
Organisasi Supernatural Dunia kehilangan kontak dengan Helliu. Bahkan tak bisa menemukan jejak dari serigala hitam supernatural. Mo Shige mengetahui itu beberapa hari setelahnya. Dia sangat marah hingga memecahkan gelas anggur di depan para utusan.
Helliu adalah orang yang dia pilih. Kemampuannya sudah cukup untuk membawa Nola ke sini. Namun karena lampu kehidupan Helliu sudah pecah, itu artinya dia tewas di sana.
"Ini berat membuktikan jika Halbert adalah orang supernatural! Tidak heran Helliu bisa mati." Mo Shige menyipitkan mata di balik tudung besarnya.
"Tuanku, apakah mungkin jika Nola yang membunuhnya?" Salah satu utusan bertanya.
"Dia? Aku belum tahu seperti apa kekuatan tempur dari orang-orang dengan kemampuan seperti dia. Namun jika benar Nola membunuh Helliu, maka kekuatannya tidak kecil. Sudahkah kalian mencari jejak di mana Helliu mati?" tanyanya pada mereka.
Yang lain menggelengkan kepala, sedikit takut Mo Shige akan marah lagi. Mereka bukannya tidak berusaha tapi sudah berkali-kali mencoba. Jejak kematian Helliu disembunyikan pihak lain.
"Sampah!" Mo Shige sudah dibuat marah oleh kegagalan mereka berulang kali.
Helliu yang dikirim gagal. Kali ini, siapa yang harus dia kirim.
"Jika menggunakan cara kasar masih tidak bisa, kalau begitu gunakan cara lembut. Ular yang mengintai di sarang tikus juga harus licin bukan?" Mo Shige berpikir dua kali untuk menggunakan cara ini.
Ia tidak tahu seperti apa kekuatan Halbert. Mengirim kecantikan tidak akan membuatnya luluh. Jadi hanya bisa menyerang Nola sebagai langkah terakhir.
"Panggil Leon untukku!" titahnya pada mereka.
Salah satu dari mereka pergi secepatnya, memanggil orang yang dimaksud.
Lagi-lagi, Mo Shige mengutus orang penting untuk misi ini. Para utusan tidak tahu harus berkata apa. Cepat atau lambat, orang-orang berbakat di Organisasi Supernatural Dunia akan habis.
Tidak mudah menangkap mereka ke organisasi. Baik paksa atau pun sukarela. Leon adalah orang yang bergabung secara sukarela. Dia memiliki kemampuan mengendalikan pikiran binatang.
Alasan kenapa Mo Shige mengutusnya tentu saja karena Leon setia. Jika tidak, ia tak akan melakukannya.
Tak lama kemudian, seorang pria jangkung berdarah campuran masuk. Dia memakai jubah hitam. Rambutnya sedikit pirang, hidung mancung, mata biru laut dan kulitnya putih. Intinya, dia sangat tampan.
"Leon menyapa Tuanku. Apa perintah Tuanku?" Leon memberikan sikap hormat padanya.
"Helliu gagal dalam misi yang kuberikan. Kali ini misi itu akan menjadi milikmu." Mo Shige menatapnya. "Pergilah ke negara A dan tangkap gadis bernama Nola untukku. Ini fotonya."
Mo Shige mengeluarkan selembar foto Nola yang diambil tahun lalu. Ketika Leon melihatnya, ia tertarik. Nola ternyata sangat cantik. Dilihat dari wajahnya, gadis itu harusnya juga berdarah campuran.
__ADS_1
"Helliu tak bisa membawanya ke sini? Gadis ini terlihat tidak berdaya."
"Humph! Jangan remehkan dia. Dia sama licinnya dengan Noria, ibunya. Meski buta, ingatlah, dia sangat tajam perihal aroma. Kemampuan utamanya adalah memberikan keberuntungan pada orang lain. Jika organisasi kita bisa mendapatkannya, bukankah kita akan diselimuti keberuntungan. Jika dia benar-benar mau bergabung sejak awal, aku rela membiarkan hal istimewa padanya."
Mo Shige tak pernah ragu memberikan keuntungan pada pihak lain. Itu pun jika pihak lain menguntungkannya.
"Kudengar Organisasi Fortuna telah terbentuk setengah tahun lalu. Mungkinkah dia bergabung ke sana?" tanya Leon.
Mo Shige mengerutkan kening di balik tudung jubah hitamnya. "Aku tidak tahu tentang ini. Semua organisasi memiliki aturannya sendiri. Belum lagi, Organsiasi Fortuna sangat misterius. Kita tidak tahu di mana lokasi aslinya tapi itu di negara A. Jika bisa, selidiki ini juga."
"Ya, aku tahu."
Sebelum Leon pergi, Mo Shige berkata lagi. "Kali ini, bahkan jika ada kegagalan, lebih baik kembali secepatnya. Jangan cari mati seperti Helliu."
Leon terkejut dan kemudian mengangguk. Ternyata Helliu sudah meninggal di sana. Jadi seberapa kuat Nola dan Halbert itu?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nola dan Halbert masih waspada meski Helliu meninggal beberapa hari lalu. Keduanya yakin jika Organisasi Supernatural Dunia sudah tahu tentang kematiannya.
Luka di tubuh Halbert sudah sedikit lebih baik. Masih ada memar dan bekas goresan tapi tidak seserius sebelumnya. Kali ini, mandi pun tidak terlalu menderita.
"Menurutmu, apa yang akan dilakukan Mo Shige setelah ini?" tanya Nola.
"Mengirim orang lagi, sudah pasti," jawab Halbert.
"Bukankah kamu bilang ayah sudah bergerak untuk membalas dendam pada mereka. Kenapa belum ada gerakan?"
"Ayah hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Kamu tidak pernah khawatir."
"Aku harap ayah tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Tubuhnya masih belum pulih."
Halbert menyipitkan mata. "Dengan obat dari pak tua itu, semuanya akan baik-baik saja."
Nola menatapnya heran. "Kenapa kamu selalu memanggil kakek Scott dengan sebutan pak tua?"
"Dia jelas lebih tua dari kakekku."
__ADS_1
"..." Ini sepertinya bukan alasan, batin Nola.
"Sean akhir-akhir ini sering datang ke organisasi. Aku tidak tahu apa yang dilakukannya di sana. Tapi tampaknya tengah mencari mangsa baru."
Halbert mengejek Sean karena playboy. Ada besok anggota wanita di Organsiasi Fortuna, salah satunya adalah Suyue. Tapi dia tidak menyangka jika Sean akan berani masuk ke sana dan mencari mangsa.
"Mangsa baru? Akhir-akhir ini aku lihat dia akrab dengan Suyue." Nola tampak berpikir.
"Kalau begitu kamu harus ingatkan wanita itu tentang kebiasaan Sean. Jangan sampai fia menjadi korban."
"Suyue memiliki dua paman. Jika Sean macam-macam, dia mungkin sudah disate di atas api unggun besar. Mungkinkah ini jodoh?"
Halbert sepertinya ingat jika Nola pernah mendoakan Sean agar bertemu jodoh. Lalu dia tertawa.
"Tampaknya ini jodoh. Pria itu akan menggoda wanita setiap kali melihatnya. Tapi kali ini saat aku tanya, dia sedikit gelagapan dan salah tingkah. Mungkin khawatir salah bicara."
Selama Sean tidak bermain-main dengan perasaan, maka tidak apa-apa. Suyue tidak buruk baginya. Namun mungkin ... hidup sebagai suami dari orang supernatural akan sedikit merepotkan.
Seperti halnya Halbert dulu. Waktu itu tidak tahu Nola seorang ahli supernatural. Ia hanya seorang bos dunia bawah berkedok CEO. Ketika tahu istrinya memiliki kemampuan seperti itu, dia bingung.
Rasanya Nola bukan miliknya sendiri. Hidup di dua arah berbeda. Tapi Halbert bertekad untuk melindunginya. Hingga akhirnya dia sendiri keturunan supernatural. Orangtuanya tidak meninggalkan catatan apapun tentang hal itu. Mungkin khawatir musuh akan memperhatikan.
Sekarang Butler Flir sudah mati. Tak ada yang mengancam lagi. Geng Kalajengking Hitam juga cangkang kosong saat ini. Ia yakin jika Mikeson pasti mencari tahu di mana Butler Flir berada.
Nola selesai memberikan obat ke tubuh memar Halbert. Dia bersiap untuk pergi berbelanja.
"Aku tak bisa ikut denganmu. Biarkan Butler Cello yang mengantarmu." Halbert mencium pipi gadis itu sebelum bersiap pergi ke perusahaan.
Ia sudah di rumah selama bebeapa hari. Perusahaan juga membutuhkannya. Dia yakin jika tidak pergi hari ini, rambut wakil perusahaannya akan botak.
"Jangan khawatir, aku tahu." Nola mengambil tongkat putihnya. Dia masih harus berpura-pura buta di luar.
Karena itu, membawa Butler Cello juga pilihan yang tepat.
Butler Cello adalah pekerja serba bisa. Menembak saja tidak masalah. Apa lagi menyetir dan menemani Nola berbelanja. Dengan pakaian Butler Cello, tak akan ada siapapun yang menuduhnya menjadi simpanan ayah gula.
Siapa yang tak tahu pakaian seorang butler keluarga bangsawan?
__ADS_1