Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Memiliki Kesadaran Saat Membunuh


__ADS_3

Pria yang sebelumnya menjelaskan lebih detail pada Halbert pun menggelengkan kepala. Dia tersenyum lembut. "Hubungan ayah dan anak perempuan itu sedikit goyah dan tampaknya gadis itu juga bukan orang biasa. Percayalah, setelah melewati masa sulit, kebahagiaan sesungguhnya akan datang," jelasnya.


Jika Solachen dan Halbert masih ada di sana, mereka bisa melihat jika pria tersebut bukan oramg biasa. Dia juga dikaruniai oleh semacam kemampuan khusus layaknya orang supernatural. Tapi hal-hal ini cukup tabu bagi orang Timur Tengah. Jadi kemampuan pria itu jeladh disembuhkan sejak awal.


"Jangan khawatirkan mereka, semuanya pasti baik-baik saja," ujarnya.


Mereka pun segera melanjutkan perjalanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halbert terus berkendara untuk menemukan jejak Nola. Sepanjang jalan, Mereka terkadang menemukan jejak kaki acak, bekas perkelahian serta bercak darah di mana-mana. Dan kali ini, Solachen muntah darah setelah memastikan jejak darah yang mengering di permukaan pasir.


"Tuan!" Mark panik dan segera membantu tubuh Solachen tetap stabil.


Solachen berwajah pucat dan bibirnya sedikit kering. Dia menggelengkan kepala dan terus berkata tidak mungkin.


"Tuan, katakanlah, apa yang terjadi?" Mark tidak sabar untuk membiarkan Solachen meminum obat yang pernah diberikan Jaley Scott.


Halbert tidak bertanya lebih jauh dan menunggu Solachen mengatakan sesuatu.


"Darah ini bercampur dengan darah Nola," ungkap Solachen.


Halbert juga mengubah ekspresi wajahnya. Dan jejak kekejaman terlintas sejenak di tatapan matanya yang dalam.


Nola adalah anak Solachen. Pria itu mampu mengetahui golongan darah putrinya sendirisehingga bisa tahu, apakah darah itu milik putrinya atau bukan. Memang hubungan ayah dan anak kandung tidak bisa dipalsukan.


Dengan kata lain, saat ini Nola pasti terluka setelah bertarung dengan sekelompok orang dari Organisasi Supernatural Dunia. Ada beberapa mayat lagi yang ditemukan. Mereka mati dengan cara yang sama.

__ADS_1


Solachen menggertakkan gigi. Dia sangat ingin menghancurkan organisasi itu tapi belum waktunya. Semuanya belum waktunya. Dia hanya bisa menahan dan menahannya lagi seraya memastikan jika putrinya tetap aman.


"Apakah Nola terluka?" Halbert bergumam pada dirinya sendiri. Gadis itu bersama kalajengking hitam supernatural. Seharusnya tidak ada yang terjadi. Lalu kenapa masih terluka?


Semakin dipikirkan, wajah mereka langsung tidak nyaman dilihat. Halbert dan Solachen ingin segera menemukan keberadaan Nola sehingga tidak perduli lagi dengan bahaya apa yang akan ada di depan.


Mereka mengebut di gurun. Perjalanan dilakukan selama setengah hari lamanya. Untungnya cadangan bahan bakar mobil disediakan terpisah sehingga saat mobil kehabisan bahan bakar, mereka mengisinya kembali.


Akhirnya, setelah berkendara begitu lama, mereka menemukan beberapa mobil hitam yang tergeletak begitu saja. Sebagian dari mobil-mobil itu terkubur oleh pasir.


"Kenapa lagi ini?" Kali ini Sean yang keluar mobil dan melihat mobil-mobil itu. "Bos, coba lihat ini!"


Halbert menghampiri Sean. Di dalam mobil yang setengahnya terkubur oleh pasir, ada seorang pria berjubah hitam berlumuran darah. Kondisinya masih sama dengan pria berjubah hitam lainnya, mereka kehilangan jantung. Darah masih menetes dari tubuh pria itu.


"Ini ... Ini masih segar dan kemungkinan tidak lama terjadi. Seharusnya nyonya bos tak jauh dari sini," katanya.


Ada beberapa jejak kaki di sekitar mereka. Semuanya sangat acak. Tidak jelas jejak kaki siapa saja dan ke mana arahnya. Namun mereka bisa memastikan jika jejak kaki hanya berputar-putar di sekitar tempat itu.


Solachen sudah menenangkan diri. Dia juga keluar mobil untuk memastikan tetesan darah yang mengering di permukaan pasir. Lagi-lagi dia memastikan jika itu darahnya Nola. Ia yakin Nola ada di sekitar sini.


"Nola! Nola!" teriak Solachen. Dia langsung batuk darah. "Nola, ini ayah! Kamu di mana?" teriaknya lagi.


Mark tidak tahan dengan kondisi Solachen. Dia ingin membuat tuannya pingsan tapi tetap saja tidak akan berhasil. Tuannya sendiri seorang ahli supernatural. Alih-alih membuatnya pingsan, mungkin semakin memperparah keadaan.


"Nola ..." Solachen tedus memanggil Nola berulang kali hingga suaranya sedikit serak.


Tak lama kemudian, sosok Nola yang bersembunyi di salah satu mobil milik Organisasi Supernatural Dunia muncul. Gadis itu tampak sedikit linglung. Wajahnya pucat dan bibirnya sedikit pecah-pecah. Gaun yang dipakainya juga tidak lagi bersih.

__ADS_1


Ada banyak darah di pakaian dan tubuhnya. Bahkan bercak darah di wajahnya juga belum dibersihkan.


Kemunculan Nola dari salah satu mobil itu membuat mereka terkejut. Bukan hanya karena penampilannya saja, tapi jelas iris mata gadis itu masih putih. Dengan kata lain, Nola belum pulih dari kegilaannya.


"Nola!!" Solachen tidak peduli dengan kondisi kegilaan Nola saat ini. Dia berlari ke arah gadis itu dan memeluknya dengan erat.


Mark ingin menghentikannya. Dia khawatir Nola tidak bisa mengenali orang dia sekitarnya dan mencoba membunuh mereka. Bahkan Halbert sendiri sedikit tidak yakin, apakah Nola amsih dalam kondisi kegilaannya atau tidak.


Nola masih terdiam saat Solachen memeluknya dengan erat. Tubuhnya agak gemetar. Sebenarnya dia sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang menimpanya hari ini.


Sebelumnya, dia hanya berniat untuk mencari unta di sekitar gurun. Berpikir bahwa Halbert tidak menginginkannya lagi, ia pun nekat untuk meninggalkan daratan Timur Tengah, terus berjalan di gurun. Sebagai orang supernatural, ia bisa menahan diri dari terik matahari di gurun.


Sayangnya Nola tidak tahu banyak tentang gurun pasir. Ia berpikir jika gurun pasir itu tidak seluas lautan. Oleh karena itu, ia memiliki harapan bisa menemukan sebuah pemukiman atau sejenisnya. Namun tidak ada apapun selain dikejar oleh sekelompok orang dari Organisasi Supernatural Dunia.


Mereka terlalu banyak di matanya hingga tanpa sengaja marah dan langsung membunuh mereka. Tapi masalahnya ... dia bisa mengingat apa yang baru saja dilakukannya di luar kendali.


Solachen masih memeluknya dengan erat dan air matanya tidak bisa dibendung lagi. "Putriku, untunglah ... untunglah kamu masih di sini! Ayah berpikir kamu dibawa oleh orang-orang itu," gumamnya seraya mengelus kepala Nola.


Pria itu melepaskan pelukan dan menatap Nola yang terlihat linglung. "Apakah kamu bisa mendengarku?" tanyanya hati-hati.


Nola mengangguk. "Aku ... Aku mengingat semuanya. Aku mengingat semua yang kulakukan," katanya tanpa memedulikan pertanyaan Solachen.


Ia melihat kedua tangannya sendiri yang berlumuran darah. Kukunya tidak lagi runcing seperti sebelumny. Tapi jelas Nola ingat jika kedua tangannya ini menembus dada lawan dan menghancurkan jantung mereka.


Ia baru saja membunuh banyak orang dalam kegilaannya. Mungkinkah ini yang dilakukannya saat kehilangan pikiran? Ketika ia marah, tubuhnya memasuki mode gila. Ia menjadi seorang pembunuh berantai.


Tak heran ibunya pernah berkata bahwa dirinya tak boleh marah. Ketika ia marah karena Tuan Neilson selalu memperlakukan ibunya dengan buruk, Nola tidak pernah mengingat apapun lagi saat terbangun. Mungkin pada saat itu, dia mengamuk dan hampir melukai ibunya bukan?

__ADS_1


Napas Nola sedikit tidak stabil saat memikirkan masa lalu lagi. Hingga saat Solachen meremas kedua bahunya, ia sedikit tersadar kembali.


"Kamu ... Kamu ingat?" Solachen juga tidak mempercayainya.


__ADS_2