
Halbert mendengar apa yang dikatakan oleh Solachen. Mau tidak mau mengusap lehernya sendiri. Dia sepertinya ingat jika Nola mengecap lehernya cukup dalam sebelumnya hingga meninggalkan bekas. Gadis itu sengaja membalas dendam atas beberapa bekas ciuman panjang panjang di sekujur tubuhnya bukan?
Sedikit malu dan canggung untuk pertama kalinya di hadapan Solachen, Halbert terbatuk kecil. Dia berpura-pura tidak mendengarkan apapun namun memang langsung membenarkan kerah kemejanya. Tidak heran jika orang-orang di video tadi terlihat agak aneh dan malu saat melihatnya. Ternyata tanda itu ....
Halbert berpikir untuk menghukum Nola nanti.
"Yah, tidak apa-apa. Aku dan Nola saling mencintai. Kami saling memenuhi satu sama lain." Halbert sangat percaya diri.
Solachen merasakan beberapa panah menusuk hatinya. Putrinya yang baru saja dipertemukan dengannya kini dirampok.
"Apa yang ingin dibicarakan oleh Ayah?" tanya Halbert mengalihkan topik.
Solachen ingat tujuannya menemui Halbert. Setelah memastikan tidak ada orang lain atau alat penyedap lainnya di ruangan tersebut, dia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan khusus yang diberikan oleh Jaley Scott sebelumnya. Ia menyerahkan botol itu pada Halbert.
“Apa ini?” tanya pria itu.
“Ini adalah cairan obat supernatural yang mampu membangkitkan kemampuan supernatural pada diri seseorang. Jaley Scott melihat jika kamu bukan keturunan keluarga biasa dan memberikan cairan ini untuk memberimu pilihan.”
“Pilihan?” Halbert tidak terlalu tertarik tentang hal-hal berbau supernatural selama ini. Dia sedikit memperhatikannya karena Nola adalah orang supernatural. Tapi dia tidak peduli sebelumnya.
Halbert melihat botol berisi cairan tersebut dan mau tidak mau membukanya. Ia mencium aroma harum bunga dan mint yang cukup kuat. Lalu tak lama kemudian aroma itu berubah menjadi bau obat kebanyakan. Belum lagi, warnanya sedikit mencurigakan.
“Apakah Ayah yakin ini bisa diminum?” tanyanya.
“Tentu saja.” Solachen terbatuk kecil. Dia sebenarnya sedikit meragukan obat yang diberikan Jaley Scott padanya. Tapi ia yakin obat supernatural itu tidak berbahaya sama sekali.
“Lalu, pilihan apa yang harus aku ambil?” Halbert masih tidak serius menanggapi kata-kata Solachen.
“Pilih, antara menjadi manusia biasa atau orang supernatural.”
__ADS_1
Halbert kali ini terkejut. Pilihan yang diberikan Solachen padanya ternyata masih terkait dengan kemampuan supernatural. Meski ia menemukan beberapa keganjilan tentang terowongan air bawah tanah di kebun halaman belakang, ia masih belum berpikir keluarga Jefford merupakan keturunan keluarga supernatural.
"Kenapa aku harus menjadi orang supernatural?" tanyanya lagi.
"Jika kamu ingin melindungi Nola, maka satu-satunya cara tentu saja menjadi orang supernatural atau ... kamu bisa tetap menjadi manusia. Hanya saja kamu hanya bis ditakdirkan kalah dari mereka." Solachen mencibir lalu melanjutkan. "Jika tidak, bagaimana kamu bisa kalah dari Geng Kalajengking Hitam yang selama ini menjadi musuh keluarga Jefford? Kamu belum membalas dendam orangtuamu juga bukan?"
Titik sakit Halbert selama ini adalah kematian orangtuanya gara-gara Geng Kalajengking Hitam. Dia tak akan pernah lupa bagaimana orangtuanya meninggal saat itu. Belum lagi penglihatan masa lalu yang diberikan oleh Nola, ia akhirnya bisa menemukan siapa dalang dibalik pembunuhan orangtuanya.
Karena bos di belakang layar masih terkait dengan hal-hal berbau supernatural, tentu saja Halbert curiga jika keluarga Jefford memiliki koneksi dengan orang-orang supernatural di masa lalu. Terlebih lagi tentang ayahnya yang tampaknya biasa saja. Kenapa Kakek Jefford tidak tahu apa-apa tentang ayahnya selama ini?
"Apakah keluarga Jefford memiliki hubungan dengan keluarga supernatural?" Dia mulai serius memikirkan masalah ini.
"Aku tidak tahu banyak. Namun setelah tinggal di sini beberapa hari, tampaknya rumah ini tidak biasa. Tapi lebih tidak biasa lagi jika keluarga Jefford dulu tidak tinggal di sini," jelas Solachen.
"Ya, ini memang bukan rumah lama tapi memang sudah cukup lama ditempati. Rumah lama keluarga Jefford mungkin sudah tidak terurus ... atau mungkin dihancurkan." Halbert tidak tahu tentang ini. Dia tak pernah peduli sebelumnya.
Halbert melihat botol cairan supernatural dan berpikir berulang kali. Melalui mimpi Nola saat bertemu nenek keluarga Whitemir, Halbert mungkin keturunan Esper Moros, salah satu kemampuan yang ditakuti di dunia supernatural karena mampu membawa manusia ke ajalnya.
Walaupun Halbert lagi-lagi tidak menganggap serius masalah tersebut, tapi kali ini ....
"Apa pendapat Ayah tentang keturunan Esper Moros?"
"Esper Moros?" Solachen terkejut kali ini hingga pikirannya sedikit kosong sejenak. "Esper Moros?"
Tiba-tiba saja Solachen sedikit mengerutkan kening ketika mengingat tentang salah satu esper yang tidak terlalu mudah ditangani.
"Tentu saja, Esper Moros merupakan salah satu kemampuan supernatural yang mirip dengan malaikat pencabut nyawa. Orang-orang seperti ini mampu membuat orang-orang yang ditargetkannya mengalami mimpi buruk atau sejenisnya. Kemudian Esper Moros bisa mengambil nyawa orang yang ditargetkannya dengan mudah. Karena kemampuannya mengambil banyak nyawa, kelompok Esper Moros sangat ditakuti. Mereka dihindari di mana-mana ..." Solachen menatap Halbert dengan curiga. "Kenapa kamu bertanya tentang ini. Kamu tidak mungkin akan menjadi keturunan—"
"Mungkin saja," tukas Halbert pelan.
__ADS_1
"...??!!" Mungkin? Solachen tiba-tiba saja sedikit dingin di punggungnya. Jika Halbert adalah salah satu keturunan Esper Moros, maka ....
"Dari mana kamu tahu ini?" tanyanya penasaran.
"Dari tebakan neneknya Nola."
"..." Jangan bercanda. Ibunya Noria atau teman lama Jaley Scott sebenarnya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya.
Tapi Halbert tidak bercanda sama sekali. Solachen tidak mau bertanya lebih banyak karena Halbert sepertinya tidak berniat untuk memberitahunya.
Solachen hanya bisa mengembuskan napas panjang. "Jika benar, maka ... Identitasmu akan berbeda. Lebih baik kamu pikirkan kenapa Geng Kalajengking Hitam menyerangmu, lebih tepatnya bos di belakang layar yang ingin keluarga Jefford hancur. Jika kamu sudah memikirkannya dengan baik, kamu bisa—"
"Aku akan mengambil keputusan ini." Halbert lagi-lagi menyela.
"Apa?" Solachen tidak menangkap dengan baik apa yang dikatakan Halbert.
Halbert menyalakan sebatang rokok dan mulai menyesapnya. "Aku sudah mengambil keputusan, aku akan mengambil cairan obat ini dan meminumnya."
"Apakah kamu yakin? Segala konsekuensinya, kamu tanggung sendiri." Solachen menyipitkan mata. Dia tidak main-main saat mengatakan hal demikian. Memang tidak mudah menjadi seorang ahli supernatural.
"Aku tahu. Dan aku harus melakukannya demi melindungi kakek dan istriku."
Solachen tersenyum dan mengangguk. "Bagus, dengan begitu ... aku tidak perlu khawatir tentang Nola ada bersamamu saat aku tidak ada di sekitarnya. Jangan lupa untuk mengatakan hal-hal baik tentangku di depan nya."
Halbert akhirnya mengerti. Solachen ingin membiarkan dia menjadi pihak penengah perdamaian keduanya.
"Tidak masalah. Tapi mungkin butuh waktu." Halbert tidak usah menjanjikan sepenuhnya. Dia khawatir Nola sendiri akan marah padanya jika tahu ini.
Solachen menggelengkan kepala. "Tidak masalah. Aku bisa menunggu." Dia terbatuk lagi, dadanya sedikit sesak tapi tidak ingin merepotkan Halbert. "Besok, kamu ikut denganku ke suatu tempat."
__ADS_1