Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Nasib Sial Atau Kutukan?


__ADS_3

Di sisi lain, Miyumi Kei yang baru saja kembali ke rumah larut malam merasa jika tubuhnya sangat lelah. Bahkan dia merasa ada sesuatu yang memperhatikannya diam-diam tapi tidak terlalu jelas.


Ia masuk ke kamar dan membersihkan diri sebelum pergi tidur. Barulah kemudian dia bermimpi buruk. Dalam mimpi itu, dia diteror oleh beberapa wanita dan pria aneh berlumuran darah. Wajahnya rusak dan tertawa mengerikan.


Miyumi Kei ingin bangun dari mimpi buruknya tapi tidak bisa. Dia terus berteriak minta tolong hingga menitikkan air mata. Teriakannya itu ternyata membuat pelayan yang ada di lantai bawah terjaga.


Salah satu pelayan yang bertanggung jawab atas kebutuhan rumah naik ke lantai atas dan mengetuk pintunya.


"Nona, Nona Muda, apakah kamu baik-baik saja?" tanya pelayan sangat cemas.


Namun Miyumi Kei tidak mendengar nya sama sekali. Ia masih berteriak histeris sambil meminta tolong. Pelayan khawatir ada sesuatu yang terjadi padanya jadi segera membuka pintu. Untungnya Miyumi Kei jarang mengunci pintu.


Ketika beberapa pelayan melihatnya sedang bermimpi buruk, akhirnya bisa menghela napas lega. Tapi mereka juga gugup.


"Nona, Nona, ayo bangun. Ini hanya mimpi buruk," ucap salah seorang pelayan seraya mengguncang tubuhnya.


Miyuki Kei yang terjebak dalam mimpi buruk akhirnya bisa kembali ke dunia nyata. Dia tersentak saat bangun dari mimpi.


"Ahhh!!!" Miyumi Kei langsung duduk dengan tubuh gemetar, badan banjir keringat dan wajahnya pucat.


Pelayan yang melihat keadaannya tidak baik akhirnya menenangkan. "Nona, ini hanya mimpi buruk. Haruskah saya menghubungi tuan?"

__ADS_1


Tuan yang mereka maksud jelas adakah Matsuyama Kei, ayah nona muda mereka.


Miyumi Kei yang baru saja terbangun dari mimpi buruk menggelengkan kepala. "Tidak perlu, jangan! Aku hanya terlalu lelah malam ini dan mimpi buruk," jawabnya mencari alasan.


Sekarang tidak tahu apa yang terjadi, setelah bangun dari mimpi buruk, tubuh terasa pegal dan sakit. Rasa sakit ini sama seperti saat berada di tanah. Walaupun begitu, Miyumi Kei tidak menceritakan apapun.


"Baiklah, kalian bisa pergi," katanya.


Para pelayan akhirnya keluar dan menutup pintu dengan hati-hati. Pada saat itu, Miyumi Kei menyentuh gelang untuk waktu yang cukup lama.


Kenapa dia tiba-tiba saja bermimpi buruk? Miyumi Kei tidak tahu pasti namun ia harus mengganti pakaiannya saat ini. Tidur dengan pakaian penuh keringat pasti tidak nyaman.


Namun setelah mencoba untuk tidur nyenyak, Miyumi Kei tidak bisa melakukannya. Setiap kali memejamkan mata, dia pasti akan ditarik ke mimpi yang tidak menyenangkan itu.


Karena Matsuyama Kei sibuk, ia pulang pada pagi harinya. Walaupun lelah, tapi ia masih mementingkan urusan putrinya.


"Ayah, akhirnya kamu pulang," kata Miyumi Kei dengan suara tidak nyaman.


"Ada apa? Kamu bermimpi buruk?" Matsuyama Kei melihat jika putrinya tampak mengantuk tapi tidak berani tidur.


Miyumi Kei mengangguk. "Setiap kali aku memejamkan mata, aku pasti akan bermimpi buruk. Aku tidak tidur semalaman," jawabnya.

__ADS_1


"Sudahkah kamu menghubungi nenekmu?"


"Aku tidak mau menganggu nenek malam tadi."


Matsuyama Kei sedikit tidak berdaya. "Kamu bodoh. Kamu juga tahu perbedaan waktu negara A dan negara J, kenapa lupa?"


Memikirkan hal ini, Miyumi Kei akhirnya sadar tapi tidak ada tempat untuk menyesalinya. Akhirnya Matsuyama Kei menghubungi nenek Miyumi Kei yang ada di negara J lalu menceritakan apa yang terjadi.


Masalah ini agak serius di mata neneknya Miyumi Kei. Ia menganggapnya Miyumi Kei terkena benda kotor dan harus dibersihkan. Dengan kata lain, Miyumi Kei harus membersihkan diri lagi.


Setelah satu bulan, Miyumi Kei mencoba untuk tidur nyenyak setalah mendapatkan saran dari neneknya. Meski mimpi buruk sering datang sepanjang waktu namun tidak lagi mencoba menyentuhnya dalam mimpi.


"Dari mana kamu mendapatkan hal-hal seperti itu. Masih tidak bisa tidur nyenyak selama ini?" tanya ayahnya.


"Ayah, aku benar-benar tidak pergi atau menyentuh apapun. Pada hari itu, aku bertemu Halbert untuk meminta kerja sama proyek besar itu. Tapi dia memintaku untuk kembali dsn membicarakannya lain waktu. Aku kembali ke kantor dan menjalani kehidupan biasa. Malam harinya pulang lalu bermimpi seperti itu," tuturnya panjang lebar.


Walaupun kini dia bisa tidur dan kadang harus menggunakan minyak esensial tertentu untuk merangsang otaknya dsn tidur lelap. Tapi tentu saja tidak akan memiliki efek yang permanen. Minyak esensial yang digunakannya untuk membantu tidur tidak efektif lagi jika terlalu lama.


Ini sudah sebulan dan Miyumi Kei merasa jika mimpi buruk itu semakin memudar sedikit demi sedikit. Walaupun begitu, dia menjadi takut untuk tidur secara tiba-tiba.


"Tidak apa-apa, kamu akan baik-baik saja setelah ini. Bagaimana kemajuanmu dengan Halbert?" tanya ayahnya.

__ADS_1


Miyumi Kei tidak bisa tenang dan akhirnya menghela napas. Dia tidak tahu apakah semua ini memang nasib sialnya atau kutukan. Siapa yang tahu.


__ADS_2