
Halbert dan Nola berada di kantor saat ini dan Sekretaris Eli sangat tahu diri sehingga langsung keluar setelah mengantar keduanya. Asisten Jae juga sama. Dia berada di luar kantor dan menunggu bos memanggilnya jika ada sesuatu terjadi nantinya.
Nola membuka semua kotak makan. Kali ini dia memasak masakan negeri timur yang cukup sederhana tapi penuh cita rasa. “Aku tahu kamu mungkin jarang makan masakan negeri timur, tapi cobalah, rasanya tidak buruk,” katanya.
“Kamu telah bekerja keras untuk memasak banyak makanan.” Halbert tersenyum seraya memegang garpu makan.
Dia mendapatkan telepon dari kepala pelayan rumah bahwa Nola berada di dapur selama berjam-jam hanya untuk memasak banyak hidangan makan siang. Nola adalah istri bangsawan dan secara alami pekerjaan kasar tidak diperbolehkan. Sebagai seorang istri keluarga kaya, Nola mungkin akan bosan jika tidak ada sesuatu yang dilakukan.
“Bukankah ini terlalu banyak?” Halbert ingat jika tubuhnya sedikit berisi saat ini.
Nola selalu memasak untuknya. Masakannya jauh lebih enak ketimbang para koki di rumah. Tidak tahu bumbu apa yang membuat masakan menjadi lebih lezat, Halbert makan cukup banyak setiap kali makan.
Tanpa sadar, tubuhnya sedikit berisi saat ini. Dia harus kembali berolahraga rutin di waktu luangnya.
"Kalau begitu biarkan asisten Jae dan sekretaris Eli memakannya. Mereka mungkin belum makan siang juga."
Halbert memikirkan dia orang itu dan mengangguk. Memang, keduanya belum makan saat ini. Dia memanggil keduanya untuk masuk.
"Bos, apakah butuh sesuatu?" tanya Asisten Jae.
"Pergilah ke dapur dan ambil piring. Makanan yang dimasak istriku banyak dan aku tak mungkin menghabiskannya sendiri." Halbert tidak sungkan dengan Asisten Jae yang sudah lama menemaninya. Lalu dia menatap Sekretaris Eli. "Kamu juga."
Sekretaris Eli merasa gugup dan bingung pad awalnya. Namun mencium aroma makanan yang membuat perutnya keroncongan, dia juga pergi ke dapur untuk mengambil piring dan sendok. Jarang Jia makan masakan nyonya bos!
Melihat Sekretaris Eli begitu gembira, Asisten Jae menggelengkan kepala. "Benar saja, wanita suka makan," gumamnya.
"Siapa yang kamu sebut suka makan?!" Sekretaris Eli mendengar gumaman pria itu, sedikit tidak puas.
Asisten Jae terbatuk kecil dan mengambil piringnya sendiri. "Siapapun itu selama seorang wanita," jawabnya tidak benar atau salah.
Wanita itu memelototinya dan keluar lebih awal. "Pria memang nya tahu apa!" gumamnya.
"..." Asisten Jae memegang piring seperti orang yang baru saja dianiaya.
Baik Sekretaris Eli ataupun Asisten Jae, semuanya sudah akrab dengan Halbert. Mereka tidak terlalu menunjuk kesopanan sepanjang waktu, duduk di kursi yang sama dan mulia mengambil bagian.
__ADS_1
Halbert secara pribadi memisahkan untuk dirinya sendiri hingga membuat Nola kebingungan.
"Kamu makan begitu sedikit?" tanyanya curiga. Mungkinkah makanannya tidak enak?
Namun melihat Sekretaris Eli dan Asisten Jae mencoba makanan dengan beberapa anggukan enak, dia lebih bingung.
Halbert menghela napas dan menggelengkan kepala. "Berat badanku bertambah. Kamu tidak mau aku memiliki perut buncit kan?"
Sudut mulut Nola sedikit berkedut. "Tentu saja tidak mau. Kamu bukan pria paruh baya penuh minyak di mana-mana."
Pria itu tersenyum atas kejujuran istrinya. Jika otot perutnya hilang, bagaimana gadis itu bisa menyentuhnya di tempat tidur?
Asisten Jae dan Sekretaris Eli merasa menjadi nyamuk yang mengganggu. Keduanya membawa makan keluar ruangan tersebut dan mulai makan.
"Rasanya aku seperti seorang anak yang dijemput oleh tuan muda," ujar Asisten Jae.
"Aku merasa menjadi bibi yang tidak berbakti!" Sekretaris Eli juga menghela napas.
......................
“Kenapa kamu tiba-tiba membawakanku menu makan siang hari ini?” tanyanya penasaran. “Tidak mungkin hanya untuk berkunjung.”
Nola mengerutkan kening. “Kalajengking supernatural gelisah akhir-akhir ini dan aku datang untuk memastikan sesuatu,” jawabnya.
“Apakah wanita yang bernama Juliana itu membuat gerakan?” Halbert menaikkan sebelah alisnya.
Gadis itu menggelengkan kepala. “Bukan dia. Harusnya seseorang yang ada di belakangnya.”
“Orang ini harusnya sedikit lebih kuat.”
“Ya. Mampu mengendalikan kalajengking hitam supernatural memang bukan orang biasa. Dan mungkin orang itu memiliki beberapa kalajengking lagi di tangannya. Siapa yang tahu.”
“Lalu apa hubungannya ini dengan kamu datang ke perusahaan?” Halbert tidak ingin Nola mendapatkan masalah. Bayangan tentang gadis itu terkubur puing-puing hotel masih teringat jelas di pikirannya. Tanpa sadar, tangannya yang membelai kepala gadis itu sedikit kaku.
Awalnya dia hanya ingin melindungi gadis itu atas perintah kakeknya. Tidak terlalu sulit untuk membesarkan seorang istri yang patuh. Tapi tanpa diduga, semuanya berkembang ke arah yang tak terkatakan.
__ADS_1
“Aku ingin memastikan jika Juliana membuat tindakan lain di perusahaan atau tidak. Apakah wanita membuat pekerjaannya lebih baik?”
“Dalam beberapa hari terakhir kinerjanya lebih baik, sama seperti sebelumnya. Mungkin dia memiliki kalajengking lainnya?”
“Kalau begitu aku harus memastikannya.
......................
Nola tidak langsung pulang setelah makan siang dengan Halbert. Dia berjalan-jalan sebentar di sekitar departemen tempat di mana Juliana ditempatkan. Lalu berpura-pura datang untuk menyerahkan dokumen pada direktur periklanan.
Sayangnya Juliana tidak ada di saat itu dan masih makan siang di restoran sebelah. Tiba-tiba saja dia mendapatkan kabar jika banyak karyawan yang mendadak jatuh pingsan setelah muntah darah hitam.
“Di mana mereka semua?” Nola memiliki tebakan di hatinya.
“Mereka semua ada di restoran sebelah dan ambulans sedang dipanggil,” jawab karyawan yang melaporkan kejadian tersebut.
"Apakah Halbert sudah diberi tahu?”
“Saya baru saja melaporkan ini pada sekretaris Eli.”
“Antar Aku ke sana sekarang,” kata Nola.
Nola segera pergi ke tempat kejadian untuk melihat apa yang terjadi. Karyawan yang mengantarnya merasa kebingungan. Jelas dia mendapatkan kabar jika istri bos buta dan saat ini saja mata ab-abunya menunjukkan tanda orang buta. Lalu kenapa begitu tahu jalan dengan baik?
Setibanya di restoran, suasana sedikit riuh. Bukan hanya karyawan saja yang teracuni, tapi juga pelanggan lain.
Nola melihat semua itu melalui aura dan nafas orang-orang di udara. Mereka yang diracuni memiliki nafas berat dan juga sedikit tidak bersih.
Memang tak lama kemudian, ambulans datang. Namun Nola yakin jika semua ini akan terlambat. Mereka mungkin akan mati. Dia juga tak sengaja melihat Juliana di antara mereka, bertindak seperti orang keracunan. Hanya saja Nola merasakan nafas Juliana lebih bersih.
Wanita itu hanya ... pura-pura diracuni.
Nola mengencangkan bibir nya dan mencibir diam-diam. Berpura-pura diracuni, maka dia akan membuatnya benar-benar diracuni.
Kemudian Nola menggunakan kemampuannya untuk memberikan nasib buruk pada Juliana. Dia ingin tahu, siapa yang akan datang untuk menyelamatkannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Nola mendapatkan telepon dari Halbert. Keduanya berbicara singkat lalu membuat kesepakatan. Nola menunggu Halbert dan berniat pergi ke rumah sakit bersama untuk mengetahui apa yang terjadi.