
Nyonya Nue tertawa saat mendengar kabar baru ini. Dia benar-benar tidak menduga jika putra wanita tua itu akan bergabung dengan sekte iblis. Dan sepertinya waktu kematian pria itu akan segera tiba.
Klan penyihir sangat licik. Dulu mereka mengambil nyawa putranya, kali ini pasti giliran Matsuyama Kei. Seberapa kuatnya keluarga Kei, tidak akan mampu melawan klan penyihir.
"Jika wanita tua itu dan putranya mendapatkan pembalasan yang setimpal, aku akan melepaskan semua kebencian ini dan berdo’a untuk putraku yang telah meninggal."
Dia tidak memiliki keluhan apapun sebelumnya. Ia berpikir setelah keluar sekte dan membiarkan putranya sembuh semuanya akan berakhir dan kembali ke jalan yang benar.
Namun selalu ada cabang baru yang dibuat musuh untuk membuatnya tersesat. Nyonya Nue sangat menyesal. Dia bukan hanya kehilangan putranya tapi juga suaminya sendiri.
Oleh karena itu, selama beberapa tahun terakhir, Nyonya Nue tidak lagi berurusan dengan hal-hal mistis. Dia memilih untuk menyembah Buddha dan pergi ke kuil untuk pertobatan. Setiap hari tidak pernah absen.
Nola merasa kasihan pad Nyonya Nue dan berharap bahwa kehidupannya akan lebih mudah lagi di masa depan. Entah kenapa, ketika gadis itu memberinya harapan, tubuh Nyonya Nue merasa lebih mudah bernapas dan nyaman. Setelah mengucapkan selamat tinggal, Nyonya Nue akhirnya pergi.
Nola memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Melihat apa yang terjadi malam itu, Nola bisa menebak jika ada kemungkinan Matsuyama Kei akan menjadi tumbal berikutnya. Namun kali ini prosesnya berbeda. jika putra Nyonya Nue langsung jatuh sakit karena keterikatannya pada perjanjian iblis, maka Matsuyama Kei berbeda. Pria itu langsung mengantarkan dirinya sendiri ke pintu.
Bahkan Nola bisa menebak jika wanita tua Kei belum tahu jika putranya akan menjadi tumbal atas apa yang dimintanya dari iblis. Belum lagi ruang pemujaan di ruang bawah tanahnya telah hancur dan dua iblis penjaga telah dikirim kembali ke alamnya oleh Nola, maka pasti ada harga yang harus dibayar.
__ADS_1
“Menurut penjelasan nyonya Nue, harusnya Matsuyama Kei akan jatuh sakit tak lama lagi bukan?” tebaknya.
“Ya, aku akan meminta seseorang untuk memantaunya. Apa yang akan kamu lakukan dengan klan penyihir?”
“Klan ini tidak boleh ada dan merupakan musuh alami orang supernatural. Tentu saja harus dihilangkan. Namun pasti klan penyihir di negara ini tidak kecil,” jelasnya.
“Jika Organisasi Supernatural Dunia berdiri tidak berdasarkan keserakahan, mungkin bisa mengubah keadaan.” Halbert menganalisis.
Nola menghela napas. Dia juga memikirkannya. “Benar, sayang sekali organisasi itu berdiri atas keserakahan untuk menjadi yang terkuat di dunia. Tidak heran klan penyihir masih ada sampai sekarang,” jelasnya lagi.
Tapi mau bagaimana lagi, seberapa enggannya Nola, tak ada yang bisa dilakukan dengan masalah tersebut. Halbert menyelipkan anak rambut di belakang telinga gadis itu, tatapannya melembut dan segera memikirkan sebuah ide gila.
“Membuat organisasi sendiri?” Nola terkejut. Ia tidak pernah memikirkan untuk membuat sebuah organisasi supernaturalnya sendiri. Bukan hanya membutuhkan banyak biaya, tapi juga kekuatan mutlak. “Aku tidak pernah memikirkannya.”
“Bagaimana kalau sekarang? Apakah kamu memikirkannya?”
Nola menatap Halbert dengan sepasang mata abu-abunya. “Kenapa kamu bertanya tentang ini? Mungkinkah kamu memiliki rencana?”
__ADS_1
“Tidak juga. Aku tidak ingin kamu mengalami banyak kesulitan. Jika mendirikan organisasi ini, mungkin semuanya bisa lebih mudah. Jika kamu ingin membuat organisasi, maka biarkan Elvada yang mengurusnya.”
Nola sama sekali tidak pernah memikirkannya. “Itu bisa dipikirkan nanti. Kali ini aku ingin mengatasi masalah penyihir lebih dulu.”
“Tidak terburu-buru.” Halbert akan menemaninya sampai kapan pun. Masalah pekerjaan akan diserahkan pada Asisten Jae untuk pengaturannya.
Asisten Jae dan Sekretaris Eli kembali sibuk lagi. Nola dan Halbert menghabiskan waktu di negara J lebih lama dari perkiraan.
...----------------...
Pada akhirnya tebakan Nola benar. Matsuyama Kei jatuh sakit dan sulit untuk menyembuhkannya. Wanita tua itu kebingungan dan akhirnya Matsuyama Kei menceritakan semua yang telah dialaminya saat bermimpi.
Wanita tua Kei merasa ada sesuatu yang salah dan pergi menemui salah seorang penyihir berbakat. Namun ia sama sekali tidak mendapat jawaban yang pasti. Wanita tua Kei berpikir jika kondisi Matsuyama Kei diakibatkan karena berendam di air sungai untuk pemujaan. Dalam beberapa hari harusnya akan segera membaik.
Tapi siapa yang tahu dalam beberapa hari kemudian, Matsuyama Kei mendadak kejang dengan tubuh panas dan keluar darah dari hidungnya. Wanita tua Kei panik dan akhirnya pergi dokter untuk pemeriksaan menyeluruh. Namun hasilnya masih sama, tidak ada yang salah dengan Matsuyama Kei.
Hal ini membuat wanita tua Kei bertambah tua. Dia akhirnya ingat jika kejadian ini tampaknya tidak asing. Bukankah tahu itu juga ada kasus serupa?
__ADS_1
Memikirkan sesuatu, wanita tua Kei akhirnya pergi untuk menemukan seseorang dengan tatapan tegas dan penuh kemarahan.
“Nue!! Keluar kamu!” teriak wanita tua Kei seraya menggedor pintu rumahnya.