Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Sekretaris Eli Melahirkan


__ADS_3

Leon memutar bola matanya, mencoba menenangkan napasnya yang tersengal-sengal. Belum lagi, dia mulai kedinginan. Bahkan tak ada satu pun perahu yang lewat saat dia berenang menuju pantai. Sungguh sial.


"Kejam sekali. Kenapa kamu tidak mengirim perahu untuk menjemput ku?" tanya Leon kesal.


"Anggap saja sebagai sebuah pembayaran untuk dosa-dosa mu saat berada Organisasi Supernatural Dunia."


Alasan ini tak bisa disangkal oleh Leon. Dia bertanya lagi.


"Bagaimana kamu yakin jika mereka akan mengira aku mati tanpa memastikannya lebih dulu?"


"Lampu jiwa yang pecah adalah tanda kematian bagi anggota yang bersumpah. Kali ini aku hanya menggunakan sedikit teknik untuk membuat lampu jiwamu pecah."


"Kamu benar-benar hebat!" Leon mengakuinya.


"Nak, kamu masih muda dan akan banyak berkembang masa depan." Solachen tidak lagi mengejek atau memberinya tatapan dingin.


Solachen membawa Leon menuju salah satu toko baju terdekat untuk menggi pakaiannya yang basah. Setelah itu, dia membawanya ke Organisasi Fortuna untuk melakukan pendaftaran anggota.


Saat Leon dibawa ke tempat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, ia terkejut.


"Tak heran Mo Shige tidak bisa menemukan tempat ini. Ternyata lokasinya begitu tersembunyi."


Solachen hanya tersenyum. Setibanya di halaman depan Organisasi Fortuna, keduanya turun dan menyapa Jaley Scott yang tengah menggoda seekor serigala hitam supernatural.


"Apakah kamu mau tulangnya?" Jaley Scott menggoyangkan sebuah tulang sapi yang masih memiliki sedikit daging.


Black beputra satu kali di tempat, lalu mengibaskan ekornya. "Tentu saja aku mau! Berikan padaku! Berikan padaku!"


Jaley Scott tertawa senang. Serigala ini sangat lucu saat bertingkah sepeda seekor anjing peliharaan.


"..." Leon melihat Black di sini. Serigala itu ternyata bisa juga menjadi seekor anjing rumahan.


Jaley Scott melihat Solachen datang. "Oh, tumben kamu ke sini. Ada masalah apa?" tanyanya. "Siapa yang kamu bawa? Baunya tidak enak," candanya.


"..." Terlalu lama bermain dengan seekor anjing, inilah efeknya, batin Leon.


Solachen menepuk bahu Leon dan menatap Jaley Scott. "Bawalah anggota baru untuk kamu urus. Dia baru saja meninggalkan Organisasi Supernatural Dunia dan bertobat."


"Kamu serius?" Jaley Scott mengerutkan kening.


Solachen berani membawa mantan anggota Organisasi Supernatural Dunia. Dia melihat Leon dari atas sampai bawah. Ini ketiga kalinya Leon diperhatikan seperti itu. Sebelumnya ada Halbert, lalu Solachen, sekarang Jaley Scott.


Apakah penampilannya begitu buruk sebelumnya?


"Tentu saja. Jangan khawatir. Putriku memberinya nasib buruk sehingga jika berbuat jahat atau berpikiran jahat, dia akan sial sendiri."

__ADS_1


Jaley Scott akhir tertawa. Dia menepuk kepala Black yang kini menumbuhkan sedikit bulu. Awalnya kepala serigala itu botak. Tapi sekarang sudah tumbuh lagi.


"Baiklah, kalau begitu, tidak masalah. Orang ini juga punya kemampuan mengendalikan pikiran binatang dan memanipulasi pikiran orang. Bagus, bagus! Kebetulan aku ingin bereksperimen dengan ini."


"..." Leon merasakan firasat buruk. Apakah organisasi ini menyalagunakan orang?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah, Nola sedang melihat foto-foto lamanya dengan Halbert. Pria itu sungguh tidak suka difoto hingga hampir semua ekspresinya datar.


Namun Nola senyum-senyum sendiri saat melihatnya. Sebagian dari foto dia ambil diam-diam saat pria itu tidur dan fokus kerja.


Tak lama, ponselnya berdering. Solachen menelepon. Nola mengobrol sebentar dengan ayahnya di telepon. Pria itu memberi tahu jika Leon sudah bergabung dengan organisasi.


Tentu saja Nola senang. Akhirnya dia bisa memiliki teman mengobrol di toko bunga.


Setalah mengobrol sebentar, Solachen menutup telepon, tidak ingin mengganggu istirahat putrinya.


"Apa yang membuatmu senang?" tanya Halbert yang baru saja datang dari halaman belakang. Pria itu masih me.egang koran bisnis keuangan.


"Leon sudah bergabung dengan organisasi."


"Hanya karena ini, kamu sangat senang?" Halbert tidak senang. Ini pria itu lagi!


"Tentu saja, senang rasanya mengobrol dengannya di toko bunga."


"Oh, iya, apakah sekretaris Eli belum melahirkan? Ini harusnya sudah bulan tua kan?" Nola sedikit takut dengan melahirkan. Bagaimana dengan dirinya di masa depan?


Halbert duduk di sampingnya. Kandungan Nola sudah enam bulan. Tiga bulan lagi akan segera lahir. Dia juga gugup.


"Dia sudah menginap di rumah sakit. Seharusnya tak lama lagi akan melahirkan."


"Aku ingin pergi dan melihatnya."


"Tidak, tetaplah di rumah. Mari datang setalah bayinya lahir."


Tepat ketika Halbert bicara seperti itu, dia mendapat panggilan telepon dari Asisten Jae.


"Ada apa?" tanya Halbert.


"Bos, istriku sudah melahirkan. Ini anak laki-laki," jawab Asisten Jae memberi tahu, dia sangat senang, tentunya.


"Oh, bagus. Aku dan Nola akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk ibu dan anak."


Setelah panggilan berakhir, Halbert memberi tahu Nola. Untungnya yang lahir adalah bayi laki-laki. Jika itu bayi perempuan, Halbert akan cemburu lagi.

__ADS_1


Nola tidak sabar untuk pergi dan mendesak Halbert sekarang. Pria itu hanya bisa mengikuti keinginannya.


Setibanya di rumah, Sekretaris Eli sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP. Fasilitas nya lebih lengkap dan terjamin. Bayinya berada di sampingnya. Asisten Jae ingin menggendong anak itu, tapi takut menyakitinya.


"Eli, Jae, bagaimana dengan anak itu?" tanya Nola saat pertama kali tiba.


"Nyonya Bos!" Sekretaris Eli melihatnya datang, tersenyum lembut. "Bayinya baik-baik saja.


"Sudahkan memberi nama?"


"Namanya Park Jae Yan. Nama panggilannya adalah Jiyan."


"Nama yang bagus. Dia pasti akan setampan Asisten Jae di masa depan." Nola tersenyum.


Sekretaris Eli tersenyum malu. Tentu saja. Ini anaknya.


Ketika Nola datang, bayi laki-laki yang semulanya tampak tidur kini bergerak. Sepertinya dia merasakan ada sesuatu yang sangat nyaman untuk dipeluk.


Bayi laki-laki itu mulai menangis. Sekretaris Eli mencoba untuk menenangkannya kembali. Tapi anak itu tidak bisa ditenangkan.


Nola merasa bersalah. "Mungkinkah suaraku mengganggunya?"


"Tidak, tidak. Ayahnya bahkan lebih berisik dari ini tadi!" Sekretaris Eli menatap Asisten Jae dengan sinis.


"..." Asisten Jae yang ada di samping istrinya. Aku hanya terlalu senang, batinnya.


Nola ragu sejenak dan ingin mencoba. "Bisakah aku menggendongnya?"


Sekretaris Eli tertawa ringan. "Tentu saja, Nyonya Bos. Mungkin dia akan tenang ketika diperlukan mu."


Nyonya bosnya adalah pembawa keberuntungan. Anak itu mungkin akan ketularan beruntung di masa depan.


Nola mengambil alih bayi merah itu ke pelukannya. Ajaibnya, Jiyan yang menangis kencang perlahan mulai tenang. Rasanya nyaman saat berada di pelukan Nola.


"..." Sekretaris Eli dan Asisten Jae yang melihatnya, terkejut.


Halbert juga tak bisa berkata-kata. Istrinya selalu beruntung dalam apapun. Bahkan bayi itu berhenti menangis di pelukannya. Kali ini kecemburuannya tumpah lagi.


"Sayang, waktunya kembali. Tidak baik untukmu lama-lama di sini. Ayo ..." Halbert tak ingin anak itu lengket dengan Nola. Ini istrinya!


Sekretaris Eli hampir tertawa oleh ekspresi bosnya. Dia mengambil alih bayi itu lagi dan tentu saja Jiyan menangis.


"Jangan menangis! Atau kamu bahkan tak akan pernah melihat Nyonya Bos di masa depan!" candanya.


Lagi-lagi, Jiyan berhenti menangis.

__ADS_1


"..." Apakah ini bayinya? Pikir pasangan itu.


__ADS_2