
Butler Flir hanya bisa menyesap rokoknya dan bertanya pada diri sendiri.
"Apakah aku melewatkan sesuatu yang penting sebelumnya?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di keluarga Neilson yang sudah lama tidak terlihat, suasana setiap harinya tidak ada satupun yang benar. Nyonya Neilson larut dalam kesedihannya karena selingkuhannya di masa lalu yaitu Lerdy hidup baik dengan menggunakan uangnya. Tapi dirinya sendiri menderita. Melihat sesekali Lerdy dan wanita lain bermesraan, mata Nyonya Neilson seperti akan menyemprotkan racun.
Oleh karena itu, setiap kali Lerdy dsn wanita lain terlihat, Nyonya Neilson hampir mati karena kemarahannya sendiri. Ia jarang lagi peduli dengan putrinya yang cacat setelah kecelakaan mobil sebelumnya. Belum lagi Tuan Neilson lumpuh.
Omong-omong tentang Tuan Neilson, situasinya jelas tidak terlalu baik. Perusahaan keluarga Neilson akan turun dan bangkrut dalam satu malam saja.
Di dalam ruang belajar, Tuan Neilson memiliki penampilan kuyu dan kelelahan. Wajahnya juga agak pucat. Ia masih tidak percaya jika Nola bukanlah putri kandungnya sendiri. Ia awalnya berpikir jika istrinya dulu berselingkuh. Tapi faktanya keduanya tidak menikah sama sekali.
Sama sekali tidak menikah. Bahagia mungkin? Sampai saat ini, Tuan Neilson akan bergumam pada dirinya sendiri. Dia bertanya kenapa Nola bukan putrinya dan kenapa Noria berpura-pura menikah dengannya.
Butler yang dipanggil oleh Tuan Neilson sedikit terkejut pada awalnya. Semua anggota keluarga rumah ini mulai aneh satu persatu. Kecuali tuan mudanya yang jarang pulang karena suatu alasan.
Butler tahu Tuan Neilson mencari Nyonya Neilson. Ia tidak berbohong dan mengatakan yang sesungguhnya. Hal ini membuat Tuan Neilson semakin marah. Jika bukan karena kakinya yang lumpuh, ia sudah mencari wanita itu dan mengajarnya di tempat.
"Pergi untuk pria selingkuhan nya itu lagi?!" geramnya.
Kedua tangannya mengepal di punggung kursi. Butler tidak bersuara lagi karena khawatir tuannya semakin menggila. Namun Tuan Neilson telah berkecimpung di dunia bisnis sehingga ia harus bersabar ketika menghadapi sesuatu.
__ADS_1
Tuan Neilson segera menelepon anak buahnya untuk mencari istrinya. Jika mereka menemukannya, bawa paksa, terlepas dari hidup dan mati. Kali ini Nyonya Neilson telah membuat kesabaran Tuan Neilson habis.
Butler mendorong kursi rodanya menuju ruang utama dan menunggu anak buahnya datang membawa wanita itu. Setengah jam kemudian, Nyonya Neilson berhasil dibawa pulang secara paksa. Ia diperlakukan kasar oleh anak buah suaminya.
"Kenapa kamu membiarkan mereka memperlakukan ku dengan kasar?! Aku ini adalah istrimu!" Nyonya Neilson tidak secantik sebelumnya. Ia penuh dengan wajah lelah dan kuyu di mana-mana. Tidak berbeda jauh dengan Tuan Neilson saat ini.
Namun seorang wanita akan terlihat jauh lebih jelek ketika ini terjadi. Tuan Neilson bahkan mengerutkan keningnya dengan jijik. Dulu Nyonya Neilson sangat cantik dan terawat. Ia seperti nona muda yang tidak memiliki banyak beban.
Siapa tahu ketika semua perawatan tubuhnya hilang, penampilannya terlihat jauh lebih tua.
"Kamu masih tahu bahwa statusmu masih istriku! Jadi kenapa masih pergi untuk menemukan selingkuhan mu lagi? Apakah kamu masih tidak tahu malu?" teriak Tuan Neilson.
"Siapa yang pergi untuk menemukan selingkuhanku? Aku hanya ingin membalas dendam pada mereka karena berani mengkhianatiku!" Nyonya Neilson yang sedang berada dalam suasana hati yang buruk justru bertambah marah.
Tapi Nyonya Neilson lupa jika orang yang sedang dia hadapi adalah suaminya sendiri. Segera ia mendapatkan tamparan di wajahnya hingga meninggal bekas.
"Pelac*r!!" geram Tuan Neilson.
__ADS_1