
Beberapa hari kemudian, Nola telah pergi ke perusahaan Halbert untuk menghadapi Miyumi Kei. Namun selama beberapa hari terakhir, wanita itu tidak lagi terlihat. Ini membuatnya sangat bingung.
Halbert bahkan tidak mau repot untuk mengurusnya. Di matanya, Miyumi Kei bukan sesuatu yang penting untuk diurus. Secara alami, tidak perlu menghadapi kontrak kerja sama proyek besar.
"Menurutmu, kenapa dia tidak datang?" Nola menghela napas.
"Mungkin menyerah." Halbert yang sedang memeriksa dokumen tampak acuh tak acuh.
"Kamu tidak mencari tahu? Bukankah itu aneh?"
"Kenapa aku harus mencari tahu? Bukankah istriku akan cemburu?" Halbert mengalihkan pandangan dari dokumen ke gadis itu. Lalu tersenyum. "Bukankah bagus dia tidak datang? Kita tidak diganggu lagi."
"Dia tidak menatapku lagi. Kini giliran anak buah Organisasi Supernatural Dunia yang berurusan denganku." Nola mendengkus.
Halbert juga tahu bahwa ini bukan masalah kecil. "Jangan khawatir, mereka tidak akan melakukannya dalam waktu dekat. Aku telah meminta keluarga Scott untuk campur tangan."
"Bukankah itu artinya keluarga Scott akan terlibat?"
"Ya. Sudah waktunya untuk menyingkirkan bahaya yang lebih besar. Jika organisasi ini dibiarkan lebih jauh lagi, maka semua orang supernatural akan berada di bawah kendali mereka."
"Memang benar ...," gumam gadis itu.
Tak lama kemudian, Halbert mendapat panggilan telepon dari Asisten Jae. Asisten Jae tidak ada di kantor saat ini dan pergi dengan sekretarisnya untuk menyiapkan makan siang.
Halbert menerima panggilan itu. "Ada apa?"
__ADS_1
"..." Asisten Jae menceritakan semua informasi apa yang baru saja diterimanya.
Halbert tampak mengerutkan kening, meletakkan dokumen dengan malas dan terlihat berpikir. Setelah Asisten Jae menceritakan semuanya, Halbert hanya menanggapi dengan beberapa patah kata dan menutup panggilan telepon.
Nola memperhatikan jika aura di tubuh Halbert berubah saat ini. "Ada apa?"
"Miyuki Kei sudah mati," jawabnya.
Ada keheningan untuk sementara waktu sebelum akhirnya Nola bertanya lagi.
"Kapan itu?"
"Tiga hari yang lalu. Dia ditemukan tewas di bar."
Nola sebenarnya ragu dengan kematian Miyumi Kei yang mendadak baginya. Menurut Nola, wanita itu tidak akan menyerah serta bukan wanita yang frustasi. Ketika dia dinyatakan meninggal di bar, bukankah terlalu aneh?
"Bagaimana kronologi nya?" Nona masih bertanya walaupun memiliki beberapa tebakan acak di hatinya.
Halbert menceritakan apa yang baru saja dikatakan Asisten Jae. Miyumi Kei datang ke bar bukan untuk bersenang-senang bersama dengan teman-temannya. Tapi tidak tahu apa yang terjadi, Miyumi Kei merasa tidak enak badan dan memutuskan untuk pulang.
Hanya saja sesuai terjadi di tengah. Miyumi Kei mendadak berteriak kesakitan seraya menyentuh wajahnya yang mulai bernanah dan mengeluarkan darah. Tak lama setelah itu, dia pingsan dan akhirnya meninggal dunia.
Penyebab kematiannya karena racun yang ada di wajahnya telah menyebar ke seluruh pembunuh darah dan membunuhnya.
Namun Nola tidak mempercayai hal ini. Karena dia sendiri hanya melemparkan nasib sial padanya. Tapi tidak sampai bisa membunuh seperti itu. Belum lagi Halbert hanya meminta raja kalajengking hitam supernatural untuk menyuntik sedikit racun pada gelang jimat yang dipakainya.
__ADS_1
"Dengan wajah ruam dan gatal, kenapa dia masih memiliki nyali untuk pergi ke tempat seperti itu?" cibir Nola merasa sangat disayangkan jika Miyumi Kei mati begitu cepat.
"Yah ... Siapa yang tahu, Matsuyama Kei mungkin tidak tahan lagi dan membunuhnya."
Nola sedikit terkejut. "Apakah ada cerita di dalamnya? Bukankah Matsuyama menyayangi Miyumi?"
Halbert tidak memiliki perubahan ekspresi apapun. "Miyumi memang putri kesayangannya. Tapi ... dia hanyalah anak haram. Di permukaan, Matsuyama tampak tidak memiliki masalah dan harmonis tapi sebenarnya ada banyak masalah di dalam. Ia bukan hanya berselisih dengan istri sah tapi juga memelihara beberapa wanita di luar. Sebagian dari wanita itu hamil dan melahirkan anaknya."
Halbert bukannya tidak tahu ini sejak awal, namun kepribadian busuk Matsuyama Kei sudah ditutupi dengan baik. Belum lagi itu terjadi di negara J sehingga tidak perlu mengungkitnya di negara A.
Siapa yang tahu saat Miyumi Kei mengalami masalah, Matsuyama Kei memilih untuk membunuhnya lebih awal. Dengan begitu, giliran putra-putri lainnya yang menjadi pion.
"Tapi ... Seharusnya dia tidak memiliki pikiran untuk membunuh Miyumi. Aku membaca auranya, dia tidak sejahat itu padanya," gumam Nola masih sulit dipercayai.
Keluarga Kei ternyata lebih kotor daripada yang dia bayangkan.
"Memang bukan dia yang menginginkannya. Itu pasti nyonya tua Kei." Halbert yakin sepenuhnya jika kematian Miyumi Kei pasti ada hubungannya dengan wanita tua keluarga Kei.
Nola mengerutkan kening. "Apakah neneknya Miyumi?"
"Ya." Halbert mengangguk. "Bukankah gelang itu diberikan oleh neneknya? Semua ini jelas."
"Apakah neneknya seorang ahli supernatural juga?"
Halbert menggelengkan kepala. "Kalau masalah ini aku tidak tahu. Aku sendiri hanya pernah menemuinya sekali saat berada di negara J. Wanita tua itu tidak sederhana. Mungkin memiliki kebiasaan dengan sihir."
__ADS_1