
Di Negara S, Nyonya Neilson dan Clive menemui Chelsea yang dirawat di rumah sakit. Gadis itu dipenuhi perban di tubuhnya dan belum sadarkan diri. Menurut dokter, luka yang disebabkan tabrakan mobil cukup parah hingga membuat pasien koma dan sadar secara tidak menentu.
Untungnya tidak membuat lumpuh atau kebutaan. Hanya saja di masa depan, gadis itu mungkin akan akan kesulitan untuk berbicara.
"Putriku mengalami kecelakaan mobil, lalu kenapa vita suaranya yang bermasalah? Tidakkah operasi masih bisa dilakukan?" Nyonya Neilson tampak frustasi. Dia terlalu banyak menangis hingga wajahnya sembap.
Clive menggelengkan kepala. Apapun bisa terjadi saat mengalami kecelakaan. Jadi dia tidak banyak berpikir. Setelah berada di Negara S beberapa hari, dia masih tidak akrab dengan makanan di sini.
Sebelumnya Clive telah pergi ke universitas tempat di mana Chelsea belajar. Dan sangat mengejutkan jika Chelsea sama sekali tidak terdaftar sebagai mahasiswi di sana. Bahkan tidak pernah datang sama sekali.
Memikirkan selama ini Chelsea melaporkan tentang kegiatan di kampus, membuat Clive curiga. Dia ingin menemukan pria dalam video mesum adiknya dan juga dikatakan sebagai pacaran adiknya.
Melalui penyelidikan, dia akhirnya menemukan Sean. Pria tampan berkewarganegaraan S itu tidak takut atau gugup sama sekali saat melihat Clive, tapi tersenyum ramah seolah-olah bertemu orang baru.
"Apakah kamu datang untuk bicara denganku?" tanyanya.
Clive terlihat dingin saat ini dan yakin jika adiknya celaka gara-gara pria ini. "Apakah kamu bermain-main dengan adikku?"
"Oh, apa maksud Tuan Muda Neilson?"
Clive terkejut. "Kamu bahkan tahu aku dari keluarga Neilson?"
"Tentu saja. Adikmu selalu takut kamu akan mengetahui sesuatu tentang perbuatannya di negara ini. Bagaimana mungkin aku tidak tahu?"
Jika ini bukan kafe, Clive ingin bertarung dengannya. Dia masih menahan diri. Sean terlihat acuh tak acuh. Chelsea mungkin tertipu oleh nya.
"Bukankah kamu pacarnya?"
"Pacar?" Sean tersenyum mengejek. "Tentu saja bukan. Dia adalah teman ranjangku. Siapa yang meminta menjadi gadis nymp*o. Setiap kali melihat pria yang menarik di matanya, dia rela telanjang di tempat tidur."
__ADS_1
Clive kehilangan kesabaran dan akhirnya menabrak meja cukup keras. Beberapa pelanggan langsung menoleh dan penasaran. Clive hanya bisa menenangkan diri dan berpura-pura tidak pernah melakukan apapun.
"Brengs*k!!" gumamnya.
Sean sama sekali tidak terpengaruh oleh kemarahan Clive. Dia menyesap kopi mahalnya dengan tenang.
"Jika adikmu tidak menyentuh garis bawah Halbert, hal ini tidak akan terjadi. Ingat saja ini. Jika adikmu tidak mati, maka hanya bisa menderita. Sejak kapan Halbert berguru murah hati?"
Sean masih tahu kebiasaan bosnya. Seorang mafia, bagaimana mungkin begitu baik? Seberapa buruknya seorang penjahat, mereka masih melindungi orang-orangnya.
Setelah berkata demikian, Sean tidak menunggu reaksi Clive dan dia meninggalkan kafe setelah menyelipkan beberapa dollar di bawah cangkir.
Clive terdiam untuk waktu yang cukup lama dan akhirnya mengerti kenapa Halbert tidak bergerak untuk membakar dendam padanya. Karena pria itu sebenarnya sudah merencanakan semua ini, merusak reputasi adiknya sejak awal dengan cara tercela.
Mau tidak mau, Clive akhirnya tidak kuat menahan rangsangan dsn hampir pingsan. Ada rasa manis di tenggorokannya saat ini. Dia buru-buru meninggalkan kafe dan muntah darah.
"Halbert!" geramnya. Dia penuh permusuhan dan ingin membunuh seseorang saat ini.
Nyonya Neilson tidak berada di rumah sakit sepanjang waktu. Dia sesekali akan keluar untuk bertemu dengan Lerdy. Kedua berkencan sepanjang waktu tanpa sepengetahuan Clive.
Tapi hari ini, Nyonya Neilson tidak bisa menghubungi Lerdy sama sekali. Padahal dia ingin meminta pria itu untuk membawanya untuk mengenal lebih banyak tentang Negara S.
Karena tidak bisa dihubungi, Nyonya Neilson akhirnya hanya bisa pergi sendiri ke hotel yang dipesan Lerdy olehnya. Mungkin pria itu ada di sana untuk mengurus sesuatu.
Tapi apa yang dilihat Nyonya Neilson saat ini bukanlah Lerdy, tapi seorang wanita yang memakai baju tidur seksi. Masih ada beberapa bekas kemerahan di beberapa tempat pada tubuh wanita cantik itu sehingga membuat Nyonya Neilson marah.
"Siapa kamu? Kenapa kamu ada di kamar Lerdy?" tanyanya dengan suara keras.
Wanita seksi yang selalu bersama Lerdy itu bernama Cory. Melihat kedatangan Nyonya Neilson ke kamar hotel Lerdy sungguh tidak terduga baginya. Dia pikir orang yang datang adalah pengantar makanan. Sebelumnya, Lerdy memesan makanan pada staf hotel yang bertugas.
__ADS_1
Cory melihat penampilan Nyonya Neilson yang sedikit kuyu dan bermake-up tebal, mau tidak mau mencibir. "Siapa Lerdy bagi wanita yang telah bersuami?" ejeknya.
"Kamu— tentu saja Lerdy adalah priaku. Apa hubungannya ini denganmu?" Nyonya Neilson merasa wanita di depannya ini tahu tentang dirinya, sedikit kesal.
Cory mengejek. "Oh, tapi Lerdy pacarku. Kami sama-sama lajang dan tidak terikat dengan pernikahan lain. Apakah salah jika kami berada di kamar yang sama?"
Nyonya Neilson bukan wanita vegetarian. Setelah mengetahui jika Chelsea mengalami kecelakaan, dia lelah dan mudah tersinggung. Dia datang ke sini untuk menemui Lerdy tapi siapa tahu ada wanita lain di kamarnya.
Dia sangat marah hingga langsung menampar wajah wanita yang tampak sok di depannya.
"Dasar jalaang!! Beraninya kamu merayu Lerdy! Aku telah bersamanya selama bertahun-tahun dan kamu, wanita yang menjual tubuh sungguh kotor!" teriaknya.
Cory tidak terima ditampar oleh wanita tua seperti Nyonya Neilson dan membalasnya dengan jambakan.
"Wanita tua! Kamu harus sadar diri. Tubuh kering dan wajah keriputmu begitu bagus? Ini hanya membuat orang jijik! Kenapa Lerdy harus tergiur dengan tubuh lemahmu?"
Tak lama setelah itu, Lerdy yang baru saja keluar dari kamar mandi mendengar suara pertengkaran di depan. Dia masih mengenakan jubah mandi hotel dan segera melihatnya.
"Cory, apa yang terjadi? Siapa yang datang?"
Kemunculan Lerdy membuat keduanya langsung mengalihkan perhatian. Nyonya Neilson melihat Lerdy baru saja selesai mandi dan dia percaya bahwa pria itu tidur dengan wanita ini.
Lerdy sendiri tidak menyangka jika perselingkuhannya akan tertangkap oleh Nyonya Neilson. Untuk sementara waktu, Lerdy tidak tahu harus berkata apa.
Jika Nyonya Neilson memutuskan hubungan dengannya, sumber uangnya akan hilang. Tapi dia juga tidak memiliki pegangan di tangannya tentang Nyonya Neilson. Ditambah perselingkuhan keduanya telah diketahuinya orang banyak. Apa lagi yang harus dibeberkan?
"Lerdy, apakah kamu Bernai berselingkuh dengan wanita ini? Selama ini kamu bersenang-senang dengan wanita lain?" Nyonya Neilson merasa sakit hati setelah melihat Lerdy dan wanita lain berada di kamar yang sama. Dia juga mencintai pria ini sejak awal bertemu.
Awalnya Lerdy ingin menjelaskan sesuatu. Tapi Cory memelototinya.
__ADS_1
"Ada apa? Apakah kamu masih ingin bergantung pada wanita tua ini? Uang yang kita dapatkan darinya sudah lebih dari cukup untuk hidup dan memulai bisnis. Kita tidak butuh dia lagi!" Cory membuka rahasia besar yang membuat Nyonya Neilson membelalakkan mata.