Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Pergi Ke Timur Tengah


__ADS_3

Halbert mengembuskan asal rokok ke udara dan bau rokok mulai memenuhi ruangan. Ia ingin menawari Solachen sebatang rokok tapi kesehatannya tidak baik. Dia bahkan lupa jika Solachen sedang sakit saat ini. Mau tidak mau, Halbert mematikan puntung rokoknya.


"Pergi ke mana?" tanyanya.


"Tentu saja untuk membangun fondasi aura supernatural di tubuhmu. Memangnya apa lagi? Walaupun prosesnya mudah tapi memakan banyak waktu. Kamu yakin ingin melakukannya di sini dan membuat musuhmu mengetahuinya?" cibir Solachen.


Halbert tidak mengubah ekspresi wajahnya. "Baiklah, tidak masalah."


“Lebih baik beri alasan yang bagus untuk Nola saat kamu pergi nanti. Agar dia tidak khawatir. Jika tidak ada masalah, semuanya bisa selesai dalam waktu sebulan,” katanya.


“Ini termasuk lama?” Halbert terkejut saat ini. Dia pikir hanya akan memakan beberapa hari saja atau setidaknya seminggu. Tapi ini sebulan.


“Tentu saja, mulai dari membangun fondasi, belajar mengendalikan aura serta cara menggunakannya. Tidak mungkin kamu akan bertindak sesuka hati setelah fondasi supernatural dibentuk.”


Halbert tidak memiliki alasan untuk bertanya lagi dan dia hanya mengiyakan dengan mudah. Besok mereka akan pergi. Halbert harus mencari alasan yang bagus untuk Nola.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Nola membantu juru masak untuk menyiapkan sarapan. Halbert berpakaian kantoran seperti biasa. Dan dia harus pergi ke perusahaan untuk mengurus beberapa hal.


Masalah tentang mata-mata yang ada di perusahaan bisa ditangani dengan mudah. Selama satu bulan lagi setidaknya, Halbert akan mengurus mata-mata Geng Kalajengking Hitam yang ada di perusahaan. Namun sebelum itu, dia harus membangun kekuatannya terlebih lagi.


Melihat istrinya yang sangat cantik menyiapkan sarapan, Halbert sedikit tidak senang. "Biarkan juru masak yang melakukannya. Kamu adalah istri Halbert Jefford ku, tidak perlu melakukan pekerjaan kasar seperti ini," ujarnya.


Nola menyiapkan piring untuk Halbert. "Bukankah kamu dulu yang mengatakan jika aku harus berguna?"


Nola tidak pernah lupa tentang apa saja yang pernah dikatakan Halbert padanya di masa lalu. Ia selalu mengingatnya dengan baik. Dia khawatir jika pria itu tidak senang dan menceraikannya karena kelalaian.


Halbert tidak berkata apa-apa. Dia hanya menarik gadis itu ke pangkuannya. "Semuanya masa lalu, jangan selalu mengingatnya. Tapi sekarang aku jatuh cinta padamu. Kamu adalah istriku, tidak mungkin menderita apapun." Ia mencium wajah Nola dengan lembut.


Gadis itu memerah dan buru-buru bangkit dari pangkuannya. "Kamu aneh sekali pagi ini."


"Lupa apa yang kita lakukan semalam? Kenapa pura-pura tidak tahu?" Halbert tersenyum menggoda.


"Aku tidak tahu! Jangan tanya!" Nola sedikit panik dan pura-pura tenang. Dia duduk di sampingnya untuk sarapan. "Di mana Solachen?" tanyanya mengalihkan topik.

__ADS_1


"Dia ayahmu," jawab Halbert datar seraya makan dengan tenang.


Nola ingin tersedak sesuatu. "Sejak kapan kamu begitu perhatian dengannya?"


Jelas Nola enggan menyebut Solachen sebagai ayahnya. Mengingat ini, dia penasaran dengan apa yang terjadi dengan keluarga Neilson sekarang. Sudah cukup lama dia tidak mendengar gosip mereka.


"Aku tidak perhatian, tapi dia adalah ayah mertuaku. Aku menikahi putrinya, tentu saja harus memanggilnya 'Ayah'."


"Kamu tidak harus melakukan itu," kata Nola sedikit tidak senang.


Kenapa dia harus mengakui Solachen sebagai ayahnya? Pria pengecut yang bahkan tak berani melindungi ibunya di saat sulit, tidak pantas dipanggil ayah. Tapi Nola tak ingin mengatakan hal-hal tak mengenakan itu di depan Halbert.


Halbert sudah kehilangan orangtuanya sejak kecil. Orangtua yang sangat baik. Jadi mungkin Halbert tidak tahu bagaimana rasanya memiliki ayah pengecut yang meninggal ibu dan anak di sarang serigala.


Belum lagi, ibunya hamil anak Solachen saat menjadi istri keluarga Neilson. Bukankah ini perselingkuhan? Jika ini terungkap, bukankah dia tak ada bedanya dengan Chelsea sebagai anak liar?


Memikirkan ini saja, Nola merasa kejang di hatinya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Halbert melihatnya sedikit linglung saat sarapan, mau tidak mau mengerutkan kening. "Apakah kamu mengalami gejala hamil?" celetuknya bercanda.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Bersenang-senanglah di rumah. Jika kamu memiliki teman ... kamu bisa bermain."


Halbert sepertinya tidak ingat jika Nola punya teman. Gadis itu dikurung keluarga Neilson sejak kecil. Bahkan tidak memiliki masa sekolah yang baik.


"Atau kamu juga bisa belajar. Jika ada sesuatu, kamu bisa panggil sekretaris Eli."


"Ya."


"Omong-omong tentang sekretaris Eli, apakah kamu mengajaknya ke terowongan bawah tanah di kebun halaman belakang?"


"Ya, aku lupa memberitahumu tentang ini," gumam Nola.


"Bicarakan perlahan tapi tidak di sini." Halbert masih khawatir mata-mata Geng Kalajengking Hitam yang ada di rumahnya menguping.


Setelah sarapan, Halbert dan Nola kembali ke kamar lebih dulu, menutup pintu dengan hati-hati dan mulai membicarakan apa yang terjadi. Terowongan bawah tanah yang pernah berfungsi sebagai saluran air itu ternyata menang terhubung ke salah satu hutan asing.

__ADS_1


Hanya saja Nola tidak bisa pergi ke hutan itu karena jalannya sudah ditutup. Sekretaris Eli dan dia tak bisa berbuat apa-apa. Belum lagi, kalajengking hitam supernatural yang telah menjadi raja saat ini, tidak berkontrak dengannya.


Nola pun memperlihatkan kalajengking hitam supernatural yang kini telah berwarna hitam kemerahan.


"Sepertinya tidak ada bedanya antara menjadi raja dan tidak," kata Halbert. Kalajengking hitam supernatural itu masih sama, kecuali warnanya menjadi sedikit kemerahan.


Kalajengking hitam supernatural kesal. "Harusnya kamu bersyukur aku lebih memilihmu menjadi tuan!"


Halbert terkejut untuk sementara waktu. Kalajengking hitam supernatural bisa bicara layaknya manusia, ini tidak terduga. Meski begitu, Halbert tidak mau berpikir terlalu banyak. Hal-hal mistis seperti itu, bukan urusannya.


"Menjadi tuan?" Halbert menatap Nola.


"Raja kalajengking juga bisa berkontrak dengan manusia jika mau. Dia mengira kamu cocok menjadi tuannya. Sayangnya, kamu bukan orang supernatural, jadi dia mengurungkan niatnya." Nola juga tidak bisa berbuat banyak. Jika tidak bisa, maka sudahlah. Kalajengking hitam supernatural ini bisa menjadi binatang peliharaannya.


Halbert tidak membahas ini lagi setelah berpikir lebih jauh. "Ada sesuatu yang ingi kukatakan padamu."


"Katakan saja." Nola membiarkan kalajengking hitam supernatural menghilang dari pandangan.


"Aku akan pergi selama satu bulan lamanya. Kali ini bisnis ke luar negeri. Kamu jaga diri baik-baik di rumah," katanya.


"Pergi sebulan? Tumben kamu memberitahuku? Tidak apa-apa, kakek juga kadang pulang, jadi aku tidak akan sendirian sepanjang waktu." Nola tidak bertanya lebih banyak. "Tapi ke mana kamu pergi? Kenapa begitu lama?"


"Ini wilayah timur tengah. Aku berinvestasi dalam tambang minyak di sana dan membutuhkanku untuk peninjauan langsung." Halbert mencari alasan. Sebenarnya bukan ini alasannya pergi.


"Kalau begitu, jaga dirimu baik-baik saja."


Halbert tanpa sadar menghela napas lega. "Ya."


Tak lama, ponsel Halbert berdering. Solachen sudah menghubunginya sekarang dan Halbert harus segera pergi. Dia tak berani mengangkat telepon di depan istrinya. Pasti Nola akan tahu jika suara di seberang telepon adalah Solachen nanti.


"Kalau begitu aku pergi." Halbert mencium kening Nola dan segera pergi membawa tas kerjanya.


"Jangan lupa untuk menelponku setelah tiba di sana."


"Ya." Halbert mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2