Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Latihan Tak Masuk Akal


__ADS_3

Halbert sedikit canggung ketika ditatap oleh ayah mertuanya. Dia akhirnya terbatuk ringan dan pura-pura tidak tahu jika kata-kata itu ditunjukkan padanya.


Untungnya Solachen tidak menargetkan Halbert dan hanya bercanda dengannya. Dia kembali ke topik lagi.


"Apakah sudah memikirkan nama organisasinya? Selama ayah pergi menyapa atasan, semua prosedur nya akan dilakukan di tempat agar lebih cepat," jelasnya.


"Nama organisasi ...?" Nola tengah memikirkannya. Lalu dia menatap Halbert. "Apakah kamu memiliki beberapa pemikiran nama. Aku tidak memikirkan ini awalnya."


"Apakah kamu yakin ingin aku yang membuat nama organisasi?" Halbert tersenyum lembut padanya.


"Kamu adalah bos mafia, lebih banyak pengalaman dari pada aku," jawabnya malu-malu.


Dipuji seperti itu, Halbert berada di suasana hati yang baik. Menurutnya, wanita tidak perlu banyak melakukan hal-hal seperti pria. Cukup di rumah untuk malas-malasan, berbelanja atau melakukan kegiatan lainnya. Tapi dia tahu bahwa Nola tidak bisa ditahan di rumah. Gadis itu juga punya masalahnya sendiri.


"Baik, tidak masalah untuk nama. Beri saja nama Organisasi Fortuna. Itu cocok untuk pemimpinnya."


Nola akan memimpin organisasi itu di masa depan. Karena dia membawa keberuntungan bagi semua orang yang ditargetkan, tentu saja nama organisasi tidak boleh jelek. Organisasi Fortuna sangat bagus. Ini juga melambangkan statusnya sebagai Esper Fortuna.


Solachen, Kakek Jefford dan Jaley Scott mengangguk setuju. Ini juga cocok. Sangat cocok.


"Baiklah kalau begitu, itu saja." Nola tidak menolak.


Solachen mengangguk. "Kalau begitu Ayah akan pergi dalam waktu dekat untuk menyiapkan semua kelengkapan surat izinnya. Apakah anggota awal sudah ditentukan?"


"Sementara ini, Hiiro dan Takahiro Ren yang akan menjadi anggota pertama."


"Takahiro Ren? Apakah itu keluarga Ren yang kamu ceritakan di telepon?" tanyanya.


"Ya, Ayah. Kamu tahu itu."


Keluarga Ren di negara J, tentu saja Solachen juga tahu itu. Tapi dia tidak membahasnya kali ini karena dengan kemampuan Pria Tua Ren, cucunya jelas tidak akan buruk dalam perilaku.


"Hiiro itu, masih muda. Akan lebih mudah melatihnya dari kecil. Ketika organisasi dibentuk, aku akan menjadi yang pertama untuk mengajarinya."


"Apakah Ayah ingin melatih Hiiro memiliki kemampuan pengendali pikiran?"

__ADS_1


"Tidak buruk. Tapi aku harus lihat dulu kemampuan dasarnya. Jika tidak cocok, jangan dipaksakan." Solachen bukan orang yang terlalu egois.


"Lalu bagaimana denganku?" Nola tidak pernah ditawari untuk belajar hal-hal itu darinya.


"Nak, lupakan saja. Kemampuan ini hanya menurun pada anak laki-laki, bukan perempuan. Jika kamu punya anak laki-laki di masa depan, aku bisa mempertimbangkan untuk mengajarinya." Solachen menggelengkan kepala.


"Kenapa harus anak laki-laki?" Jaley Scott menatapnya dengan curiga. Dia tidak tahu jika kemampuan ini hanya mampu diturunkan pada anak laki-laki.


Solachen sedikit malu dan mengelak dari tatapannya. "Terlalu berisiko jika anak perempuan yang mewarisinya. Karena wanita selalu menggunakan perasaan alih-alih pikiran, jadi tidak mungkin menguasainya."


"..." Semua orang di sekitarnya menjadi kesal tanpa alasan.


Nola mendengkus tapi tidak menuntutnya lagi. Dia tidak terlalu muda untuk belajar hal tersebut. Satu-satunya kemampuan yang paling kuat di tubuhnya adalah ketika marah. Saat marah, emosinya tidak terjaga dan sering tidak tahu apa yang terjadi.


Namun selama beberapa waktu ini, setidaknya setalah dia menyatu dengan sisi gelapnya sendiri, emosinya menjadi lebih stabil. Dan ketika hilang kendali, dia bisa mengingat apa yang terjadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada hari berikutnya, Jaley Scott mengajak mereka ke mansion-nya. Tom, butler keluarga Scot sudah menunggu untuk menyambut kedatangan tuannya.


"Ya. Apakah semuanya baik-baik saja di mansion?" tanyanya.


"Semuanya baik-baik saja kecuali tentang beberapa orang dari Organisasi Supernatural Dunia yang sepertinya mencoba untuk menerobos penghalang di halaman mansion."


Jaley Scott mendengkus. "Mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali Mo Shige sendiri yang melakukannya."


Tom hanya tersenyum dan menyambut yang lainnya. Dia masih belum tahu kenapa tuannya mengundang mereka semua kali ini. Sangat jarang mansion menakdi lebih ramai.


Akhirnya Jaley Scott menjelaskan secara singkat kedatangan mereka ke mansion. Dia Tom sedikit terkejut karenanya. Setahunya, Jaley Scott enggan untuk melatih orang. Tanpa diduga, demi persahabatan dengan keluarga Whitemir di masa lalu, dia memilih untuk melatih Nola dan Halbert.


Memikirkan metode latihan pria tua itu, dia sedikit khawatir.


"Tuan, apakah perlu melatih mereka dengan cara latihan keluarga?" tebak Tom.


"Bagaimana mungkin? Tentu saja latihan lain."

__ADS_1


"Latihan lain?"


"Gunakan latihan standar saja, itu sudah cukup bagi keduanya. Kamu ambilkan kunci ruang bawah tanah. Aku akan memeriksa tempat itu," jelasnya pada Tom.


Sebagai butler rumah Scott, Tom tidak banyak bertanya dan segera pergi mengambil kunci rumah bawah tanah dari loker penyimpanan barang.


Mereka semua pergi ke ruang bawah tanah yang dimaksud dan melihat beberapa barang tak biasa. Solachen curiga jika kebiasaan Jaley Scott adalah menyiksa orang.


"Untuk apa benda-benda ini?" tanyanya pada pria tua itu.


"Tentu saja untuk latihan. Latihan fisik sangat bagus untuk membangun fondasi. Percuma kuat tapi pilarnya rapuh. Kamu akan kalah sebelum ronde kedua." Jaley Scott tampak bangga dengan dirinya. "Ini diterapkan bagi keturunan keluarga Scott yang tidak terlalu bergelut dalam kemampuan supernatural. Karena Halbert dan Nola tidak memiliki darah keluarga Scott, maka hanya latihan ini yang bisa dilakukan," jelasnya.


"Kamu hanya pelit bukan?" Solachen sedikit tidak senang dengan kata-katanya.


"Kapan keluarga Heiyu di negara C murah hati untuk orang yang bukan berasal dari garis keturunan?" tanya balik Jaley Scott.


"..." Solachen dikalahkan oleh satu kalimat itu. Jika ada, keluarga besarnya juga tidak akan murah itu.


Nola merasakan perasaan suram di ruang bawah tanya yang cukup luas itu. Dia menduga jika latihan kali tampaknya tidak akan masuk akal bukan?


Meski dia tidak bisa melihat seperti orang tidak buta lainnya, setidaknya masih tahu kelembapan di udara. Beberapa alat latihan fisik pernah ternoda darah dan memakan korban. Apakah keluarga Scott begitu berdarah.


"Nola, ada apa denganmu?" tanya Solachen


Mereka juga menatap Nola yang berwajah agak pucat. Khawatir jika dia tidak nyaman dan takut. Halbert menepuk pundaknya untuk menenangkan.


Nola hanya menggelengkam kepala. Lupakan saja, semua itu hanyalah masa lalu. Mungkin Jaley Scott juga tidak tahu tentang asal muasal semua alat bantu latihan tersebut.


"Latihan akan berlangsung selama satu bulan atau kurang. Selama itu, kalian akan tinggal di sini. Solachen akan tinggal di ruang perawatanku untuk pemeriksaan tubuh. Tom akan mengawasinya di masa depan."


Jaley Scott mulai membuat peraturan untuk mereka. Dan itu peraturan yang tak bisa diubah.


Ketika hari demi hari mulai berlalu perlahan, latihan di ruang bawah tanah begitu menyiksa. Halbert mungkin masih bisa bertahan dari berbagai latihan fisik. Tapi Nola sedikit lambat. Gadis itu hanya akan menjadi sangat kuat ketika dalam keadaan marah.


Jaley Scott tidak mampu membeli amarahnya karena khawatir akan menghancurkan ruang bawah tanah. Jadi pada pertengahan bulan, gadis itu sudah diusir dari ruang latihan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2