
Halbert dan Matsuyama Kei pergi ke ruangan lain untuk membicarakan beberapa hal penting. Karena mereka berada di lantai dua restoran VIP saat ini, beberapa ruangan kecil bisa disewa. Restoran yang mereka datangi masih merupakan restoran khas Negara J.
Baik Nola ataupun Miyumi duduk di meja yang sama, saling berhadapan. Nola memesan teh yang menurutnya enak. Dia tidak terlalu peduli dengan Miyumi. Setelah bertemu dengan wanita yang mengaku mantan kekasih Halbert, dia sudah tahu jika pihak lain hanyalah manusia dengan seni bela diri. Tidak ada jejak supernatural sama sekali di tubuhnya.
Miyumi tampak anggun saat mengenakan kimono tapi jelas tidak sesuai dengan karakternya yang kuat dan sombong. Walaupun ia akui Nola sangat cantik, tapi sayang sekali masih cacat. Mata abu-abu wanita itu tidak menyenangkan matanya.
"Kamu sepertinya menikmati hari-harinya bersama Halbert. Apakah dia sangat mencintaimu?" tanyanya sengaja tak sengaja seraya menyesap tehnya dengan arogan. Berpikir pihak lain tak bisa melihatnya, ia mencibir.
Nola menatapnya sebentar. "Tidak lagi memanggilku nyonya?" Nada bicaranya bahkan lebih santai.
Miyumi terkekeh dan mencibir lagi. Dia menatap Nola seolah-olah menatap gadis pedesaan yang tidak tahu apa-apa. "Apakah kamu layak?"
"Oh, kalau begitu, kamu bahkan lebih tidak layak. Sungguh, tidak perawan sebenarnya tidak masalah tapi dua kali menggugurkan kandungan, ini baru masalah."
Miyumi sedikit tersentak dan senyumnya langsung membeku. Bahkan wajahnya sedikit pucat.
"Kamu—!" Miyumi hampir saja berteriak. Dia hanya bisa menggertakkan giginya, menatap Nola dengan mata penuh aura membunuh.
Masalah ini, ayahnya saja bahkan tidak tahu. Jika ayahnya tahu, dia mungkin akan selesai. Tapi bagaimana Nola, seorang gadis yang bahkan baru berusia dua puluh tahunan tahu tentang hal-hal ini?
__ADS_1
Ia memang pernah menghilangkan anak yang sedang dikandungnya sebanyak dua kali. Waktu itu dia hamil dengan seseorang, tidak tahu siapa karena waktu itu dia berhubungan dengan banyak pria berpengaruh.
Sayangnya ia tak bisa menjaga kandungannya. Kehamilan di luar nikah agak tahu di Negara J.
Mungkinkah Halbert juga tahu? Jika ini masalahnya, dia hanya bisa bertaruh di masa depan. Menurut Miyumi, Halbert bukan tipe pria yang akan ikut campur urusan orang lain. Tidak peduli apapun itu, selama tidak menyentuh garis bawahnya, semuanya akan baik-baik saja.
Tapi Miyumi tidak rela jika Nola mengetahui masalah ini juga. Meski begitu, Miyumi masih bertanya dengan suara yang hampir tak bisa terdengar.
"Bagaimana kamu tahu?"
"Tahu saja. Pernahkan Nona Kei mendengar, bahwa sebagian orang di dunia ini dilahirkan dengan keistimewaan?"
"Artinya sederhana. Jangan menabrak dinding rumah orang lain jika tidak ingin menerima hukumannya."
"Kamu! Kamu benar-benar sombong! Apa yang perlu kamu banggakan? Siapa yang tahu spanyanh dilakukan Halbert di luar sana? Kamu, seorang wanita buta mungkin tidak menyangka jika suatu hari suamimu sendiri membawa wanita lain ke dalam rumah untuk dibesarkan. Kamu buta, tidak melihat apa-apa, hanya bisa ditipu seumur hidupmu." Miyumi merasa santai lagi. Dia menunggu ekspresi Nola berubah tapi gadis itu sama sekali tidak marah atau merasa kesal, justru tersenyum padanya.
"Oh, kimono yang Nona Kei pakai malam ini sangat indah, bertabur bunga sakura di mana-mana. Orang lain buta jika tidak tertarik padamu."
Lagi-lagi, Miyumi merasa terpukul oleh sesuatu. Ekspresi wajahnya berubah drastis untuk sementara waktu. Haruskah dia katakan jika Nola ini pandai menebak dengan akurat? Kebetulan? Atau ....
__ADS_1
"Bukankah kamu buta??! Mungkinkah kamu pura-pura buta untuk dikasihani Halbert?!!" tuduhnya dengan napas terengah-engah.
Sial! Bagaimana Nola tahu apa yang dia pakai saat ini? Keajaiban? Tidak mungkin! Mungkin Miyumi belum menyadari jika saat ini, dirinya bertemu dengan lawan yang salah.
Nola tidak selembut di permukaan dan kata-katanya penuh dengan sindiran balik. Semenjak menyatukan jiwa dan sisi gelapnya, ia menjadi lebih sensitif dan tidak berperasaan. Sisi gelapnya penuh dendam dan amarah, bertolak belakang dengan jiwanya yang lembut.
Tapi di hadapan wanita yang ingin merebut Halbert darinya, ia rela menjadi kejam. Halbert tidak akan membuangnya jika dia menjadi istri yang baik dan sama kejamnya bukan?
"Aku tidak perlu berpura-pura. Aku hanya wanita buta yang bisa mengetahui beberapa hal. Jadi Nona Kei, lebih baik jangan memprovokasi, itu tidak baik. Terlebih lagi, percaya atau tidak, aku bisa membuat orang lain menderita kerugian lagi dan lagi. Jika tidak percaya, coba saja," jelas Nola tidak mau berbasa-basi dengannya. Kedatangannya mengikuti Halbert ke sini untuk melihat siapa itu Miyumi Kei.
Cangkir teh yang dipegang Miyumi sedikit bergoyang karena tangannya gemetar. Dia menahan amarah. Jika dia melupakan etiket yang diajarkan oleh keluarga Kei, ingin sekali menumpahkan teh panas ke wajah Nola.
Miyumi sampai tak bisa berkata-kata. Ia sangat sombong pada awalnya. Mengira pihak lain benar-benar buta, ia bahkan lebih arogan. Tapi tampaknya, istri Halbert di depannya ini tidak sederhana seperti penampilannya.
Ia ingin mengatakan sesuatu tapi Halbert dan Matsuyama Kei telah kembali. Miyumi hanya bisa menelan kata-katanya kembali.
...****************...
NOTE: Author ingin update dua novel lainnya malam ini tapi terlalu mengantuk, jad besok saja. Bab terbaru Menikahi Mantan Dewa Tertinggi baru selesai satu bab dan diupload besok jam 12 siang bersama sisanya.
__ADS_1