
Nola melakukan apa yang dilakukan oleh pihak yang mirip dirinya. Keduanya menyatukan salah satu telapak tangan di udara. Lalu perlahan, sosok yang mirip dengan Nola menjadi transparan sedikit demi sedikit.
Pada saat itu juga, Nola merasakan perubahan pada tubuhnya menjadi lebih halus dan lengkap. Saat sosok yang menyerupai dirinya menghilang sepenuhnya, dia langsung jatuh koma. Setelah itu dia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika Nola terbangun, dia masih berada di hotel. Tapi sekitarnya terlihat gelap. Ketika dia bangun secara alami, sepertinya hari sudah malam. Namun tidak ada orang lain di sekitarnya saat ini. Saat bangun, Nola terdiam untuk waktu yang lama dan menghela napas. Dia turun dari tempat tidur lalu menyadari jika ada sesuatu yang salah di sekitarnya.
Dia menginjak kelompok bunga. Melalui penglihatan mata batinnya, dia melihat ada banyak kelopak bunga berserakan di sekitar kamar tidur. Sepertinya sengaja ada yang menaburkannya. Tidak tahu apa maksudnya, namun Nola menduga jika masalah ini masih ada hubungannya dengan dirinya.
“Mungkinkah orang itu datang?” gumamnya.
Namun sebelum Nola menebak siapa yang menaburkan bunga mawar merah di sekitar tempat tidur, tiba-tiba saja terdengar suara air mengalir di kamar mandi. Tanpa sadar dia menoleh ke arah pintu kamar mandi dan mendekatinya perlahan.
Setelah waktu yang cukup lama, pintu kamar mandi terbuka dan sosok jangkung muncul dengan jubah mandi hotel putih tebal. Di bawah cahaya remang-remang, Nola bisa menghirup aroma segar dari tubuhnya.
“Apakah kamu sudah bangun?” tanya Halbert sedikit terkejut. Dia tidak menyangka jika Nola akan bangun lebih cepat daripada yang dibayangkannya.
Menurut ahli fengsui yang datang untuk membantu menyembuhkan kondisi Nola sebelumnya, gadis itu mungkin akan mengubah sikap dan sifatnya di masa depan. Setelah jiwa dan tubuhnya menyatu secara utuh, tentu saja tidak akan ada masalah lagi tentang menggunakan kemampuan supernaturalnya di masa depan.
Tapi tetap saja gadis itu akan merasa kelelahan dan membutuhkan energi untuk mengisi kembali kekuatan di tubuhnya. Halbert harus campur tangan tentang kondisinya di masa depan. Bisa dikatakan, Halbert bisa dianggap sebagai obatnya Nola.
Ahli fengsui sengaja menaburkan bunga mawar merah dan memercikkan air suci yang selalu dipercayai oleh mereka yang menyembah Buddha. Namun Halbert yang tidak percaya Tuhan sama sekali tidak menganggap serius.
Aroma bunga mawar bahkan masih tertinggal di udara saat ini.
“Halbert?” Nola terkejut melihat Halbert baru saja selesai mandi.
__ADS_1
Nola saat ini menerima pikiran dan sifat sisi gelapnya yang lebih berani untuk bertindak. Saat ini, Nola yang sedikit canggung mau tidak mau mendekati Halbert lagi. Dia tersenyum, mengikuti pikirannya yang sedikit berantakan, dia menyentuh jakun pria itu.
Melihat tindakannya, Halbert sedikit menegang dan wajahnya langsung menggelap. “Apakah kamu sengaja menggodaku, hah?”
“Bagaimana menurutmu?” Nola tersenyum licik. Setelah menyentuh jakunnya, jari rampingnya turun ke tulang selangka dan menyentuh dada bidangnya yang dingin.
Mungkin karena baru saja mandi, tubuh Halbert sedikit dingin dan segar. Rambut pirangnya yang basah sedikit meneteskan air. Nola seperti pelac*r yang sengaja sedang menggoda pria acak di tempat hiburan malam.
Halbert meraih pinggang Nola dan meremasnya sedikit. Pada akhirnya Halbert menyentuh belakang kepala gadis itu dan menurunkan kepalanya. Ciuman sengit langsung menyambut gadis itu. Awalnya Nola terkejut dan ingin mendorongnya, namun ciuman itu membuatnya merasa lebih nyaman.
Tanpa sadar tubuh keduanya menempel satu sama lain. Ciuman sengit itu berlangsung cukup lama. Tangan gadis itu menyusup ke dalam jubah mandi Halbert.
Pria sangat mudah untuk terpancing. Perbuatan Nola sudah membuat Halbert tak mungkin lagi untuk mundur dari permainan. Setelah ciuman sengit itu berakhir, Halbert seketika menyerbu leher jenjangnya dan meninggalkan beberapa jejak ambigu di sana.
“Jangan menyesalinya malam ini,” bisiknya.
Terdengar suara gaun yang dirobek kuat oleh Halbert dan keduanya terjerat di tempat tidur tanpa malu-malu. Halbert tak pernah mengecewakannya saat berurusan dengan kegiatan di tempat tidur. Namun sebelum menembus lapisan terakhir, Halbert menghentikan apa yang dilakukannya. Pria itu akhirnya ingat jika Nola sedang datang bulan.
Mengingat ini, dia menjadi tidak senang dan menyesal. Mau tidak mau, Halbert hanya bisa bangkit dan berniat untuk mandi air dingin. Namun gadis itu menahannya. ekspresi Nola tidak berubah sama sekali meski dia tahu masa datang bulannya belum berakhir saat ini.
“Tidak perlu mandi air dingin. Aku akan membantumu meredakannya.”
Halbert menggertakkan giginya. “Tunggu kamu selesai, aku akan menghukummu.” Namun dia tidak menolak apa yang ingin dilakukan gadis itu.
Waktu terus berlalu dan tidak tahu jam berapa saat ini. Saat Halbert memuaskan dirinya sendiri, tubuhnya berkeringat seperti baru saja melakukan olahraga berat. Padahal dia hanya duduk dan berbaring sesekali.
Melihat wajah gadis itu kotor oleh dirinya sendiri, Halbert merasa pencapaian kecil untuk membuat gadis itu mengenali dirinya sendiri.
__ADS_1
“Cuci wajahmu dan jangan menelannya. Ini kotor,” katanya.
Dia bukan pria yang ekstrem untuk membiarkan wanitanya sendiri menelan cairan kotor seperti itu.
Nola pergi dengan patuh untuk mencuci wajah dan berkumur. Saat keluar kamar mandi, Halbert masih mengenakan jubah mandi. Mengetahui jika waktu sudah menunjukkan tengah malam, keduanya memilih untuk berbaring bersama.
“Apakah kamu ingin makan sesuatu?” Halbert khawatir istrinya lapar.
“Aku ingin makan kamu,” godanya.
Halbert kembali berwajah gelap dan tangan di pinggang gadis itu mengencang. “Jangan membuat masalah. Tidur.”
Gadis itu tersenyum sedikit dan memilih untuk merapatkan diri ke pelukan pria itu dan tertidur. Halbert baru tertidur setelah melihatnya terlelap.
......................
Keesokan paginya, Nola bangun seperti biasanya. Dia sedikit linglung dengan apa yang terjadi semalam. Halbert sudah tidak ada di tempat tidur. Pria itu sudah duduk di sofa seraya menikmati sinar matahari pagi yang baru saja muncul. Tatapannya fokus pada laptop yang ada di meja, sepertinya sedang bekerja.
Nola melihat dirinya mengenakan piyama satin pendek lalu merasa kulitnya jauh lebih halus dan kenyal. Tidak tahu apa yang terjadi. Wajahnya juga merasa lebih halus daripada hari-hari biasanya.
“Bangun?” Halbert menoleh dan menghentikan pekerjaannya sejenak.
“Ya.” Nola bukan gadis yang pemalu lagi. “Apakah kamu merasa jika aku berbeda saat ini?” tanyanya.
Halbert bangkit dan menghampirinya. Dia melihat Nola lebih jelas di bawah sinar cahaya mentari pagi. Dia terkejut. Semalam terlalu remang-remang sehingga tidak terlalu jelas seperti apa penampilan Nola. Tapi kali ini dia bisa merasakan jika kulitnya jauh lebih halus dan terawat. Belum lagi wajahnya jauh lebih cantik.
Tiba-tiba saja Halbert teringat dengan perkataan ahli fengsui yang menurutnya menyebalkan. Setiap keturunan supernatural memiliki kecantikan dan ketampanan melebihi manusia biasa. Kecantikan di depannya saat ini seperti orang yang baru saja dilahirkan kembali.
__ADS_1