Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Leon & Black


__ADS_3

Satu minggu setelah Sekretaris Eli melahirkan, Nola pergi lagi ke toko bunga. Leon sudah membuka toko kembali. Kali ini, ada pemandangan yang beda. Black si serigala hitam milik Helliu sebelumnya, menjadi anjing penjaga toko.


Meski penampilan serigalanya tak bisa ditutupi, nyatanya Black sangat ramah pada pelanggan yang datang.


"Kamu di sini. Butuh bunga untuk menghiasi rumah?" Leon sedang menyemprot bunga dengan air agar tetap segar.


"Tidak. Datanglah untuk bersantai."


"Tidakkah suamimu cemburu setiap kali kamu datang?"


"Tidak, ini keinginan bayinya."


"..." Jangan katakan itu, atau Halbert akan menghajarku nanti, pikir Leon.


Nola menatap Black. "Black, kamu ingat aku kan?"


"Tentu saja. Kamu gadis malam itu."


"Tidakkah kamu ingat yang lain?"


"Ya, aku ingat kucingmu membuatku botak."


Meow! Aku menemukanmu! Orange baru saja datang dengan seekor ikan goreng di mulutnya. Melihat anjing bau itu, dia tidak senang.


Nola terkejut melihat Orange datang dengan sesuatu di mulutnya. "Dari mana ikan itu? Apakah kamu mencuri?"


Ikan goreng diletakkan di lantai. "Tidak. Aku membelinya. Bukankah baju yang kupakai ini ada uangnya? Aku beli dengan uang!"


"Oh, kupikir kamu mencuri. Jadilah kucing baik."


"..." Jangan mengejekku di depan anjing bau itu! Batin si kucing.


Orange memang wmkaia baju saat ini. Terlihat lebih lucu dan fashionable. Tapi Black tertawa lucu.


"Kucing cokelat, kamu terlihat seperti monyet."


Orange lelah dipanggil cokelat. Dan dia tidak mirip monyet! Dia menatap Black penuh permusuhan.


"Hitam jelek! Aku pasti akan membuatmu botak lagi!"


Anjing hutan dan kucing itu bertengkar. Untung toko sedang sepi sekarang hingga tak ada orang yang melihat fenomena itu.


Nola dan Leon duduk di kursi pelanggan, memperhatikan tanpa daya. Kemudian Leon berpikir untuk mendandani Black.


"Black, mari beli baju untukmu juga. Tampaknya bagus."


Black yang awalnya senang menertawakan kucing itu, tiba-tiba saja terdiam.

__ADS_1


Tidak! Dia tidak mau!


Kebetulan, Sean dan Suyue datang untuk membeli bunga lagi dari toko Leon. Keduanya selalu membeli bunga potong untuk kebutuhan organisasi. Setidaknya seminggu sekali.


Karena tidak mungkin bagi Leon untuk meminta Nola menjaga toko, tugas ini akhirnya diserahkan pada keduanya.


"Kalian berdua, tolong jaga toko bungaku selama setengah hari. Aku akan pergi mengajak anjingku membeli baju agar terlihat keren seperti kucing itu." Leon memegang tali pengikat leher anjing.


Serigala hitam supernatural ingin melarikan diri. Baru beberapa langkah, dia sudah tertangkap oleh Leon.


"Jangan lari. Bulumu hitam berkilau. Jika terken sinar matahari terlalu lama, bulumu kemerahan, tidak cantik dan kusam. Aku akan membawamu ke toko hewan peliharaan untuk membeli baju."


"Aku tidak mau! Manusia bodoh! Aku bukan anjing, aku serigala!" Black mengklarifikasi dirinya.


"Bukankah kamu sendiri yang menganggap dirimu anjing?"


Black yang diseret Leon keluar dari toko, mau tidak mau merengek gemas.


Suyue dan Sean berniat membeli bunga, kini berubah menjadi penjaga toko.


Orange tertawa sampai guling-guling di lantai. "Akhirnya anjing hutan itu juga punya hari ini!"


Nola menggelengkan kepala. Serigala itu pasti cantik jika memakai dasi pita. Lalu dia melihat Sean dan Suyue.


"Omong-omong, sejak kapan serigala dan Leon menjadi akrab?" tanyanya.


"Aku harap keduanya segera berkontrak."


"Tidak mudah mengontrak hewan peliharaan yang telah berkontrak dengan tuan sebelumnya. Tuan Scott berkata butuh beberapa bulan lagi bagi Black untuk bisa berkontrak batin dengan Leon."


"Ini merepotkan." Sean mengerutkan kening. "Aku tidak tahu berapa harga bunga di sini. Kenapa dia begitu percaya diri menjadikan kami penjaga toko sementara?" Sean duduk, terlihat tidak senang.


Kencannya dengan Suyue tertunda lagi.


Nola memberikan buku menu harga pada mereka. "Semuanya tercatat di sini. Kalian lihat saja. Toh, tidak banyak orang membeli bunga akhir-akhir ini."


"Banyak sekali!" Sean hampir beranjak dari tempat duduknya. Daftar bunga potong di sini ternyata banyak jenisnya.


Pasangan itu baru menyadari jika semua bunga di toko ternyata memiliki keluarga bunga yang berbeda. Tapi keliatannya sama saja.


Beberapa jam kemudian.


Leon kembali saat sore tiba dan menuntun serigala hitam supernatural ke dalam toko. Serigala besar itu bisa menyesuaikan ukuran tubuhnya seperti serigala kebanyakan. Hal ini dilakukan agar orang-orang tidak takut padanya.


Black berubah yang awalnya polos menjadi serigala berjas, dasi pita merah dan anting di salah satu daun telinganya. Ekspresinya tampak lesu dan tidak berdaya. Tapi Leon bersemangat hingga mengambil banyak foto.


"Black, tersenyumlah, ambil gaya. Kamu akan terlihat keren saat aku posting di media sosial."

__ADS_1


"..." Black ingin menggigit ponsel dan menghancurkannya di lantai.


"Kamu akhirnya kembali. Wow! Serigala ini menjadi lebih tampan," kata Suyue memujinya.


"Benar!" Sena juga mengangguk.


Orange melihat anjing hutan itu berpakaian, seperti anjing polisi!


"Tuan, kamu harus mendandani ku seperti dia. Keren!" Orange mengakui jika pakaian itu cocok dipakai Black.


Nola menatapnya heran. "Bukankah baju detektif juga bagus?"


"Aku tidak mau. Ini terlihat seperti gaya pria tua."


Gadis itu mendesah tidak berdaya. "Seandainya bulumu juga hitam, pasti cocok berpakaian seperti polisi kucing."


"..." Apa hubungannya ini dengan warna bulunya?!


Leon mengucapkan terima kasih pada mereka karena telah menjaga tokonya. Ia memberikan bunga pesanan mereka secara gratis.


Seperti biasa, Halbert akan menjemput Nola ketika pulang kerja lebih awal. Tapi Halbert tidak langsung pergi. Dia duduk sebentar di toko dan mengobrol dengan Leon tentang Organisasi Supernatural Dunia.


"Apa yang ingin kamu ketahui dariku? Aku sudah lepas dari organisasi itu. Tidak masalah untuk membocorkan rahasia."


"Semua yang kamu tahu, katakan saja."


"Ini cerita yang panjang. Yakin ingin mendengarnya sekarang? Mungkin bisa sampai malam," katanya.


Hari sudah senja. Sebentar lagi waktunya makan malam. Tidak masalah jika hanya mereka berdua. Tapi Leon melirik Nola yang pada dasarnya sedang hamil. Wanita hamil harus banyak istirahat. Terutama saat malam hari.


Nola mungkin tahu Leon mengkhawatirkannya. Dia menggelengkan kepala. "Aku sendiri tidak apa-apa. Aku ingin sesuatu di luar hari ini, jangan pulang."


Halbert mengelus kepala istrinya dengan ekspresi permintaan maaf. Dia tahu Nola melakukan ini untuknya.


"Kalau begitu baiklah. Tidak mungkin bicara di toko bunga. Mari pergi ke apartemenku. Aku baru belanja pagi tadi. Jika kalian lapar, masak sendiri."


Halbert tidak peduli. Dia tidak lapar sama sekali. Apa lagi harus makan di rumah pria yang selalu membuat istrinya ingin datang sepanjang waktu.


Mereka pergi ke apartemen yang disewa oleh Leon. Tempatnya rapi dan bersih. Halbert harus memastikan jika tempat itu tidak kotor agar istrinya tidak terkena penyakit.


Black sudah pergi untuk istirahat sendiri tapi Orange mengganggunya. Pada akhirnya, serigala dan kucing punya topik pembicaraan sendiri.


Nola pergi ke dapur untuk mengecek kulkas pria itu. Halbert khawatir Nola akan terpeleset dan lain sebagainya.


"Pelan-pelan, hati-hati jatuh." Halbert hanya melihatnya pergi.


"Aku tahu, Sayang."

__ADS_1


__ADS_2