Istri Buta Pembawa Keberuntungan

Istri Buta Pembawa Keberuntungan
Akhir Dari Keluarga Kei (3)


__ADS_3

Takahiro Ren sedikit kesal ketika mengingat kembali apa yang terjadi malam itu. Jika dia tidak datang, mungkin Hiiro akan ditumbalkan oleh Wanita Tua Kei. Dan seandainya ia tidak pernah bertemu Hiiro atau memberikan jimat pelindung padanya, situasinya pasti berbeda.


"Bayangkan jika malam itu saat di kuil putramu meminum air yang disuguhkan oleh dua pengurus kuil palsu, apakah sekarang dia masih hidup?" Takahiro Ren mengepalkan kedua tangannya, menahan diri agar tidak memberikan rasa takut padanya.


Tapi pada kenyataannya, Nyonya Rin sudah menduga ada yang salah dengan semua kejadian aneh akhir-akhir ini. Sekarang wajahnya pucat dan kakinya lemas. Pada akhirnya tak bisa menahan isak tangis.


Semua ini memang salahnya. Dia terlalu lemah untuk melindungi anaknya. Ia terlalu bergantung pada Matsuyama Kei. Kini pria itu sudah meninggal, ia kehilangan perlindungan di keluarga Kei.


Mungkin saat ini, anggota keluarga Kei yang lain senang karena Hiiro menghilang sehingga harta yang diwariskan Matsuyama Kei sebelumnya akan kehilangan hak warisnya.


“Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin putraku baik-baik saja di masa depan,” katanya setelah memikirkan beberapa pertimbangan.


Ia lebih memilih kehilangan harta daripada anaknya yang berharga. Hiiro adalah satu-satunya putra yang dilahirkan. Ia tidak berencana untuk menikah lagi di masa depan. Hidupnya sendiri selama ini sudah cukup kelam. Ia lelah jika harus berada di kegelapan sepanjang waktu.


Kini Wanita Tua Kei jatuh sakit. Ia memiliki firasat jika wanita tua itu akan mengembuskan napas terakhirnya kapan saja.


Nola menghampirinya dan menepuk pundak Nyonya Rin. Ia tahu Nyonya Rin bukan orang jahat, hanya terobsesi oleh kekayaan Matsuyama Kei sebelumnya. Tapi ketika dihadapkan dengan putranya yang masih berusia sepuluh tahun, semua obsesinya terhadap kekayaan langsung pudar.


“Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Nyonya Rin pasti bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah melihat cahaya,” ucap Nola lembut.


Nyonya Rin sedikit malu tapi akhirnya mengangguk. Ia tidak munafik. Dia sangat ingin sekali hidup tenang dan mengurus putranya secara terbuka. Setidaknya dia tidak ingin putranya dicap sebagai anak haram di masa depan. Putranya tidak perlu tahu masalah kelam orang tuanya di masa depan.


“Terima kasih, Nyonya Jefford.” Nyonya Rin tersenyum lega. Entah kenapa, hatinya berada dalam suasana hati yang baik saat ini.

__ADS_1


Tak lama setelah mereka mengobrol, Hiiro yang berbaring di tempat tidur, terbangun perlahan dan memanggil ibunya berulang kali. Nyonya Rin senang melihat Hiiro bangun dan demamnya sudah banyak turun.


Kondisi sakit Hiiro bukan hanya diakibatkan oleh masalah kesehatan saja tapi juga karena serangan sihir sebelumnya.


“Bu … apakah kamu ibuku?” tanya Hiiro lemah dan wajahnya masih agak pucat.


“Nak, ini Ibu. Ibu di sini, jangan takut.” Nyonya Rin mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya dan mengelap keringat di wajah putranya.


Saat ini keluarga Kei sudah dalam kekacauan. Kondisi Wanita Tua Kei semakin mengkhawatirkan. Tubuhnya semakin kurus dan kulitnya kusam. Rambutnya memutih sepenuhnya dan dipenuhi oleh aura hitam di sekujur tubuhnya. Anggota keluarga Kei yang lain melihat kondisi tersebut tidak sanggup lagi melihat keadaannya.


Namun yang lebih mengejutkannya lagi, Wanita Tua Kei masih sanggup menghubungi pengecaranya dan membereskan masalah warisan. Yang lebih mengejutkannya lagi, semua warisan Wanita Tua Kei jatuh ke tangan Hiiro sebagai cucu laki-laki kesayangannya. Bahkan warisan Matsuyama Kei juga pindah ke tangan Nyonya Rin secara sah.


Wanita Tua Kei tahu dirinya tak akan hidup lama dan secara alami mengetahui Hiiro masih hidup. Ketika pengecaranya pergi meninggalkan rumah sakit, wanita tua itu meninggal dunia.


Bahkan akan datang bersama seorang notaris ahli untuk mengurus semua dokumen terkait. Tidak tahu seberapa gila anggota keluarga Kei yang lain ketika mengetahui hal tersebut.


“Jangan khawatir, mereka tidak akan melakukan apapun padamu.” Nola menatapnya seperti sedang melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. “Jika kamu ingin keluar dari bayang-bayang kegelapan, maka harus menghadapi ini cepat atau lambat. Tergantung apakah kamu mau menerimanya atau tidak.”


Nyonya Rin terkejut dan berpikir lebih jauh. Melihat putranya yang masih terbaring sakit, ia sepertinya baru saja membuat keputusan. Ia masih memiliki putra yang harus dibesarkan dan membutuhkan banyak uang untuk biaya hidup di masa depan.


Ia tidak memiliki pekerjaan tetap sejak awal. Jika dia mendapatkan warisan Wanita Tua Kei dan suaminya, maka di masa depan, dia harus sibuk mengurusnya.


“Ya, itu benar. Aku akan mengurus masalah ini lebih dulu. Bisakah … bisakah Hiiro, aku percayakan pada kalian lebih dulu. Aku akan kembali setelah semuanya diurus. Paling lambat tiga hari kemudian,” katanya agak canggung ketika meminta hal tersebut pada mereka.

__ADS_1


Lagi pula Takahiro Ren adalah orang yang menyelamatkan putranya. Ia sudah cukup merepotkan mereka sebelumnya. Tapi kali ini dia tidak bisa membawa putranya ke rumah. Rumah itu dipenuhi oleh banyak serigala yang bisa memakan orang tanpa meludahkan tulang.


Pria Tua Ren mengangguk ringan. “Kondisi anak itu belum membaik. Lebih baik di sini sampai kondisinya pulih lalu bicarakan masalah lainnya nanti.”


Nyonya Rin mengucapkan rasa terima kasih berulang kali kemudian pergi setelah bicara dengan putranya sebentar. Setelah wanita itu pergi, Nola merasa lelah dan duduk dengan wajah agak pucat. Halbert sepertinya tahu apa yang dilakukan Nola untuk Nyonya Rin sebelumnya.


“Apakah pantas dia mendapatkan kebaikanmu?” tanyanya sedikit tidak senang.


“Tidak masalah, ini hanya hal kecil. Bukankah aku berencana untuk membuat organisasi supernatural? Anak ini memiliki kemampuan yang unik, kenapa tidak membiarkannya menjadi anggota pertama di masa depan? Ini bukan kerugian, justru keuntungan yang sepadan.” Nola sudah pintar untuk membuat rencana tanpa mau kehilangan barang.


Halbert merasa melihat bayangan dirinya saat ini. Apakah tidak apa-apa memiliki istri yang penuh rencana seperti ini?


Pria Tua Ren penasaran dengan apa yang dilakukan gadis itu. “Nak, apa yang kamu lakukan pada wanita itu?”


“Berilah sedikit keberuntungan. Ketika dia sibuk dengan warisan yang harus diurus, aku akan membiarkan putranya menjadi salah satu anggota organisasiku di masa depan.”


“Apakah ini salah satu kemampuanmu?” tebaknya.


“Bukan hanya ini, aku juga bisa memberikan kesialan pada siapapun yang kuinginkan. Apakah Kakek Ren ingin mencobanya?”


“…” Tidak, terima kasih, batin pria tua itu sedikit merinding.


Kemampuan memberikan keberuntungan dan kesialan pada orang lain, seberapa berharganya itu? jika jatuh ke tangan yang salah, bakatnya bisa menjadi sangat berbahaya. Suatu negara mungkin mampu dibuat bangkrut olehnya.

__ADS_1


__ADS_2