
Nola memang memiliki kemiripan dengan seseorang yang pernah dilihatnya. Tapi tidak mengenal pihak lain. Justru ia mengenal seorang pria yang pernah menyebutkan keluarga Whitemir padanya.
Kebetulan, Pria Tua Ren melihat Nola memiliki sedikit kemiripan dengan pria itu. Mungkinkah keduanya benar-benar berkumpul dan memiliki anak?
"Ada apa, Kakek?" Takahiro Ren melihat kakeknya seperti sedang melamun untuk waktu yang cukup lama.
Pria Tua Ren tersadar kembali dari pikirannya dan menghela napas. Ia masih penasaran dan agak kasar untuk bertanya tentang privasi pihak lain.
"Siapa ayahnya?" tanyanya lagi.
Kali ini Halbert mengerutkan kening. Pria Tua Ren itu tidak bermaksud menjodohkan Nola dengan cucunya bukan? Lagi pula, Nola adalah istrinya saat ini.
Pria Tua Ren melihat Halbert mulai tidak sabar. Dia hanya bisa menjelaskan bahwa kemungkinan besar kenal dengan ayah gadis ini.
"Nama ayahnya adalah Solachen Heiyu."
"Heiyu? Apakah itu marga Heiyu yang kukenal?" Pria Tua Ren kini tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.
Dia hanya mengenal satu orang dari keluarga Heiyu, tak lain adalah Solachen. Saat melihat pria itu untuk pertama kalinya, dia merasa jika kepribadian Solachen sangat sombong dan cuek. Tapi setelah mengenal lebih dekat, orang itu memang memiliki sifat demikian. Tapi sama sekali tidak bermaksud dingin pada semua orang.
Ketika itu, Pria Tua Ren mengenal Solachen di ibu kota. Kebetulan keduanya memiliki kemampuan supernatural dan saling berkenalan. Dia sudah menganggapnya seperti putranya sendiri.
Ketika Pria Tua Ren tahu bahwa Solachen jatuh cinta, dia bahkan lebih terkejut lagi. Soalnya, wanita mana yang mau dengan pria dingin berhati batu seperti Solachen saat itu. Tapi tanpa diduga, keduanya bersama. Bahkan memberi tahunya bahwa wanita itu hamil tapi dia tidak memiliki keberanian untuk menikahinya.
Solachen khawatir jika dirinya tidak bisa menjaga ibu dan anak dengan baik karena dikejar oleh Organisasi Supernatural Dunia. Terakhir kali dia mendapat kabar jika wanita itu menikah dengan pria lain demi melindungi anak dalam kandungannya.
Tidak tahu apa yang dilakukan Solachen saat itu, tapi ketika meninggalkan negara A, pria itu terluka parah dan aura supernatural nya rusak. Tapi Pria Tua Ren sempat bercanda jika anak yang lahir adalah perempuan, maka biarkan berjodoh dengan cucu laki-lakinya.
Solachen menjawab dengan santai dan mengiyakan tanpa keberatan. Tapi baik Pria Tua Ren maupun Solachen sama-sama tidak menganggap serius perkataan tersebut.
"Tidak kusangka dia adalah anak pria itu. Tidak heran aku merasa keduanya sangat mirip."
__ADS_1
Saat Halbert mendengar cerita Pria Tua Ren itu, wajahnya sedikit menggelap dan seperti ada cuka (rasa cemburu) yang hampir tumpah di perutnya.
Siapa yang tahu keduanya bercanda dan saling menjodohkan satu sama lain. Melihat Takahiro Ren yang berdiri tak jauh dari keberadaan pria tua itu, ia berpikir lebih jauh. Pria Asia itu sama sekali tidak cocok dengan Nola. Dari segi penampilan atau kekuatan, tampaknya tidak ada apa-apa nya.
Halbert membandingkan beberapa sisi dirinya dengan Takahiro Ren. Sementara itu, Takahiro Ren yang ditatap Halbert cukup lama merasa tidak nyaman. Apa yang salah? Dia bahkan tidak tahu apa-apa. Ia bahkan tak berniat menikah dengan orang negara barat.
"Kakek, berhentilah membuat masalah," kata Takahiro Ren segera menghentikan ucapan kakeknya yang semakin lama menjadi lebih panjang.
Pria Tua Ren merasa bingung dan melirik cucunya yang tidak berbakti. "Apa maksudmu? Aku sedang mengenang masa lalu. Sayangnya gadis yang cantik ini sudah menikah. Aku tidak bisa menjodohkanmu lagi dengan anak teman baik ku."
"..." Takahiro Ren tak bisa menahan diri untuk menyentuh dahinya.
Kakeknya tak peduli dengan perasaan orang lain saat ini. Tapi dia tidak nyaman. Sebagai seorang pria, dia tahu jika Halbert tidak senang saat ini. Dia mungkin menganggapnya sebagai saingan cinta saat ini.
Hidupnya benar-benar tidak mudah.
Nola siuman keesokan paginya. Dia menyapa seperti baru saja bangun dari tidur. Mengetahui jika suasana di sekitarnya agak asing, Nola buru-buru bangun. Dia melihat kasur lantai empuk yang hangat dan selimut tebal menutupi tubuhnya. Mungkinkah dia masih berada di rumah Pria Tua Ren?
"Di mana ini?" tanya Nola.
"Kamu masih di rumahku. Suamimu sedang mandi, kamu menunggu sebentar. Aku akan mengambilkanmu air minum."
Nola mengangguk. Dia menyentuh tenggorokannya. Memang agak haus. Tak butuh waktu lama bagi Takahiro Ren untuk mengambil air minum.
Pada saat yang sama juga, Halbert baru saja selesai mandi. Dia mengenakan jubah mandi longgar yang memperlihatkan sedikit dadanya. Lagi pula, jubah mandi di rumah ini tidak sebesar miliknya sehingga masih menonjolkan tubuh.
"Apa yang kamu lakukan pada istriku?" Halbert melihat Takahiro Ren menyerahkan air minum pada Nola, lalu berpikiran buruk.
Takahiro Ren tidak berdaya setelah dimusuhi oleh pria itu saat ini. Ini semua karena kakeknya yang baik!
"Aku hanya menyerahkan air minum padanya." Takahiro Ren menghela napas dan segera meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Nola menyesap air minum untuk membasahi tenggorokannya. Sebenarnya dia sedikit bingung. Kenapa ia merasa jika Halbert tidak menyukai Takahiro Ren?
"Apakah kamu merasa tidak enak badan?" Halbert menghampiri Nola dan duduk santai di sampingnya. Rambutnya masih basah.
"Tidak apa-apa. Perasaanku seperti baru saja bangun tidur. Omong-omong, apa yang terjadi semalam? Kenapa kamu begitu galak pada tuan Ren?"
Membahas tentang Takahiro Ren, Halbert malas. "Bukan apa-apa!"
"Kamu menyembunyikan sesuatu dariku?"
"Tidak."
"Lalu ada apa?"
Halbert mau tidak mau memberi tahunya. "Pria tua Ren itu tahu tentang ayahmu dan masih kenalan lama. Bahkan tahu tentang ibumu."
"Jadi apa masalahnya?" Nola meliriknya dengan bingung.
Halbert menyentuh anak rambut Nola dan menyelipkannya ke belakang telinga. "Dulu pria tua itu dan ayahmu pernah mengobrol tentang perjodohan masa kecil. Kamu dan cucunya dijodohkan secara tak sengaja. Tapi itu hanya candaan. Jangan dianggap serius."
"Lalu kenapa kamu marah?"
"Aku tidak suka kamu dirampok." Halbert mengakuinya. Dia cemburu. Tidak ada yang salah dengan itu.
Siapa yang berani mendambakan istrinya begitu saja. Karena Pria Tua Ren adalah seorang tetua, dia tidak memarahinya. Ia juga memiliki seorang kakek dan menghormatinya. Jadi Halbert selalu menghormati orang yang lebih tua, tentu saja jika pihak lain sopan padanya.
Perkataan Pria Tua Ren tidak disengaja dan hanya mengenang masa lalu. Namun Halbert merasa cemburu tanpa alasan.
"Kalau begitu, kamu tidak perlu marah. Ini hanya candaan." Nola tidak berdaya. Walaupun dia tidak tahu ekspresi apa yang dimiliki Halbert saat ini, namun membaca dari auranya, masih sangat cemburu.
Halbert ditenangkan oleh sentuhan lembut di wajahnya. Tangan gadis itu sangat halus. "Apakah kamu suka pria Asia?"
__ADS_1
"Ada apa? Ayahku bahkan keturunan negara C sebelumnya. Bukankah ayahku juga berdarah Asia? Kamu tidak suka?"