Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Pulau Rahasia OSD (4)


__ADS_3

Suyue serta kedua pamannya tidak memiliki kecurigaan pada kelompok Nola. Mereka tidak memakai jubah hitam yang harus dipakai organisasi itu. Belum lagi tampaknya tiga diantaranya merupakan orang kulit putih. Dan satu orang lagi kemungkinan besat dari negara J.


Bukan hanya itu, Nola memiliki iris mata abu-abu yang sangat cantik. Terlihat seperti orang Asia seperti dirinya. Kecantikan gadis itu cukup mengejutkannya. Ibunya pernah bilang, semakin cantik dan tampan orang-orang supernatural, kekuatan mereka di atas rata-rata.


"Maaf, ikut campur dalam pertarungan kalian," ujar Nola pada ketiganya.


Ketiga mereka berhenti di dekat mereka, Suyue akhirnya sadar jika Nola ternyata buta. Mata itu terlihat cantik tapi sebenarnya ... tidak bisa melihat.


Tapi dilihat dari cara berjalannya yang lancar, seharusnya sudah terbiasa dengan sekitar.


Suyue menggelengkan kepala. "Tidak masalah. Kami bertiga tidak tahu siapa kalian, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk mengobrol. Mari kita berkenalan setelah mengatasi bunga jelek itu," jelasnya.


Mereka masih tidak bisa melupakan keberadaan bunga karnivora yang tampaknya menunjukkan reaksi aneh?


Bunga karnivora itu tampaknya merasa ada yang salah dengan batangnya sendiri. Tumbuhan itu sedikit gemetar dan semua kelopak bunganya yang menguncup perlahan terbuka.


Suyue tetap waspada. Nola sendiri tidak berniat untuk berjaga-jaga. Perlahan, mereka melihat jika semua sulur hijau bunga karnivora menguning, menyusut seperti mengalami kekeringan ekstrem.


Bunga karnivora tampaknya gelisah, mencoba menyerap nutrisi dari bawah tanah dan pepohonan. Sayangnya tidak berhasil.


"Apa yang terjadi?" Paman Sumin mengerutkan kening.


Kedua paman Suyue tidak terlalu pintar berbahasa negara A. Jadi tidak terlalu paham apanyamg dikatakan kelompok Nola.


Suyue hanya meminta semua orang untuk waspada, kecuali Nola yang lebih santai. Secara alami, Halbert juga santai. Bunga karnivora bergetar lagi dan lagi hingga kelompok bunganya juga berkeriput.


Pada waktu yang bersamaan, Nola meminta Suyue untuk menebasnya kembali. Tidak tahu kenapa, Suyue mempercayai Nola dan menebas dengan pedangnya yang tajam.


Kali ini tidak seperti sebelumnya. Batang bunga karnivora itu dengan mudah terpotong tanpa ada tanda-tanda regenerasi. Ketika terpotong, kepala bunga itu jatuh ke tanah dan layu sepenuhnya.


Mereka semua menghela napas lega. Dan ketegangan di tubuh perlahan menjadi rileks. Tapi itu terjadi beberapa detik saja sebelum akhirnya merasakan getaran di bawah mereka.

__ADS_1


Guncangan tersebut semakin besar hingga menyebabkan tanah terbelah. Walaupun tidak lebar, belahan tanah itu terlihat sangat dalam.


"Hati-hati," Elvada mengingatkan mereka.


Belum sempat memikirkan apa yang terjadi, puluhan bunga karnivora bermunculan dari dalam tanah. Semua sulur panjang yang terhubung dengan batang utama langsung menyerang sekelompok manusia yang membunuh raja mereka.


Begitu banyaknya bunga karnivora yang bermunculan, Suyue berkeringat dingin.


"Ini terlalu sial!" Suyue hampir ingin mengumpat diam-diam. Tangan yang memegang pedang sudah berkeringat dingin.


Kelompok Nola jelas lebih tenang. Tapi Takahiro Ren tak bisa menahan diri untuk meletakkan tas besar yang digendongnya. Ia bersiap untuk menyerang kapan saja.


Seluruh bunga karnivora itu langsung menyerang sekelompok manusia yang mengganggu wilayah mereka. Orang-orang yang memiliki senjata langsung menyerang balik, melindungi semua temannya.


"Menjauh dari sini, cepat!!"


Elvada melihat retakan di tanah semakin lebar dan lunak, mau tidak mau memikirkan firasat buruk di hatinya. Puluhan bunga karnivora itu jelas ingin mengubur mereka hidup-hidup, menjadikannya pupuk.


Adapun Jaley Scott yang membawa dua anak macan tutul di punggungnya, merasa sedikit lelah.


Puluhan bunga karnivora jelas tidak akan membiarkan merek melarikan diri. Seluruh sulur yang masih hidup seketika bermunculan dan melilit tubuh mereka sekuat tenaga.


Semua orang berhasil ditangkap meski sudah berusaha untuk menyerang dengan senjata tajam.


"Ahhh!!" Suyue berteriak kaget sekaligus merasa sedikit sakit di tubuhnya yang terlilit.


Yang lain juga merasakan hal yang sama. Tak terkecuali Nola yang terpisah dari Halbert. Sulur hijau yang hidup itu ternyata memiliki duri halus di permukaan, sakit jika menusuk kulit. Tidak tahu apakah itu beracun atau tidak. Namun pastinya beracun.


Jaley Scott khawatir kedua anak macan tutul di keranjang ikut terjepit jadi meminta keduanya untuk turun diam-diam dan bersembunyi lebih dulu. Kedua anak macan tutul itu mengerti dengan bahaya, lalu melarikan diri untuk bersembunyi di balik pohon rindang.


Karena terlalu muda untuk menyerang, kedua anak macan tutul itu tak bisa melakukan apapun selain mengeong gelisah.

__ADS_1


"Jangan banyak bergerak. Semakin berjuang, lilitan sulur ini akan semakin kencang," jelas Halbert yang tidak lagi berjuang.


Dia tahu jika berusaha untuk melepaskan diri, lilitannya akan menjadi lebih kencang. Karakteristik yang sama seperti ular piton. Karena itu, ia sengaja mengendurkan tenaganya dan pura-pura sebagai benda mati. Dengan mati, lilitan sulur hijau tetap stabil, bahkan agak longgar.


Suyue serta kedua pamannya yang berjuang mati-matian mencoba untuk tenang. Walaupun sebenarnya masih takut dalam hatinya. Terutama Suyue. Dia terlihat tomboy tapi bagaimanapun ia juga seorang wanita.


Lihatlah Nola yang sedikit ketakutan dengan lilitan sulur hijau yang gemuk. Tubuhnya juga sakit karena tertusuk duri duri tajam itu. Kemudian, wajahnya menjadi pucat sedikit demi sedikit kepala pusing dan agak mual.


Semua sulur hijau yang melilit sekelompok manusia itu dikumpulkan di tengah, terpisah dari satu sama lain. Kemudian para bunga karnivora mengelilingi mereka seperti menjebak mangsa yang berhasil masuk perangkap.


Mungkin hanya Orange yang kini terbebas dari semua itu. Kucing jingga itu mengeong pada tuannya, berputar di tempat karena gelisah. Tapi tidak memiliki kekuatan untuk melawan bunga besar.


Tapi Nola sudah terkena efek racun dari duri yang menusuk kulitnya. Halbert juga menyadari ini dan dia segera memasang wajah dingin.


"Ini ... Ini beracun," ucap Takahiro Ren yang memiliki gejala yang sama dengan Nola.


Perlahan, satu persatu dari mereka menyusul. Ternyata bunga karnivora itu tidak langsung menelan mereka untuk bermain, melainkan menunggunya mati perlahan sebelum dimakan.


Ini terlalu beracun!!


"Racunnya tidak terlalu kuat. Tapi jika tidak segera ditangani, kita akan mati dalam waktu dua belas jam!" Jaley Scott mengukur kedalaman racun dari tubuhnya sendiri.


Racun jenis ini tidak membahayakan nyawa dalam waktu singkat. Tapi jika dibiarkan tanpa perawatan, bahkan jika berhasil melarikan diri, mereka akan tetap mati setelah lewat dua belas jam.


"Sekarang kita harus memikirkan cara ntuk melepaskan diri dari lilitan ini." Paman Suchang juga sudah pucat.


Nola sedang berjuang untuk melepaskan diri. Dia mungkin tidak akan mati karena racun ini. Tapi yang lain belum tentu.


"Sayang, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Halbert yang memang tak jauh darinya.


Nola yang sudah lama tidak bicara akhir menghela napas lelah. "Jangan khawatir, aku tidak akan mati," jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2