
Nola yang bermeditasi kini tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar. Jiwanya seperti berada di sebuah tempat yang tidak asing. Namun jelas bukan tahun ini. Tanpa diduga, kalajengking hitam supernatural muncul kembali di sampingnya dan mulai berbicara.
"Kamu berada di masa lalu sebelum orangtua suamimu meninggal," kata kalajengking hitam supernatural. Suaranya seperti pria dewasa.
"Kamu bisa bicara?" Nola terkejut saat menatapnya. Mata abu-abunya sedikit memperhatikan sekitarnya.
"Aku hanya bisa bicara dengan jiwamu, tidak saat kamu memiliki kesadaran."
Dengan kata lain, kalajengking hitam supernatural bicara melalui pikiran dengan Nola saat ini.
Keduanya berada di dunia ruang waktu di masa semua adegan masa lalu diperlihatkan kembali. Walaupun tidak ada yang bisa diubah, setidaknya akan tahu apa saja yang terjadi tanpa khawatir ketahuan.
"Lalu kenapa kamu membawaku ke sini?" tanya gadis itu.
"Bukankah kamu bilang ingin menjadikanku raja kalajengking?" Binatang beracun itu bertanya balik.
"Ya, memang. Selama setelah menjadi raja kalajengking, kamu membunuh Sin."
"Kalau begitu kamu harus tahu apa yang terjadi sebelumnya. Kita berada di ruang utama keluarga Jefford saat ini."
"Apa?? Sangat berbeda dengan yang sekarang ...."
Nola terkejut. Pantas saja dia merasa tidak asing saat merasakan aura di sekitarnya.
"Lalu, bagaimana kamu tahu tempat ini?"
"Sebagai binatang supernatural, kami istimewa. Ini tidak penting, cobalah perhatikan baik-baik semua peristiwa hari ini. Jangan khawatir, mereka tidak akan mampu melihat kita. Ini hanya kepingan ingatan dunia masa lalu." Kalajengking hitam supernatural tiba-tiba saja menghilang dan muncul di bahu Nola.
Gambaran sekitarnya perlahan berubah secara ajaib. Kali ini masih berada di ruang utama keluarga Jefford.
Ada sepasang suami dan istri tang tampak serasi dan muda. Lalu beberapa pria berjubah hitam dengan lambang Organisasi Supernatural Dunia bersembunyi di kegelapan sehingga keduanya tidak tahu. Bukan hanya itu, beberapa orang tak dikenal juga menodongkan pistol ke arah pasangan itu.
"Kenapa orang-orang Organisasi Supernatural Dunia ada di sini? Lalu siapa sisanya?" Nola sangat bingung dan terkejut karena Organisasi Supernatural Dunia yang dibencinya ada di sini.
"Sisanya berasal dari Geng Kalajengking Hitam yang menjadi musuh bebuyutan suamimu."
"Mungkinkah ... Mungkinkah ini kepingan ingatan masa lalu sebelum orangtuanya Halbert meninggal?" Nola menebak secara akurat.
"Benar."
__ADS_1
Nola hanya bisa melalui mata batinnya saat ini dan terus memperhatikan secara saksama.
"Bisakah aku berjalan dan melihat seperti apa mereka?"
"Tentu saja bisa, hanya saja ... energi mu akan terkuras. Apakah kamu yakin?"
"Apakah itu berbahaya?"
"Tidak. Tapi kamu akan sangat kelelahan setelah bangun nanti dan mungkin jatuh koma."
"Tidak masalah. Aku akan melakukannya." Nola sangat ingin tahu kebenaran tahun di mana orangtua Halbert meninggal. Mungkin dia bisa mencari tahu.
Nola mulai melangkah dan melihat atau persatu rupa mereka. Tapi tidak ada yang istimewa. Dia juga tidak kenal atau bahkan memiliki kesan siapa mereka.
Barulah saat melihat bos Geng Kalajengking Hitam yang membunuh orangtua Halbert, Nola sepertinya mulai mencoba menggambarnya dalam pikiran. Bos di belakang layar geng tersebut ternyata sengaja meracuni orangtua Halbert dengan racun kalajengking.
"Lalu kenapa keluarga Jefford tidak tahu kedua diracun?" tanya Nola.
"Karena ayah pria itu sepertinya bukan orang biasa sehingga mampu menahan racun di tubuhnya sendiri. Karena itu, efek yang ditimbulkannya adalah lemas dan tidak bisa melawan balik. Istrinya mencintai pria itu dan akhirnya memilih untuk mati bersama setelah membiarkan anaknya untuk melarikan diri."
Nola melihat sosok Halbert yang masih sangat muda. Menyaksikan orangtuanya ditembak mati di depan matanya sendiri, pasti meninggalkan bayangan psikologis.
"Tuanku, bagaimana dengan anak itu?" tanya anak buahnya.
"Biarkan dia hidup. Dia masih berguna untuk kita," katanya seraya berbalik badan dan bersiap untuk pergi melalui pintu belakang.
Saat berjalan pergi, pria itu membuka tudung besarnya. Nola akhirnya bisa melihat seperti apa wajah bos di belakang layar Geng Kalajengking Hitam.
Tidak mungkin! Tidak mungkin pria itu! Nola berusaha untuk menyangkalnya. Kalajengking hitam supernatural seperti sudah tahu jika Nola akan langsung mengenalinya.
"Saat kamu sadar kembali, aku harus bersembunyi agar orang lain tidak mengetahui keberadaan ku." Kalajengking hitam supernatural menarik kembali kekuatannya.
Di saat yang bersamaan, penglihatan Nola langsung gelap.
......................
Ketika Nola membuka mata, dia masih berada di ruang bawah tanah dan mendengar suara percakapan orang lain. Solachen dan Halbert sama-sama bertanya tentang keadaannya.
Nola menggelengkan kepala, sedikit pusing tapi mungkin ini efek yang dikatakan oleh kalajengking hitam supernatural. Dia sangat lelah saat ini.
__ADS_1
"Halbert?" Nola merasakan aura Halbert di sekitarnya. Bahkan ada juga Kakek Jefford. Nola melirik ke arah Kakek Jefford. "Kakek," ujarnya.
"Nak, bagaimana perasaan mu?" tanya Kakek Jefford.
"Aku baik-baik saja." Nola menggelengkan kepala.
"Apa yang terjadi denganmu? Kenapa tiba-tiba kalajengking hitam itu hilang?" Solachen sangat penasaran.
"Tidak apa-apa. Hanya masalah kecil. Kalajengking hitam itu pergi untuk sementara waktu dan akan kembali lagi nanti. Aku ingin istirahat," jawanya enggan untuk mengatakan sesuatu. Dia meminta Halbert untuk menggendongnya.
"Kamu sudah besar tapi masih ingin digendong oleh suamimu sendiri?" Solachen tidak senang. "Kenapa kamu tidak meminta ayahmu ini untuk menggendong?"
"Kamu sakit," jawab gadis itu.
"Tubuh ayahmu masih kuat!" Solachen menyangkalnya.
Halbert tidak keberatan dan dia langsung menggendong Nola untuk keluar dari tempat ini. Saat digendong pria itu, Nola sepertinya menggumamkan sesuatu. Halbert bisa mendengar suaranya tapi tidak tahu apa yang dikatakan gadis itu. Tampaknya seperti bahasa yang sangat asing.
Setibanya di luar, tangga untuk naik sudah disediakan oleh Kepala Pelayan.
"Tuan Muda, apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Butler Flir—kepala pelayan yang selama ini setiap di keluarga Jefford.
"Ya." Halbert tidak banyak bicara.
Saat tiba di luar, Nola tidak lagi menggumamkan sesuatu tapi tampaknya melihat Butler Flir sekilas. Halbert tidak menyadari ini dan dia naik seraya menggendong gadis itu.
"Kembali ke tenda," kata Nola.
"Tidakkah kamu ingin istirahat di rumah?"
Gadis itu menggelengkan kepala. "Aku ingin berkemah."
Halbert tidak berdaya dan menuruti keinginannya. Mark, Solachen serta Kakek Jefford juga baik perlahan.
Kakek Jefford sepertinya tidak ingin masuk lagi ke tempat itu untuk sementara waktu dan meminta Butler Flir untuk mengurusnya.
"Besok, mintalah seseorang untuk memperbaiki pintu besi dan kunci dengan baik. Lalu serahkan kuncinya padaku nanti," kata Kakek Jefford pada kepala pelayannya.
"Ya, Tuan." Butler Flir sedikit membungkuk dan menjawab dengan senyum hangat seperti biasanya.
__ADS_1